Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Lagi-lagi!?


__ADS_3

'Author Pov'


Diruang kerja nya, seorang gadis tengah disibukkan dengan kegiatannya. Membuat design yang nantinya akan dia ubah menjadi pakaian-pakaian yang cantik dan berkelas tentunya. Seharian gadis itu tak beranjak dari ruang kerjanya, bahkan karyawannya pun tak ada yang berani mengganggu bosnya jika sudah berada di depan kegemarannya itu.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan gadis yang ada diruangan tersebut. Gadis itu pun mendengus kesal, pasalnya siapapun tahu jika saat ini ia sedang tak ingin diganggu. Suara ketukan pun terdengar untuk kedua kali nya. Kali ini gadis itu benar-benar geram dibuatnya. Dengan kesal dia melangkahkan kaki nya keluar membukakan pintu.


"Maaf mengganggu mba alsa, ada pelanggan VIP kita yang ingin bertemu!" Ucap desi dia adalah salah satu karyawan yang bekerja disana


"Nara mana?!" tanya alsa dingin


"Sudah ada di tempat mba, tapi pelanggan itu keukeh ingin bertemu langsung dengan mba alsa katanya!" jawab desi dengan takut


'Hhuufhh' alsava menghela nafas panjang


"Oke aku kesana, bilang ke pelanggan itu aku kesana dalam 5 menit" Perintah alsava


"Aku mau beresin design dulu" sambung alsava dan diangguki oleh desi dan perpamitan pergi


Alsava pun melangkahkan kaki nya masuk kembali kedalam ruangan guna merapikan design-design yang baru saja dia selesaikan. Setelah semuanya siap dia pun bergegas keluar ruangan untuk bertemu dengan tamu VIP yang katanya ingin bertemu dengannya. Karena dia tak ingin pelanggannya menunggu terlalu lama. Sampailah dia didepan pintu dimana ruang VIP itu berada, setelah pintu terbuka sontak mata Alsava membulat betapa terkejutnya dia mengetahui siapa pelanggan VIP yang ingin menemuinya itu. Dengan segera Alsava menguasai dirinya agar bersikap profesional dan menhesampingkan hal yang bersifat pribadi.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Alsava mencoba bersikap ramah


Tak jauh berbeda dengan alsava, pria itu juga nampak terkejut mendapati fakta bahwa pemilik butik yang ia datangi ternyata milik gadis yang pernah ia tabrak beberapa waktu lalu.


"Bisa tinggalkan kami berdua?" ucap alvarendra memerintah


"Aku ingin berbincang berdua dengannya!" sambungnya lagi


Seluruh pegawai yang berada diruang tersebut keluar setelah mendapat persetujuan dari alsava


'Bodohnya aku' rutuk alsava dalam hati, walau meskipun biasanya jika pelanggannya meminta berbicara berdua untuk membahas design yang ingin dimiliki oleh pelanggan selalu disetujui oleh nya, tapi dia merasa tidak untuk pria didepannya ini.


"Akhirnya lagi-lagi kita bertemu dengan cara yang tak terduga Nona... Alsava?!" ucap alvarendra sambil melihat name tage yang ada di baju alsava


"Selamat datang di butik kecil kami tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap alsava tersenyum ramah

__ADS_1


"Aku tak tahu kalau butik ini ternyata milikmu, hmm aku beruntung sepertinya hari ini" Ucap alvarendra santai


"Terimakasih tuan, kami pun beruntung karena tuan bersedia berkunjung di butik kami" ucap alsava mengabaikan ucapan pria itu


"Ada yang bisa saya bantu tuan, anda bisa melihat-lihat dulu koleksi yang kami punya" sambung alsava bersikap ramah menunjukkan keprofesionalannya dalam bekerja


"Ctkk" pria itu mencebik tanda tak suka


"Baiklah, aku mencari setelan untuk acara nanti malam, carikan yang pas dengan ku" perintah alvarendra


Alsava pun menuruti dan mencarikan setelan yang pas untuk alvarendra. Ada beberapa pasang baju yang ia pilihkan yang dikira cocok untuk nya. Alsava pun meminta alvarendra untuk mencoba setelan tersebut di ruang ganti.


'Pilihan yang pas' ucap alvarendra dalam hati ia pun tersenyum puas, tapi sedetik kemudian senyum licik memenuhi wajahnya


"Aku suka pilihan baju ini, tapi bisakah carikan lagi setelan untukku, besok aku ingin bertemu klien, kurasa aku harus mencari setelan yang baru" ucap alvarendra


Alsava pun menuruti, mencarikan setelan pria itu untuk bertemu kliennya.


"Mungkin anda bisa mencoba setelan yang ini tuan" ucap Alsava memberitahu


Dengan sabar gadis itu melayani pelanggan yang bisa dikatakan menyebalkan, bagaimana tidak, alvarendra selalu menolak dengan pilihan yang direkomendasikan oleh alsava dengan berbagai macam alasan, mulai dari pilihan warna, motif, telalu simple, terlalu mewah, dan yang tidak masuk akal adalah kekecilan. Padahal alsava telah memilihkan yang menurutnya pas untuk pria itu. Alsava pun juga dibuat geram karena harus memilihkan setelan yang pas untuk segala agenda yang akan ia lakukan beberapa hari kedepan. Entah sudah berapa puluh setelan yang pria itu coba. Dengan sabar alsava melayani pelanggan nya itu, mencoba mencari setelan yang pas sesuai agenda yang pria itu sebutkan. Tak jarang pria itu meminta untuk memasangkan jas karena pria itu merasa tak puas dengan style yang ia pakai sendiri dan juga meminta untuk memasangkan dasi yang sesuai dengan setelannya. Baginya pelanggan adalah raja untuknya, jadi apapun yang pelanggan itu ingin kan dia harus memenuhi demi kepuasan yang pelanggan dapatkan. Tapi apa jadinya jika semua pelanggan seperti pria yang ada didepannya saat ini.


'Ctkk,, sepertinya anda sangat hafal dengan agenda mu tuan. Dan untuk apa anda memberitahukan agenda anda padaku huhh' kesal alsava


'Sabar alsava sabar, dia pelanggan sekarang' ucap alsava dalam hati menenangkan dirinya


"Baiklah tuan, aku rasa cukup baik sekarang, ada agenda lain lagi tuan, karena saat ini sudah banyak sekali setelan yang anda coba. Dan maaf sebelumnya karena aku rasa ini setelan terakhir yang cocok dengan ukuran tubuh anda" ucap alsava menginteruksi dengan memakaikan jas di badan pria itu.


"Sayang sekali, hmmm aku rasa masih ada satu agenda lagi yang belum ada setelan yang pas untukku," ucap alvarendra berpura-pura befikir


"Lagi" kata alsava lelah. Pasalnya sudah berjam-jam lamanya pria ini tak kunjung selesai dengan pilihannya


"Maaf sekali tuan, tapi sepertinya anda bisa mencari setelan dibutik lain karena semua setelan yang pas dengan tubuh anda telah habis anda coba" ucap alsava tapa melihat karena sedang sibuk memakaikan dasi dileher pria yang ada didepannya ini


"Bisakah kau membuatkannya untukku" ucap alvarendra lembut


"hah" alsava tersentak kaget. Pasalnya pria dingin, kadang tak berekspresi dan menyebalkan beberapa saat yang lalu itu berbicara lembut padanya.

__ADS_1


'Uhuk uhuk uhuk' pria itu terasa tercekik, karena kaget dengan ucapan yang baru saja dilontarkan untuknya tak sadar alsava mengencangkan dasi yang ia pakaikan untuk alvarendra


"Kau sengaja ingin membunuhku kan Nona" ucap alvarendra marah melonggarkan dasinya


"Ah maaf tuan maaf, saya benar-benar tak sengaja" ucap alsava meminta maaf


'lihatlah, dia jadi pria yang marah sekarang' gumam alsava lirih


'Ctkk' alvarendra mencebik


"Jadi bisakah kau membuatkannya untukku Nona?" tanya alvarendra lagi


"Ahh... bisa bisa, sangat bisa tuan" ucap alsava terbata bata


"Alva" ucap alvarendra menatap alsava


"Hah" alsava tersentak lagi tak mengerti apa yang di ucapkan pria ini


"Apa kau tak ingin tahu nama ku nona, walau hanya sekedar menandai design yang akan kau buat untukku?" tanya alvarendra


"Be... Benar tuan, maaf atas ketidak tahuan saya mengenai nama pelanggan saya." Ucap alsava memelas


"Baik-baik hentikan, tapi apa kau tak ingin mengukurku, untuk mengetahui seberapa ukuran yang akan kau buat nantinya nona? tanya alvarendra lagi


Setelah semuanya selesai alsava pun mempacking setelan yang telah dipilih oleh pria itu dibantu oleh beberapa karyawannya. Alvarendra pun membayar tagihan dari semua setelan yang ia pilih.


"Semoga anda puas dengan pelayanan kami tuan" ucap alsava ramah


"Aku puas, sangat puas. Terlebih melihat mu menjadi penurut dengan pelangganmu nona alsava" bisik alvarendra di telinga lasava


"Terimakasih banyak dan ahh, maaf aku sangat menyesal telah membuat butikmu berantakan karena ulah yang sengaja kubuat" Ucap alvarendra kemudian dan berlalu meninggalkan butik


Sesaat alsava sadar bahwa selama ini dia di kerjai oleh pria itu. Dan yang lebih frustasi dia melihat fakta bahwa benar adanya ruang VIP itu berantakan dengan setelan yang tegantung tak beraturan. Membuat siapapun menggelengkan kepala dibuatnya.


"Aggggh, pria kurang ajar, dasar. Bisa-bisanya aku mau aja ditipu oleh pria itu. Melakukan ini itu sampai berjam-jam, melayani pria menyebalkan itu. Aggghhhh.. Awas saja lain kali, akan kubalas." Kesal alsava keluar dari ruangan


Disisi lain pria itu tersenyum nampak puas dengan apa yang ia perbuat hari ini.

__ADS_1


__ADS_2