Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Ternyata


__ADS_3

'Author Pov'


"Good morning,.." Ucap pria itu sumringah


Uhukk uhukk uhhukk


Seketika Alsa terbatuk-batuk karena tersedak, kaget mendapati seseorang menyapanya dipagi hati, seketika pula Alsa membulatkan mata nya melihat sesosok pria tampan tengah duduk dimeja makan menikmati jus ditangannya


"Kamu!" Teriak Alsa kaget


"Kamu bener-bener kurang ajar ya ngapain disini!" ucap Alsa berdecak pinggang


Alsava begitu marah mendapati fakta bahwa ada seorang pria berani masuk kedalam apartement nya, bahkan dengan santai nya dia duduk santai sambil meminum jus ditangannya


"Oh maaf" ucap pria itu


"Nggak sopan, ngapain disini, keluar kamu?!" teriak Alsa marah-marah


"Al,, aku minta maaf" kata Alva santai


"Apa! maaf!?" decak Alsa


"Maaf apa ha.. Maaf apa!" ucap Alsa yang sekarang memukuli tubuh Alva


"Aduh.. Aduh" reflek Alva mengaduh mendapat pukulan pagi dari Alsa


"Oke,, Maaf.. Maaf" ucap Alva memelas sambil memegang tangan mungil Alsa untuk menghentikan pukulan pada tubuhnya


"Aku minta maaf oke,, maaf karena memakai dapur mu tanpa izin, dan..." Ucapan Alva terpotong membuat Alsa berkerut karena penasaran


"Dan meminum jus yang ada dikulkas mu" lanjutnya menunjukkan jus yang hampir tandas dengan dagunya


"Nanti kuganti, oke jangan marah" ucap Alva memberikan tatapan memelasnya


"Lepas!" kata Alsa mencoba melepaskan tangannya


"Tidak Al" ucap Alva


"Ini masih pagi, dan kamu sudah memberiku pukulan dibeberapa bagian tubuhku" sambungnya


"Kamu pantas mendapatkannya" tantang Alsa yang masih mencoba memberontak


"Kenapa?" tanya Alva penasaran


Namun sebelum Alsa melanjutkan kalimatnya sudah terpotong oleh Alva


"Oke, aku minta maaf karena lancang memakai dapur dan juga meminum jus mu, ah satu lagi, aku juga meminjam kamar mandi mu untuk membersihkan diriku" jujur Alva


"Aku minta maaf hmm" kata Alva melembut


"Apa!??" Alsa terkejut mendengar penuturan pria didepannya


"Jadi kamu!!" ucap Alsa menggantung, dia tak dapat melanjutkan kalimatnya lagi


"Mesum... Mesum... Mesum!!" teriak Alsa geram


"Hei.. Heii.. Siapa yang kamu bilang mesum" tanya Alva santai


"Kamu!?!" jawan Alsa marah


"Aku... Aku tidak, bagian mana yang mesum Al?" tanya Alva

__ADS_1


"Lalu, kalau kamu bukan mesum ngapain kamu disini ha!" tanya Alsa menahan amarahnya


"Apa!?, kamu yang memintaku tinggal" jawab Alva dengan santai nya


"Ap.. Apa?! kapan aku melakukan itu,, jangan mengada-ada?!" jawab Alsa geram


"Semalam,, kamu tak ingat, bahkan kamu memelukku dengan erat, bahkan untuk meninggalkanmu mengambil minum saja kamu tak memperbolehkanku!" jelas Alva


Alsa benar-benar terkejut mendengar penuturan pria didepannya ini, bagaimana mungkin dia tak mengingat hal itu sama sekali


"Jadi itu semua bukan mimpi" ucap Alsa lirih yang masih didengar oleh Alva


"Tentu bukan Al, itu kenyataannya, faktanya oke" jawab Alva menampilkan senyumannya


"Ap... Apa,, aku tidak melakukan itu" ucap Alsa mencoba berdalih


"Tapi kamu benar-benar memelukku Al,, Ahh... bahkan karena nyamannya kamu sampai tertidur dipangkuanku" Goda Alva membuat muka Alsa memerah karena malu


Alsa yang semakin memerah segera melepaskan cekalan tangannya dan langsung berlari ke kamarnya


Brakk


Alsa membanting pintunya dengan keras membuat Alva kaget, namun kemudian dia tersenyum bahagia melihat tingkah malu-malu yang dilakukan gadis itu


"Aaaaa,, jadi semalam bukan mimpi, hah, bodoh... bodoh.. bodoh" ucap Alsa menjatuhkan tubuhnya tengkurap di kasur nya


"Bisa bisa nya sih aku kayak gitu ya ampun!" ucap Alsa memukul pelan kepalanya


Setelah tenang Alsa memutuskan untuk membersihkan diri dan bersiap, dia memoles wajahnya dengan sedikit sentuhan bedak dan juga lipstik tipis untuk menghiasi wajah cantiknya. Dia pun keluar dari kamar nya, namun betapa kaget nya Alsa mendapati bahwa pria tadi justru duduk santai di sofa tanpa beranjak sekalipun membuat mood Alsa menjadi turun


"Ngapain sih masih disini?" tanya Alsa geram


Mendengar dirinya diajak berbicara Alva pun menoleh mendapati bahwa gadis dibelakangnya sudah cantik dan rapi


"Apa,,, aku.. Mmmm aku tidak takut!" Ucap Alsa, sebenarnya dia malu mengingat kejadian semalam yang memeluk pria itu dengan sangat erat bahkan enggan untuk dilepaskannya


Alsa yang menahan malu membuang muka nya kearah samping agar Alva tak melihat wajah merahnya saat ini,


"Itu?" tanya Alsa menunjuk ke arah meja makan


"Ah, itu ku buatkan sarapan untuk mu, makanlah untuk mengisi energi pagimu!" jawab Alsa yang juga menunjuk meja makan dengan dagunya


"Bukan itu yang ku maksud, tapi baju itu... Ah bukan hoddie itu?" jelas Alsa menunjuk arah yang ditujunya


"Hoddie?" kata Alva melirik kearah yang sama


"Ah, itu milikku, kenapa? apa kamu memiliki hoddie yang sama denganku?" ucap Alva penasaran


Alsa begitu syok, melihat bahwasanya hoddie itu milik pria didepannya, hoddie yang sama seperti pria yang mengejarnya semalam, tapi kenapa, kenapa dia mengejarnya, begitu pikir Alsa kebingungan


"Jadi!" ucap Alsa ketakutan dengan takut dia memundurkan langkahnya


Alva yang melihat gerakan Alsa merasa aneh, karena dilihatnya gadis itu tengah ketakutan melihat dirinya


"Hei, ada apa?!" tanya Alva mendekati Alsa, namun Alsa lebih memundurkan langkahnya jauh kebelakanh


"Pergi?!" teriak Alsa takut


"Hei.. Hei.. Kenapa? ada apa?" Alva kebingungan melihat tingkah laku Alsa


"Jangan mendekat,!.. pergi?!"

__ADS_1


"Kamu kan yang semalam mengikutiku!?" teriak Alsa


"Kenapa!... Kenapa!?" Apa salahku?" teriak Alsa lagi dengan menangis


"Apa yang kami bicarakan Al? aku tak mengerti?!"


"Mengikuti!... Mengikuti apa,, siapa yang aku ikuti?" tanya Alva mendekati Alsa yang menangis dipojok ruangan


"Berhenti.. Huuuu!" tegas Alsa yang masih menangis


"Lalu kalau kamu tidak mengikutiku, kenapa kamu bisa ada disini huuu!" ucap Alsa meringkuk ketakutan


Alva merasa hatinya sakit melihat gadis yang dikasihinya itu menangis ketakutan, dia dengan cepat berjalan kearah Alsa yang tengah ketakutan itu


"Tenang, oke kamu salah paham" ucap Alva melembut


"Aku tak mengikutimu,, aku bahkan tak tahu kalau kamu tinggal disini" sambung Alva


"Pergi?!" teriak Alsa mendorong tubuh Alva hingga terjerembab kebalakang


"Aku melihat melihatnya sendiri Al! kamu mengikutiku, hoddie ini,, sama seperti pria yang mengikutiku, sama yang aku lihat semalam huu huuu!" ucap Alsa menangis tersedu sedu,


Alva merasa sangat iba melihat gadis didepannya menangis seperti itu, dengan sigap dia merengkuh tubuh mungil gadis didepannya kedalam pelukannya meskipun sang gadis meronta untuk dilepaskan


Gadis itu begitu ketakutan, dipukulinya dada bidang yang memeluk tubuh mungil Alsa, bahkan sesekali dia menggigit lengan yang merengkuhnya berharap agar segera dilepaskan, tapi ternyata pelukannya juga tenaganya terlalu kuat untuk Alsa melawan


Setelah hampir 15 menit Alsa menangis dipelukan Alva, usahanya yang sia-sia memilih untuk mengalah dan membiarkan pria itu memeluknya, Alsa yang tenang ingin segera melepaskan pelukan yang merengkuh tubuhnya


"Aku tidak mengikutimu Al" ucap Alva sesaat setelah Alsa tenanh


"Aku bahkan tak tahu kalau kamu tinggal disini" jelas Alva


"Lalu hoddie itu, itu hoddie yang sama seperti pria yang mengikuti ku semalam hiks" ucap Alsa yang masih sesegukan


"Mungkin kamu salah mengira Al" kata Alva positiv


"Tapi kulihat pria itu mengikutiku sejak aku keluar dari mini market, bahkan sampai di lantai basement hingga kemari dia mengikutiku Al!" jelas Alsa yang masih dalam pelukan Alva


"Apa?! jadi itu kamu Al!?" tanya Alva


"Apa maksud kamu hiks!" tanya Alsa mendongak melihat kearah Alva


"Mobil merah didepanku, mmm aku memang berada dibelakang mobil itu saat menuju kemari!"


"Jadi itu kamu?" tanya Alva penasaran, Alsa hanya menganggukkan kepalanya


"Dan wanita yang berlarian menuju lift semalam itu kamu?" tanyanya lagi dan hanya diangguki Alsa lagi


"Maaf membuatmu takut" ucap Alva tulus


"Aku tak tahu apa yang membuatmu takut, tapi aku minta maaf" ucap Alva lagi menghapus jejak air mata dipipi Alsa


"Kamu memaafkanku kan" tanya Alva


Alsa menganggukan kepalanya


"Baiklah, aku memaafkanmu,, jika kamu melepaskan pelukanmu, aku tidak bisa bernafas" ucap Alsa menundukkan kepalanya


"Oh maaf" reflek Alva melepaskan pelukannya.


"Hhmmm.. Terimakasih" ucap Alsa berdehem dia menundukkan kepalanya menahan malu, karena lagi-lagi dia menangis dipelukan pria didepannya itu

__ADS_1


Setelah Alsa tenang akhirnya mereka sarapan yamg telah dibuat Alva tadi pagi


__ADS_2