Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Penjelasan


__ADS_3

Setelah mendapatkan mobil alva, arka seketika lari keluar dengan senang karena diizinkan memakai mobil alva yang kali ini memakai mobil sport. Alsava diam sembari mengerucutkan bibirnya karena kesal alva lagi-lagi membiarkan adiknya memakai mobil alva. Alsava hanya khawatir kalau lagi-lagi arkana merusakkan mobil alva


"Jangan marah dong sayang" bisik alva lirih, alsava masih diam tak menggubris


"Kok lo kasih gitu aja sih Al itu mobil. Lo tahu kan kalau arkana bawa mobilnya ceroboh"


"Lo nggak takut mobil lo kenapa-napa lagi"


"Servisnya mahal lo itu" tanya Kaila pada Alva heran


"Nggak apa-apa, cuma mobil" jawab Alva enteng yang masih mencoba membujuk alsava


"Ya emang sih cuma mobil, tapi tetap aja"


"Hhh, terserah lo deh, orang kaya masalah itu nggak seberapa" kesal Kaila


"Tunggu..." Ucap Mama menghentikan obrolan kami


"Kalian saling kenal" tanya Mama heran


Kami hanya bertatap pandang, kami baru sadar kalau tak ada yang memberi tahu hubunganku dengan Alva sebelumnya


"Arka juga, dia bukan orang yang cepat akrab dengan orang baru" tanya Mama lagi


"Tapi hari ini, arka dengan beraninya meminjam mobil pada alva"


Seketika kami saling pandang, benar saja, kami semua memang saling kenal, mungkin jika kak raefal juga za ada disini meteka akan tambah heran lagi


"Mmm.. Kami semua saling kenal Ma" jawab Nara


"Bukan cuma kenal lagi Ma, mereka berdua itu sepasang kekasih sebelumnya" ceplos Kaila


Sontak saja membuat semuanya terkejut mendengar ucapan dari Kaila, fakta yang tak pernah mereka ketahui sebelumnya


Akhirnya Alva bercerita bagaimana hubungan kami sebelumnya, dan Mama merasa terkejut mendengar pernyataan dari kami sekaligus lega karena faktanya Mama tak memisahkan kami dan Mama juga bersyukur karena Alva yang menjadi pendamping hidup ku


***


Hari semakin malam, Nara juga Kaila sudah pamit pulang setelah Adzan isya berkumandang, sedangkan Arka juga sudah pulang dari perginya yang entah kemana. Aku juga Alva pun berpamitan untuk naik kekamarku, ah.. Maksudnya kekamar kami


Grep


Alva memelukku dari belakang dengan erat

__ADS_1


"Aku rindu" ucap Alva menenggelamkan kepalanya diceruk leherku


Aku segera melepaskan pelukan Alva, dengan kesal aku berjalan menuju tempat tidurku dan mendudukkan tubuhku disana


"Kamu belum beri penjelasan ke aku tentang semua keadaan ini Al" pinta ku


"Keadaan apa sayang" ucap Alva


"Tentang semuaya, lamaran, pernikahan dan semuanya" jelas ku


Alva terkekeh dan langsung meraih tubuhku untuk di rengkuhnya. Aku berusaha melepas namun alva justru lebih erat memelukku, akupun pasrah dan membiarkan alva memelukku, karena aku juga sebenarnya rindu dengan pelukannya


"Awalnya aku juga nggak tahu" jujur Alva


"Maksud nya" tanya ku penasaran memandang wajahnya lekat


"Ya... Perjodohan ini, aku juga nggak tahu"


"Aku baru tahu satu minggu sebelum pernikahan ini berlangsung" jelas Alva


⭐⭐⭐⭐


Flashback On


"Mommy mau bicara nak" ucap Mommy masuk kekamar Alva yang tengah berada di depan laptop nya


"Disini aja" ucap Mommy menepuk sofa disampingnya. Alva bangkit mendekati mommy dan duduk disamping mommy


"Mommy sudah berdiskusi dengan Daddy sangat matang, dan kami fikir sudah waktunya kamu untuk menikah nak" ucap Mommy menjelaskan


"Maksud Mommy?" tanya Alva langsung ke poinnya


"Mommy sudah menjodohkan kamu dengan anak teman Mommy"


"Dia anak yang baik dan juga mandiri, Mommy yakin kamu akan menyukainya nak" jelas Mommy


"Alva nggak tertarik Mom, urungkan niat Mommy yang satu ini" ucap Alva meninggalkan Mommy sendiri dikamar Alva


"Tapi ini demi kebaikan kamu nak" teriak mommy yang tak dihiraukan alva sama sekali


Berkali-kali Mommy membujuk Alva untuk menyetujui usulannya, karena menurut Mommy anaknya sudah cukup matang untuk berumah tangga dan juga dia ingin segera menimang cucu seperti seorang ibu kebanyakan di luar sana


Berulang kali Mommy melakukan berbagai cara untuk membujuk Alva agar setuju hingga membuat Alva semakin kesal

__ADS_1


"Alva sudah punya kekasih Mom" akhirnya Alva mengungkapkan isi hatinya


"Kekasih?!"


"Jangan membohongi Mommy lagi hanya untuk lari dari perjodohan ini" kesal Mommy


"Al tak berbohong Mom, Al punya kekasih, jadi Al menolak permintaan Mommy" ucap Alva membenarkan


"Hufth" Mommy mengembuskan nafasnya kasar


"Baik" ucap Mommy


"Kalau memang kamu mempunyai kekasih, segera lamar dia dan nikahi dia"


"Mommy akan berbicara dengan teman mommy kalau perjodohan ini dibatalkan, dan kamu bisa menikahi kekasih kamu"


"Jika tidak, Mommy akan tetap pada pendirian Mommy"


"Dan jangan menolak atau beralasan lagi"


"Satu lagi, jika lamaran kamu juga ditolak, tak ada alasan lagi untuk mu melarikan diri"


"Bagaimana, setuju" tantang Mommy


Alva mengangguki permintaan sang Mommy, esok hari nya, Alva bertanya pada sang sekertaris Bimo, bertanya bagaimana cara nya untuk melamar sang kekasih, banyak sekali masukan yang diberikan padanya membuat Alva pusing tujuh keliling


Namun semuanya tak sesuai dengan rencana, jadwal Alva sangat-sangat sibuk dalam satu minggu terakhir, berkali-kali dia menanyakan kapan jadwal kosong nya walau hanya satu malam, sedang kan Mommy setiap hari nya menanyakan perkembangan hubungan Alva dan menanyakan perjodohan mereka


Sudah lebih dari satu minggu Alva disibukkan dengan pekerjaannya, setelah semua nya selesai Alva mempersiapkan acara lamarannya sebaik mungkin


Berbagai persiapan Alva lakukan hanya untuk membuat lamaran ini berkesan untuk nya juga untuk Alsava, Mommy benar tak ada salah nya untuk melamar Alsava, toh dirinya sudah cukup matang untuk menuju ke jenjang pernikahan dan Alsava... Dia tak ingin wanita lain yang akan menjadi ibu dari anak-anak nya kelak hanya Alsava


Sebelum lamaran dilaksanakan, Alva membelikan gaun yang menurut Alva anggun jika dipakai oleh Alsava


Dengan wajah yang sumringah Alva meminta seseorang untuk mengantarkan gaun ke apartement Alsava untuk dipakai nya malam ini


Hati nya begitu berdebar sangat kencang, melamar adalah hal baru untuk Alva, dia ingin semua nya terkesan sangat indah dan tak ingin dilupakan seumur hidup nya


****


Alsava datang dengan gaun indahnya, mereka lebih dulu makan malam, dan tiba saatnya untuk alva melamar kekasih hatinya. Bagai disambar petir, Alsava kekasih yang sangat dicintainya menolak lamaran yang sudah dipersiapkannya jauh jauh hari


Dan yang lebih menyakitkan lagi kalau kekasihnya sudah dijodohkan oleh keluarganya dengan pria lain, apakah ini akhir dari kisah cinta Alva

__ADS_1


Menikah dengan bukan orang yang dicintainya. Mengapa takdir cinta nya begitu kejam, mereka menikah tapi bukan menikah dengan orang yang dicitainya, tetapi menikah dengan pilihan orang tua nya


Alva yang niat awalnya ingin menolak perjodohan tapi nyatanya justru kekasihnya juga di jodohkan oleh kedua orang tua nya


__ADS_2