
Alva benar-benar dibuat kesal, pasalnya satu minggu ini dia begitu disibukkan dengan pekerjaannya, bahkan setiap hari dia dibuat uring-uringan karenanya. Raefal yang melihat tingkah laku bosnya itu hanya mampu menggelengkan kepalanya
Brakk
Alva membanting laporan yang baru saka diberikan oleh Raefal membuat nya terlonjak kaget
"Apa ada yang salah dengan laporannya pak?" tanya Raefal sopan
Namun bukan menjawab Alva hanya diam tak bergeming, bahkan terlihat dia mengepalkan tangannya menahan amarah
"Apa ini yang dia inginkan hah" kesal Alva
"Maafkan saya pak, akan saya periksa ulang laporannya" ucap Raefal meminta maaf
"Rae" panggil Alva
"Saya pak" jawab Raefal sopan
"Apakah jika kita meminta keinginan saat dipuncak bianglala keinginan itu akan benar-benar terkabul?" tanya Alva penasaran.
Sontak saja pertanyaan dari atasannya itu membuat Raefal bingung tak karuan
"Maksudnya pak?" tanya Raefal
"Apa kamu tak mendengar pertanyaan ku ha" ucap Alva bertambah kesal
"Kalau menurut kepercayaan banyak orang memang banyak yang membuktikan kalau meminta keinginan dipuncak bianglala keinginan itu akan terwujud" jawab Raefal memberitahukan yang dia tahu
"Sial" ucap Alva menggebrak meja, membuat Raefal bertambah bingung
"Ada apa Al sebenarnya?" tanya Raefal merubah panggilan mereka
"Gadis kecil itu,!! berani-beraninya dia" ucap Alva
"Memangnya apa yang terjadi" tanya Raefal
"Kau ingat saat kita ketaman bermain dan menaiki bianglala" kata Alva yang diangguki oleh Raefal
"Disana ternyata dia meminta agar tak bertemu lagi dengan ku" jelas Alva kesal mengingat kejadian tempo hari
"Bahkan tempo hari kedua kalinya dia berkeinginan seperti itu, berani sekali dia meminta hal seperti itu tepat didepan orangnya" Alva bertambah kesal
"Alsava" selidik Raefal
"Hn"
"Dua kali?, bagaimana kau tahu kalau itu dua kali?" tanya Raefal bingung
"Aku yang menyarankan untuk meminta keinginan disana, bahkan saat permintaan pertama membuat keinginan, tak terwujud"
"Jadi dia berkeinginan lagi, bodohnya aku menyarankan untuk meminta keinginan lagi agar benar-benar terwujud, kalau tahu keinginannya adalah tak bertemu dengan ku lagi" jelas Alva yang semakin kesal
__ADS_1
"Tungu... Tunggu" ucap Raefal menghentikan kekesalan Alva
"Jadi kalian berdua pernah menaiki biang lala sebelumnya?" tanya nya
"Hn"
"Kapan" tanya Raefal lagi
"Apa kau sekarang penasaran dengan urusan orang lain Rae?!" ucap Alva
Alva yang masih kesal tak dapat berkonsentrasi sama sekali, karena jam sudah makan siang Rae berinisiatif untuk mengajak Raefal keluar untuk mencari makan namun Alva dengan malas menolak
"Bukankah kau ingin bertemu dengan gadis mu" kata Raefal
"Lalu!" ucap Alva
"Ada cafe terkenal enak didekat kampus yang ditempati gadismu,"
"Yahh,, berharap saja semoga gadis mu tengah makan bersama kedua sahabatnya" bujuk Raefal, akhirnya Alva menyetujui ajakan Raefal karena berharap agar dia bertemu dengan gadis nya
⭐⭐⭐
Setelah berkendara hampir satu jam akhirnya mereka sampai dicafe yang mereka tuju. Dengan penuh harap Alva memasuki cafe mengedarkan pandangannya mencari gadisnya berharab dia memang berada disini
Mereka memilih tempat duduk yang kosong karena kebetulan cafe dipadati dengan pelanggan hingga memenuhi cafe, membuat Alva bertambah kesal karena keramaian ini, apalagi pengunjung wanita selalu menatapnya seolah ingin memakannya hidup-hidup
Raefal melambaikan tangannya memanggil pelayan cafe, setelah memilih menu yang diinginkan mereka harus menunggu beberapa saat
Saat tengah berbincang dengan rekan bisnis nya dia merasa terkejut mendapati siapa yang mengantarkan pesanannya, dengan cepat dia menangkap tangan mungil itu
"Akan ku hubungi nanti" panggilanpun berakhir
"Pulang" ajak Alva mencekal tangan Alsava lalu membawanya keluar dari cafe, dengan cepat Alva memberontak dan melepaskan cekalan tangannya
Entah apa yang membuat nya marah saat melihat gadisnya memakai pakaian pelayan seperti ini, terlebih dia baru saja melayaninya membuatnya bertambah kesal
Sedangkan Raefal seolah tak mempedulikan kejadian baru saja karena dia tahu kalau dia akan ditinggalkan oleh Alva jika sudah seperti itu, jadi dia lebih baik memakan makanan yang telah dipesannya
"Apaan sih, pake acara tarik-tarik segala" ucap Alsava kesakitan setelah keluar dari cafe menuju parkiran
"Buat apa kamu bekerja disini Al,? apa penghasilanmu di butik kurang ha,"
"Apa sebegitu kerasnya kamu bekerja mencari uang sampai seperti ini?"
"Aku bisa menginvestasikan uangku dibutik jika kamu mau Al" ucap Alva kesal pada Alsava
"Ngomong apa sih kamu, kurang kerjaan" ucap Alsava yang juga ikut kesal lalu berlalu dari hadapan Alva
Belum juga Alsava melangkahkan kaki nya beberapa langkah tangannya dengan kasar dicekal lagi oleh Alva membuat Alsava terlonjak kaget
"Lepas Al, pelangganku banyak didalam sana" ucap Alsava memberontak
__ADS_1
"Aku akan membeli cafe itu untuk mu, jadi kau bisa bersantai nantinya" teriak Alva tiba-tiba membuat Alsava membulatkan matanya
"Cihh, Untuk apa? Aku tak perlu itu"
"Apa kamu fikir aku juga akan menjual cafe itu untukmu, jangan mimpi" ucap Alsava
"Aku bisa melakukannya hari ini juga" kekeuh Alva
"Cihh, sudah kubilang aku tak akan menjual cafe itu padamu, walaupun dengan harga tinggi sekalipun"
"Lepaskan tangan ku" ucap Alsava kesal
"Kita lihat saja, pemilik cafe ini akan memberikannya padaku Al," ucap Alva
"Dasar pria gila,"
"Aku tegaskan, aku tak akan menjualnya padamu" ucap Alsava
"Cih... Tunggu,... Apa maksud mu" tanya Alva bingung
"Ya, kau tak perlu membeli cafe ini hanya untukku, sedangkan aku sendiri pemilik cafe ini,"
"Ah.. Sebenarnya bagus juga, bukankah sertifikatnya atas nama ku nantinya, jadi aku bisa mendapatkan uang darimu dan cafe ku tak habis melayang" ucap Alsava sinis
"Cihh" ucap Alva kikuk lalu memalingkan wajahnya kearah lain karena malu
"Pulanglah kalau ingin pulang, toh temanmu yang akan membayar tagihannya" usir Alsava dan berlalu meninggalkan Alva
Alva kini baru sadar kalau ternyata Raefal masih didalam dan dengan santai nya menyantap makan siangnya yang telah mereka pesan sebelumnya, dengan cepat dia menyusul Alsava yang telah masuk kedalam dan melanjutkan pekerjaanya
"Kau kalah" ucap Raefal saat Alva telah mendudukan tubuhnya ditempat semula
"Apa maksudmu?" kesal Alva
"Kamu tidak jadi membawanya pulang, dan dia bersikeras untuk tetap disini" tebak Raefal
"Aku tidak kalah, aku hanya mengalah" ketus Alva menyendokkan nasi kemulutnya
"Hhahhaha..."
"Pernyataan apa itu Al" ucap Raefal mengejek
Tak henti-hentinya Alva memperhatikan gerak gerik yang dilakukan oleh Alsava, dia masih dibuat bingung dengan pernyataan Alsava beberapa saat yang lalu bilang kalau dia pemilik cafe ini
'Jika dia pemilik cafe, lalu untuk apa dia ikut turun tangan' batin Alva kebingungan
Sesekali Alva tersenyum melihat tingah laku Alsava, saat berinteraksi dengan pelanggan maupun pekerja yang lain, sikapnya yang ramah bahkan banyak disukai oleh pelanggan disini
Sudah dua jam dia berada disini, dan Alva tak berniat beranjak dari duduknya, bahkan saat ada pertemuan dengan rekan bisnis nya dia meminta untuk berganti tempat menjadi dicafe tempatnya sekarang
Raefal hanya dibuat bingung dengan tingkah bosnya yang sering berubah-ubah sekarang, bahkan dulu dia hanya akan menunjukkan ekspresi marah dan dingin, tapi tidak untuk sekaranh, bahkan Raefal dibuat pusing karenanya
__ADS_1