
"Author Pov'
Plakkk
Sebuah pukulan mengenai kepala bagian belakang Alva, membuat kepala Alva ngilu dibuatnya, Sontak saja Alva menoleh kebelakang, dilihatnya seorang pria berpakaian rapi tengah berdecak pinggang dibelakangnya
"Kurang ajar" kesal Alva menoleh kebelakang
"Kamu yang kurang ajar, kemana saja kamu?" ucap pria itu
"Mmmm,,, Apa" ucap Alva kikuk
"Kamu bilang akan menginap ditempatku semalam, nyatanya pagi ini aku justru melihatmu bersama seorang gadis" kesal pria itu
"Mmm semalam, ah semalam, itu... Aku..." Ucap Alva bingung
"Kamu bermalam dengannya,, Hei... Sejak kapan kamu mengmmmmmh" belum sempat pria itu menyelesaikan ucapannya Alva lebih dulu membekap mulut pria itu agar tak berbicara lebih lagi
"Jaga bicaramu, aku tidak seperti itu" bisik Alva yang masih membekap mulut pria itu
Alsa yang melihat adegan didepannya hanya mampu berdiam menyaksikan pertengkaran kecil kedua pria didepannya
"Oke.. Mmm Al,, sebenarnya semalam aku ingin berkunjung ke apartementnya" jelas Alva bingung
"Dan kamu Rae, itu bukan seperti yang kamu pikirkan sekarang, aku hanya membantunya, ya membantunya" jelas Alva lagi
Alsa hanya diam saja mendengar penjelasan dari Alva yang ambigu itu sedangkan Raefal memicingkan mata nya curiga
"Oke oke, jadi siapa nama anda nona?" tanya pria itu mengulurkan tangannya
"Ah.. Alsava" Jawab Alsa menjabat tangan pria itu
"Raefal.. Sahabat sekaligus sekertaris pribadi Alva" ucap Raefal menunjuk Alva dengan matanya
"Jadi...! Anda tinggal dilantai ini nona Alsava" ucap Raefal
"Ya,, Mmm anda juga tinggal dilantai ini kah?" tanya Alsa balik
"Iya, Wahhhh,, sungguh luar biasa,,, ternyata kita bertetangga Nona, aku harap kita akan sering-sering bertemu nantinya" Goda Raefal melirik kearah Alva yang terlihat kesal
"Ehemm, sudah siang, saatnya kita pergi bekerja" ucap Alva menahan kesal
"Eh.. Secepat itukah,, aku bahkan baru berkenalan dengan tetangga baruku!" protes Raefal tak terima
"Cepat!" ucap Alva seraya menarik tubuh Raefal agar segera meninggalkan Alsa yang terdiam
"Senang berkenalan dengan anda nona" ucapnya lagi, yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Alsa
Setelah berbincang menuju lantai basement akhirnya mereka bertiga pergi dari gedung apartement, Alsa juga yang kemudia menolak tawaran Alva untuk mengantar nya karena dia membawa mobil sendiri, akhinya mereka bepisah ketempat tujuan masing-masing
⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
"Jadi... Diakah gadis itu?" tanya Raefal saat mereka berjalan menuju ruangan Ceo
"Apa!" ucap Alva kaget karena tersadar dari lamunannya
"Berhenti tersenyum seperti itu Al, kau membuat semua karyawanmu takut" ucap Raefal memukul pelan bahu Alva
"Apa aku seperti itu?" tanya Alva dengan polosnya
"Ya,.. Tentu saja,, bahkan sekarang tingkat senyumanmu hampir mendekati level gila" goda Raefal
"Apa maksud mu?" ucap Alva mengerutkan keningnya
"Apa..! Bahkan kemarin kau tidak tersenyum seperti ini, tapi setelah kamu bermalam dengannya kamu tersenyum seperti orang gila?!" jujur Raefal mengatakan kondisi sebenarnya yang dilihat dengan mata kepalanya
"Oooo,, apa yang kalian lakukan semalam hmm?" goda Raefal seraya menaik turunkan alisnya
Plakk
"Apa yang ada dalam fikiranmu itu ha!" kesal Alva menjitak kepala Raefal
"Apa aku terlihat orang yang seperti itu?!" tanya Alva kesal
"Cih... Oke oke,,," ucap Raefal mengangkat tangannya keatas tanda mengalah
"Cinta memang membuat seseorang menjadi gila," gumam Raefal
"Ah... Aku yakin bunda akan senang melihatmu seperti ini Al hahaha" goda Raefal lagi
"Berhenti menggoda ku Rae,, carilah seorang gadis untuk kamu goda bukan aku" kata Alva
"Tentu saja, apa kamu akan terus menempel padaku ha,, meskipun kamu sangat tampan tapi aku tidak akan pernah menyukaimu" canda Alva menyilangkan tangannya membentuk tanda x
Raefal yang mendengar itu terkekeh geli, baginya kebahagiaan sahabat baiknya adalah yang utama, dia akan mencari pendampingnya apabila sahabatnya telah mendapatkan pendampingnya juga
"Jadi... Apa aku boleh menggoda tetangga yang baru saja kukenal tadi,, Ya...! Secara nggak langsung kita akan terus bertemu karena berada digedung dan lantai yang sama" tanya Raefal pada Alva
Alva mendengar penuturan sahabatnya merasa kesal, karena benar apa yang dikatakannya,, bahwa mereka akan bisa salaing bertemu karena berada di gedung bahkan dilantai yang sama, hanya menyisakan dua pintu apartement diantara mereka
"Tidak, dia gadis ku,, jangan berani macam-macam!" Alva memperingati
"Hhahaha,,, siapa yang tahu Al, kamu bahkan sibuk bekerja juga dengan kesibukanmu, ah,,,, aku punya peluang besar kan, hahaha" tawa Raefal yang terus menggoda Alva, membuat nya merasa kesal sekaligus marah
Cklekk
Suara pintu terbuka, masuklah bimo sekertaris Alva membuat aktivitas mereka berdua terhenti dan seketika mereka mengubah ekspresi wajah mereka seperti biasanya ditampilkan pada seluruh karyawannya, Dingin
"Maaf direktur,, Anda ditunggu diruang meeting" ucap bimo sopan
"Persipkan semuanya, Beritahu semuanya untuk bersiap" jawab Alva dengan ekspresi datarnya
"Baik direktur" kata bimo lalu pamit undur diri
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐
Dicafe
"Selamat pagi..." Ucap seorang pria sambil memegang kain lap
"Ahh, selamat.. Selamat pagi" jawab Alsa kaget
"Kamu... Kamu ngapain disini Za?" tanya Alsa penasaran
"Ahh,, mulai hari ini aku akan kerja full time, siang akan melayani pelanggan dengan otot ku, sedangkan malam dengan suara emas ku" ucap Za bangga
"Hah,,, siapa yang memberi izin seperti itu?" tanya Alsa lagi
"Ahh.. Itu Kaila,, Mmmm aku yang memintanya!" jelas Za kebingungan
"Kamu tahu Za,, disini tidak ada full time work,, bahkan karyawan yang lain ada shift yang lain. Meskipun dengan pekerjaan yang berbeda, aku tidak mengizinkan!" jelas Asa berlalu meninggalkan Zachery
Zachery mendengar penuturan Alsa merasa dibela, dia salah mengartikan kalimat tidak mengizinkan dari mulut Alsa, padahal maksud Alsa melarang karena dia tidak ingin karyawannya akan kelelahan karena bekerja, tapi karena Za sampai saat ini masih belum mengetahui faktanya dia merasa bahwa ada peluang besar untuk mendekati Alsa, begitu pikirnya
'Sepertinya aku mulai bisa masuk kedalam hidupmu Sa' batin Zachery bangga
Zachery kemudian melanjutkan pekerjaanya dengan perasaan bahagia karena penuturan yang baru saja dilontarkan pada nya
Alsava yang tak habis fikir segera masuk kedalam bergegas mencari keberadaan Kaila
"Kaila" panggil Alsava saat melihat Kaila tengah memberikan pengarahan pada karyawan senior
Kaila yang merasa namanya dipanggil segera menoleh kearah suara yang memanggilnya,
"Kalau sudah selesai kutunggu diruanganku" ucap Alsava yang kemudian berlalu menuju ruangannya berada
Tok tok tok
Tak berapa lama, pintu ruangannya diketuk dari luar, masuk lah Kaila yang tengah kebingungan
"Oke, aku langsung aja,, siapa yang mengizinkan pegawai kerja full time disini?" tanya Alsava menginteruksi
"Zachery maksudnya Sa?" tanya Kaila penasaran, yang kemudian diangguki oleh Alsava
"Sebenernya udah gue larang Sa,, tapi dia tetep kekeuh minta full time, katanya pengen tau susahnya cari duit" Kaila memberi penjelasan dengan hati-hati, karena dia tahu jika dia tak suka kalau ada karyawannya sampai kerja full time ditempatnya, alasannya karena dia tidak ingin kelelahan saat bekerja
"Kamu tahu Ka,, aku nggak suka kalau ada karyawan yang full time, kenapa kamu kasih izin ke dia?" tanya Alsava menahan amarahnya
"Aku.. Aku minta maaf Sa,," mengubah kata bahasanya
"Aku udah larang dia karena beberapa kali minta buat full time, tapi selama seminggu lebih dia selalu minta izin, jadi aku kasih izin ke dia" ucap Kaila ragu
"Aku kasih waktu dia dua minggu,, untuk full time, tapi kalau dia melanggar, aku akan pecat dia" jelas Alsava kesal
"Kasih tahu dia,, atau pilih salah satunya, mau kerja jadi pelayan atau penyanyi" kata Alsava menginteruksi
__ADS_1
Kaila sedikit enggan melihat tingkah laku Alsava yang saat ini tengah kesal karena perbuatannya, dia juga tak berani berkomentar ataupun menyanggah ucapan bos nya jika sudah seperti ini
Kaila kemudian pamit keluar dari ruangan Alsava untuk menginformasikan apa yang sudah di interuksikan padanya kepada Zachery