
Hari ini adalah hari kelulusan Alsava juga bagi seluruh wisudawan wisudawati di Fakultas yang Alsava tempati, seluruh keluarga ikut menghadiri acara kelulusan kali ini tak lupa juga seluruh keluarga Alsava yang turut hadir hari ini
Acara dilaksanakan dengan begitu hikmat tanpa kendala suatu apa pun
"Selamat ya sayang" ucap Mama mengecup pipi Alsava dan memeluk erat
Tak lupa juga Papa, Grandpa, Grandma dan seluruh keluarga Alsava ikut memeluk Alsava secara bergantian, mereka pun beranjak menuju stan foto untuk foto bersama dengan keluarga besar
"Direktur Aksa danuar?!" sapa seorang rektor
Merasa namanya dipanggil seketika papa Alsava menoleh mencari siapa yang memanggilnya
"Benar-benar direktur Aksa, tak kusangka saya bisa bertatap langsung dengan direktur hari ini" ucap rektor itu menulurkan tangannya dan disambut hangat oleh papa Alsava
"Ah iya, bapak mengenal saya sebelumnya?" tanya Aksa
"Ah siapa yang tidak mengenal direktur Aksa, pemimpin hebat yang sudah mendirikan berbagai macam cabang perusahaan" puji rektor tersebut
"Tidak perlu memuji pak, itu hanya suatu kebetulan semuanya berjalan baik-baik saja" ucap Aksa malu
"Ada gerangan apakah direktur Aksa menyempatkan mampir ke fakultas kami yang kecil ini" ucap Rektor itu merendah
"Ah, hanya menemani anak kesayangan saya yang sedang melaksanakan resepsi wisuda hari ini" jawab Aksa enteng
"Benarkah, siapa nama anak direktur, maaf karena selama ini kami tidak bisa mengenali anak direktur" ucap sang rektor menyesal
"Tidak apa-apa, tidak perlu berlebihan" jawab Aksa santai
Tak berapa lama sang istri datang mendatangi suami nya yang tengah berbincang-bincang
"Pa.." Ucap Anneke Farica istri dari Aksa danuar sekaligus ibu dari Alsava juga Arkana sambil menepuk pelan bahu sang suami
"Iya ma," Ucap Papa lembut kepada istri nya
"Udah selesai belum, itu anak-anak mau minta foto bersama" tanya Mama tak kalah lembut sambil melontarkan senyum kepada lawan bicara Papa
"Ah, perkenalkan, ini istri saya" Papa memperkenalkan istri kesayangannya yang disambut dengan hati berbunga oleh sang rektor, setelah puas berbincang, Papa dan Mama berpamitan karena hatus foto bersama
Melihat Direktur yang terkenal dengan potensinya ikut hadir di acara hari ini, orang tua murid yang juga dari kalangan pebisnis tak habis-habisnya menyapa Papa Aksa juga Grandpa yang juga terkenal di kalangan bisnis
Bagi mereka suatu kebanggaan karena bisa bersitatap langsung dengan kedua pebisnis yang banyak di kagumi oleh banyak orang, membuat Alsava maupun Arkana menjadi sedikit kesal, ah tidak... Tapi lebih tepatnya Alsava yang kesal, karena tak hanya Papa juga Grandpa yang menjadi perbincangan, bahkan sang adik tak kalah ikut populer karena ketampanan yang dimilikinya
__ADS_1
"Kapan bisa foto nya sih Sa, kita kan juga pengen foto sama semuanya juga" tanya Nara yang sedari tadi tengah duduk sambil menunggu ketiga pria beda usia itu selesai denga irisan mereka masing-masing
"Nggak tau tuh, tau gini tadi nggak usah diajak aja mereka" gerutu Alsava kesal
"Iya Sa, yang anak siapa yang mau minta foto siapa" timpal Kaila tak kalah kesal
"Eh.. Tapi beruntung juga sih pacar kamu yang ganteng itu nggak ikut hadir" ucap Nara membuat Alsava juga Kaila menoleh bersamaan
"Maksudnya" tanya Alsava tak paham
"Bener juga kata lo Ra,, bisa-bisa nih kita selesai abis maghrib semua acara" timpal Kaila heboh
"Maksud nya" Alsava masih tak paham
"Ya elah Sa, si Alva kan direktur muda tuh, terkenal juga dari kalangan pebisnis"
"Udah gitu dia banyak digilai sama kaum hawa"
"Dia yang punya ketampanan tingkat dewa"
"Lo bayangin deh, kayak apa hebohnya ini fakultas kalau sampai dia juga ikut hadir"
"Gimana Alva juga ikut disini" jelas Kaila panjang lebar
"Bener tuh Sa kata Kaila, coba deh kamu bayangin kayak apa hebohnya"
"Eh jangan dibayangin deh" ucap Nara cengengesan
Alsava Kaila juga Nara begitu bosan menunggu sang Papa yang tak ada habis-habisnya. Alsava yang melihat sang adik yang tengah di kerumuni oleh banyak gadis merasa jengah, dia pun berdiri menghampiri Arkana
"Sa, mau minta foto juga, mumpung ada cowok ganteng" bisik Rena salah seorang teman Alsava
Alsava hanya menggeleng malas sambil terus berjalan menghampiri Arkana yang tengah dimintai foto oleh gadis-gadis
"Eh, mau minta foto juga Sa, sini" ucap Jovita sinis sambil melambaikan tangannya, karena saat ini dia juga tengah berfoto dengan Arkana
"Enggak makasih" jawab Alsava malas
"Ayolah,, Siapa tahu mau Sa dia sama lo," Indri mendesak Alsava untuk meminta foto bersama
"Apa sih, udah ah" jawab Alsava
__ADS_1
Alsava semakin berjalan mendekati Arkana yang sepertinya juga semakin jengah karena selalu dimintai foto oleh para gadis
Alsava menarik paksa tangan Arkana agar segera menjauh dari kerumunan, membuat para gadis merasa heran karena Alsava secara tiba-tiba menarik paksa lelaki yang tengah mereka kagumi
"Apaan sih main tarik aja, kan sakit jadinya" ucap Jovita manja dan melepaskan cekalan tangan Alsava dari Arkana
"Maaf ya temen-temen udahan dulu foto nya" ucap Alsava menengahi
"Kenapa Sa, kalau mau foto antri dong" ucap yang lain tiba-tiba sewot
"Tapi kalian udah hampir dua jam foto sama dia, maaf ya" jawab Alsava seraya menarik tangan Arkana agar mengikutinya
"Sorry ya Sa, lo nggak bisa seenaknya tiba-tiba narik dia dong"
"Jangan cuma mau sendirian aja kalau mau sama dia, kita aja gabung" gerutu Jovita yang kemudian di angguki oleh yang lain
"Sa, tuh bokap lo udah selesai, buruan kalau mau foto" ucap Kaila yang sedang menghampiri Alsava
"Ya udah sana Sa, foto dulu sama keluarga kamu" ucap Rena menarik tangan Arkana
Kaila yang melihat tingkah manja Rena langsung menarik tangan Arkana
"Dia adek nya Alsa, kalau kalian narik dia gimana keluarganya mau foto" sewot Kaila mulai jengah, dan pergi meninggalkan sekumpulan gadis yang mengerumuli Arkana
Sedangkan gadis-gadis itu terbengong bercampur malu karena tingkah laku mereka, mereka juga tak percaya kalau pria tampan yang mereka kagumi adalah adik dari temannya Alsava
Setelah semua acara selesai seluruh mahasiswa dan mahasiswi berangsur pulang meninggalkan kampus
"Jadi pulang malem kan kita" gerutu Mama Anneke setelah sampai di apartement Alsava
"Tau tuh, Papa sama Grandpa betah banget ngobrol nya, tuh anak kesayangan Mama juga sama" Alsava mengadu
"Kenapa pada tidur disini sih Ma"
"Kamar disini kan cuma dua" Adu Alsava memelas
"Yang paling deket sayang, lagian kalau puang kerumah bisa-bisa sampai rumah subuh"
"Udah ah, Mama mau mandi dulu" ucap Mama Anneke melenggang pergi ke arah kamar mandi
Dan akhirnya Apartement Alsava ditiduri oleh seluruh keluarga besar Danuar
__ADS_1