Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Pertanyaan?


__ADS_3

Brakk


Alva membanting kasar pintu kamarnya, dia ingat kejadian beberapa saat yang lalu saat dengan beraninya Zachery menyanyikan lagu untuk gadis nya. Amarahnya begitu memuncak saat dia melihat pria kecil itu menyatakan cinta pada Alsava


Terlebih dilihatnya Zachery begitu menghayati lagu yang tengah dinyanyikannya seolah benar-benar mengungkapkan seluruh isi hatinya


Arrgh


Alva berteriak kesal sambil mengacak rambutnya kasar


"Kau hanya akan menjadi milikku, hanya milikku Al,"


"Tak ada yang boleh memiliki mu selain aku"


"Hanya Osama yang akan menjadi nama belakangmu Al"


"Hanya Osama!" teriak Alva kesal. Tangannya terkepal sedangkan raut wajahnya merah padam


"Cihh, lihatlah dirimu sekarang Al ck ck ck" ucap Raefal tiba-tiba yang entah kapan telah berdiri di ambang pintu kamar Alva yang tak terkunci sambil bersedekap dada sambil menggelengkan kepalanya heran


"Apa maksudmu?!" ucap Alva menahan amarah


"Ya... beberapa bulan yang lalu kamu bilang kamu tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita manapun, dan bahkan kamu bilang kamu tidak jatuh cinta pada gadis itu" ucap Raefal sambil menjatuhkan tubuhnya diranjang


"Lalu sekarang?! Lihatlah dirimu ck ck" sambung Raefal


"Jangan membuatku semakin marah karena ucapanmu Rae!" bentak alva menahan diri


"Kamu memang sudah marah sejak kepulanganmu dari cafe.Jadi apa artinya ini jika kamu bukan jatuh cinta?!" ucap Raefal seraya memandang langit-langit kamar alva


"Aku...! Tak tahu, aku merasa sangat marah saat melihat Za melakukan hal tadi" jawab Alva bingung


"Itu artinya kamu jatuh cinta Al" ucap Raefal


"Cih" cebik Alva


"Jadi kamu masih belum mengakui perasaanmu, kalau kamu benar-benar menyukai nya?"


"Setelah kamu melakukan semua hal ini" tanya Raefal


"Kamu... Tahu hal ini bukan?" tanya Alva memicingkan matanya


"Soal apa?" tanya Raefal bingung


"Adikmu"


"Mm. Ya. Aku baru tahu beberapa hari yang lalu,." Jawab Raefal ragu


"Urus dia" ucap Alva dingin


"Jangan salah paham, aku tak tahu kalau yang disukai adikku sama seperti gadis yang kamu sukai" ucap Raefal membuat mata Alva melotot tajam


"Heii... Hei... Tunggu dulu. Urusan hati tak bisa dipaksakan kau tahu, kita bahkan belum tahu bagaimana perasaan gadis itu padamu juga adikku." jawab Raefal bijak


"Tanyakanlah pada hatimu kalau kamu benar-benar mencintainya. Lalu tanyakan juga bagaimana perasaan gadis itu padamu. Tapi kalau dia tak menyukaimu, lepaskan dia" ucap Raefal

__ADS_1


"Keluar" ucap Alva dingin


Ckk


Raefal lagi-lagi hanya mampu mencebikan mulutnya. Raefal memilih pergi meninggalkan apartement yang ditinggali Alva, karena Alva lebih memilih untuk tidak pulang kerumah malam ini.


Alva begitu marah, entah marah karena apa. Marah saat melihat gadis nya di sukai oleh orang lain


"Apa kamu juga menyukainya Al." Ucap Alva frustasi


⭐⭐⭐


Di Cafe


Suara tepuk tangan juga sorakan menggema dipenjuru cafe, Zachery merasa puas karena bisa mengungkapkan seluruh isi hatinya. Namun sayang seribu sayang, gadis yang di tunjuk sudah tak menampakkan dirinya lagi. Dengan segera dia turun dari panggung nya dan berlari kebelakang untuk mencari keberadaan gadis itu


Zachery berlari menyusuri seluruh cafe namun sayang dia tak menemukan keberadaan gadis itu dimanapun, membuat Zachery merasa begitu frustasi


"Alsava mana?" tanya Zachery kepada Kaila karena tak menemukan Alsava dimanapun


"Udah pulang" jawab Kaila


"Kapan?" tanya Zachery lagi


"Mana gue tahu, kapan, yang jelas mobilnya udah nggak ada" jawab Kaila berlalu meninggalkan Zachery sendirian


'Kenapa? Apa dia marah sampai dia meninggalkan cafe begitu aja' batin Zachery kecewa


Akhirnya Zachery melanjutkan pekerjaannya hingga selesai walaupun dengan setengah hati. Rasa bingung juga kecewa menyelimuti hatinya saat ini. Dia penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan Alsava padanya, ataukah cara yang dilakukannya salah hingga membuat gadis pujaannya marah.


Zachery mengerang frustasi


'Sial' batin Zachery kesal


"Ngapain sih disitu, pulang sana ke apartemen abang sendiri" usir Zachery kesal, pasalnya saat dia telah berada diapartement nya sang kakak telah menunggu duduk disofa apartementnya


"Ckkk.... Kamu ini,! abang jauh-jauh kemari, buatkan minum kek, apa gimana" Ucap Raefal


"Lagian nggak ada yang nyuruh abang datang kemari" jawab Zachery kesal


"Udah pulang sana" usir Zachery


"Kenapa sih kamu Za, nggak suka abang disini?" tanya Raefal santai


"Kalau boleh jujur sih enggak" jawab Zachery ketus


"Kenapa?, aku kakak mu?" jelas Raefal


"Iya emang.. Tapi kalau abang kesini pasti yang dibawa hal yang nggak pernah mau gue denger" kesal Zachery


"Dan hari ini gue nggak mau debat sama abang"


"Udah ah, gue mau mandi gerah, kalau pulang jangan lupa ditutup pintunya" ucap Zachery menuju kamarnya meninggalkan sang kakak sendirian


Zachery pun memilih menghindar dari sang kakak karena suasana hatinya sedang tak baik. Setelah bergelut dengan fikirannya sendiri segera dia membersihkan diri karena gerah. Setelah hampir sepuluh menit dia telah selesai membersihkan dirinya yang kemudian keluar dari kamarnya karena merasa haus.

__ADS_1


Bruuuufh


Uhhukk Uhukk


Zachery menyemburkan minuman yang berada dimulutnya dan langsung terbatuk-batuk karena kaget, seorang pria tengah duduk santai dengan laptop didepannya


"Ngapain masih disini" teriak Zachery dari arah dapur


"Ckk"


"Abang mendingan lo keluar sekarang deh, gue lagi nggak mood beneran" ucap Zachery mengusir sang kakak


"Abang kangen sama adek nya masak nggak boleh" alibi Zachery


"Nggak..! Nggak ada yang kangen sama abang. Gue juga nggak pernah kangen sama abang.Mending sekarang keluar deh lo bang!"


"Kalau abang mau tidur disini kamar nya cuma satu, gue ogah tidur sekasur berdua sama abang" Zachery menjelaskan


"Kenapa? Bukanya dulu kamu sering minta tidur bareng sama abang" goda Raefal


"Ogah, udah abang pulang aja sana, males banget gue liat abang disini" ucap Zachery menarik tangan Raefal. Namun bukannya beranjak justru Raefal tetap tak bergeming dan tetap duduk ditempatnya dan tetap memfokuskan pandangannya dilayar laptop


"Ada yang mau abang omongin kekamu" ucap Raefal yang matanya masih fokus dilayar laptop didepannya


"Apaan,? masalah perusahaan papa lagi" sanggah Zachery


"Gue belum ada minat bang, bang Rae aja sono yang ngurus, gue masih pengen bebas dulu bang" Jelas Zachery


Raefal menggelengkan kepalanya


"Bukan cuma itu," ucap Raefal yang masih memfokuskan mata nya pada layar laptop


"Lalu" tanya Zachery penasaran


"Gadis itu!" ucap Raefal serius


"Siapa,? Alsava? Kenapa dengan gadis itu?!" tanya Zachery penasaran


"Abang nggak berbuat macam-macam kan?" selidik Zachery


"Memang nya abang orang yang seperti itu ha" kesal Raefal


"Abang memang tak bisa mengaturmu dengan gadis itu."


"Tapi.. Tanyakan dulu perasaan gadis itu terhadapmu, jika dia tak menyukaimu maka mundurlah, tapi jika kalian memang saling suka, abang akan membantumu" ucap Raefal menepuk pundak Zachery


"Maksud abang" ucap Zachery bingung


Raefal menghentikan langkah kakinya yang hendak meninggalkan apartement adiknya


" Nanti kamu akan tahu,"


"Ah,, satu lagi, wanita pasti suka jika kita para pria memiliki kedudukan yang lebih tinggi darinya bukan?, jadi kita bisa membimbingnya" ucap Raefal


"Abang tunggu keputusanmu" ucapnya lagi yang kemudian meninggalkan adiknya dengan penuh tanda tanya

__ADS_1


"Apasih" ucap Zachery bingung


__ADS_2