Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Pelukan Energi


__ADS_3

Grep


Seseorang memeluk tubuh Alsava dari belakang, membuat Alsava terlonjak kaget, dia begitu familiar dengan aroma maskulin pria yang memelukanya itu tanpa harus menoleh kebelakang untuk mengecek


"Lepas Al" Alsava memberontak, bukannya melepaskan Alva justru lebih erat memeluk Alsava


"Aku lagi masak, lepasin dong" protes Alsava kesal


"Aku cuma mau peluk kamu, aku nggak akan ganggu kamu masak" ucap Alva enteng dengan dagu yang sudah bertengger di bahu Alsava


"Kamu peluk kayak gini nama nya mengganggu tau" Alsava menggerutu


"Lepas ih, kamu itu kebiasaan ya kalau aku lagi masak pasti selalu di ganggu" Alsava mencoba memberontak


Tak ada jawaban dari Alva, pria itu tak merespon perkataan dari Alsava dan yerus memeluk Alsava dari belakang membuat Alsava kesulitan memasak karena ulah Alva


"Kak Alva" teriak Arka dari pintu depan, membuat Alva maupun Alsa menoleh ke arah Arka secara bersamaan


"Apa" jawab Alva santai


"Bantuin ini berat, diluar juga masih ada" ucap Arka yang menenteng beberapa belanjaan ditangannya, membuat Alva kesal dan mencebikkan bibir nya


'Kebiasaan tikus kecil satu ini' Alva menggerutu


"Bantuin kak,," gerutu Arka dengan manja karena Alva sama sekali tak beranjak dari kegiatannya


"Kak Alsa, lihat tuh pacar kakak, percuma ganteng gagah tapi nggak mau disuruh" adu Arka memasang wajah gemasnya


Pernyataan yang di ucapkan Arka begitu menohok dihati Alva, tapi tak membuat Alva beranjak sama sekali


"Bantuin gih, tadi aku yang suruh dia belanja" suruh Alsava, dengan segera Alva melepaskan pelukannya dan berjalan keluar untuk mengambil belanjaan yang Arka beli tadi


"Kalau kak Alsa aja mau disuruh, coba kalau aku yang nyuruh, gerak aja enggak" protes Arka sambil meminum air nya


"Kamu juga gitu, kalau aku yang nyuruh juga nggak pernah mau" Alva tak kalah memprotes


"Udah ah, kalian ini kalau ketemu selalu aja berantem kayak kucing sama anjing, heran deh" ucap Alsava mengengahi


"Kak laper" ucap Arka sambil mengelus-elus perutnya yang kelaparan


"Bentar lagi, udah mandi dulu sana" Alsava menyuruh sang adik


"Kamu juga Al, mandi dulu sana, bau" protes Alsava menutup hidungnya


"Mau mandi dimana?" tanya Arka


"Dikamar kamu lah" jawab Alsava yang masih mengaduk-aduk sayurnya


"Sama kak Alva" ucap Arka tak percaya


"Iya gantian" jawab Alsava dengan santainya

__ADS_1


"Aku mandi dikamar kak Alsa aja deh" ucap Arka yang hendak meninggalkan sang kakak


Mendengar ucapan sang adik Alsava menjadi membayangkan kejadian saat pertama kali sang adik kemari, bagaimana joroknya sang adik saat menggunakan kamar mandi nya, membuat Alsava tak ingin mengulangi kejadian saat itu


"Nggak, udah kakak bilang jangan pernah pakai kamar mandi kakak" kata Alsava marah sambil mengayun-ayun kan spatula di tangannya


"Tapi kan kak" Arka memberikan tampang gemasnya berharap agar sang kakak mengizinkan dirinya untuk mandi dikamar mandi sang kakak, tapi jawaban Alsava tetaplah sama


"Enggak" tolak Alsava tegas


"Kamu jorok kalau mandi di kamar mandi kakak" Alsava menjelaskan


"Ya udah, aku mandi dikamar mandi aku, kak Alva mandi dikamar mandi kakak" saran Arka dengan santainya


"Nggak, enak aja, nggak boleh cowok masuk-masuk kekamar cewek" Alsava masih kekeuh menolak


"Hmm. Gimana kalau kita suit aja, yang kalah mandi duluan" Alva menyarankan


Arka nampak berfikir sejenak


"Oke deal" ucap Arka menjabat tangan Alva


Mendengar ide yang di lontarkan kedua pria didepannya membuat Alsava menggelengkan kepalanya,


'Ide dari mana tuh'


'Yang ada siapa yang kalah dia yang terakhir'


'Dasar nggak jelas' batin Alsava dalam hati


Kedua pria itu pun dengan serius bermain suit


"Oke aku menang" teriak Alva kegirangan


"Eh nggak nggak, tiga kali suit" tolak Arka mengacungkan tiga jarinya


"Lelaki sejati nggak hatus tiga kali"


"Sekali saja sudah cukup" saran Alva menolak permintaan Arka


"Pokoknya tiga kali suit" Arka tetep kekeuh dengan pendiriannya


"Oke"


Akhirnya Alva mengalah dan memulai suit kembali, beberapa kali suit mereka selali sama, Alsava hanya sebagai penonton, menonton tingkah konyol kedua pria didepannya itu untuk memenangkan siapa yang akan mandi terakhir


"Sudah ku bilang, lelaki sejati tak perlu tiga kali" ucap Alva menepuk pelan pundak Arka dan berjalan kearah Alsava dan memeluknya lagi dari belakang


"Ck bilang aja kalau kak Alva mau peluk-pelukan sama kak Alsa kan" gerutu Arka kesal dan berlari kekamarnya untuk mandi


"Seneng banget sih godain Arka" ucap Alsava gemas

__ADS_1


"Biarin aja, dia lucu kalau di ganggu kayak kamu" jawab Alva memeluk erat tubuh Alsava


Setelah tiga puluh menit Arka selesai dengan ritual mandi nya, dia keluar dengan wajah yang sudah fresh dari sebelumnya, saat dia keluar dilihatnya Alva masih saja bergelayutan manja memeluk sang kakak yang tengah menyiapkan makan malam, membuat Arka menjadi kesal


"Mandi sono, bukannya bantuin ini malah ganggu kak Alsa lagi" gerutu Arka mengusir Alva berharap agar sang kakak lepas dari rengkuhan tubuh kekar pria didepannya


"Udah Al, sana mandi, nanti makanannya keburu dingin, kan jadi nggak enak" ucap Alsava yang juga menyuruh Alva mandi


Beberapa menit kemudian Alva keluar dengan memakai pakaian santai nya yang sengaja dia tinggalkan dilemari Arka agar dia tak kesulitan disaat seperti ini, mereka memakan dengan nikmat makanan yang sudah dimasak sebelumnya, meskipun Alva lebih banyak menggoda Arka


"Kamu kenapa sih" tanya Alsava heran, pasalnya sedari tadi Alva sama sekali tak mau melepaskannya pergi kemanapun dan selalu menempel juga memeluknya dengan erat membuat Alsava heran


"Aku perlu mengisi energi ku Al sayang" jawab Alva yang lebih mengeratkan lagi pelukannya


"Ini udah malam Al" ujar Alsava setengah mengusir, melihat suasana diluar sudah beranjak semakin malam


"Sebentar saja" ucap Alva yang seolah tak ingin melepaskan pelukannya


Alsava lebih mengalah, karena dia tahu dan paham, jika Alva bergelayut manja seperti ini pasti ada masalah yang membuatnya stres dan pusing, sedangkan Alva akan terus berlama-lama memeluknya seolah tak ingin melepaskannya jika Alsava tak segera mengusirnya keluar


"Besok aku akan keluar negeri ada perjalanan bisnis kesana" ucap Alva tiba-tiba membuat Alsava langsung menoleh kearah Alva dengan raut wajah yang penuh tanda tanya


"Kemana?" tanya Alsava penasaran


"New York"


"Ada beberapa masalah perusahaan disana yang harus aku tangani segera" Alva menjelaskan dengan raut wajah sedih


"Kenapa sedih begini, seberat apa masalahnya?" tanya Alsava saat melihat wajah Alva yang memancarkan kesedihan


"Aku belum tahu" Alva menggelengkan kepalanya


"Lalu"


"Apa yang membuat kamu sedih kayak gini hmm" tanya Alsava sambil menangkup wajah Alva dengan kedua tangannya


"Aku belum tahu seberapa lama aku akan berada disana"


"Membayangkan berjauhan dengan mu membuatku stres Al" ucap Alva seraya memeluk erat sang kekasih Alsava


"Apa sih, biasanya kan kamu sering keluar negeri kan sebelumnya" Alsava memberi pengertian


"Sebelum ada kamu, aku biasa, aku tak peduli siapa pun"


"Tapi sekarang aku punya kamu Al, aku nggak sanggup kalau harus berjauhan dalam waktu yang nggak bisa aku prediksi sebelumnya" Alva menjelaskan dengan sedih, membuat Alsava malu mendengar kalat yang dilontarkan oleh Alva


"Atau kamu ikut aja aku aja hmm" ajak Alva mencium pipi kiri Alsava


"Nggak bisa Al, tiga minggu lagi kan aku wisuda" jelas Alsava membuat Alva semakin menyesal karena tak bisa mengahadiri acara wisuda yang akan di lakukan oleh sang kekasih


"Rasanya aku ingin seterusnya seperti ini" Alva membayangkan, Alsava hanya tersenyum mendengar pernyataan Alva

__ADS_1


"Aku perlu mengisi energi ku sebanyak mungkin"


__ADS_2