Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Pergi Keluar


__ADS_3

'Alsava Pov'


Angan-angan ku untuk rebahan dan bermalas-malasan dirumah hari ini nyatanya sama sekali tak terwujud, bagaimana tidak, Alva mengajakku keluar mengelilingi kota jakarta


Kini Alva tengah fokus mengemudikan mobilnya, yang entah akan dibawa kemana aku nantinya. Aku hanya diam menghadap ke luar mengamati padatnya jalan raya


"Kita mau kemana sih Al?" tanya ku pada Alva


"Kamu mau nya kemana hm?" Alva justru balik bertanya sambil mengusap puncak kepalaku dengan tangan kirinya


"Aku nggak punya fikiran mau kemana-mana" aku menjawab seadanya


"Kamu marah?" tanya Alva yang mungkin karena melihatku diam sedari tadi, aku hanya menggelengkan kepalaku


"Terus kenapa diam aja dari tadi"


"Kenapa hmm" tanya nya lembut padaku


"Hhhhh.... Aku lagi nggak ingin kemana-mana, aku pengen tiduran aja dirumah, tapi kamu malah ajak aku keluar" kataku kesal sambil memalingkan wajahku kearah luar


"Kenapa nggak bilang?" ucapnya terdengar kecewa


Seketika aku merasa tak enak hati karena ucapanku yang seolah menolak ajakannya.


"Mmmm.. Ketaman yuk" ajakku kemudian


Kulihat Alva tersenyum lebar mendengar ajakanku, dengan cepat dia melajukan mobilnya menuju taman


"Berheti didepan deh" ucap ku menunjuk ketoko baju


Dengan kebingungan dia membelokkan mobilnya berhenti ketempat yang kutunjuk tadi, setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, aku segera turun yang mengajak Alva untuk ikut masuk kedalam


Aku masuk dengan semangat memilih baju yang ku anggap bagus


"Nih" aku menyodorkan sepasang baju yang kurasa cocok untuk dipakai Alva


Dia mengambil baju yang kupilihkan tadi untuk dicobanya. Berkali-kali ku minta Alva untuk mencoba baju yang kupilihkan dan yang menurutku paling pas untuk ukuran tubuhnya


"Udah Al, ini semua untuk apa?" tanya nya yang sekarang sedikit kesal karena ulahku


"Untuk kamu pakai dong, masak iya aku yang pake" jawabku senang hati


"Sayang... Aku nggak ada waktu untuk pakai semua baju ini" ucapnya Alva menegaskan sambil menunjuk semua baju yang kupilihkan tadi


"Oh.. Jadi kalau kamu mau keluar sama aku kamu mau pake baju kerja kamu!"


"Kamu mau pake jas sama dasi gitu" ucapku kesal, dengan kesal aku mengambil semua baju yang kupilih tadi, tapi tiba-tiba saja Alva menahan tanganku


"Maaf" ucap Alva mengambil baju yang ada ditanganku

__ADS_1


"Mau kemana" tanya ku saat kulihat Alva berjalan meninggalkanku


"Mau kekasir, kenapa?" tanya nya menoleh kearahku


"Masih ada satu baju lagi yang harus kamu coba" kataku


Kulihat Alva menghembuskan nafasnya, lalu berjalan kearah ku dengan tersenyum tampannya


"Mana" dia bertanya tentang baju yang akan dicobanya lagi


Dengan senang hati aku mengambil yang kuanggap bagus untuknya, dengan segera dia ke ruang ganti untuk mencoba pakaian yang kuberikan tadi, aku juga masuk keruang ganti untuk mencoba baju yang kupilih


"Al" teriaknya dari luar ruangan


"Al" teriaknya lagi, kudengar dia bertanya kepada pelayan bertanya tentang keberadaanku, aku hanya tersenyum mendengar dia yang sepertinya khawatir melihat ku tak ada ditempat dudukku tadi


Setelah beberapa menit aku keluar dari ruang ganti


"Al" panggilku, dia menoleh kearahku dan berdiri menghampiriku


"Jangan membuatku khawatir Al" kata Alva setelah sampai dihadapanku


"Lihat, bagus kan" kataku memamerkan baju yang kupakai


"Ini..." katanya menunjuk baju yang kupakai


"Jelek ya,, padahal aku pengen biar sama baju nya sama kamu" ucap ku dengan cemberut


"Kenapa sih" kataku kebingungan


"Nggak apa-apa" ucapnya yang masih tersenyum lebar,


Setelah membayar semua pakaian yang kupilihkan tadi kamipun meninggalkan toko. Dia pun menggandeng tanganku menuju kearah mobil dengan paper bag yang berisi baju ditangnnya


"Sekarang mau kemana?" tanya nya setelah keluar dari area parkir


Aku berfikir sejenak untuk kemana aku ingin pergi, tapi aku tak ada fikiran mau kemana-mana, akhirnya aku hanya menggelengkan kepalaku


"Langsung ketaman aja deh" jawabku, Alva menganggukan kepalanya


Setelah beberapa puluh menit perjalanan yang sedikit macet, akhirnya kami sampai ditaman, tak ada kegiatan yang kami lakukan, kami hanya duduk dibangku taman dengan ice cream ditanganku yang ku beli saat hendak memasuki taman


"Kamu kenapa sih dari tadi senyum nggak jelas kayak gitu" tanya ku sambil memasukkan sesendok ice cream kemulutku


"Hhhh, jadi seperti ini rasanya punya kekasih hati" ucapnya menatapku


"Maksudnya?" tanya ku tak paham


"Ya... Aku tak pernah merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya" Jelasnya, membuatku bertambah bingung

__ADS_1


"Dulu saat aku melihat sepasang kekasih memakai baju couple seperti ini, aku selalu berfikir 'Apa bagusnya pakai baju sama kayak gitu' tapi sekarang"


"Pfftt" aku menahan tawaku


"Aku seperti memakan ucapanku sendiri" sambungnya menggelengkan kepalanya


"Jujur... Aku nggak pernah punya baju santai yang kamu pilih seperti ditoko tadi" ucapnya jujur, seketika aku membulatkan mataku tak percaya


"Kenapa?" tanya ku penasaran


"Karena kehidupanku hanya dihabiskan dikantor dan dirumah" jawab Alva mencubit hidungku gemas


Aku yang masih bingung hanya menatapnya menuntut penjelasan lebih


"Selama aku membangun perusahaan, tak pernah ada waktu untuk ku bermain dan bersenang-senang, jadi setiap hari nya hari-hariku hanya akan dihabiskan diperusahaan"


"Memakai setelan lengkap, setelah itu pulang dan tidur, dan esoknya akan seperti itu lagi"


"Mungkin ada beberapa, itupun baju sewaktu sebelum masuk keperusahaan" jelas Alva panjang lebar


"Mmm. Lalu hoddie yang membuatku takut waktu itu?" tanya ku penasaran


"Ah, itu hoddie semasa kuliah, dan masih muat untuk dipakai" jelasnya, aku makin tak percaya dengan penjelasannya yang menurutku 'aneh'


'Didunia ini banyak yang punya baju santai'


'Tapi dia, bahkan baju santai pun baju semasa kuliahnya'


'Seberapa sibuk dia dikantor' ucap ku dalam hati tak percaya


"Kenapa" ucapku kemudian


"Apanya?" tanya nya


"Kenapa kamu nggak pernah punya baju santai?" tanya ku yang lagi-lagi bertambah penasaran


"Mmmm... Karena aku nggak pernah berfikir untuk kencan seperti sekarang" ucapnya yang lagi-lagi memelukku dengan erat


Dengan kesal aku mendorong tubuhnya agar melepaskan pelukannya


"Kebiasaan, main peluk-peluk" kataku menahan malu, sambil memukul lengannya pelan


"Aku butuh energi untuk ku isi" jawabnya tak masuk akal


"Ckk, Alasan, bilang aja emang mau peluk, huh" kataku memalingkan wajahku ke arah lain, Alva justru cengengesan mendengar ucapanku


"Udah siang, mau makan?" tawar Alva padaku, aku hanya mengangguk karena masih kesal


Akhirnya kami keluar dari taman untuk mencari makan siang, setelah berkendara sekitar hampir 30 menit, kami sampai diresto korea karena sebelumnya aku yang memintanya untuk mencari makan di restoran yang menyediakan makanan korea

__ADS_1


Kamipun masuk kedalam restoran dan memilih tempat duduk, pelayan datang memberikan buku menunya


"Honey" ucap seorang pria yang tiba-tiba duduk disebelahku


__ADS_2