
'Alsava Pov'
Brukkk
Kujatuhkan tubuhku ditempat tidur yang nyaman ini.
'Ahh nyamannya' pekikku dalam hati
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, dengan segera aku melangkahkan kakiku malas membuka pintu
Ceklekk
"Kamu ya, apa nggak kerasa kalau ada barang yang ketinggalan gitu," omelnya padaku
"Hehe, maaf mba, aku malah belum cek barang sama sekali" jawabku cengengesan
"Ya udah nih, buruan istirahat ya,, besok pagi kita sekitar jam sembilan berangkat menuju lokasi, persiapan terus acara mulai sekitar jam 4 sore, oke" kata nya menerangkan, akupun mengangguk tanda setuju, setelah memberitahukan keperluan apa saja yang akan dilakukan besok dia berlalu meninggalkan kamar ku
Brukk
Kujatuhkan lagi tubuhku, rasa lelah menghinggapi tubuhku, akupun berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa lengket, kurendam tubuhku kedalam bathup untuk merelaksasikan diriku yang terasa pegal disekujur tubuhku.
Perjalanan yang memakan waktu belasan jam membuat tubuhku benar-benar kelelahan. Setelah hampir 30menit kusudahi ritual mandiku dan kukenakan piyama tidur untuk menutupi tubuhku.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu diluar kamar, ternyata pelayanan hotel yang sedang mengantarkan makanan yang kupesan sebelumnya. Kunikmati hidangan yang tersedia dihadapanku karena memang perut ku yang sedari tadi bedemo minta untuk segera diisi.
Selesai dengan makan malam ku, kulangkahkan kaki ku keluar menuju balkon, menghirup udara malam yang berhembus menerpa wajahku. Kulihat gemerlap malam kota Lost Angeles dibawah sana, kelap kelip lampu malam membuat nya semakin indah. Padatnya aktivitas dibawah sana seolah lupa bahwa hari semakin gelap, mengisyaratkan bahwa tubuh harus segera beristirahat agar bisa memulai hari esok.
Angin malam semakin menusuk hingga sampai ketulang ku, akupun segera masuk kekamar ku karena mata ini tak sanggup lagi untuk berlama-lama untuk terus terbuka.
Ya... Sekarang aku sedang berada di Lost Angeles. Bukan untuk liburan, melainkan bekerja.
Beberapa hari yang lalu, seorang senior dikelas desainer dulu secara tiba-tiba menghubungi dan mengajakku untuk ikut bersamanya menghadiri fashion show disini. Dia ikut berpartisipasi untuk memperkenalkan karya nya, dan disini aku diminta untuk membantunya karena memang biasanya aku ikut campur tangan dalam karyanya.
Kutempatkan tubuhku mencari posisi yang nyaman, tak lama rasa kantuk memintaku untuk segera terpejam dan pergi ke alam mimpi.
⭐⭐⭐
Triiiiingggggggg
Suara alarm mengagetkan diriku yang masih terlelap.
Triinggg triingggg
Lagi lagi ponsel ku berbunyi, ah bukan alarm melainkan bunyi panggilan telfon masuk. Tanganku meraba mencari letak ponselku berada kulihat nama mbak Dian tertera disana, reflek akupun langsung mengangkat panggilan dari nya.
"Halo assalamu'alaikum mba" kataku dengan nada serak khas orang bangun tidur
"Wa'alaikumsalam"
"Baru bangun ya Sa" tanya nya disebrang sana
"Iya mba maaf" ucapku, segera aku tersadar dan terlonjak bangun dari tempat tidurku
"Ah.. Aku... Aku minta maaf mba, aku telat kan mba, aduhhh mba tungguin aku ya, sepuluh menit, aku siap-siap dulu" kataku sambil mematikan sambungan telfonku
__ADS_1
Triiingg triiiing
Ponsel ku kembali berbunyi, menghentikan langkahku yang akan beranjak kekamar mandi. Kulihat mba dian menelfon ku lagi, 'ada apa, aku nggak mungkin ditinggal kan' akupun panik
"Kamu ini, main matiin sambungan lagi ckk" ucapnya sambil mencebik
"Maaf mba, tapi bener sepuluh menit, tungguin ya jangan ditinggal" ucap ku memelas
"Aduhhh dengerin mba ngomong dulu dong makanya... Jangan main putusin sambungan gitu aja" katanya lagi
"Mba nggak bisa bareng kamu pagi ini..."
"Hah, tuh kan aku ditinggal, beneran mba sepuluh menit aku matiin dulu ya?" tanya ku panik
"Ya ampun Sa, mba belum selesai ngomong lo padahal"
"Hehe, maaf mba,," ucapku cengengesan
"Mba berangkat dulu,!! mba ada urusan lain sebelum ke lokasi, jadi nanti kamu berangkat sama staff yang lain ya," Jelasnya
"Hah,, emang ke lokasi jam berapa sih mba, dimundurin ya?!" tanya ku
"Lihat jam dulu Sa, sekarang jam berapa?!" tanya nya
Reflek kulihat jam yang menempel dikamar hotelku, aku terkejut ternyata masih jam 07.43
"Jam delapan kurang mba hehe" jawabku
"Ya udah... Mba berangkat duluan ya, kita ketemu dilokasi, Assalamu'alaikum" ucapnya mematikan sambungan telfon kami.
"Wa'alaikumsalam" jawabku
Segera aku masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan, setelah selesai dengan ritual mandiku, kukenakan pakaian ku dengan atasan kemeja biru laut kerah bertali dengan celana dasar warna putih, juga sepatu yang senada dengan celana ku, kugerai rambut panjang ku tak lupa juga kutambahkan sedikit polesan make up tipis senatural mungkin juga lipstik yang kubuat ombre untuk mempercantik wajahku.
Setelah sekitar 40 menit aku bersiap akupun turun kebawah untuk sarapan, disana kulihat beberapa staff yang lain telah duduk diresto juga menunggu staff yang lain semua berkumpul untuk makan bersama.
Tepat jam sembilan lebih lima menit kami selesai sarapan dan bergegas meninggalkan hotel menuju lokasi tempat pergelaran fashion show sore ini. Sekitar 30 menitan kami sampai dilokasi, ternyata mba Dian telah sampai disana beberapa menit yang lalu. Tak menunggu lama kami masuk kedalam untuk bersiap diri.
Acara berlangsung dengan sangat apik dan mewah, banyak tamu undangan yang menghadiri pergelaran kali ini. Mba Dian yang ikut berpartisipasi sedikitnya ada 10 desain yang ditampilkannya kali ini.
Para model berlenggak lenggok di panggung catwalk menampilkan karya yang dibawanya, kini giliran desain kami yang menampilkan karya yang kami bawa.
Selama tiga hari lamanya pergelaran fashion show diadakan kali ini. Tentu kami mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin untuk membawa nama baik yang akan kami bawa pulang nantinya.
"Kita pulang dua hari lagi ya, kalau ada yang mau jalan-jalan dulu silahkan, nikmati waktu bersantai kalian."
"Terimakasih untuk kerja keras kita semua, dan selamat beristirahat" ucap mba Dian menginteruksi kami semua
Kami masuk kekamar masing-masing untuk mengistirahatkan diri yang ku yakin semuanya begitu kelelahan begitu juga dengan ku.
⭐⭐⭐
Cuaca pagi hari di kota Los Angeles menjadi waktu yang baik untuk berjalan-jalan. Benar adanya berlibur di negara ini dibulan Oktober merupakan bulan terbaik untuk sekedar liburan, karena cuaca yang sangat mendukung.
Akupun menyusuri kota Los Angeles, sengaja aku berjalan sedirian sekarang, sengaja ingin menikmati waktu sekedar menenangkan diri.
Ahhh.... Serasa aku melarikan diri kemari, bagaimana tidak, aku yang sedang dalam masalah yang belum terselesaikan justru memilih terbang kemari untuk menghindar dan menenagkan diri.
Kutelusuri keindahan kota disini, aku memilih ke taman kota tak jauh dari hotel yang kutempati. Kududukkan tubuhku dibangku taman dengan membawa beberapa potong sandwich yang kubeli dipejalanan.
__ADS_1
Aku memekik kaget saat kurasakan bahuku ditepuk dari arah samping
"Omma....." Pekikku kaget dan terbangun dari dudukku
Kulihat pria dengan pakaian formalnya tengah berdiri tak jauh dari tempatku dengan ekspresi datarnya yang tak bersalah
"Ngapain sih, bikin kaget aja" kesal ku lalu kududukkan kembali tubuhku ketempat semula
"Kamu ngapain disini?" tanya nya
"Duduk-duduk sambil makan sandwich nggak lihat ya!" jawabku sambil menunjukkan sandwich ditanganku
"Iya tahu,,, tapi ngapai kamu disini?.. Maksud ku...... kenapa bisa ada disini?" tanya nya lagi
"Kamu sendiri ngapain coba disini?" tanyaku balik
"Ada kerjaan" jawabnya lalu mengikuti duduk disebelah ku
"Sama" jawabku
Dia hanya mengagguk ria. Tak ada percakapan lagi diantara kami berdua
"Nih" kusodorkan satu potong sandwich yang kubawa padanya dan dia menerima dengan senang hati
Kami berdua makan dengan diam, keheningan menyelimuti pagi kami, rasa canggung masih merasuki ku mengingat kejadian malam itu, sampai akhirnya dia membuka suara untuk memulai percakapan
"Al" panggilnya
"Hmmm" yang kujawab dengan deheman
"Kamu kayak anak kecil" katanya, sontak membuatku kesal
Namun tak berapa lama dia mendekatkan tangannya mengusap saus disudut bibirku, dan itu... Membuatku malu, sangat sangat malu
"Kamu kayak anak kecil,, makan aja masih belepotan" ucapnya sambil mengusap kasar puncak kepalaku
"Jangan di rusak,,, Ini dandannya lama, nanti kusut lagi" ucapku sambil menepis tangannya dipuncak kepalaku dia hanya terkekek melihat tingahku
"Mmmm. Karena kita sudah bertemu, gimana kalau aku minta bayaran yang tempo hari kita bicarakan" tanya nya
"Dasar gila" ucapku memukuli lengannya kasar
"Aduh... Aduh" dia mengaduh sambil mengusap lengannya yang habis kupukul
"Kenapa malah dipukul?" tanya nya
"Ya gila aja, masak minta bayaran, baru juga ketemu, katanya uang mu banyak, taunya mata duitan juga" jelasku dengan kesal
Dia pun terkekeh menampilkan wajah tampannya
"Aku kan udah bilang, uangku banyak, aku nggak perlu uang kamu" jawabnya
"Lalu?" tanyaku bingung, kalau bukan uang apalagi pikirku
"Mmmmm..... Gimana kalau bayarannya temani aku keliling kota LA Hmmm" tawarnya
"Ogah,,, itu mah sama aja, di indo jalan-jalan masih murah meriah, disini ya bisa bangkrut aku, pulang pake apa coba" tolakku
Tanpa persetujuanku dia secara tiba-tiba menarik tanganku berjalan mengikutinya
__ADS_1
"Lepas..."