Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Si narsis penyayi baru


__ADS_3

'Author Pov'


Sudah beberapa hari ini alsa disibukkan dengan kegiatan cafe nya, dia tak ambil pusing dengan kasus hilangnya barang yang ada dalam dirinya. Dia berencana tak memikirkan hal itu sama sekali, dia akan bertanya nantinya saat bertemu kembali dengan pria yang membuat dirinya gelisah berhari-hari lamanya.


Tak luput juga selama beberapa hari ini ada mata yang terus memandang kearah Alsa tanpa berpaling sedikitpun. Bahkan tak jarang pria itu menunggu kehadiran Alsa bila tak kunjung datang.


Alsa masuk kedalam ruangannya, seperti biasa dia akan mengecek laporan bulanan yang telah dibawa oleh sahabatnya itu Kaila.


"Semenjak ada penyanyi baru itu, cafe kita jadi makin populer sa" ucap Kaila tanpa berbasa basi, sambil mendudukkan tubuhnya disofa panjang ruangan alsa


"Kenapa nggak ada konfirmasi dulu dari aku kalau ada penyanyi baru. Kak bagas juga, biasanya ngomong kalau ada apa-apa?" tanya Alsa kesal pada Kaila


"Awalnya dia pengen ngabarin elo sa, cuma loe kan tau sendiri elo gimana sama kak bagas. Katanya dari pada nggal di izinin buat cuti dia mendingan kabur nggak ngasih tau elo?" jelas kaila panjang lebar, menjelaskan perihal Bagas penyanyi yang biasa bertugas yang telah melarikan diri


"Ctkk.... Lagian sih elo juga kebiasaan suka nahan-nahan kak bagas, kalau dia mau pergi ada aja alasan loe supaya dia tetep nggak ninggalin cafe, kabur kan jadinya" ucap Kaila menggelengkan kepalanya memebeberkan fakta tentang tingkah aneh seorang Alsava


"Yaa abisnya gimana,, entar kalau dia pergi nggak balik lagi, kan sayang. Apa lagi kan cari penyanyi kayak kak bagas itu juga susah," kata alsa membela diri menyanggah ucapan sahabatnya


"Lagian pergi kemana sih dia, ada urusan apa mendadak banget, tega banget tahu nggak kak bagas sama sekali nggak ngabari aku" gerutu Alsa


"Ke kalimantan katanya nggak dikasih tahu juga gue mau ngapain ada urusan apa juga, kak bagas nggak ngomong banyak kemaren sama gue" kata Kaila menjelaskan


"Buktinya dia tanggung jawab kan nyariin kita penyanyi baru buat ganti dia sementara, mau nya sih seterusnya juga" sanggah Kaila cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Kamu naksir juga sama dia Ka?" tanya Alsa memicingkan matanya kearah Kaila


"Enggak lah, gue cuma suka aja sama cara kerja dia, sama tanggung jawabnya sama kak bagas, ya walaupun baru beberapa hari sih, tapi kelihatan banget peningkatannya. Dan lagi banyak yang suka sama suaranya, apa lagi kegantengan dia, banyak yang bilang kayak oppa korea hahaha?" kata Kaila menjelaskan potensi penyanyi baru mereka.

__ADS_1


"Yang pada naksir noh, di bagian depan, yang tiap hari bisa pantengi tuh wajah hahaha" ucap Kaila sambil tertawa membayangkan perilaku karyawan depan yang bisa sepuasnya melihat wajah tampan sang penyanyi


"Eh ini juga surat izin cuti nya, katanya kalau dia nggak bikin surat izin cuti dia takut tiba tiba dioecat sama elo haha" ucap Kaila dengan menyodorkan amplop berwarna putih


"Apa apaan nih kak bagas, izin cuti semaunya, nggak dikasih kepastian lagi berapa lama dia cuti, minta dipecat bener tuh orang ya" geram Alsa setelah membaca surat dari bagas


Awal nya Alsa merasa kesal karena penyanyi lama yang biasa dia panggil dengan sebutan kak bagas tiba-tiba menghilang bahkan tanpa pemberitahuannya. Tapi sekarang senyum mengembang melihat peningkatan keuntungan yang didapat dari banyaknya pengunjung yang datang.


Jam telah menunjukkan pukul 21.36 dijam pergelangan tangannya. Alsapun keluar ruangan bergabung dengan karyawan yang lain begitupun dengam Kaila yang telah lebih dulu bergabung.


Alsa yang tengah duduk didekat meja kasir pun dikejutkan dengan tepukan dipundaknya. Pasalnya saat ini dia tengah berbincang bincang ria dengan para karyawan yang lain, memang pengunjung mulai sepi sebab hari mulai malam dan waktunya untuk menutup cafe


"Ya" ucap alsa bingung melihat sosok pria didepannya


"Boleh gabung?!" tawar pria itu ragu


"Oh silahkan silahkan, ganteng mau duduk dimana?" tawar siska yang memang wataknya selalu blak blakan dan tak memandang tempat.


"Ya kalau kamu mau duduk didekat aku, itu yang pada lain geser, selesai kan!" jawab siska menginteruksi


"Ogahhh,, capek gue digangguin dirayu rayu sama loe mulu dari kemaren. Kan harusnya gue yang ganguin elo. Ancur sudah harga diri gue sebagai lelaki gentel kalau loe terus teruaan begitu" ucap pria itu kesal, sambil mendudukkan tubuhnya didekat ku yang memang kursi kosong itu adalah kursi disebelahku. Kamipun seketika tak kuasa menahan tawa oleh ulah dua orang yang baru bertemu ini. Sama hal nya dengan siska yang juga tak kuasa menahan tawanya


"Ehem, tapi by the way any way busway nih, cewek cantik disebelah ku ini siapa nama nya, dari sekian banyak karyawan disini cuma kamu seorang yang tak ku ketahui nama nya?" pria itu mengulurkan tangannya


"Perkenalkan si ganteng dan si tampan Zachery alterio umur masih 23 tahun, panggil sesukanya, masih single, dan yang paling penting baik hati, suka menabung dan tidak sombong" sambungnya yang mulai melancarkan rayuan pulau kelapanya


'Zachery Alterio (23 tahun), postur tubuh tinggi, bulu mata yang lentik, kulit putih, hidung mancung, pandai bernyanyi, dan jangan lupakan ketampanannya bak artis korea'

__ADS_1


'Ueeekkk' seketika yang duduk disana seolah ingin memuntahkan sesuatu dimulutnya


"Tuinggg,.... Gombalan mu melayang jauh keangkasa noh udah nyampe kebulan, nggak mempan aku sama gombalan recehmu itu" Ucapku sambil menujuk kelangit langit kemudian menerima uluran tangannya


"Alsa" sambungku menyambut uluran tangannya


"Hushhh hushhh jangan lama-lama. Alergi entar mbak Alsa kelamaan dipegang sama elo" ucap astri melepas tautan tangan Alsa dan zachery


"Sirik amat sih si Astri, cuma kenalan doang padahal" dengus Zachery pura pura kesal


"Udah-udah,"ucap Alsa melerai


Merekapun berbincang bincang ria, sesekali Za Melancarkan gombalan receh ke karyawan yang lain. Za,... panggilan Zachery karena memang sulit untuk memanggil dengan nama lengkap, alhasil mereka hanya memanggi Za supaya lebih akrab. Za adalah orang yang supel dan mudah bergaul, bahkan juga ramah, tapi jangan lupakan kenarsisannya yang selalu menganggapnya tampan, padahal memang itulah fakyanya. Bahkan tak terasa pelanggan sudah tak ada dan hari telah malam.


"Aku balik duluan ya, Ka mau bareng nggak?" tawarku pada Kaila menawarkan untuk pulang bersama


"Enggak, gue bawa mobil, entar gue balik bareng anak-anak yang lain, loe duluan aja" tolak Kaila. Padahal yang menjadi alasan hari ini ingin sekali Alsa berbincang banyak dengan Kaila. Alsa hanya bisa menghela nafasnya dan menganggukkan kepalanya


"Ya udah, aku balik duluan ya semuanya. Langsung pada balik lo ya jangan mampir-mampir udah malem, bye" ucap alsa melambaikan tangan pada mereka yang di jawab dengan jawaban iya oleh mereka.


Belum sampai di parkir tangan alsa dicekal oleh tangan seseorang, dia menoleh


"Mmmmm..... Sorry. Tapi mau pulang bareng aku anterin" tawar zachery


'Bep bep'


Alsa menekan tombol kuncinya, dan menggantung gantungkan didepan Zachery

__ADS_1


"Sorry Za, Sayang nya aku bawa mobil sendiri, lain kali ya, bye" tolak alsa sambil masuk kedalam mobilnya


Zachery hanya bisa pasrah, karena tak mungki dia memaksa kehendak seseorang jika memang orang yang diinginkan tak menghendaki.


__ADS_2