Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Bertemu dan menunggu


__ADS_3

Hampir satu bulan lama nya Alsa tak lagi bertemu dengan pria yang selalu mengganggu fikirannya. Dia benar-benar penasaran dengan sesuatu yang hilang pada dirinya, pasalnya selama satu bulan ini dia tak menemukan apapun yang menurutnya hilang. Oleh sebab itu Alsa ingin sekali bertemu dengan pria yang menurutnya selalu menyebalkan untuk memberitahu apa yang hilang dari dalam dirinya


Sebenarnya Alsava ingin sekali melupakan kejadian yang bahkan hampir satu bulan berlalu. Namun Alsava tetaplah Alsava yang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, bahkan kali ini dia sangat berharap untuk bisa bertemu dengan pria menyebalkan itu.


Pagi ini Alsava memilih pergi keluar dari apartement nya untuk membeli sarapan pagi. Bukan sarapan pagi sebenarnya, karena saat ini jam telah menunjukkan pukul 10.16 di jam pergelangan tangannya. Alsapun keluar dari gedung apartemnt nya. Dilanjukannya mobil Alsa dengan kecepatan sedang. Setelah mengendarai beberapa menit, sampailah alsa ditempat yang biasa dikunjunginya. Dia masuk kedalam cafe, mengedarkan pandangan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Tak sengaja Alsa menangkap sesosok pria yang hampir satu bulan ini sangat dia harapkan pertemuannya. Senyum tercetak jelas di bibirnya, namun sayang seribu sayang, Alsa tak dapat langsung bertemu dengan pria itu. Karena dilihatnya dia sedang berbincang-bincang dengan seseorang yang mungkin client kerjanya.


Alsa lebih memilih duduk dibangku yang tadi dilihatnya kosong. Sambil menunggu kalau si pria akan pergi. Alsa memilih menu untuk nya sarapan dan juga minumannya. Selang beberapa lama makanan yang Alsa pesan pun datang. Sesekali pandangannya tertuju pada pria jauh diseberang mejanya. Karena Alsa benar-benar penasaran dibuatnya.


Tanpa terasa sudah satu jam Alsa menunggu didalam cafe, tapi pria itu sama sekali tak menunjukkan bahwa dia akan beranjak dari duduknya, bahkan mereka asik dengan berkas-berkas yang ada ditangannya.


"Hai cantik" ucap pria yang secara tiba tiba duduk didepan Alsa tanpa permisi, dan membuat Alsa terperanjat kaget.


"Aduuhhh bikin kaget aja. Salam dulu kek apa gimana" ucap Alsa kesal. Pria didepannya pun hanya terkekeh geli melihat Alsa yang cemberut kesal


"Maaf, habisnya aku lihat kamu sendirian aja, makanya aku samperin siapa tau butuh teman gitu" jawab pria itu dengan canda khas nya


"Ya tapi bisa kan Za nggak bikit kaget. Untung aja nggak copot nih jantung" ucap alsa lagi


Ya... Pria yang itu Zachery, penyanyi yang bernyanyi di cafe milik Alsa. Dan sudah satu bulan Zachery bekerja disana. Dan begitu juga dengannya yang seoalah sangat kenal dengan Alsa.


"Kalau copot ya aku tangkap lah, nanti aku pasangin lagi deh kalau copot." jawab Za dengan terkekeh


"Ctkkk,... Nggak berfungsi lagi dong ini jantung kalau copot nanti" jawab Asa pula


"Tenang aja sa, nanti kalau nggak berfungsi pake aja nih jantung aku. Aku rela banget" ucap Za sambil memegang dadanya tempt jantung berada


"Ogah" jawab Alsa singkat


"Ctkk gitu aja marah, tambah jelek lo entar" Ejek Za sambil mencebikkan mulutnya


"..."


"Mau makan apa, aku traktir deh, sebagai tanda permintaan maaf" tawar Za


"Nggak makasih, udah kenyang aku liat kamu, udah kenyang juga sama gombalan gombalan mu tadi" jawab alsa sambil sesekali memperhatikan tujuan awalnya


"Oke, tapi aku duduk makan disini nggak apa apa kan? nggak ada bangku kosong lagi soalnya! ya.. Ya.. Ya" mohon Za pada Alsa


"Ya udah" jawab Alsa singkat


Merekapun Akhirnya berbincang bincang banyk, karena memang Zachery adalah orang yang supel dan mudah bergaul, tak membuat alsa kehabisan bahan untuk mengobrol karena Za sapaan untuk Zachery akan bertanya tanya pada Alsa tentang semua hap yang menurutnya tak penting.


"Jadi.. Kamu ini sebenernya sekolah bisnis, kenapa mau kerja dicafe?" tanya Za penasaran, karena memang selama ini Za tak pernah tahu bahwa Alsa adalah pemilik cafe tempatnya bekerja


"Ya nggak apa apa sih, emang mahasiswa nggak boleh kerja dicafe," jawab Alsa sekenanya


"Lagipula, makanan kan hal wajib bagi seluruh umat manusia, jadi ya biar irit diongkos makan, dapet duit juga," sambung Alsa lagi

__ADS_1


"Hebattt" ucap Za sambil menepuk tangannya


"Diluar sana banyak banget yang malu buat kerja, tapi kamu!" Ucap Za mengacungkan dua jempol tangannya


"Ctkkk. Biasa aja, kamu sendiri?" tanya Alsa pula


"Aku juga dari kelas bisnis lulusan tahun kemarin, tapi aku lagi males buat cari kerja di perusahaan. Makanya aku kerja dicafe. Itu juga salah satu hoby" ucap Za dengan tersenyum.


"Yakin" selidik Alsa


"Yakin apanya?" tanya Za bingung dengan menaikkan satu alisnya


"Kok aku malah merasa kamu menyembunyikan sesuatu Za, Mmm kalau kamu nggak keberatan sih aku mau denger kok cerita kamu!" pinta Alsa penasaran , karena menurutnya Za memiliki sesuatu hal yang disimpan


"Nanti deh aku cerita, yang penting sekarang aku pengen menikmati waktu bersantai dulu" jawab Za dengan wajah yang sumringah


Tanpa terasa mereka mengobrol ria, jam telah menunjukkan jam 12.20. Alsa menggelengkan kepalanya, pasalnya dia sudah menunggu hampir 2 jam lamanya, mungkin jika tak ada Za saat ini Alsa akan merasa kebosanan.


Merekapun akhirnya memesan makanan untuk makan siang juga, karena perut mereka juga berdemo minta diisi, padahal Alsa baru satu jam yang lalu menghabiskan sarapan paginya, dan sekarang dia menyantap makan siang.


Tak lupa desela sela makan mereka diselingi dengan candaan receh dan obrolan tak penting lainnya.


"Saa" panggil Za menatap Alsa yang tengah makan, sontak Alsa mengangkat wajahnya


"Apa?" jawab Alsa dengan mengunyah makanan dimulutnya.


"..." Za justru diam tak merespon Alsa


"Ehh, enggak, aku cuma penasaran, si cantik ini bukannya beberapa saat yang lalu udah makan,?" kata Za


"Nah sekarang udah makan lagi, kemana itu makanan yang kamu makan larinya, tetep kurus kayak gini" ucap Za dengan nada mengejek


"Kurang ajar" geram Alsa sambil memukul kepala Za menggunakan sendok yang dia pakai


"Aduh aduuh" ringis Za yang mendapat pukulan dari Alsa, tak sakit sebenarnya, dia hanya reflek berkata aduh


"Rese banget sih habisnya" dengus Alsa


"Justru nikmatnya tuh kayak begini, bisa makan banyak tanpa takut badan bakal melar, jadikan bisa makan sepuasnya" sambung Alsa sambil menjukurkan lidahnya


Tak berapa lama Alsa dibuat gelagapan, pasalnya pria yang ditungguinya selama berjam jam akan beranjak dari duduknya disusul beberapa orang yang bersamanya.


Melihat itu dia dengan terburu buru membuka dompetnya mengambil beberapa lembar ratusan ribu rupiah dan diberikan kepada Za yang kebingungan


"Za tolong bayarin sekalian ya makanan aku, aku ada keperluan mendadak, tolong ya" pinta Alsa sambil setengah berlali mengejar sesuatu


'Aduh cepet banget sih jalannya' gumam Alsa setengaj berlari mengejar pria yang ditunggunya

__ADS_1


Alsapun mengejar dengan terengah engah, Dikejarnya pria itu sampai ke arah parkir, melihat pria itu akan memasuki mobilnya, dengan cepat Alsa berlari menghampiri mobil pria yang dia kejar itu.


"Tung... Hosh.. Hosh.. Tunggu" Alsa tampak tersenggal senggal nafasnya naik turun karena kelelahan


"Tunggu hosh... Hosh.. Tunggu sebentar tuan" ucap Alsa menormalkan nafasnya


"Aku ingin berbicara sebentar denganmu" sambung alsa kemudian


Pria itu nampak mengangkat sebelah alisnya, mendapati wanita di depannya.


"Ada apa gerangan Nona Alsa sampai mengejar saya sampai kemari" ucap pria itu


"Ahh bukan, sebenarnya mmm.. Sebenarnya aku penasaran" ucap Alsa terbata bata


"Penasaran soal apa nona? tentang ku kah?" tanya pria itu dengan percaya diri


"Ughh menyebalkan" ceplos Alsa tak sengaja


"Umm bukan, maksud ku aku penasaran dengan ucapan anda teakhir kali" sambung Alsa dengan ragu ragu


"Memang apa yang aku ucapkan nona, hingga membuatmu sangat amat penasaran?" tanya pria itu lagi


"Mmm. Tuan Al.. Mmm..." ucapan Alsa terputus


'Aghh aku melupakan namanya lagi' batin Alsava dalam hati


"Alva" Ucap pria itu menyambung perkataan Alsa


"Sepertinya memang kita harus berkenalan secara resmi nona, agar kita bisa saling mengenal" tawar Alva dengan mengulurkan tangannya


"Alva, anda bisa memanggil saya dengan nama itu, dan aku harap setelah ini anda tak melupakan namaku lagi nona Alsa!" ucap Alva memperkenalkan diri


"Saya merasa tersinggung nona karena anda tak menyambut uluran tangan dari saya" sambung Alva kemudian


Alsa pun mau tak mau menyambut uluran tangan dari pria didepannya itu. Dengan cepat dia juga melepaskan tautan tangan mereka


"dan bolehkah saya meminta agar kita jangan berbicara secara formal, saya rasa akan lebih nyaman bila kita berbicara biasa saja, bagaimana?" tawar Alva dengan tersenyum manis


"Saya kemari bukan untuk berkenalan dengan anda tuan, dan maaf saya menolak" tolak Alsa


Pria itu terlihat mengerutkan keningnya tak percaya bahwa permintaanya akan ditolak dengan cepat oleh wanita didepannya


"Saya merasa kecewa nona" ucap alva memasang wajah kecewanya


"Itu bukan urusanku!" ketus Alsa


"Baiklah, kembali ke topik awal, aku begitu penasaran dengan ucapan anda terakhir kali tuan, tentang sesuatu yang hilang dalam tubuh saya" ucap Alsa ragu

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, apa anda tahu sesuatu yang hilang itu?" tanya Alsa hati hati


Tak disangka pria itu bukannya menjawab dia justru tertawa lebar membuat kening Alsa berkerut kerut tanda tak paham.


__ADS_2