Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Jangan Ganggu


__ADS_3

Hoam


Aku terbangun saat mendengar alarm pagiku berbunyi, jam 04.55 kulihat dilayar ponselku, segera aku turun dari kasurku dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak lupa berwudhu, setelah selesai kugelar sajadahku dan kupakai mukenaku untuk. melaksanakan kewajibanku seperti biasanya


Setelah selesai aku keluar dari kamarku, aku terlonjak kaget saat melihat sofa ku bergerak-gerak,


'Ah, aku lupa Alva tidur disini malam ini' batinku yang baru menyadari kalau semalam Alva tidur disini


Kulangkahkan kaki ku menuju sofa, Alva masih tertidur lelap sama seperti saat semalam aku melihatnya, kugoyangkan tubuhnya untuk membangunkan dia


"Al" kataku sambil mengguncang tubuhnya


"Bangun Al" kataku lagi


Dia menggeliat dan merenggangkan tubuhnya


"Ayo bangun udah pagi" kataku yang duduk berjongkok menghadapnya


Hoamm


Dia menguap dan terbangun dari tidurnya, didudukkan tubuhnya malas menyender disofa sambil matanya yang masih terpejam


"Bangun!" ucapku kesal mencubit hidung mancungnya


"Aakkkk" dia mengaduh kesakitan sambil berusaha melepaskan cubitanku,


Alva menerjapkan matanya berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih belum sepenuhnya kembali


"Al" katanya bingung, kulihat dia menerjapkan lagi matanya bingung


"Akkk" kulihat dia mencubit lengannya lalu mengaduh


"Kenapa sih, ayo buruan bangun, kamu shalat dikamar sana ya" kataku menunjukkan kamar disebelah kamarku


"Kamu kenapa disini Al, aku nggak lagi halusinasi kan" tanya sambil menangkup wajahku


Dengan kesal aku menepis tangkupan tangannya diwajahku


"Ini apartement ku, udah bangun sana keburu siang" ucapku dengan kesal dan berjalan meninggalkan nya menuju dapur, dia terlihat celingukan menyapukan pandangannya kesegala ruangan


"Buruan bangun" ucap ku membalikkan badan dan berdecak pinggang, karena kulihat dia tak segera bangun


Segera dia terlonjak dan berjalan kearah kamar yang ku tunjukkan tadi, kuingat dikamar mandi tak ada handuk karena beberapa hari yang lalu kucuci, langsung aku berlari kekamar untuk mengambil handuk dan berlari kekamar yang dimasuki Alva tadi


Tok tok tok

__ADS_1


Kuketuk pintu kamar mandi,


"Al.. Didalam nggak ada handuk kan, ini handuknya" teriak ku


Tak berapa lama kemudia dia membuka pintu kamar mandi dengan kepala yang menyembul keluar, dia tersenyum cengengesan


"Apa sih, senyum kayak gitu, nih" ucap ku menyodorkan handuk yang ada ditanganku dan langsung berlari keluar karena malu


Brakk


Kututup kasar pintu kamar tamu, kunetralkan deru jantungku yang lagi-lagi berdetak tak karuan, setelah beberapa menit aku bisa menormalkan lagi detak jantungku yang sebelumnya berdetak tak beraturan


Aku langsung melangkahkan kaki ku kearah dapur untuk membuat sarapan pagi, kupilih bahan makanan yang ada didalam kulkasku untuk memasak pagi ini. Kusiapkan bahan yang ingin ku masak, kucuci dan kuiris sayuran yang perlu kuiris


Grep


Kurasakan pinggangku direngkuh dari belakang


Cup


Pipiku dikecup singkat, membuatku semakin malu


"Selamat pagi" ucapnya meletakkan dagunya di pundakku


Aku diam seribu bahasa, tak menjawab maupun tak melakukan apa-apa, jantungku lagi-lagi berpacu begitu cepat seolah dia akan keluar dari tempatnya


"Aku mau masak Al" kataku merayu nya supaya melepaskan pelukannya


"Masak aja" jawabnya dengan santai


"Gimana aku bisa masak kalau kamu peluk aku kayak gini" kataku berharap agar dia melepaskan pelukannya


"Aku cuma mau peluk kamu, aku nggak akan ganggu kamu masak" ucapnya mengecup singkat pipiku


"Apa sih" ucapku malu


"Awas ih, jangan ganggu orang lagi masak " ucap ku sedikit kesal


Aku berusaha memberontak, tapi Alva sama sekali tak bergeming dan bertamba erat memelukku, akhirnya aku menyerah, dengan kesal aku melanjutkan kegiatanku memasak walaupun sedikit kesulitan karena Alva memelukku dari belakang dan mengikuti kemanapun langkah kaki pergi


Setelah berkutat dengan masakanku akhirnya aku selesai dengan masakanku, tanpa ku duga Alva melepaskan rengkuhannya dan mengambil masakan yang telah kumasak tadi dan meletakkannya di meja makan


Aku tersenyum melihat dia mau melakukan hal sekecil ini, aku pun mempersiapkan piring sendok juga gelas ku letakkan diatas meja. Alva sudah duduk manis di kursi meja makan


Kali ini aku memasak telur gulung, sop ayam, capcay tak lupa sambal yang sudah di tata rapi diatas meja makan, aku duduk berhadapan dengan Alva yang sudah duduk sedari tadi. Dengan segera kuambilkan nasi untuk nya

__ADS_1


"Mau pake apa?" tanya ku dengan piring yang masih di tanganku


"Semua juga boleh" jawabnya dengan senyum lebar


"Apa sih senyum kayak gitu, jelek tau" ucap ku sambil menyodorkan piring yang sudah berisi lauk pauk


"Makasih" ucapnya mengambil piring yang kusodorkan


Akupun mengambil makanan yang akan ku makan pagi ini. Dengan lahap Alva memakan makanan yang ku masak tanpa berkomentar apapun sambil sesekali ku pergoki dia memandangku


"Biar aku aja" ucap nya mengambil piring bekas makanku yang telah kosong untuk dicucinya


Akupun membantu dengan memberikan gelas juga mangkuk kotor untuk dicucinya


"Duduk aja" ucapnya mendudukkan tubuhku di kursi saat aku mengambil pekerjaanya, karena setelah memasak tadi semua alat belum kucuci


"Udah aku aja" kataku mencoba bangun dari dudukku, Karena malas berdebat, akhirnya aku mengalah dengan memberikan tugas cuci piring padanya


Dengan sigap Alva mencuci seolah dia biasa melakukan hal itu, kulihat dia dari belakang, terlihat begitu manis apalagi dia hanya memakai celana hitamnya juga kemeja putih yang dilipatnya hingga keatas siku lengannya menampilkan otot kerasnya membuat dia semakin tampan


"Kamu nggak kerja" tanya ku


"Enggak" jawabnya yang masih sibuk mencuci piring


"Kenapa?" tanya ku penasaran, bukan menjawab Alva justru dia sambil terus mencuci piring ditangannya


Kurapikan makanan yang masih tersisa diatas meja dan ku simpan dilemari untuk kumakan siang nanti, kulihat Alva juga selesai dengan kegiatannya mencuci piring dan meletakkannya ditempat yang sudah disediakan


"Kamu ganti baju gih" perintahnya sambil mengelap tangannya yang basah


"Kenapa?" tanyaku bingung


"Aku mau ajak kamu keluar untuk merayakan kekasihku yang imut ini mendapat gelar sarjana" ucapnya mentoel hidungku gemas


Aku diam tak bersuara, membuat Alva mengerutkan alisnya


"Mau kayak gini aja, ayo" ucap Alva menggandeng tanganku dan berjalan keluar


"Eh, aku ganti baju dulu sama ambil tas" ucapku melepaskan genggaman tangannya dan berlari kekamar


Cukup lama aku bersiap diri, mungkin Alva sedang terkantuk-kantuk karena menunggu ku yang ternyata lama. Aku keluar dengan baju yang sudah berganti dan make up tipis yang menghiasi wajahku


Alva terbangun dari duduknya saat melihatku keluar dari kamar dan menggandeng ku keluar menuju parkir


"Ayo" ajak Alva sumringah

__ADS_1


"Kita mau kemana?" tanya ku penasaran saat mobil Alva telah bergerak maju meninggalkan gedung apartement yang kutinggali


"Kemana aja, terserah kamu, kamu ratunya, kamu yang menentukan" ucap Alva sambil mengemudikan mobilnya membelah padatnya kota jakarta


__ADS_2