Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Ku kembalikan lagi


__ADS_3

Setelah kepulangannya ke New York Alvarendra kembali ke aktivitas biasanya, setelah menyelesaikan masalanya dikantor cabang Alvarendra sudah bisa tenang, dan bisa memfokuskan dirinya di perusahaannya sendiri. Saat ini Alvarendra tengah memandangi layar didepannya, jarinya terlihat begitu lihai bermain di keyboard.


Sudah satu minggu lamanya setelah kepulangannya dari New York dia berencana untuk kebutik bertemu dengan gadis imut yang selalu menari difikirannya iti selalu saja gagal karena pekerjaan yang selalu tak bisa ditinggalkannya.


Ceklek


Pintu ruangan Alvarendra terbuka setelah sebelumnya pintu nya telah diketuk. Masuk lah Assisten pribadinya dengan membawa map yang diyakini itu adalah berkas untuk diperiksanya juga ditandatangani.


"Pagi ini akan ada pertemuan client jam 09.15 bos, beliau meminta berganti tempat di cafe xx untuk tempat bertemunya" ucap Raefal menginfokan jadwal bosnya hari ini


"Hmm,, siapkan berkas dan mobilnya, juga minta bimo ikut bersamaku, dan kamu tetap disini" perintah Alvarendra dengan memberikan map yang telah dia tandatangani kepada Raefal


Raefal pamit undur diri dan menyiapkan keperluan yang telah diperintahkan oleh bosnya itu. Setelah perjalanan hampir 20 menit sampailah Alva beserta bimo sekertarisnya yang lain sampai di cafe tempat betemu dengan client nya. Diedarkannya pandangan Alvarendra menyaou seluruh ruangan mencari client nya, dilihatnya client Alvarendra telah duduk di bangku yang sudah dipesan bersama dengan seorang gadis cantik yang bisa diyakini adalah sekertarisnya.


"Maaf karena telah menunggu lama tuan Seta" ucap Alva ramah sambil menyalimi pria paruh baya didepannya


"Tidak masalah tuan Alva saya juga sekertaris saya baru saja sampai, jadi tidak menunggu lama" jawab Seta client Alva tak kalah ramah.


Setelah berbasa basi tak lupa mereka berbincang-bincang hal diluar kantor nya. Sebelum mulai membahas masalah utama pertemuan mereka pria paruh baya itu menawarkan sarapan terlebih dahulu dan diangguki oleh Alva karena merasa tak enak hati jika ingin menolak, akhirnya mereka berduapun memulai sarapan mereka yang bisa dibilang hampir siang karena waktu menunjukkan pukul 09.30 menit di jam pergelangan tangannya.


Setelah menyelesaikan ritual sarapan pagi mereka, mereka pun melanjutkan dengan tujuan utama mereka bertemu, menjalankan bisnis bersama sama. Tak terasa hampir tiga jam lamanya mereka bergelut dengan fikiran masing masing menyalurkan ide juga kesepakatan mereka.


Karena hari sudah siang Seta yang memang notabenenya lebih tua dari Alva menawarkan makan siang sekaligus ucapan terimakasih karena telah bersedia bekerja sama dengan perusaan mereka. Tanpa diketahui ada sepasang mata yang selalu mengawasi gerak gerik Alvarendra. Mata itu seolah selalu memperhatikan dari jauh.


Selesai makan siang tak lupa Alva mengucapkan terimakasih dan berpamitan untuk kembali kekantornya. Tak diketahui Alva seorang gadis mengejar langkahnya hingga menuju parkiran. Alva merasa terkejut karena tiba-tiba ada tangan mungil mencekal pergelangan tangannya sebelum dia memasuki mobil.


"Tung... Hosh.. Hosh.. Tunggu" Dilihatnya gadis yang mengejarnya tampak tersenggal senggal nafasnya naik turun karena kelelahan. Dilihatnya sekertaris Alva merasa kebingungan dan ingin memisahkan mereka namun tatapan Alva mengisyaratkan bahwa dia ingin berbicara berdua dengannya.


Paham dengan isyarat yang diberikan presedirnya sang sekertarispun memilih meninggalkan mereka berdua dan masuk kedalam mobil terlebih dahulu.


"Tunggu hosh... Hosh.. Tunggu sebentar tuan" ucap Alsa menormalkan nafasnya, nafasnya masih terlihat naik turun


"Aku ingin berbicara sebentar denganmu" sambungnya kemudian


Alvarendra itu nampak mengangkat sebelah alisnya, mendapati wanita di depannya. Perasaan senang menyelimuti hatinya, karena wanita yang ingin sekali dia temui tengah berdiri dihadapannya

__ADS_1


"Ada apa gerangan Nona Alsa sampai mengejar saya sampai kemari?!" ucap Alva mencoba menormalkan raut wajah senangnya


"Ahh bukan, sebenarnya mmm.. Sebenarnya aku penasaran" ucap Alsa terbata bata


"Penasaran soal apa nona? tentang ku kah?" tanya Alva dengan percaya diri, dia bahkan tak habis pikir bagaimana dia bisa sepercaya diri itu sekarang


"Ughh menyebalkan" ceplos Alsa tak sengaja secara reflek langsung menutup mulutnya meratapi kebodohannya


"Umm bukan, maksud ku aku penasaran dengan ucapan anda terakhir kali" sambung Alsa dengan ragu ragu


Alva mengerutkan keningnya, dia merasa bingung apa ucapan terakhir yang dia ucapkan di depan gadis ini hingga dia rela mengejarnya


"Memang apa yang aku ucapkan nona, hingga membuatmu sangat amat penasaran?" tanya Alva lagi karena dia memang benar benar tak ingat dengan ucapannya


"Mmm. Tuan Al.. Mmm..." ucapan Alsa terputus


'Aghh aku melupakan namanya lagi' batin Alsava dalam hati


Alvarendra memicingkan sebelah alisnya tanda tak suka


"Alva" Ucap Alvarendra menyambung perkataan Alsa


"Sepertinya memang kita harus berkenalan secara resmi nona, agar kita bisa saling mengenal" tawar Alva dengan mengulurkan tangannya


"Alva, anda bisa memanggil saya dengan nama itu, dan aku harap setelah ini anda tak melupakan namaku lagi nona Alsa!" ucap Alva memperkenalkan diri


"Saya merasa tersinggung nona karena anda tak menyambut uluran tangan dari saya" sambung Alva kemudian


Alsa pun mau tak mau menyambut uluran tangan dari pria didepannya itu. Dengan cepat dia juga melepaskan tautan tangan mereka


"dan bolehkah saya meminta agar kita jangan berbicara secara formal, saya rasa akan lebih nyaman bila kita berbicara biasa saja, bagaimana?" tawar Alva dengan tersenyum manis


"Saya kemari bukan untuk berkenalan dengan anda tuan, dan maaf saya menolak" tolak Alsa halus


Alvarendra terlihat mengerutkan keningnya tak percaya bahwa permintaanya akan ditolak dengan cepat oleh wanita didepannya

__ADS_1


"Saya merasa kecewa nona" ucap alva memasang wajah kecewanya


"Itu bukan urusanku!" ketus Alsa


'Saat dia marah mengapa terlihat menggemaskan seperti ini, ingin sekali aku mencubit pipi atau hidungnya yang mungil itu' batin Alvarendra dengan tersenyum


"Baiklah, kembali ke topik awal, aku begitu penasaran dengan ucapan anda terakhir kali tuan, tentang sesuatu yang hilang dalam tubuh saya" ucap Alsa ragu


"Kalau boleh tahu, apa anda tahu sesuatu yang hilang itu?" tanya Alsa hati hati


Tak disangka pertanyaan yang dilontarkan gadis didepannya ini membuatnya terperangah, Alva tak habis pikir bagaimana ucapan yang di anggapnya gurauan justru membuatnya bertemu kembali dengan gadis didepannya, bukannya menjawab menjawab Alva justru tertawa lebar karena tak tahan lagi menahan kekonyolan dari tingkahnya itu, membuat kening Alsa berkerut kerut tanda tak paham.


"Ah tunggu sebentar" Ucap Alva sambil mencoba mencari cari di saku jas dan celana nya


Alsava pun nampak sumringah dia benar-benar penasaran dengan barang yang hilang itu, tak disangka barang itu ada padanya, raut wajahnya nampak tak sabar, Alsava begitu penasaran.


"Oh ketemu" ucap Alva setelah dirasa menemukan sesuatu di saku jas nya


"Mana" ujar Alsava menyodorkan tangannya tanda meminta barang tersebut


"Aww" pekik Alsa merasa hidung nya dicubit membuat hidungnya menjadi memerah


"Apa yang kau lakukan" Tanya alsa marah


"Oh, aku hanya mengembalikan sesuatu yang hilang itu nona!" jawab Alva santai


"Apa, aku tak merasa anda mengembalikannya tuan, yang aku rasa anda telah mencubit hidungku hingga membuatnya merah sekarang" tanya Alsa dengan kesal


"Ini!" ucap Alva kembali menarik hidung Alsa membuat Alsa kembali meringis


"Aku mengembalikan ini nona, kurasa setelah terakhir kali hidung anda tertabrak oleh ku, dia tak sengaja tersangkut di setelan jas ku, jadi aku menyimpannya dan hari ini aku mengembalikannya padamu" ucap Alva menjelaskan dengan santai, dilihatnya wajah Alsa memerah menahan amarahnya. Dengan segera Alva meninggalkan Alsa yang tengah diselimuti kemarahan.


Namun tak berapa lama suara langkah kaki terdengar dibelakangnya, dilihatnya Alsa tengah berlari mengejar Alva dengan wajah merahnya.


"Dasar pria menyebalkan?!!"

__ADS_1


__ADS_2