
'Author Pov'
Matahari telah memancarkan sinarnya, kini Alsava disibukkan dengan kegiatannya di cafe. Karena hari ini adalah weekend jadi sudah sewajarnya jika cafe nya ramai, bahkan hari ini lebih ramai dari biasanya. Dan mau tak mau Alsava pun ikut turun tangan untuk melayani para pelanggannya begitupun dengan Kaila yang juga ikut turun tangan.
Tak jarang para pelanggan memandang heran kearahnya. Karena memang para pelanggan kebanyakan dari kalangan mahasiswa dari universitas yang sama dengan nya. Bisik-bisik mulai mengganggu pendengaran Alsava karena banyak yang membicarakannya. Tak ambil pusing Alsava lebih memilih mengabaikan dan mengacuhkannya, toh ia tak pernah sedikitpun mengganggu mereka.
"Ternyata loe berdua kerja disini?" tanya sinis seorang wanita
"Wah wah, gak nyangka deh, geng yang dikenal dengan kejeniusannya cuma seorang palayan caffe ternyata" sinis wanita di sebelahnya
"Ini makanannya,... dan ini minumannya, selamat menikmati" jawab alsava acuh
Alsava lebih memilih mengacuhkan ucapan dari teman sekelasnya itu dari pada meladeni, toh yang dikatakannya benar sekarang dia sedang melayani pelanggannya.
Ya mereka adalah teman seangkatan Alsava, Friska lusita (23 tahun) dan Jovita indira (22 tahun)
"Aduh, mendingan loe berdua ikutan gabung deh sama kita, gue traktir deh" Friska
"Tapi kok loe cuma berdua aja, mana temen loe yang satunya, nggak ikutan disini juga? tanya jovita meremehkan
Ahh, ingin sekali rasanya Alsava menyuapi sambal kemulut dua wanita yang ada didepannya ini, jika tak memikirian bagaimana bersikap baik pada pelanggan
"Aduh sorry banget ya Fris, Jov, sebenernya kita juga pengen banget gabung, tapi sayang kita lagi sibuk." Jawab Alsava menahan geram sambil berlalu meninggalkan mereka
'Sabar Sa sabar, istighfar, mereka lagi banyak duit makanya mau traktir' batin Alsa dalam hati
"Ctkk. Jadi pelayan aja begitu amat gayanya." Geram Jovita
"Eh.. Sebarin ke group seru tuh kayaknya, duo jenius jadi pelayan caffe hihihi" ucap friska memberi ide.
Dua wanita ini pun telena dengan dunianya, entah apa yang sedang mereka rencanakan. Saat ini mereka merasa dengan hal ini bisa menjatuhkan harga diri Alsava juga sahabat-sahabatnya, karena memang mereka berdua selalu iri dengan apa yang di lakukan oleh Alsava juga sahabatnya itu.
'Brukk'
__ADS_1
Alsava menjatuhkan tubuhkan disofa panjang nya, tubuhnya terasa remuk dan kakinya serasa tak punya tenag untuk digerakkan. Pasalnya beberapa hari ini pelanggan selalu membeludak dan mau tak mau ia harus ikut terjun karena tak tega melihat karyawannya kerepotan. Sebenarnya dia bisa saja hanya mengawasi para karyawannya bekerja dan dia mengawasi dari ruang kerjanya. Tapi Alsava tetaplah Alsava yang keras kepala dan tak tega melihat mereka semua kelelahan. Padahal sebenarnya karyawannya sudah memperingati nya hanya untuk tetap diruangan.
"Mau minum coklat panas atau Es?" tawar Kaila dengan hanya memasukkan kepalanya kedalam ruang alsava
"Es coklat deh. Es nya banyakin" jawab alsava tanpa melolihat kearah sahabatnya
Kailapun berlalu meninggalkan ruang alsava dan membuatkan pesanan yang diminta oleh bos nya itu. Tak berapa lama Kaila masuk dengan membawa dua minuman ditangannya
'Tukk'
"Makasih" ucap alsa singkat lalu menyambar minuman yang ada dimeja di depannya itu. Kaila hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya.
"Mending Loe nggak usah kesini deh sa" ucap Kaila mendudukkan tubuhnya bersebrangan dengan Alsava
"Cafe cafe aku, kenapa kamu yang malah ngelarang aku kesini sih" jawab Alsava bingung
"Kalau loe kesini mendingan loe duduk-duduk manis aja diruangan loe, nggak usah ikutan melayani pelanggan, buat apa loe kasih kerjaan buat mereka kalau ujungnya loe sendiri juga yang capek?!" sanggah Kaila, Ya... Saat ini Kaila sedang dalam mode khawatir, pasalnya dia selalu terlihat kelelahan setelah ikut turun tangan membantu melayani pelanggan.
"Tapi pelanggan banyak begitu mana tega aku Ka, kamu sendiri aja juga kerepotan" jawab Alsava lagi
'Kebiasaan' gumam Alsava dalam hati.
Alsava pun memilih keluar dari cafe setelah mengabiskan minuman yang dibuatkan oleh sahabatnya itu. Karena kalau tak ia habiskan Kaila akan mengomel panjang lebar mengomentari bahwa yang dia buatkan tak enak. Yahhh mau tak mau, toh mubazir jika membuang makanan atau minuman yang telah tersedia. Alsava bergegas menuju mobilnya, karena dia ingat hari ini jadwalnya untuk belanja bulanan, melihat kondisi di apartemennya sekarang tak ada bahan makanan apapun yang bisa dia olah.
Alsava melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang saat ini tak begitu macet. setelah 35 menit dia sampai disupermarket tempatnya untuk berbelanja segala kebutuhan. Diparkirkannya mobil ditemoat yang telah tersedia, Alsava mulai masuk kedalam supermarket. Dia pun berjalan memutari setiap sudut supermarket dengan mendorong troli belajaannya.
"Banyak banget sih ternyata yang harus aku beli, ya ampuun" ujarnya sambil menepuk nepuk jidatnya
Tak terasa troli belanjanya pun penuh dengan barang-barang yang dibutuhkannya. Alsava menuju kasih untuk membayarkan belajaan yang telah ia pilih, setelah selesai Alsava pun keluar dengan membawa dua kantong penuh dengan belanjaan yang ia beli, dia juga terlihat kesulitan membawa karena memang banyak barang yang ia beli. Karena tak memperhatikan jalan secara tak sengaja dia menabrak seorang didepannya
'Bugh'
"Akkk hidungku" pekik alsava kaget sambil mengelus pangkal hidungnya yang terasa ngilu akibat terbentur sesuatu sepertinya, karena kaget kaget, barang belanjaannya pun jatuh berserakan karena terlepas dari genggamannya.
__ADS_1
'Aghh lagi-lagi hidungku dulu yang kepentok' gumam alsava dalam hati
"Aduh maaf maaf, aku nggak sengaja tadi" ucap pria itu. Seketika alsava menghentikan aktivitasnya memunguti barang belanjaan yang jatuh berceceran, mendengar suara yang tak asing ditelinganya. Sontak matanya membulat namun sedetik kemudian rasa kesal menyelimuti hati Alsava
'Lagi-lagi ketemu pria menyebalkan ini huhh' gerutu Alsava
Pria dihadapannya pun tak jauh berbeda dengan alsava, sedetik kemudian sudut bibirnya tertarik keatas melihat gadis didepannya saat ini.
"Untuk yang ketiga kalinya Nona, anda tak sengaja tertabrak olehku, ini suatu kebetulan, takdir, atau memang anda yang mencoba menabrakkan diri di depanku dan mencari perhatianku hemm?" ucap Alva percaya diri
Alsa geram dengan ucapan pria didepannya ini dengan cepat dia membereskan belanjaanya yang terjatuh dan ingin segera beranjak pergi.
'Bisa bisanya pria ini bersikap narsis, seolah dialah yang paling tampan, memang tampan sih, Ctkk kenapa lagi lagi bertemu dia. Mood ku yang tadinya cerah berubah jadi mendung karenanya' gerutu alsava mencebikkan bibirnya
"Aku banyaaaakkk sekali kesibukan tuan Al... Mmmm. Al...?!" Ucap Alsa terputus dengan mata menatap keatas karena lupa mengingat nama pria yang pernah jadi pelanggannya itu
"Alva" ucap alva membenarkan
"Ya.. Ya.. Terserahlah, tuan Alva" Jawab Alsa geram
"Aku bahkan banyaaaak sekali kesibukan, jadi aku tak ada waktu hanya untuk sengaja menabrakkan diri didepan anda" ucap alsa menjelaskan
"Dan untuk kebetulan juga takdir,. Jujur aku benar-benar tak menginginkan kebetulan dan takdir yang seperti ini. Jangan karena anda tampan jadi semua wanita tergila gila dan melakukan hal gila yang anda sebutkan tadi. Itu tidak berlaku untukku tuan. Permisi" sambung Alsa berlalu pergi dari hadapan pria menyebalkan ini. Belum juga alsa melangkah lebih jauh tangannya sudah dicekal yang dia yakini pemilik tangan itu oasti oria menyebalkan yang baru inginditinggalkannya.
"Jadi kau mengakui kalau aku ini tampan Nona?" tanya alva kemudian
"Bahkan semua orang tahu kalau anda tampan tuan, hanya orang tak bisa melihat yang tak mengatakannya. Ctkk. Bahkan dari lahir anda sudah tampan tuan. Kecuali kalau anda ingin berganti gender menjadi perempuan disitu aku akan berganti mengatakan kalau anda cantik" Ucap alsa kemudian dan berlalu meninggalkan Alva yang mematung
'Itu artinya dia bilang aku tampan karena aku laki-laki, jadi kalau aku wanita dia akan berkata cantik. Artinya aku tampan atau tidak menurutnya?' Gumam Alva bingung
"Hei Nona Alsa!" Panggil Alva. Seketika Alsa menoleh kearah panggilan
"Apa lagi tuan?" semakin geram Alsa dibuatnya
__ADS_1
"Kulihat sepertinya ada yang hilang dalam tubuhmu" Ucap Alva kemudian pergi meninggalkan alsa yang kebingungan, senyum lagi lagi terlihat diwajah tampannya.