Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Jangan membuatku khawatir


__ADS_3

***Hai kakak kakak semua, bantu vote dong hehe,


'Alsava Pov***'


Sudah beberapa hari ini Alva terlihat aneh dari biasanya, setelah dia mengungkapkan perasaannya padaku malam itu pagi-pagi sekali dia sudah berada dipintu apartement ku dengan setelan jasnya yang rapi


Aku sempat marah padanya karena dia sehari tak pergi kekantornya dan memilih menungguku dikampus. Aku hanya mampu menggelengkan kepala karena dia tak menghiraukan perkataanku


"Aku berangkat sendiri aja ya?" tulisku mengirim pesan padanya


"Kamu nggak perlu jemput aku" tulisku lagi


Lima belas menit kemudian ponsel ku berbunyi, tertera nama Alva dilayar ponselku


"Halo, Assalamu'alaikum" jawabku


"Wa'alaikumsalam"


"Hem,... aku berangkat sendiri aja ya"


"Kenapa?"


"Aku ada persiapan buat sidang besok, jadi aku mau barengan sama Nara, sama Kaila juga"


"Aku antar kalian bertiga"


"Tunggu disana"


"Nggak.. Nggak usah, ini aku udah mau berangkat juga kok, nanti pulangnya mau mampir mampir dulu sama mereka"


"Alasan"


"Siapa juga yang alasan, ya udah ah, pokoknya kamu nggak perlu jemput aku, Assalamu'alaikum" ucapku memutuskan panggilan


Dengan terburu-buru aku keluar dari apartement ku menuju parkir, kenapa terburu-buru, karena takut Alva sudah menjemputku


"Alsava" seseorang berteriak memanggilku, kulihat Zachery berlarian menghampiri ku yang tengah mematung karena kaget


Hosh Hosh Hosh


"Akhirnya hosh"


"Akhirnya aku ketemu kamu disini" ucap Zachery ngos-ngosan


"Eh,, kenapa?" ucap ku kaget sekaligus canggung karena pernyataanya malam itu


"Ada yang Aku ngomongin sama kamu" ucap Zachery sambil menetrakan nafasnya


"Eh, apa,,? tapi aku lagi buru-buru nih, gimana?" jawab ku beralibi


"Tapi...." dia terlihat kecewa


"Gimana ya, gini aja deh, Mm. Gimana kalau waktu aku lagi dicafe aja ngomongnya, kalau sekarang aku nggak bisa, penting nggak sih?" tanya ku penasaran, sebenarnya aku lebih takut kalau dia menanyakan pernyataannya malam itu


Kulihat Zachery menggelengkan kepalanya,


"Ya udah kalau kamu udah senggang aja aku ngomongnya, kayaknya kamu lagi buru-buru" ucap Zachery


"Maaf ya, ya udah aku pergi dulu" kataku berlari meninggalkan dirinya


'Udah ahh, biarin aja nanti kalau emang penting pasti diomongin lagi' ucap ku dalam hati


Akupun melajukan mobilku menuju rumah Nara menjemput Nara juga Kaila yang sudah sampai dirumah Nara


Kulihat aku berpapasan dengan mobil Alva tengah berbelok, kurasa dia tak melihatku


Aku sampai dilorong biasa aku menjemput Nara, kuhubungi mereka untuk segera kemobil dan berangkat

__ADS_1


Drrrtt drrtt


Alva menelfonku


"Hallo, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam, dimana?"


"Aku....! Aku udah menuju kampus"


"Ayo" ucap Kaila yang sudah duduk disampingku


"Kan udah aku bilang tunggu, aku yang antar kalian!"


"Kan udah aku bilang nggak perlu dijemput"


"Udah ah, Assalamu'alaikum" aku memutuskan sambungan telfonku. Satu kebiasaan burukku padanya, sering memutus sambungan secara sepihak tanpa mendengar dia menjawab salam dariku


"Siapa?" tanya Nara


"Tau lah, si Alva, udah dibilang jangan jemput tetep kekeuh juga ke apartement, biarin aja lah" ucap ku dengan kesal


"Cieee" goda mereka berbarengan


"Apasih," kataku lalu melajukan mobilku menuju kampus


Sebenarnya hari ini tak benar-benar mempersiapkan untuk sidang besok, hanya akan mengisi beberapa formulir yang akan di gunakan untuk besok, dan setelah ini kami berencana untuk pergi makan ice cream untuk menenangkan fikiran kami yang akan sidang esok hari


Setelah selesai mempersiapkan segalanya, kami pergi kekedai ice cream yang biasa kami kunjungi


"Gimana perkembangan lo sama Alva" tanya Kaila sambil menyendokkan ice cream ke mulutnya


"Perkembangan apa coba" ucap ku malas


"Ya.. Gue denger dari Nara, lo sering banget diantar sama dijemput sama dia"


"Gue ketinggalan sesuatu ya?" kata Kaila


"Apasih" jawabku.


"Jadi?" tanya Kaila masih penasaran


"Aku nggak tahu" ucapku memalingkan wajah


"Ada udang dibalik bakwan kan?" tanya Nara yang juga ikut menimpali


"Enggak" kataku


"Sa,, kita berdua nggak bisa lo bohongi, gue tahu kalau lo lagi menyembunyikan sesuatu, bener kan?" selidik Kaila


"Kenapa? Kenapa, cerita dong sama kita berdua" Nara yang juga ikut penasaran


"Sebenernya...."


"Mmmm....." Nara juga Kaila nampak menunggu penjelasan dariku


"Sebenernya Alva nyatain cinta nya ke aku" ucap ku ragu lalu menundukkan kepalaku malu


"What?!" pekik Nara juga Kaila berbarengan


"Tunggu.. Tunggu" ucap Kaila


"Jadi lo berdua jadian, jadi... Jadi"


"Serius Sa,, kamu nggak lagi ngeprank kita kan?" selidik Nara yang juga tak percaya


"Kurang ajar kalian berdua, ngapain juga sih aku nge prank kalian urusan kayak gini, sama Alva lagi" ucap ku merajuk

__ADS_1


"Oke Oke,, jadi lo terima dia?"


"Aku nggak tahu,, aku nggak jawab iya, nggak jawab enggak juga. Tapi...."


"Tapi.." Kata Nara penasaran


"Jantung aku rasanya mau copot kalau deket sama dia, apa karena dia nyatai langsung didepan aku ya, nggak kayak Za hm hm" tanya ku menatap Kaulila juga Nara berbarengan


Sontak saja mereka tertawa terbahak-bahak, aku seperti orang bodoh yang tak tahu apa-apa, bingung kenapa mereka tertawa sampai seperti itu


"Kenapa sih?"


Bukanya menjawab, mereka justru bertambah kencang tertawanya membuatku semakin bingung


"Ya ampun Sa, lo polos banget sih jadi orang" ucap Kaila disela-sela tertawanya


"Itu artinya lo juga jatuh cinta sama dia" timpal Nara


Deg


Jantung ku tiba-tiba berdetak sangat kencang


'Apa iya' batinku tak percaya


Setelah puas berjalan-jalan kamipun memilih untuk pulang kerumah karena hari sudah mulai sore


Seharian fikiranku tak karuan, mengingat perkataan Kaila juga Nara tadi yang menyatakan kalau aku juga mencintai Alva, bahkan selama satu hari itu pula tak kuhiraukan dia yang menelfon maupun mengirimiku pesan


Aku masuk kedalam apartement ku dengan malas, segera aku bergegas mandi karena badanku terasa engket seharian diluar, tak lupa ku jalankan kewajibanku seperti biasanya


Brukk


Kujatuhkan tubuhku diatas kasur ku yang nyaman, fikiranku masih menerawan mengingat perkataan kedua sahabatku siang tadi


Aku masih tak percaya kalau aku juga mencintai dia, tapi kapan, kenapa, berbagai pertanyaan memenuhi otak ku. Ponsel ku terus menerus berdering, tapi sama sekali tak kuhiraukan. Aku masih berkecamuk dengan fikiranku sendiri


"Al" seseorang meneriaki nama ku


"Alva" ucap ku terlonjak kaget bangun dari tidurku


"Ah halusinasi" ucap ku kembali merebahkan tubuhku


"Al... Al" teriaknya lagi


Akupun keluar dari kamarku, betapa terkejutnya aku melihat Alva yang masih berpakaian kerjanya lengkap masuk keapartement ku seperti mencari sesuatu


"Alva" ucap ku, diapun menoleh kearahku dan menghampiriku yang tengah berdiri didepan pintu kamar


Namun sedetik kemudian dia merengkuhku erat, nafasnya terdengar tersengal-sengal, deru jantungnya tak beraturan


"Ke.. Kenapa?" tanya ku bingung yang masih didalam dekapannya


"Syukurlah.. Syukurlah" ucapnya memelukku semakin erat sambil sesekali mengecup puncak kepalaku


"Kenapa Al?"


"Ada apa?" tanya ku penasaran, dia mengurai pelukannya dan memandang wajahku lekat


"Kamu nggak kenapa-napa kan?" tanya nya membolak-balikkan badanku, akupun menggelengkan kepalaku


"Syukurlah" dia kembali merengkuhku, bernafas dengan lega


"Kenapa?" tanya ku yang masih penasaran


"Jangan membuatku khawatir Al" ucap nya yang masih merengkuhku kedalam pelukannya


Deg Deg Deg

__ADS_1


Seketika deru jantungku memompa begitu cepat


'Apa benar aku mencintai pria ini' ucapku dalam hati


__ADS_2