
Hai kakak kakak semua, bantu vote dong hehe
'Alsava Pov'
"Jangan berbuat seperti ini lagi hiks" ucap ku sambil menghapus air mataku
"Maaf" ucapnya sambil menyeka air mataku yang mengalir dengan sebelah tangannya lagi.
"Aku takut hiks" ucapku lagi sesegukan
"Maaf, nggak akan kuulangi lagi, aku janji" begitu ucapnya berjanji padaku. Akupun mengangguk dan melanjutkan kegiatanku mengobati tangannya
"Selesai" ucapku setelah selesai membalut lukanya
"Terimakasih" begitu katanya
Kubereskan peralatan obatku yang berserakan
"Jadi... Kamu sudah menerimanya?" tanya nya lagi membuatku jengah
"Kenapa sih dari tadi tanya itu mulu" tanya ku kesal sambil memasukkan asal obat-obatan yang berserakan
"Karena aku nggak mau kamu memilih dia" jawabnya
Deg
Mata kami tiba-tiba bertemu saat kupalingkan wajahku
"Kenapa?"
"Apa urusannya sama kamu, toh aku juga berhak memilih siapa saja?!" jawabku memandang kedepan
"Karena aku yang menyukaimu" ucapnya memegang pundakku
Deg deg deg
Jantungku tiba-tiba berdetak sangat kencang, kutatap manik matanya mencari kebohongan disana, namun sama sekali tak ada kebohongan ataupun main-main disana. Aku hanya terpaku tak dapat berkomentar apa-apa
'Jantung ku kenapa begini sih' batinku dengan kesal
"Aku menyukaimu Al, Aku juga mencintai kamu," ucapnya lembut
Blush..
Segera kupalingkan wajahku kearah samping karena ku yakin sekarang muka ku memerah karenanya. Kurasakan tangannya menangkup wajahku, menuntunku untuk menatap wajahnya
"Aku nggak tahu kenapa aku merasa marah saat kamu berdua dengan pria lain"
"Aku marah saat orang lain lebih dulu menyatakan cintanya padamu dari pada aku"
"Aku baru sadar... Kalau aku mencintaimu Al" ucap nya tulus
"Aku mencintai kamu"
Deru jantungku memompa semakin cepat dari biasanya, aku begitu kesulitan walau hanya untuk bernafas, aku berusaha melepaskan tangkupan tangannya diwajahku tapi tanganku ditahan olehnya
"Aku..."
"Aku..." Ucapku kebingungan
Cup
Dia mengecup keningku singkat dengan lembut. Degup jantung ku bermaraton didalam sana, rasanya seperti ingin keluar dari tempat nya. Aku merutuki diriku sendiri
'Nggak setia kawan amat sih ini jantung, kenapa kayak gini coba' gerutuku dalam hati
"Aku nggak suka penolakan, dan aku nggak mau dengar kata tolak keluar dari dalam bibir mungil kamu ini" ucapnya sambil jari telunjuknya menyentuh bibirku
__ADS_1
"Hemm. Apa sih," ucap ku menepis tangannya dari bibirku
"Perlu kamu tahu, hanya nama belakangku yang akan menjadi nama belakangmu nantinya, bukan Alterio maupun Alterio yang lainnya" ucapnya bersungguh-sungguh
Sontak saja wajahku kembali memanas mendengar penuturan darinya. Aku termangu dan tak bisa berkomentar apa-apa. Kurasakan dia mengusap kasar puncak kepalaku dengan gemas
"Jangan pernah tunjukkan wajah yang seperti itu didepan pria lain, tunjukkanlah hanya padaku, mengerti" perintahnya, tanpa sadar aku menganggukan kepalaku, senyum tercetak jelas dari bibirnya
"Hemm. Udah pulang sana, udah malam" usir ku agak canggung dan menuntunnya berdiri
"Argggh" teriaknya sambil memegangi dada, akupun membulatkan mata ku menghampirinya
"Kenapa? Kenapa?" tanya ku panik
"Jantung ku" ucapnya yang masih memegangi dadanya
"Jantung!... Jantungnya kenapa?" tanya ku lagi
"Argghh" jeritnya lagi
"Ihh, kenapa?... Kerumah sakit ayo" ajak ku menarik tangannya
"Jantungku,... Beda dari biasanya" ucapnya sambil menuntun tanganku memegang dadanya
Kurasakan deru jantungnya memburu sama seperti halnya diriku, refleks aku memukul pelan dadanya
Dugh
"Nggak lucu" kataku kesal
"Udah sana pulang" usirku menarik tangannya
Diapun tertawa puas
"Ughh, gemes banget kalau lagi kesel kayak gini, jadi aku diusir ceritanya hmm" katanya mencubit pipiku gemas
"Sakitt" kesalku memukul mukul tangannya yang mencubitku
"Aku pulang dulu ya, jaga diri baik-baik, selamat tidur" ucapnya menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah ku
Blushh
Wajahku kontan memerah lagi dengan perlakuannya
"Selamat malam"
Cup
Dia kemudian mengecup lembut puncak kepalaku, seketika tubuhku membatu mendapatkan perlakuan yang tak biasa dari nya. Lagi-lagi dia mengacak puncak kepalaku dan pergi berlalu meninggalkan ku yang masih mematung diam
Blushh
Wajahku lagi-lagi memerah, aku berlari masuk kedalam kamarku
Aaaaakkkk
Teriakku menjatuhkan tubuhku diatas kasur dan berguling-guling diatasnya
"Sejak kapan?"
"Sejak kapan dia suka sama aku"
"Kenapa dia mengungkapkan perasaannya padaku"
"Kenapa?"
"Ini juga, kenapa masih deg degan aja sih"
__ADS_1
"Nggak setia kawan banget jadi jantung"
"Ughhh, udah... Udah.." Aku menggerutu didalam hati sambil mengelus dadaku berharap agar jantungku berhenti berdetak tak karuan
Setelah mulai tenang aku membersihkan tubuhku yang terasa lengket, setelah selesai membersihkan diri dan menjalankan kewajibanku akupun menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur
Tapi sayang, sudah hampir larut tengah malam mata ini tak kunjung menunjukkan ingin berlayar kealam mimpi membuatku kesal setengah mati
"Alva kurang ajar" teriakku dengan penuh kekesalan
Lama aku menyibukkan diriku berharap agar segera tidur tapi baru jam 3 pagi aku baru bisa terlelap alhasil pagi ini aku bangun kesiangan
Dengan buru-buru aku membersihkan tubuhku dengan kecepatan kilat, setelah berdandan simple aku keluar dari apartement ku, tapi betapa kagetnya aku mendapati ternyata Alva telah berdiri dipintu apartement dengan berpakaian rapi
"Ngapain sih disitu" ucap ku terlonjak kaget
Cup
Lagi-lagi dia mengecup keningku
"Kecupan pagi" ucapnya
Blush,
Lagi-lagi muka ku memerah karena perlakuannya
"Awas minggir" ucapku menggeser tubuhnya menyingkir dari hadapanku sedangkan tangannya berada didepan pintu menghalangi jalanku untuk keluar
"Mau kemana" tanya nya yang tetap tak bergeser
"Aku buru-buru Al?!!, aku mau kekampus, awas" kesalku
Karena dia tetap tak bergeming karena terburu waktu akhirnya aku menerobos melewati bawah tangannya. Dia mengejarku hingga sampai kebasement apartement. Dengan kaget dia mencekal pergelangan tanganku dan menggenggam nya menuntunku menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobilku
"Ngapain sih, nggak usah main-main deh" ucap ku kesal
"Aku yang akan mengantarmu hari ini" ucapnya membukakan pintu didepanku
"Nggak perlu Al, aku bisa sendiri, aku punya mobil, aku mau mampir-mampir, aku mau ketemu dosen pembimbing, aku mau ketemu client"
"Pokoknya banyak deh," Alibiku sambil berlalu dari mobilnya
"Aku yang akan mengantar hari ini, Oke,"
"Tak ada penolakan" ucapnya sambil menuntunku masuk kedalam mobil
Akupun mendengus kesal, dengan malas aku masuk kedalam mobilnya
"Kalau aku mau kemana aku bingung nantinya Al" kekeuh ku meskipun mobil sudah melaju meninggalkan apartement ku
Tak ada percakapan di dalam mobil karena aku merasa kesal dengannya. Setelah berkendara hampir tiga puluh menit diapun memarkirkan mobilnya dioarkiran kampus, dengan segera aku turun dan berlarian memasuki gedung kampus untuk menemui dosen pembimbingku untuk meminta tanda tangan guna melengkapi skripsi yang ku punya
Aku bersyukur karena dosen yang ingin kutemui ternyata baru saja datang yang juga kulihat banyak teman satu pembimbing juga tengah menunggu
Aku menunggu begitu lama, hampir dua jam aku menunggu hingga akhirnya aku bernafas lega karena semuanya terselesaikan tinggal menunggu sidang yang beberapa hari lagi akan diadakan
Setelah selesai aku berjalan keluar dari gedung kampus benar saja disana mobil Alva masih setia menungguku ditempat tadi dia memarkirkan mobilnya. Mau tak mau aku berjalan menuji mobilnya karena aku tak membawa mobil
Tok tok tok
Kuketuk kaca mobilnya karena tengah terkunci, dan kulihat dia tengah berbicara melalui ponselnya akupun mendengua kesal
"Kalau memang sibuk ngapain masih kekeuh mau nganter segala sih" gerutuku
Dia menyadari kehadiranku dan membukakan pintu mobilnya, dengan cepat aku masuk kedalam mobil sedangkan dia masih tetap berbicara lewat ponselnya, dengan sabar aku menunggu hingga hampir tiga puluh menit akhirnya dia selesai dengan ponselnya
"Kalau memang sibuk nggak usah sok mau nganter segala"
__ADS_1
"Bingung deh" kesal ku
Dia tak menanggapi gerutuku justru tersenyum dan melajukan mobilnya meninggalkan Kampus