Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Maaf


__ADS_3

"Aku minta maaf Al"


"Aku minta maaf" ucap Alsava berlari menjauh meninggalkan Alva yang tengah mematung


'Aku minta maaf Al'


'Semoga kamu bahagia dengan wanita yang telah dipilihkan oleh Nya nanti' ucap Alsava dalam hati


Alsava berlari keluar area cafe dan menyegat taksi untuk pulang kerumahnya, air matanya tak bisa dibendung lagi untuk tak keluar, hatinya benar-benar sakit mengatakan kalau dia akan menikah dengan pria selain Alva


Alsava tahu kalau Alva pasti sangat kecewa dengan keputusan yang dibuatnya, Pria yang ingin dijadikan masa depannya, nyatanya bukanlah jodohnya,


'Jodoh ku bukan kamu Al' batin Alsava dalam hati


Ckiitt


Sang sopir tiba-tiba berhenti mendadak, membuat Alsava hampir jatuh terjerembab ke depan


"Kenapa pak" tanya Alsava


"Itu neng, ada mobil tiba-tiba motong jalan" ucap sang sopir


Dengan geram sang sopir membunyikan klakson agar mobil didepannya menyingkir menjauh karena menghalangi perjalanannya, terlebih dibelakang bunyi klakson dari para pengendara sudah bersahut-sahutan membuat jalanan menjadi macet


Belum lagi Alsava tersadar tangan nya sudah terlebih dahulu dicekal dari arah luar, dilihat antara amarah, kesal, kecewa dan sedih bercampur menjadi satu terlihat dari raut wajahnya


"Maaf mengganggu perjalanannya pak"


"Ini uangnya, kembalian bapak ambil saja" ucap Alva memberikan uang ratusan ribu pada mengemudi taksi


"Anda siapa, lepas kan gadis ini" tolak sang sopir


"Dia istri saya, maaf sudah membuat bapak bingung" bohong Alva


Alva menarik Alsava keluar dari taksi dan di bimbingnya agar masuk kemobilnya


"Kamu gila Al" Alsava memberontak ingin keluar dari mobil Alva


"Aku memang gila Al, aku memang gila" teriak Alva


"Aku gila karena kamu" ucap Alva dingin


Dengan kecepatan tinggi Alva melajukan mobilnya kesuatu tempat yang Alsava sama sekali tak mengetahuinya, Alva diam seribu bahasa aura dingin menyelimuti perjalanan mereka, sedangkan Alsava mencoba tegar dengan sesekali menghapus air matanya yang selalu saja berjatuhan


"Mau kamu bawa kemana aku Al" teriak Alsava


Bukannya menjawab Alva justru menambah kecepatan mobilnya membuat Alsava menjadi ketakutan, hampir satu jam perjalanan akhirnya Alva membelokkan mobil nya, terlihat disana sebuah Villa yang letaknya sedikit jauh dari pemukiman warga


"Turun" ucap Alva membukakan pintu Alsava


Alsava menggelengkan kepalanya takut, Melihat Alsava tak beranjak sama sekali dengan geram Alva menggendong Alsava


"Turunkan aku Al"


"Kamu gila" pekik Alsava mencoba memberontak

__ADS_1


"Diam Al sayang, jangan banyak bergerak atau nanti kamu akan terjatuh" jawab Alva dengan wajah dingin nya


"Turunkan aku sekarang juga" Alsava melotot


"Lepas Al, turunkan aku" Alsava memukul dada bidang Alva dengan sekuat tenaganya


"Diam,! atau kamu perlu bibir ku untuk membuat mu diam Al" gertak Alva


Sontak saja Alsava diam seribu bahasa, air mata nya kembali jatuh tanpa bisa di cegahnya, Alva melenggang masuk kedalam villa besar itu, mendorong pintu dengan kaki nya karena kedua tangannya tengah menggendong Alsava


"Maaf" ucap Alva mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"Maaf kan aku" ucap Alva lagi memeluk Alsava dengan erat


Melihat Alsava menangis karena ulah nya membuat hati nya merasa sakit, rasa amarah yang menyelimuti dadanya seketika hilang saat melihat air mata yang berjatuhan disudut mata Alsava


"Aku mau pulang Al, hiks" ucap Alsava sesegukan


"Jangan pergi Al, aku mohon" ucap Alva memohon


Alsava menggelengkan kepalanya, dia tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, pria ini tengah diselimuti amarah karena ulah nya, karena perkataannya, dia takut kalau Alva akan melakukan hal diluar kendalinya


Alsava beranjak dari pangkuan Alva, dia ingin segera pergi dari tempat ini, semua nya yang ada disini termasuk pria didepannya. Belum sempat Alsava melangkahkan kaki nya, tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh Alva dengan kuat


"Aku mohon jangan pergi" ucap Alva terdengar parau


Dilihatnya tubuh Alva bergetar, rasa bersalah tiba-tiba menyelimuti hatinya, keinginannya untuk pergi berangsur menghilang, Alsava mendudukkan tubuhnya disamping Alva, Alva menangis sesegukan, hal yang baru pertama kali Alsava lihat selama dia bersama dengan Alva


Pria angkuh, dingin dan kadang manja hilang karena air matanya, Alva terlihat lemah tak berdaya, Alsava merengkuh tubuh Alva yang bergetar karena menangis dan meletakkan kepalanya didada Alsava, Alva menyambutnya dengan memeluk pinggang Alsava dengan erat


Dengan lembut Alsava mengusap puncak kepala dan punggung Alva memberikan kehangatan padanya


"Aku harus pulang Al" ucap Alsava melembut


Alva menggelengkan kepalanya yang masih terbenam didada Alsava


"Jangan pergi" tolak Alva


"Kenapa menangis?"


"Mana Alva yang selama ini banyak orang kenal"


"Alva yang pemarah"


"Alva yang dingin"


"Alva yang tak kenal ampun"


"Alva yang selalu kuat hm" ucap Alsava menguatkan


"Jangan pergi"


"Aku mohon" ucap Alva sesegukan


"Bagaimana hidup ku nanti kedepannya"

__ADS_1


"Aku tak bisa membayangkannya Al"


"Aku begitu mencintai kamu"


"Aku tak bisa kehilangan kamu" ucap Alva lagi


"Aku minta maaf Al" sesal Alsava sambil menghapus air mata Alva


"Aku minta maaf" ucap Alsava menghapus air matanya yang juga ikut berjatuhan


"Aku juga ingin menolak semua permintaan keluargaku"


"Aku juga nggak mau menikah dengan orang lain"


"Tapi..."


"Tapi aku nggak bisa mengorban kan keluarga ku hanya untuk kebahagiaan ku sendiri" jelas Alsava


"Aku juga nggak mau semua ini terjadi Al" Alsava kembali menangis


Dalam tangisnya Alva berfikir keraa memecahkan masalahnya


"Ayo kerumah orang tua mu"


"Lusa kita akan menikah" ucap Alva tiba-tiba


Alsava kembali menangis


"Bukan semudah itu Al"


"Pernikahan bukan untuk mainan"


"Jangan berbuat hal konyol hiks" tolak Alsava


"Tapi kamu akan menikah Al"


"Apa aku harus diam saja?!"


"Melihat orang yang kucintai menikah dengan orang lain" teriak Alva kesal


"Maaf kan aku Al"


"Mungkin ini jalan yang terbaik" jawab Alsava


Alva hanya diam, Alsava menolak keputusannya, haruskah dia membawanya pergi dan menikahi Alsava tanpa pengetahuan siapapun, tapi jika itu dilakukan oleh Alva, dia yakin Alsava akan marah besar padanya bahkan mungkin akan membencinya, Alva tak mau membuat Alsava membencinya karena kecerobohan yang harus dia buat


Tapi haruskah Alva merelakan Alsava menikah dengan pria lain selain dirinya, Alva lalu merengkuh tubuh Alva dengan erat


"Biarkan aku memelukmu sembari berfikir bagaimana jalan keluarnya" ucap Alva


"Maaf Al"


"Aku bahkan sudah dijodohkan oleh nya sedari kami kecil"


"Aku tidak bisa menolak semuanya Al" jujur Alsava sambil sesegukan

__ADS_1


"Jangan bahas itu lagi, biarkan aku memelukmu seperti ini" ucap Alva menghentikan pernyataan Alsava


__ADS_2