
'Author Pov'
Nara terlihat mengerutkan keningnya, pasalnya beberapa hari ini bosnya itu aneh terlihat gelisah bahkan tak jarang dia kepergok melamun disaat dia sedang menggambar pola design maupun tengah membuat design nya, dan itu sama sekali bukan gaya seorang Alsava yang bahkan tak pernah sedikitpun melakukan kesalahan disaat jam kerjanya.
Merasa ada yang aneh, Nara pun masuk kedalam ruang bosnya. Dan lagi-lagi dia dibuat geleng kepala karena sang empunya ruangan tengah melamun memainkan pensilnya tanpa berniat menggambar.
"Kamu kenapa sa" tanya Nara masuk keruangan Alsa
".."
Merasa diacuhkan dan diabaikan Nara pun merasa geram. Ditepuknya pundak Alsa sampai Alsa terkejut karena ulahnya.
"Ngapain sih, ngagetin tau nggak, masuk nggak ketok pintu dulu, nggak salam dulu kek apa gimana?! kata Alsa Kesal
"Aku udah ketok pintu sa, udah salam juga, kamu nya aja yang nggak denger!" Nara pun juga ikut kesal
"Lagian mikirin apa sih saa, sampe nggak konsentrasi begitu?"
"Nggak apa-apa kok," jawab Alsa
Sedetik kemudian dia ingat apa yang mengusik pikirannya itu
"Eh Ra, yang kamu lihat kira-kira ada yang hilang nggak sih sama diri aku?" tanya Alsa sambil membolak-balikkan badannya
"Hilang apa nya sa, kamu kehilangan barang?" ucap Nara khawatir sambil mengamati Alsa yang membolak-balikkan badannya
"Mmmm,,, aku juga nggak tahu, aku udah cari-cari semua pokok nya tapi aku sama sekali nggak merasa kehilangan!" jawab Alsa
"Lah terus? maksud kamu kehilangan, apa nya yang hilang sa?" tanya Nara penasaran
__ADS_1
Alsa pun menjatuhkan tubuhnya disofa panjang diikuti Nara yang juga ikut mendudukkan tubuhnya disofa bersebrangan dengan Alsa. Alsapun terlihat kesal, berkali-kali dia menghembuskan nafasnya secara kasar, pasalnya yang dia cari dan yang mengusik pikirannya tak kunjung ditemukan nya.
"Aku sendiri nggak tau apa yang hilang, tapi waktu itu, pria menyebalkan itu bilang kalau ada yang bilang di dalam diri aku!" ucap Alsa.
Nara terlihat mengerutkan keningnya tak paham dengan arah pembicaraan alsa, melihat itu alsapun menjelaskan bagaimana dia bisa bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi, sampai berkata kalau ada yang hilang dalam dirinya.
"Mmm.. Coba deh sa cari dengan teliti lagi, mungkin emang bener ada yang hilang, mm anting mungkin, kalung, jepitan rambut, atau semacamnya?!" ucap Nara memberi saran.
"Udah Ra,...! bahkan seminggu ini udah aku cari semua yang aku pake hari itu tapi sama sekali nggak ada yang hilang, beneran deh?" dengus Alsa kembali dibuat kesal.
"Udah lah nggak usah dipikirin kalau gitu. Siapa tahu aja kan dia lagi bercanda" ucap Nara memberi saran.
Tapi bagaimanapun juga, Alsa tetap tak tenang, karena dia sendiri juga merasa tak tenang dibuatnya. Bisa jadi kalau memang benar jika yang disebut Alsa pria menyebalkan itu telah mempermainkan dirinya, toh memang sama sekali tak ada yang hilang dalam dirinya. Dia sendiri juga tak merasa kehilangan barang sama sekali. Tapi alsava tetaplah alsava, yang akan terus menjadi ganjalan dalam fikirannya jika tak mengetahui langsung
"Eh, setelan yang dia pesen waktu itu belum diambil ya?" tanya Alsa kemudia sambil mendudukkan tubuhnya
"Setelan yang mana,, kan kamu bikin pesenan setelan banyak terakhir ini?!" kata Nara bingung
"Tuan Alva bukan, pelanggan yang cuma minta kamu aja yang melayani waktu itu kah?" tanya Nara, dan hanya di tanggapi dengan deheman oleh Alsa.
Alsa merasa bingung, disisi lain dia merasa penasaran dengan apa yang hilang walaupun dia merasa sama sekali tak ada yang hilang, tapi disisi lain dia juga merasa ragu, karena bisa saja pria itu memang benar tengah mempermainkannya
"Aku kira dia bakalan dateng, buat ambil setelannya, ehh nggak taunya seminggu aku disini dia sama sekali nggak kelihatan batang hidungnya! jelas Alsa
"Ya udah lahhh, udah nggak perlu difikirin lagi, tapi kalau kamu emang penasaran kenapa nggak kamu temui aja dia!" kata nara memberi saran
"Ngapain?" tanyanya dengan mengerutkan keningnya tanda tak paham
"Ya tanya kedia lah, apa yang hilang,! kan cuma dia yang tahu apa yang hilang, daripada penasaran sendiri kan!?" saran Nara dengan berlalu meninggalkan ruangan Alsa seorang diri
__ADS_1
'Mau cari dimana coba, alamatnya aja aku nggak tau dia dimana,?! kan ketemu selalu di awali dengan insiden tabrak menabarak dan lari-larian, Gimana dong jadinya' gumam Alsa.
Merasa tak menemukan jawaban, akhirnya Alsapun menyerah, dia lebih baik tak terlalu memikirkan masalah hilangnya barang yang disebutkan pria menyebalkan itu. Alsa bergegas keluar dari ruangan dan menemui Nara diruangannya untuk pamit karrna dia kan pergi ke cafe untuk mengecek keadaan disana.
"Nanti kalau pria menyebalkan itu datang kemari hubungi aku ya Ra!" ucap Alsa yang kemudian melenggang pergi dari ruang Nara
Di cafe
Pelanggan cafe malam ini bisa dibilang lumayan banyak, terlihat dari kursi pengunjung yang nampak full terisi semua. Karena memang hari ini weekend, tak lupa juga para pelanggannya banyak yang dari kaum muda mudi berpasang-pasangan.
Atau biasa juga mereka sebut dengan malam mingguan.
Alsa masuk kedalam cafe melalui pintu depan, bukan seperti biasa yang melalui pintu samping yang nantinya akan langsung menuju ruangannya. Diedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan cafe, terlihat senyum tercetak dibibirnya melihat pengunjung yang begitu banyak bahkan dipenuhi dengan para muda mudi seusianya bersama pasangan mereka tentunya. Memang cafe yang didesain oleh Alsa memiliki suasana yang nyaman dan terkesan romantis jika dikunjungi malam hari. Maka dari itu banyak muda mudi yang mampir kemari untuk menikmati suasana keromantisan mereka.
Alunan lagu juga mulai dinyanyikan dari bait per bait, lagu yang dipilihpun juga lagu yang romantis mengikuti suasana para pelanggan. Tak jarang pula ada yang menyumbangkan suara emas mereka dihadapan pengunjung yang lainnya.
"Malem mbak,, tumben lewat depan," sapa salah satu karyawan Alsa
"Sengaja hehe," jawab alsa cengengesan
"Siapa tuh yang dipanggung, penyanyi baru?" tanya alsa penasaran. Pasalnya penyanyi yang biasa mengisi acara dicafe nya bukanlah dia
"Iya mbak, baru tiga hari disini, suaranya bagus, ganteng pula bikin pelanggan makin betah deh." ucap astri karyawan yang menjaga kasir sambil senyum senyum
"Ctkk, kamu juga kan betah betah disini haaa!" ucap Alsa mengejek sambil mentuil-tuil pipi kana Astri yang memerah
"Betah lah mbak, tuhh yang lain juga betah malah ada yang ileran" balas astri tak mau kalah
"Kak bagas kemana emangnya, kok jadi dia yang nyanyi? tanya alsa lagi
__ADS_1
"Dia juga direkomendasikan sama kak bagas kok mbak, katanya kak bagas mau keluar kota dulu ada urusan, makanya digantiin sama si ganteng hehe" ucap astri sambil cengengesan. Merasa lucu dengan ekspresi karyawannya saat ini tak kuasa ia menahan tawanya. Segera ia masuk keruangan karena tak mau mengganggu pengunjung yang lain karena ulah dirinya
Diam-diam tingkah laku Alsa ada yang memperhatikan, mulai dari dia terlihat masuk kecafe, berbincang-bincang dengan yang lain, hingga masuk kedalam ruangannya, senyum tercetak jelas di wajahnya tampannya itu.