Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Biar adem


__ADS_3

'Alsava Pov'


Setelah mengendarai selama 20 menit, kami pun sampai di tujuan, di Mall maksud ku, setelah memarkirkan mobil dengan cantik kami berjalan masuk mengitari Mall tujuannya hanya ingin mencari baju ganti buat ku yang telah kotor karena noda sebenarnya, tapi yang nama nya wanita, tak mungkin mata kami hanya mencari satu barang, yang pada akhirnya kami berdua pun berjalan memutari Mall melihat barang yang melambai lambai dan menarik mata untuk dibeli.


Padahal sebenarnya setelah membeli semua barang itu tak semunya terpakai, haha lucunya, tapi itulah fakta nya, fakta yang sekarang ini kami lakukan, toh belanja dengan uang sendiri bukan dari orang tua.


Setelah lelah berjalan, sesuai janji Kaila tadi dia mengajakku membeli Ice Cream yang katanya bisa mendinginkan kepalaku.


"Udah kamu kabari Ka si Nara, kok nggak muncul juga tuh anak rame apa ya di butik tapi kok nggak ngabari aku dia?" tanya ku pada Kaila setelah mendudukan badanku


Drrt drrt drrt bunyi hp Kaila, kulihat disitu tertera Sicantik Nara dilayar hp nya


"Loe langsung nyusul aja ya, gue sama Sava udah di tempat biasa cari Ice Cream" kata Kaila berbicara ditelfon yang kuyakini dia itu Nara


"Ya udah buruan, jangan lama-lama keburu di abisin sama Sava" katanya lagi sambil melirikku, akupun mendengus kesal dibuatnya, dia justru tertawa terbahak-bahak melihat ku yang kesal


Panggilanpun terputus, dia memasukkan lagi smartphone nya kedalam tas kecil yang dia bawa.


"Sampe mana dia?" tanya ku ke Kaila setelah panggilan berakhir


"Udah dibawah katanya, paling 5 menitan nyampe dia" jawab kaila

__ADS_1


Setelah menunggu tak lama kemudian pesanan kami pun datang, ice cream jumbo dengan 3 rasa : coklat, vanila, dan strowberry, Dan satu rasa coklat ukuran sedang dipesan khusus untuk ku. Karena aku memang benar-benar berniat mendinginkan keoalaku. Tak berapa lama Nara pun juga datang menghampiri kami dan langsung mendudukan tubuhnya di samping kami.


"Lama amat sih Ra, kita udah muter-muter padahal, butik lagi rame apa kok ngga ngabari aku?" tanyaku pada nara khawatir


"Enggak ko Sa, emang tadi waktu kalian berdua ngubungi baru aja ada pelanggan, anak-anak lagi keluar cari makan, nggak mungkin kan aku tinggal!" jawab Nara


Ah perkenalkan juga, dia sahabatku juga, Nara Kirania namanya 22 tahun tapi aku lebih tua dua bulan dari dia hehe, kulitnya kuning langsat, bermata bulat dan berhidung mancung, aku iri dengan hidung yang menghiasi wajah nya itu, beda dengan ku yang hanya punya hidung mungil dan hampir melesak kedalam kalian bisa bayangin sendiri lah ya gimana, tinggi nya 162 cm setara dengan ku, beda dengan Kaila yang blak blakan dan cerewet Nara ini orang nya lebih kalem, dan juga termasuk asisten kepercayaanku.


*Kami bertiga sahabat, teman satu jurusan, sekaligus juga asistennku jika diruang lingkup kerja, beda dengan Kaila yang nggak mau mendirikan usaha sendiri dan lebih ikut bekerja denganku, Nara memang sengaja aku ajak untuk menjadi asisten kepercayaanku, juga membantu menghandle semua hal yang ada dibutik. Bukan tanpa alasan kenapa aku merekrutnya, karena dia rajin serta pekerja keras dan bisa dipercaya, juga memberikan lapangan pekerjaan untuknya karena Nara, bukan termasuk dari keluarga yang berada. Kalau kalian tanya bisnis apa yang kujalankan, jawabannya cafe dan butik. Kok menyimpang, aku tak tahu tapi yang jelas aku punya hoby keduanya dan semuanya berdiri dengan baik. Ya aku mendirikan cafe kecil-kecilan tak jauh dari kampus, alasannya simple karena aku suka makan dan makanan juga jadi perioritas wajib setiap umat, dan lagi aku tak harus jauh-jauh untuk mencari makan karena aku punya sendiri hehe. Dan untuk butik, gini-gini aku juga seorang desainer, dan butik ini memang baru berjalan sekitar satu setengah tahunan, Kudirikan tak jauh dari lokasi apartement ku. Kalau kalian tanya apa kami dari desainer fashion, jawabannya SALAH, kami dari kelas bisnis. Menjadi desainer adalah impianku sejak dulu, dan untuk kelas bisnis yang kujalani saat ini alasannya karena kewajiban,


'Ah tak percaya rasanya jika mengingat kenapa bisa masuk kekelas bisnis, yahh karena kewajiban yang ditanamkan oleh orang tuaku, dan mengharuskan anak-anaknya terjun didunia bisnis, juga karena aku anak pertama jadi suwaktu-waktu akan ditarik keperusahaan untuk menggantikan beliau'. Keluargaku tak pernah membatasi kegiatanku dan perkerjaan yang aku geluti saat ini, justru mereka mendukung apapun yang kulakukan asal masih dibatas normal. Dan kenapa aku tinggal diapartement, alasannya agar dekat dari kampus. Karena jarak dari rumah hingga kampus menempuh hampir dua jam, aku tak mau menghabiskan waktuku dijalan, dan akhirnya solusi terbaik adalah tinggal diapartement.


"Banyak banget pesen Ice Cream nya, biasanya ini aja juga cukup!" ucap Nara memecah keheningan yang beberapa saat lalu memenuhi kami.


'Ahh rasanya bener-bener lega setelah makan ice cream bahkan kesal ku juga seketika hilang' gumamku dalam hati,


Ya ini juga jadi kebiasaan burukku saat stress atau kesal melanda, Ice Cream rasa coklat adalah obat paling mujarab buatku.


Kamipun menghabiskan waktu bersama dari menceritakan kegiatan masing-masing, keluh kesah, hal yang nggak penting untuk dibahas dan yang paling penting curhat. Karena memang beberapa hari ini kami sibuk dengan urusan kami masing-masing jadi tak ada waktu untuk kumpul lengkap bertiga seperti sekarang.


Saat aku hendak beranjak dari dudukku, tanganku ditahan oleh Nara

__ADS_1


"Mau kemana Sa! Balik? tanyanya


"Mau ke toilet kalian disini aja nungguin ice cream aku, nggak pernah ketemu juga kan kalian berdua, nggak kangen apa" kekehku lalu beranjak pergi,


Memang benar adanya kalau mereka berdua jarang bertemu karena sama-sama sibuk, berbeda dengan ku yang bisa menemui Kaila saat memantau keadaan cafe atau bertemu Nara di butik.


Dugh


"Akkk hidungku" pekik ku kaget saat keluar dari arah toilet lagi-lagi aku ditabrak dan mengenai hidungku


"Sepertinya kita bertemu lagi Nona"


'Makanlah sesuatu yang bisa mengembalikan mood dan rasa kesal mu, setelah itu kembalilah ceria lagi seperti sedia kala.' Fisabilla


Notes:


*Kalau ada yang dari desainer fasion atau kelas bisnis tak sengaja membaca ini don't judge me yah kalau ada yang salah, karena real ini termasuk hayalan semata hehe


Ada nggak nih yang pergi belanja niat nya cuma beli barang penting tapi akhirnya beli banyak barang yang nggak berguna sama sekali


Ada juga nggak nih yang kalau lagi nggak mood pengen makan sesuatu contoh nya ice cream biar mood nya hilang, boleh comment dibawah 👇

__ADS_1


"Jangan lupa klik tombol favorite and like/suka kalau kalian suka sama cerita aku ya biar aku tambah semangat bikin ceritanya luph luph luph"


__ADS_2