
'Alsava Pov'
"Lepas" kataku mencoba melepaskan diri
Namun apa daya tenaga ku kalah kuat dengan tubuh besarnya
"Lepasin Al, ini namanya pemaksaan" ucapku yang masih meronta ingin terlepas dari cekalan tangannya, diapun menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap ku
"Kalau kulepas kamu mau ikut dengan suka rela?" tanyanya
"Ogah" ucapku ketus
"Ya udah" ucapnya dengan ekspresi datar lalu lagi-lagi membawaku untuk ikut bersamanya
"Masuk Al" perintahnya berada di depan pintu karena melihatku tak kunjung masuk kedalam mobilnya dengan tangan kirinya yang berada diatas pintu penumpang menutupi agar penumpang yang masuk tak terbentur
"Kenapa?" tanyanya
"Kita mau kemana?" tanyaku ragu
"Jalan-jalan" jawabnya singkat
"Kemana?" tanyaku lagi
"Ketempat yang ingin kamu kunjungi juga yang ingin aku kunjungi" jawabnya
"Masuk dulu" katanya mendorong ku pelan masuk kedalam mobilnya, dengan pasrah aku masuk kedalam mobil mengikutinya
"Jadi,,, ada tempat yang ingin kamu kunjungi Al?!" tanyanya padaku setelah dia melajukan mobilnya
"Mmmm,, Ke Farmers Market!" tanya ku ragu
"Wisata kuliner?" tanyanya dan aku mengangguk
"Ada banyak kuliner disana, aku pengen nyobain" ucapku
Setelah perjalanan hampir satu jam sampailah kami ditempat yang kusebutkan tadi, dan benar saja dia mengajakku kemari.
"Tunggu" kataku menghentikan langkahnya untuk keluar dari mobil
"Kenapa?" tanyanya bingung
"Kamu yakin" kataku
"Yakin, ayo" jawabnya yakin
"iiihhh, bukan itu.. kamu yakin mau kesana pake pakaian kayak gini?" tanyaku menujuk pakaian yang dikenakannya
"Kamu mau wisata apa mau survei sih sebenernya" tanyaku dengan candaan
Dia hanya terkekeh mendengar penjelasanku dan lagi mengacak puncak rambutku kasar, akupun jadi sebal karena ulahnya.
Dia pun masuk kembali kedalam mobil, aku keluar menunggu diluar mobil sembari menunggunya bersiap. Beberapa saat kemudian dia keluar, kulihat dia melepaskan jas juga dasi yang bergelantungan dikerah lehernya, tak lupa dia melepas dua kancing atasnya serta melipat lengan kemeja nya hingga mendekati siku.
'Ya ampun... Kapan sih nih orang jeleknya' gerutu ku dalam hati
"Ayo" ajaknya
Akupun menyusul Alva yang terlebih dahulu berjalan didepan, dengan sedikit berlari aku mensejajarkan langkah ku agar tak ketinggalan dengannya.
"Pelan-pelan jalannya Al" gerutuku setelah sampai disampingnya
__ADS_1
"Kakimu panjang,,, beda sama kaki ku yang kecil, kalau kamu jalannya kayak gitu aku lari-larian" ucapku yang masih menggerutu
Kami berdua memasuki area disana terlihat puluhan mungkin juga ratusan menjual berbagai macam bahan makanan, kebutuhan sehari-hari juga restoran.
Ingin sekali aku menjajaki seluruh jajanan juga resto yang ada disini mencoba seluruh kuliner yang mereka sajikan, tapi Alva menolak, padahal baru beberapa kios dan tiga resto yang kulihat paling recomended yang baru kumasuki. Katanya dia sudah kenyang.
'Ahh sebal' kesal ku
Dengan kesal kami berjalan melewati keramaian. Setelah berjalan kaki cukup lama, tak jauh dari sana banyak toko aksesoris dan pernak pernik souvenir lainnya untuk oleh-oleh, otomatis mataku pun berbinar. Aku menyeret Alva untuk melangkah lebih cepat, membeli beberapa barang yang aku inginkan. Sedangkan Alva sama sekali tak berniat untuk membeli apapun disini dan hanya mengikuti langkahku dari belakang.
Setelah puas mencari barang yang kuinginkan kini tanganku penuh dengan barang belanjaan, tak lupa juga aku meminta tolong Alva untuk membawakan beberapa untuk ku.
Kami beristirahat sejenak sambil memesan minuman untuk menyegarkan tenggorokan yang kering akibat berjalan kesana kemari.
"Mau kemana lagi?" tanya Alva kemudian. Akupun menggelengkan kepala, aku tak tahu tempat mana lagi yang ingin ku kunjungi karena memang ini perdana aku kemari
"Aku nggak tahu, destinasi wisata yang menarik disini dimana!!" ucapku jujur
"Ayo" ajaknya yang sudah berdiri dari duduknya
Aku sebenarnya tak ingin segera pulang, aku ingin ketempat lain, tapi aku sendiri tak tahu dimana itu. Aku dengan malas mengikuti langkahnya menuju mobil dengan dia yang tadi membawa seluruh belanjaanku ditangannya.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dengan kami yang mengobrol walau kadang diselingi dengan candaan yang pada akhirnya akan membuatku mendengus kesal.
Benar saja, Alva mengajakku berkeliling kota Los Angeles sambil sesekali berfoto mengabadikan moment yang dikunjungi sebelumnya. Perasaan senang seolah menyelimuti hati dan fikiranku. Berjalan-jalan seperti ini nyatanya sangat menyenangkan, sejenak aku hilangkan seluruh beban yang ada di hatiku.
⭐⭐⭐
Alva membelokkan mobilnya menuju resto mengajakku turun dan makan malam, karena hari sudah mulai gelap, kami duduk di ruang VIP, membuat kami bebas inhin berbicara apapun tanpa takut orang lain akan mendengar.
"Mungkin malam ini kita bakal menginap disekitar sini" ucap nya dengan melahap makanan kemulutnya.
'Apa maksud nya' batinku
"Hah" kataku
"Iya, kita akan bermalam disini malam ini" katanya mengulang kalimat yang diucapkannya tadi
"Kenapa?" tanyaku
"Nanti kamu akan tahu" ucapnya
Selesai makan Alva kembali membawaku masuk kedalam mobilnya, Kali ini perasaan was-was menghantui pikiranku, bagaimana tidak, malam ini akan bermalam disini, bagaimana kalau semua orang mencariku. Begitupun pikiranku dalam perjalanan, tanpa sadar mobil sudah berhenti, bahkan Alva sudah membukakan pintu untukku juga sabuk pengaman yang melekat ditubuhku
Kami berjalan dengan Alva memimpin didepan,
Bukk
"Akkkk" pekikku kaget
"Kenapa tiba-tiba berhenti sih!" ucapku kesal sambil mengelus puncak hidungku yang menabrak punggungnya
Melihatku kesakitan entah apa yang dilakukannya dia meraba-raba punggungnya yang kutabrak tadi, belum lagi aku paham dengan apa yang dilakukannya tak lama kemudian Alva secara sengaja mencubit hidungku gemas membuatku mengaduh kesakitan, ku pukuli tangan besarnya yang mencubitku tadi dengan keras
"Ngapain sihhh!... Sakit tahu" ucapku yang terus mengelus hidung mungilku yang ku rasa telah memerah akibat ulahnya
"Mengembalikan ini" ucapnya yang lagi-lagi mencubit gemas hidungku
"Aduh aduh" pekikku mengaduh
"Apaan sih maksud nya" tanya ku dengan kesal
__ADS_1
"Tadi waktu aku berhenti kamu tabrak punggungku, hidung mu ketinggalan disana, maka dari itu kukembalikan lagi" ucapnya
Aku yang mendengar penjelasan itu benar-benar kesal, bagaimana mungkin hidung bisa copot dan ketinggalan dipinggungnya batinku tak habis pikir
"Aku takut kamu kesulitan bernafas tanpa hidung mungilmu ini" katanya
"Dasar gila, obat mu masih tertinggal dimobil kah?" tanya ku yang masih kesal
"Ohhh, bahkan mungkin tak bisa bernafas kan, dengan hidung mungil ini saja ku yakin kamu sudah kesulitan apa lagi tanpa nya" ucap nya dengan nada mengejek tapi ekspresinya pura-pura berfikir
Tanpa ba-bi-bu langsung kupukuli tubuh tingginya, apa saja yang bisa kupukuli, tak kuhiraukan dirinya yang terus mengaduh, meminta ampun untukku berhenti.
"Oke berhenti... Berhenti" ucapnya memohon
"Tidak, kami pikir aku akan berhenti begitu saja ha" ucap ku yang terus memukuli dirinya
"Ampun, aduh.... Aduh, Oke... Oke aku minta maaf aku... minta maaf... Aghh" mohonnya lagi yang kini dia sudah berada di bawahku
Kurasa sekarang dia sangat kesakitan karena ulahku, tanganku lagi-lagi dicekal untuk menghentikan aksi gila ku untuk memukuli tubuhnya
"Oke... Berhenti, aku minta maaf" katanya yang masih memegang tanganku
"Dasar menyebalkan" ucap ku kesal dengan memalingkan wajah ku. Aku membulatkan mata ku melihat pemandangan yang kulihat saat ini
"Indah" tanpa sadar aku berucap
"Memang benar" jawabnya yang mendengar ucapanku
"Aku sengaja membawamu kemari untuk melihat semua ini,, indah bukan?" katanya akupun mengangguk senang
"Kamu suka" ucapnya lirih yang terdengar seperti berbisik, akupun tersadar kalau posisi kami benar-benar dekat, segera kudorong tubuhnya hingga terjatuh kebelakang
"Kamu ngapain sih!" pekikku
"Ngapain kamu sedekat itu denganku tadi" ucapku lagi
"Apa?" tanyanya
"Aku hanya memberitahumu kalau pemandangan disini sangat indah" sanggahnya
"Iya,,,... Tapi nggak perlu sedekat itu" kesal ku,
"Minggir sana" usirku
"Hhh, gimana aku mau minggir kalau kamu sendiri masih berada diatasku," Katanya dengan terkekeh, akupun tersadar dengan segera menjauhkan diriku dari atas tubuh Alva.
"Kamu suka" tanya Alva setelah berdiri disampingku
"Cihh" desisku kesal
Ctakk
Keningku secara tiba-tiba dijitak pelan olehnya membuatku kembali mengaduh kesakitan
"Apaan sih" ucapku sambil mengelus keningku yang sedikit sakit
"Kenapa berdecih, kamu bilang beberapa saat yang lalu tempat ini indah, lalu sedetik kemudian kamu berdecih tak suka" ujarnya
"Apa sih yang ada di kepala kecil mu ini Al?" tanyanya
"Aku... Aku suka kok" ucapku cengengesan
__ADS_1