Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Honey


__ADS_3

"Honey" ucap seorang pria yang langsung duduk disebelah Alsava


"Honey?" Alva membulatkan matanya tak percaya dengan panggilan yang di ucapkan pria yang baru datang ini


Mendengar namanya dipanggil Alsava menoleh kesamping tempat pria itu duduk, dia membulatkan matanya tak percaya melihat siapa yang memangil. Karena reflek Alsava langsung memeluk erat tubuhnya, membuat pria itu tak bisa bernafas


"Uhukk Uhhukk,"


"Kamu mau bunuh aku" ucapnya melepas pelukan Alsava


"Oh maaf," kata Alsava segera melepaskan pelukan nya


"Kamu ngapain disini" tanya Alsava kegirangan


"Mau makan lah, boleh bareng?" tawar pria itu


Alsava memicingkan matanya tak percaya, dengan segera dia memesan makanan untuk Alsava juga pria yang tengah duduk disampingnya


Tanpa Alsava tahu Alva tengah menahan amarahnya melihat Alsava yang secara langsung memeluk pria yang baru datang itu, dan yang lebih membuatnya marah pria itu memanggil kekasih hatinya dengan panggilan Honey


"Kamu mau pesan apa?" tanya Alsava pada Alva, dengan menahan kesal Alva mencoba menahan emosinya agar tak membuat keributan sekarang, Alva memesan makanan yang akan di makannya


"Siapa dia?" tanya pria itu


"Ah dia...." Ucapan Alsava terpotong, karena belum sempat Alsava menjawab, Alva sudah memotong pembicaraan Alsava


"Aku kekasihnya" dengan cepat Alva menjawab pertanyaan pria itu berharap kalau dia memperkenalkan diri sebagai kekasih dia akan sadar diri dan pergi, begitu fikir Alva


"Arka" jawab pria itu mengulurkan tangannya kepada Alva dengan senyum indahnya, yang disambut dingin oleh Alva


"Alva" jawab Alva singkat


Alva memperhatikan pria didepannya dengan tatapan aneh


"Jadi karena dia kamu melupakanku sekarang" ucap Arka menatap tajam kearah Alva


"Ckk, siapa yang melupakanmu ha, kamu yang nggak pernah menghubungiku" ucap Alsava kesal sambil menjewer telinga Arka membuat Arka mengaduh kesakitan


'Pria semuda ini berani bermain-main dengan kekasihku' batin Alva yang semakin kesal melihat kedekatan mereka berdua


Alva yang merasa di abaikan merasa kesal,


"Sayang" panggil Alva manja


"Kenapa?!" tanya Alsava itu kebingungan


"Siapa dia?" tanya Alva menatap tajam ke pria didepannya


Belum sempat Alsava menjawab pertanyaa Alva, Arka sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Alsava


"Aku adalah orang yang sangat disayang oleh Alsava sebelum kamu"


"Benar begitu kan?" ucap Arka menatap kearah Alsava


Alsava hanya diam tak bersuara, membuat Alva mengerutkan keningnya. Tak berapa lama pelayan pun datang membawa pesanan yang mereka pesan sebelumnya

__ADS_1


Berbagai menu korea terhidang, tak lupa daging yang akan mereka panggang, juga Alsava yang memesan Tteokbokki karena Alsava memang menyukai rasa masakan satu ini


"Ishh" ucap Alsava marah sambil memukul sumpit yang dipegang Arka saat melihat Arka akan mengambil daging yang berada di panggangan


"Kenapa sih" ucap Arka kesal


"Kebiasaan!.. Ini belum matang sepenuhnya" jelas Alsava memberikan daging yang sudah matang ke mangkuk kecil Arka


"Aaa" ucap Alsava mengarahkan sumpit yang berisi daging yang telah matang ke arah Alva


Alva hanya diam sambil memakan makanannya dengan kesal, membuat Alsava mengerutkan keningnya


"Nggak suka dagingnya ya?" tanya Alsava kecewa


"Ya udah sini buat aku" ucap Arka mengulurkan mangkuk kecilnya,


Denga cepat Alva membuka mulutnya dan memakan daging yang sudah dipanggang Alsava sebelumnya


Alva yang merasa diabaikan selalu mencari perhatian dari Alsava, baik meminta untuk dipanggangkan daging, meminta suap, ataupun mengambilkan lauk pauk, bahkan sekarang Alva juga Alsava duduk bersampingan karena merasa kesal melihat kekasihnya bersampingan dengan pria lain


"Sayang" ucap Alva memeluk pinggang Alsava dari samping saat melihat Alsava telah lebih dulu keluar dari restoran


Alsava merasa aneh melihat sikap Alva yang menurutnya semakin manja padanya hari ini


"Setelah ini kamu mau kemana" tanya Alva merengkuh pinggang Alsava posesif


"Pulang aja yuk" tawar Alsava


"Kenapa?" tanya Alva, Alsava hanya menggelengkan kepalanya


"Tidak" Alva menarik pinggang Alsava dari Arka yang tengah mengajak Alsava pergi bersamanya


"Akan lebih bagus kalau dia pergi bersamaku" Kekeuh Arka


"Tidak, dia awalnya pergi dengan ku, jadi sampai kapanpun dia akan tetap bersamaku" ucap Alva tak mau kalah


"Tapi aku yang lebih tahu tentang dia" Arka masih tetap ngotot


"Cukup" bentak Alsava


"Kalian kayak anak kecil, aku naik taksi aja" ucap Alsava berlalu meninggalkan mereka berdua yang tengah berdebat tentang siapa yang akan mengantar Asava


Alva yang melihat Alsava akan pergi sendiri dengan cepat dia merengkuh pinggang kekasihnya dan menuntun nya menuju mobil


Arka hanya tersenyum simpul melihat Alsava diperlakukan posesif oleh Alva, dengan segera dia masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Alva juga Alsava yang masih belum meninggalkan parkir


"Kamu kenapa sih, kayak anak kecil tahu nggak" ucap Alsava kesal


"Aku nggak mau kamu terlalu dekat denga pria lain sayang" ucap Alva membelai rambut panjang Alsava


"Aku cemburu melihat kamu terlalu akrab dengan pria kecil itu" sambung Alva lagi


Alsava tak menanggapi ucapan Alva, dia langsung memalingkan wajahnya kearah luar


"Hhhh" Alva menghembuskan nafasnya, karena tak tahu harus berbuat apa jika melihat kekasihnya sedang kesal seperti ini

__ADS_1


Alva lalu melajukan mobilnya meninggalkan restoran, senyum langsung mengembang di wajah tampannya karena dia yakin kalau dia bisa menenangkan hati kekasihnya yang tengah marah padanya


Tak ada percakapan di dalam perjalanan, Alsava lebih memilih diam tak bersuara dengan memalongkan wajah nya keluar jendela mobil


Setelah berkendara cukup lama, Alva membelokkan mobil nya, membuat Alsava bingung, karena ternyata Alva melajukan mobilnya kearah berlawanan menuju apartement nya


"Kenapa kesini, ini kan bukan ke arah apartement Al?" tanya Alsava kebingungan


"Iya, ayo" ucap Alva keluar dari mobil dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu sang kekasih


Dengan malas Alsava mengikuti keinginan Alva, Alva menggandeng tangan Alsava saat berjalan memasuki kedai


"Ice cream" ucap Alsava bingung


"Hmm.. Kamu bilang kalau kamu lagi kesal, kamu biasa makan ice cream"


"Mmm. Tempat ini mengingatkan kita saat pertama kali kita datang kemari" ucap Alva yang terus menggenggam tangan Alsava


Alsava begitu malu mendengar ucapan Alva, karena dia ingat Alva pernah rela menyanyikan lagu untuk nya demi memenangkan hadiah yang waktu itu sangat diinginkannya


Setelah memasuki kedai, Alva memilih duduk ditempat yang pernah mereka tempati sebelumnya, karena kebetulan kedai sedang ramai dan hanya tempat duduk itu yang kosong


"Wah, udah lama ya mas sama mbak nggak datang kemari" ucap seorang pelayan yang memberikan buku menu


Alva hanya tersenyum, menanggapi ucapan pelayan yang melayaninya, sedangkan Alsava malu mendengar ucapan pelayan, karena si pelayan masih mengingat mereka berdua padahal kejadian nya sudah berlalu beberapa bulan yang lalu


"Hah" ucap Alsava kaget dengan mata yang membulat


"Kenapa?" tanya Alva bingung


"Itu" kata Alsava menunjuk kearah belakang Alva


Alva mengerutkan dahinya tak paham, dia menoleh kearah yang ditunjuk oleh Alsava, tapi betapa terkejutnya dia melihat sebuah foto terpasang jelas dibelakangnya


"Kenapa masih ada" ucap Alva tak percaya


"Itu karena ulah kamu kan, foto kita jadi terpasang jelas gitu" ucap Alsava menatap tajam kearah Alva


Alva hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat tatapan mematikan sang kekasih. Setelah beberapa saat pesanan mereka berdua pun tiba, dengan mata berbinar Alsava meraih mangkuk berisi ice cream pesanannya


"Maaf mbak, itu foto nya kok masih disitu ya" tanya Alsava pada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka


"Ah.. Itu karena para pelanggan menyukai foto mas juga mbak, jadi kami tetap memasangnya"


"Mmm. Apa kalian berdua merasa keberatan jika kami tetap memasang foto nya?" tanya pelayan itu sedikit kecewa


"Tidak" ucap Alsava tersenyum kecut sambil menggeengkan kepalanya


Dengan gembira pelayan itu berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Alva juga Alsava


"Tadi katanya nggak suka" goda Alva memasukkan sesendok ice cream kemulutnya


"Iya sih, tapi kayaknya pelayan tadi kecewa banget kalau kita minta foto itu dilepas" ucap Alsava menyendokkan ice cream nya dan mengarahkan kearah Alva untuk mencoba ice cream yang dipesannya, dengan senang hati Alva menerima suapan dari sang kekasih sambil tersenyum bahagia


Setelah puas memakan ice cream akhirnya Alva dengan berat hati mengantarkan sang kekasih pulang ke apartement nya, karena Alsava terlihat begitu kelelahan

__ADS_1


__ADS_2