Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Kisah Kita


__ADS_3

"Alsa Will you marry me" ucap Alva mengeluarkan sekotak cincin berlian ditangannya


Alsava yang sedari tadi menyimak perkataan Alva hanya diam membatu, mendengar Alva melamarnya Alsava berlari dan menghambur kepelukan Alva dan menangis


"Hiks hiks hiks" Alsava menangis sejadi jadinya dipelukan Alva


Alva memeluk Alsava dengan perasaan yang bercampur aduk, beginikah reaksi wanita jika dilamar pikir Alva kebingungan


"Kenapa...!"


"Kenapa hiks" ucap Alsava sesegukan


"Kenapa baru sekarang hiks" ucap Alsava lagi semakin menangis


Melihat Alsava semakin menangis membuat Alva bertambah kebingungan, terlebih dengan perkataan yang diucapkan oleh Alsava baru saja


Dengan hangat Alva memeluk erat sambil sesekali mengecup pucak kepala Alsava dengan lembut, tangannya membelai rambut panjang Alsava yang tengah diurai oleh nya


"Kenapa sayang hmm" tanya Alva saat melihat Alsava sudah mulai tenang


Alva mengambilkan air mineral yang berada diatas meja untuk diminum Alsava agar lebih tenang


"Kenapa menangis" ucap Alva mengusap lembut pipi Alsava bekas air mata


Bukannya menjawab Alsava lagi lagi justru menangis membuat Alva kebingungan setengah mati, Alva segera memeluk Alsava yang menangis sesegukan


"Aku nggak bisa Al.."


"Aku nggak bisa hiks" ucap Alsava yang kemudian mengurai pelukannya


"Ap.. Apa maksud mu Al" tanya Alva kebingungan


"Hiks.. Kenapa...! Hiks.. Kenapa baru sekarang hiks" ucap Alsava sambil sesegukan


"Maksudnya?" tanya Alva lagi


"Kenapa baru sekarang kamu melamar ku, kenapa baru sekarang Al, kenapa?" pekik Alsava mendorong jauh tubuh Alva


"Aku nggak bisa, huuu" Alsava menangis meraung raung menjauh dari Alva


"Apa maksud mu Al"


"Kamu menolak lamaranku?"


"Kamu menolak karena aku terlambat melamar kamu Al?" tanya Alva tak percaya


Alsava kembali menangis sesegukan


"Aku nggak bisa Al..."


"Aku nggak bisa, akhmpt" belum sempat Alsava menyelesaikan ucapannya Alva sudah lebih dulu menutup mulut Alsava dengan bibirnya


Tentu saja Alsava terkejut dan mendorong tubuh Alva sekuat tenaganya


Plak


Alsava menampar pipi Alva dengan keras


"Kamu pembohong Al hiks"


"Kamu berjanji tidak akan melakukan apapun padaku"


"Tapi hari ini, kamu melanggar janji itu" teriak Alsava kecewa


"Aku minta maaf"

__ADS_1


"Aku minta maaf Al, itu... itu diluar kendali"


"Aku mohon jangan katakan kalimat terkutuk itu lagi.. Aku mohon" mohon Alva penuh pengharapan


Alsava menggelengkan kepala dan kembali menitikkan air matanya


"Aku memang nggak bisa Al hiks" jawab Alsava menghapus air matanya


"Kamu terlambat"


"Aku akan segera menikah hiks" jelas Alsava mencoba kuat


Bagai disambar petir mendengar kenyataan yang diucapkan oleh Alsava baru saja, dan bagaimana bisa Alsava berkata akan menikah


"Me.. Menikah?" ucap Alva tak percaya


"Kamu menghianatiku Al?"


"Kamu menghianati cinta ku?" tanya Alva meraih pergelangan tangan Alsava sambil menahan amarahnya


Alsava menggelengkan kepalanya


"Orang tua ku menjodohkan ku dengan pria lain hiks" jawab Alsava kembali menangis


"Di jodohkan?" tanya Alva lagi, Alsava hanya menganggukan kepalanya sambil terus menangis


"Maaf, bukan karena aku menghianati kamu"


"Bukan aku menghianati cinta kamu"


"Aku nggak bisa menolak permintaan mereka hiks" ucap Alsava sesegukan, dia memeluk Alva dengan sangat erat dan terus menerus menangis dipelukan Alva


Hati Alva seolah hancur berkeping-keping, seseorang yang dicintainya akan menikah dengan pria lain selain dirinya, wanita yang ingin dinikahinya nyatanya telah dijodohkan dengan pria lain, tanpa sadar Alva menitikan air mata nya


Rasa sakit nya seolah merasuk hingga kesanubarinya, rasa kecewa, amarah, sedih semuanya bercampur menjadi satu


Flash Back On


Alsava yang tengah bersantai dikamarnya tiba-tiba saja bik Niem Art dirumah besar Alsava memanggilnya untuk turun karena dipanggil oleh sang papa


"Kenapa bik?" tanya Alsava sopan pada Bik Niem


"Saya juga kurang tau non, nyonya besar bilang non Sava di minta turun kebawah" jawab bik Niem jujur


"Nenek juga ada bik?" tanya Alsava


"Ada non,, semuanya sedang berkumpul diruang keluarga" jawab bik Niem


"Ya udah makasih ya bik, bibik duluan aja" ucap Alsava masuk kedalam kamarnya


Sepuluh menit kemudian Alsava baru turun karena harus menjalankan kewajibannya terlebih dahulu sebelum turun keruang keluarga


"Ada apa Ma?" tanya Alsava bingung, karena dilihatnya Mama, Papa, Grandma, Grandpa tengah duduk berkumpul di ruang keluarga


Kalau bertanya dimana Arkana berada dia tengah keluar bermain bersama teman SMA nya dulu


"Duduk dulu sayang" ucap Mama lembut menepuk sofa agar Alsava duduk disebelahnya


Mau tak mau Alsava menuruti permintaan Mama untuk duduk berdekatan dengan sang Mama


"Ada yang mau Mama dan Papa bicarakan dengan kamu" ucap Mama langsung keintinya


"Masalah perusahaan kah?" tanya Alsava penasaran


Mereka berempat serempak menggelengkan kepalanya membuat kening Alsava berkerut tak paham

__ADS_1


"Lalu?" tanya Alsava semakin penasaran


"Begini sayang,! kamu kan sudah selesai menyelesaikan kuliah kamu"


"Jadi kami fikir sudah waktunya kamu menikah" ucap Mama yang disetujui oleh yang lainya


"Me.. Menikah Ma"


"Tapi..." ucap Alsava masih tak percaya


"Kamu nggak perlu khawatir sayang"


"Kami juga minta maaf sama kamu karena baru memberi tahu hal ini sekarang" kata Mama lagi


"Apa maksud nya Ma, Pa?" tanya Alsava semakin penasaran memandang seluruh keluarganya secara bergantian


"Sebenarnya, kamu sudah kami jodohkan dengan anak teman Mama" jujur Mama


"Di jodohkan?"


"Ma.. Sekarang jaman sudah maju Ma"


"Bukan jaman nya Siti Nurbaya lagi yang putri nya harus di jodohkan!" tolak Alsava


"Dia anak sahabat Mama sayang!" ucap Mama dengan lembut


"Tapi kenapa Ma, Pa"


"Grandma, Grandpa?" Alsava memandang wajah keluarganya satu persatu meminta permohonan


"Apa Sava boleh menolak kali ini?" tanya Alsava mulai berkaca kaca


Mereka semua serempak menggelengkan kepalanya, tanpa sadar air mata Alsava jatuh tanpa bisa dicegah


"Bagaimana jika Sava punya orang yang Sava cintai?" tanya Alsava lagi dengan penuh harap


"Kamu sedari kecil sudah dijodohkan oleh nya nak, dan pihak semua keluarga setuju"


"Bahkan beberapa minggu lagi mereka akan kemari menentukan hari pernikahan kalian!" timpal Papa melembut


"Kenapa?" ucap Alsava yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya agar tak jatuh


"Papa mohon sayang, ini juga untuk membalas kebaikan mereka, karena dulu keluarganya sering membantu perusahaan Grandpa saat sedang dalam kesulitan" ucap Papa


"Kalian semua mengorbankan aku, anak Mama, Papa juga cucu Grandma Grandpa hanya untuk masalah bisnis"


"Kenapa harus aku?" tangis Alsava pecah, hatinya begitu sakit karena dia harus mengorbankan semuanya untuk membalas kebaikan yang telah diberikan pada keluarganya


"Ma... Aku mohon Ma" mohon Alsava penuh harap


"Dari dulu, aku harus menuruti permintaan kalian, melakukan hal yang kalian mau dan yang aku mau"


"Kalian memang tidak pernah melarang Sava melakukan semua hal yang Sava suka"


"Tapi sava capek, kalau Sava harus melakukan dua hal yang bertentangan dengan keinginan Sava hiks"


"Bisakah kali ini, sekali saja Sava melakukan yang Sava sukai,"


"Toh Sava nggak kenal dengan dia kan Ma, hiks" Alsava mengeluarkan unek unek dikepalanya


"Alsava pengen hidup dengan orang yang Sava cintai Ma, huuu" Alsava menangis


"Kami minta maaf sayang," begitulah penolakan dari keluarga Alsava, mereka menolak permintaan Alsava


"Itu semua yang terbaik untuk kalian sayang,"

__ADS_1


"Dia pria baik, dan Mama yakin kamu akan mencintai dia nantinya ya" Mama meyakinkan


Flash Back Off


__ADS_2