Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Belanja


__ADS_3

Dengan semangat Alva melangkahkan kaki nya memasuki lobi menuju lift ke apartement Alsava, dia memang berencana untuk mendatangi sang kekasih pagi-pagi berharap agar setidaknya bisa sarapan bersama


"Sayang" teriak Alva saat melihat sang kekasih tengah berjalan keluar dari lift yang akan di naikinya


Merasa suara familiar tengah memanggilnya seketika saja Alsava mencari kearah suara itu berasal, ternyata Alva dengan pakaian kerja lengkap nya tengah berjalan kearahnya dengan senyum yang tercetak jelas disudut bibirnya


"Al" ucap Alsava bingung, melihat Alva sudah berada disini sepagi ini


"Kamu mau kemana hm?" tanya Alva yang sudah berada didepan Alsava


"Kamu kenapa disini?" Alsava justru bertanya balik karena merasa heran


"Aku mau ke apartement kamu, kamu mau kemana sepagi ini,? bukannya semalam bilang kalau hari ini cafe diliburkan?" tanya Alva bertubi-tubi


"Aku mau kepasar, beli sayur sekaligus keperluan bulanan yang lain" jawab Alsava jujur


"Ayo" ajak Alva sambil menggandeng tangan Alsava


"Eh kemana?" tanya Alsava kebingungan tapi masih tetap mengikuti langkah kaki Alva yang panjang


"Katanya mau beli kebutuhan bulanan, ayo aku antar" jawab Alva yang terus berjalan menuju parkir


"Hah, kamu?!" tanya Alsava tak percaya


"Kenapa,?" tanya Alva


Alsava hanya diam tak menjawab pertanyaan Alva, di otak nya begitu banyak pertanyaan juga kebingungan, kenapa Alva sampai melakukan hal ini


Setelah berkendara sekitar 30 menit, akhirnya mobil yang di kendarai Alva juga Alsava sampai dipasar yang biasa Alsava kunjungi untuk membeli berbagai bahan dapur


Sebenarnya Alva merasa kurang nyaman, karena sebelumnya dia tak pernah datang kemari, meskipun sang bunda setiap hari pergi kepasar untuk membeli barang keperluan tapi Alva tak pernah mau jika diminta untuk mengantar kemari, dengan alasan terlalu ramai. Tapi kali ini demi mengantar sang kekasih Alva rela melakukan semua hal yang belum pernah dilakukannya


Setelah mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya Alva memarkirkan mobil mewahnya dengan baik, melihat begitu ramai nya keadaan pasar yang dikunjungi nya saat ini membuat Alva sedikit ragu untuk turun, Alsava yang melihat gelagat Alva menarik senyum nya


"Lepas jas nya, mau kepasar juga" ucap Alsava yang hendak turun dari mobil


"Baju yang kemarin kamu bawa nggak" tanya Alsava menoleh kejok belakang mobil Alva, sedangkan Alva hanya menggelengkan kepalanya


"Hhuufft" Alsava mebngembuskan nafasnya


"Ya udah,, aku sendiri aja deh" ucap Alsava berpura-pura kesal.

__ADS_1


Melihat Alsava tengah kesal dengan cepat Alva menahan tangan Alsava agar tak keluar dari mobil, membuat Alsava menarik sudut bibirnya menang


"Oke aku temenin, tunggu sebentar" ucap Alva yang tetap menahan tangan Alsava karena takut sang kekasih akan benar-benar keluar sendiri


Alsava kemudian kembali duduk tenang baru Alva melepaskan cekalan tangannya, dan melepas jas juga dasi yang menggantung dilehernya, tak lupa dia melepas dua kancing atasnya dan melipat jas putihnya hingga kesiku


"Ayo" ajak Alva keluar dari mobil setelah bersiap, membuat Alsava tersenyum puas


Alsava dengan senang hati berjalan memasuki pasar dengan Alva yang mengikuti dari belakang dengan perasaan canggung


Alva memilih sayur-sayuran yang diperlukannya dan dimasukkan kedalam tas belanja yang sudah di bawa nya dari rumah, Alva yang melihat Alsava kesulitan membawa barang belanjaannya dengan sigap dia mengambil nya dari tangan Alsava dan membawanya, membuat Alsava tersenyum malu


Dengan senyum bahagia Alsava belanja berkeliling pasar sambil Alva yang sedikit kesusahan membawa barang belanjaan Alva mengikuti dari belakang


"Wah,, artis ya" bisik ibu-ibu yang melihat Alva begitu tampannya belanja dipasar


Bagaimana tak terpesona dengan pesona yang terpancar dari dalam diri Alva, melihat wajah tampan yang dimilikinya, terlebih pakaiannya yang tak biasa dipakai untuk kepasar


Alsava merasa risih diperhatikan begitu banyak orang, meskipun yang diperhatikan adalah pria yang tengah berdiri dibelakangnya tapi tetap saja Alsava merasa tak nyaman sama sekali


"Ganteng banget mbak,, kenalin dong" ucap pedagang cabe yang melihat ketampanan yang terpancar dalam diri Alva


Alsava yang mendengar ucapan dari ibu-ibu pedagang itu hanya tersenyum simpul tanpa mau menanggapi dan berlalu meninggalkan pedagang itu setelah selesai membayar


"Al" panggil Alsava mencari-cari keberadaan Alva yang tak terlihat


"Al" panggil Alsava lagi tapi hasilnya nihil


Alsava berkeliling ke tempat yang di lewati nya tadi, betapa kesal nya Alsava saat melihat Alva tengah dikerumuni oleh gadis-gadis yang meminta foto padanya, dengan cepat dia berjalan mendekati kerumunan yang tengah mengelilingi Alva


"Sayang" panggil Alsava keras, membuat semua orang yang mengerumuni Alva menoleh kearah Alsava dengan tatapan bertanya-tanya


Alsava berjalan menerobos kerumunan kearah Alva yang tengah berdiri dengan belanjaan ditangannya. Alsava lalu menggandeng lengan Alva posesif dengan senyum manisnya


"Kenapa disini, ayo pulang, aku udah selesai" ucap Alsava mengeluarkan tatapan tajam ke Alva


"I-iya, ayo" jawab Alva sedikit gugup


Langsung saja Alva menggandeng tangan Alsava posesif dengan tatapan hangat membuat seluruh gadis yang mengerumulinya pergi dengan hati kesal


Brakk

__ADS_1


Alsava menutup kasar pintu mobil tanpa menunggu Alva selesai memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi mobil, Alva tersenyum simpul melihat Alsava kesal padanya


"Kenapa hmm" tanya Alva sambil mengelis puncak kepala Alsava, tapi ditepis kasar oleh Alsava


"Kenapa sayang, aku ada salah hmm, aku minta maaf ya" ucap Alva lembut


"Sayang" panggil Alva karena tak ada respon dari Alsava


"Kalau kamu nggak bilang apa kesalahan aku, aku nggak akan tahu"


"Jadi ada apa, hmm" ucap Alva yang terus bertanya sambil mengelus puncak kepala Alsava yang memalingkan wajahnya kearah lain


"Kamu marah" tanya Alva lagi


"Nggak" jawab Alsava ketus


"Terus kenapa cemberut terus" tanya Alva


"..."


"Ya udah kalau kamu nggak mau ngomong, kebetulan gadis-gadis tadi belum minta foto semua" goda Alva yang hendak meninggalkan mobil, tapi tangannya ditahan oleh Alsava dengan menatap dengan tajam


"Kalau kamu keluar dari mobil, kamu pulang jalan kaki" ucap Alsava kesal


Mendengar ucapan Alsava bukannya takut tapi Alva justru tersenyum bahagia, membuat Alsava tambah kesal, langsung saja Alva memeluk erat tubuh mungil Alsava


"Gemes banget sih kalau lagi marah" kata Alva yang masih memeluk erat Alsava


"Aku juga senang dengan panggilan kamu tadi, coba ulangi, aku pengen dengar sekali lagi" ucap Alva sambil tersenyum lebar, mebuat Alsa malu mengingat panggilan apa yang diucapkannya tadi


"Ayo,,,, aku pengen dengar kamu panggil aku kayak tadi" ucap Alva lagi


"Pa-panggil apa" jawab Alsava mengelak


"Seperti yang dipasar tadi" jelas Alva


"Aku nggak panggil apa-apa" ucap Alsava malu sambil membenamkan kepalanya yang masih dipelukan Alva


Alva terkekeh geli melihat tingkah laku sang kekasih yang malu-malu, membuat Alva semakin mengeratkan pelukannya


"U-udah ah, aku mau ke mini market, ada yang belum dibeli" ucap Alsava sambil melepaskan pelukannya

__ADS_1


"Jangan genit-genit" ucap Alsava memperingati


__ADS_2