
'Author Pov'
Alvarendra menatap serius layar dimeja kerja nya, tak jarang pria tersebut menampilkan senyum dibibirnya. Bahkan beberapa hari ini pria tersebut terlihat lebih ramah didepan karyawannya. Hal itupun tak pernah luput dari pandangan setiap karyawannya terlebih assisten pribadinya. Dia selalu merasa ada yang aneh pada diri bosnya itu.
Raefal Alterio (25 tahun) sahabat sekaligus assisten juga sekertaris pribadi Alvarendra. Bertubuh tinggi atletis, berahang tegas, kulit putih, cerdas, setia, memiliki kepribadian yang hangat dan pasti Tampan.
"Butuh kerumah sakit bos?" tanya Raefal assisten pribadinya
"Tidak" jawab alvarendra singkat
"Tapi sepertinya kau perlu kubawa kerumah sakit bos" tawar Raefal lagi
"Aku tak sakit Rae, kau tahu!" jawab alvarendra
"Tidak, aku tidak tahu,! yang kutahu sekarang kau sakit Al" jelas Raefal dengan mendudukan tubunya disofa, karena sekarang mereka sedang berada dalam mode pertemanan. Bukan sebagai atasan dan assisten
"Apa yang membuatmu yakin aku sakit Rae, aku baik bahkan sangat baik jauh dikatakan dari sakit" kata Alva menjelaskan
"Tapi tidak dengan yang kulihat Al, kau bahkan terlihat aneh beberapa hari ini. Aku takut kau terbentur sesuatu" jelas Raefal khawatir
"Seberapa aneh?" tanya Alvarendra menyelidik
"Yaaa... Kau sangat-sangat aneh, tak pernah marah, memberikan waktu pada mereka yang melakukan kesalahan, membalas sapaan dari mereka kau tau itu bukan gayamu selama aku bersama dengan mu Al, dan yang paling penting kau sering tersenyum." jawab Raefal
"Argggh harusnya aku senang kau seperti ini Al. Kau tau, tak melihat mu marah-marah setiap saat, dan aura mencekam ditubuhmu memudar itu adalah hal yang selalu ku impikan. Tapi aku merasa tak biasa dengan kondisi mu sekarang ini Al." sambung Raefal frustasi
Alvarendra hanya tersenyum penuh arti menanggapi penuturan sahabatnya itu. Dia sendiri juga tak tahu mengapa dirinya merasa selalu bahagia dan ingin selalu tersenyum. Bayangan gadis yang beberapa kali ia tabrak dengan tak sengaja itu selalu menari-nari dikepalanya.
"Lihat?!" kata Reafal membuyarkan lamunan Alvaro
"Kau sekarang bahkan tersenyum padaku Al. Dan kau tau itu senyuman yang hanya kau tampilkan pada keluarga mu. Bukan untukku. Oke, sekarang kita kerumah sakit, kalau perlu kita cari orang untuk meruqyahmu juga, aku takut memang benar ada sesuatu dikepalamu." ucap Raefal panik
__ADS_1
"Kau benar Rae" ucap alva sambil tersenyum, Raefal yang melihat keanehan sahabatnya itu hanya bergidik ngeri
"Kau benar,... ada sesuatu di kepalaku" sambungnya dengan senyum penuh arti, Alvarendra tak segera melanjutkan ucapannya justru sekarang tersenyum semakin lebar
"Oke oke... Siapa?!" tanya Raefal paham dengan kondisi sahabat sekaligus bos nya itu.
Alvarendra tercekat. Dia malu sekaligus bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini.
"Mmmm..... Dia gadis yang imut dan lucu.." ucap alva menggantung tak lupa senyum ia torehkan lagi
"Kau?" Raefal tak mampu melanjutkan kalimatnya, ia bingung apa yang akan diucapkanya
"Kau tau, setiap wanita yang melihatku selalu ingin mencari perhatianku barang secuil. Bukan berbangga diri, tapi itulah faktanya kau tau itu " kata Alva menegaskan
"Ya ya ya...." Raefal membenarkan
"Lanjutkan" sambung nya lagi
"Dia selalu imut dan lucu. Namun sedetik kemudian dia selalu mencoba menghindar bahkan wajahnya selalu terlihat kesal melihatku. Dan itu membuatnya bertambah imut" sambung Alvarendra yang tak henti-hentinya menampilkan senyum diwajah tampannya
"Ctkk.. Rupa-rupanya kau sedang jatuh cinta Al" tegas Raefal menggelengkan kepalanya. Dia sekarang tau penyebab bosnya bertingkah aneh belakangan ini
"Aku.... Tidak" ucap Alvarendra terputus
"Lalu?"
"Mmm... Aku tak tau" jelas Alvarendra
"Itu artinya kau jatuh cinta" jawab Raefal geram dan melempar bantal ke wajah alvarendra. Raefal benar-benar dibuat gemas olehnya.
"Aku tidak sedang jatuh cinta kau tau Rae, aku hanya .. Mmmmm..." Alvarendra tak dapat menyelesaikan kata-katanya, ia bingung merangkai apa yang akan diucapkannya
__ADS_1
"Hanya apa?.. Hanya jatuh cinta bahkan tergila-gila, bahkan sebentar lagi kau akan benar-benar gila Al" ucap Raefal geram menyambung pernyataan Alvarendra. Ia tak habis fikir, bagaimana bosnya yang terlihat jenius tapi tak bisa membedakan antara jatuh cinta dan tidak Raefal menggelengkan kepalanya
"Hei?" ucap Alvarendra kemudian sambil melempar kembali bantal ke arah Raefal
"Hm!" jawab Raefal
"Apa aku tak tampan?" tanya alvarendra dengan polosnya
Seketika Raefal tertawa terbahak-bahak. Terlihat sudut matanya mengeluarkan bulir air mata karenanya. Dan tangannya memegang perut tak kuasa menahan sakit karena terlalu banyak tertawa.
'Pertanyaan macam apa yang dilontarkan untuknya bahkan anak kecilpun tahu jika melihat wajahnya.' Batin Raefal
"Kau tau, dia seolah menolakku. Apa karena aku tak tampan atau aku memang bukan tipenya?" tanya Alvarendra lagi
"Menolak?" tanya Raefal bingung, setelah dapat menguasai dirinya lagi
"Ya, menolak!" jawab Alvarendra
"Aku penasaran, seperti apa gadis yang mampu menolak wajah tampan seorang Alvarendra Osama. Direktur muda yang cerdas nan tampan bak pangeran berkuda putih. Yang mampu membuat setiap orang terlena. Dan tak ada yang mampu menolak pesona seorang pria bernama Alvarendra." ucap Raefal memuji secara berlebihan
"Jadi Apa kau sudah mendekatinya,? apa saja yang sudah kau lakukan?" tanya Raefal antusias
"Tidak ada" jawab Alvarendra singkat
"Dasar pria gila yang tergila-gila. Kau bahkan belum mencoba. Bagaimana kau tahu kalau dia tak menyukaimu." Teriak Raefal Geram sambil berlalu meninggalkan ruang bosnya
Disisi lain, seorang gadis tengah menggerutu tak jelas, perasaan kesal masih menyelimuti dirinya. Terlebih saat ini dia tengah membuat satu pasang setela milik pria yang selalu membuatnya geram.
"Dasar pria aneh. Dia sudah mengacak-acak butikku. Memintaku melayani nya ini dan itu. Bahkan dia sudah membeli banyak setelan yang terpajang disini. Tapi dia masih menginginkan aku untuk membuat kan yang baru lagi." Gerutu Alsava
"Orang macam apa yang mengharuskan memiliki agenda dengan setelan yang berbeda setiap hari nya. Aku yakin dia bisa berganti baju apapun menurut semua kegiatan yang dia lakukan. Aku juga yakin, tempat pakaian nya bahkan lebih besar dari butik yang kupunya saat ini atau mungkin lebih besar lagi." gerutu alsava lagi
__ADS_1
"Aku juga yakin sekali pakaiannya bahkan lebih banyak dari toko baju. Kenapa aku harus bertemu lagi sih dengannya. Bahkan sekarang apa yang kulakukan hem, membuatkan setelan untuk pria gila itu. Huhh.. menyebalkan. Ingin rasanya ku sobek-sobek setelan ini. Agrhhhh" erang Alsava frustasi. Tak henti-hentinya bibir mungil gadis itu menggerutu menyumpahi pria yang membuatnya geram.