Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Persiapan


__ADS_3

"Alsava Pov"


Pernikahanku akan digelar 2 hari lagi dan kini aku sudah benar-benar menjadi anak pingit yang tak diizinkan untuk keluar dari rumah, bahkan akupun sudah tak diizinkan untuk sekedar mengecek keadaan cafe maupun butik, dan akhirnya kuserahkan seluruhnya pada dua sahabatku untuk menghandle segala keperluan


Setelah kepulanganku dari Paris 9 hari yang lalu, aku benar-benar disibukkan kan dengan segala persiapan yang ada, mulai dari fitting baju pengantin, berbagai perawatan, cek kesehatan dan segala kebutuhan yang berkaitan dengan pernikahanku nantinya


Pernikahan ini akan diadakan di dua tempat. Untuk akad akan diadakan dihalaman belakang, tepatnya taman belakang yang menjadi tempat favorit ku, kini sudah disulap untuk acara pernikahanku nantinya dengan nuansa yang simple namun elegan. Sebenarnya aku tak menginginkan pernikahan yang mewah dan juga megah, bahkan aku hanya menginginkan acara kecil-kecilan yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga saja. Tapi grandpa bilang kita semua dari keluarga bisnis, tak afdol rasanya jika rekan bisnis tak mengetahui pernikahanku.


Setelah melalui perdebatan yang panjang akhirnya resepsi untuk acara keluargapun disetujui oleh kedua belah pihak dan akan di adakan di halaman belakang. Tapi sebagai gantinya akan diadakan resepsi besar-besaran dengan mengundang seluruh kolega bisnis dari pihak Papa, Grandpa maupun dari pihak calon mempelai laki-laki yang katanya memang notabenenya juga dari keluarga bisnis dan katanya ini juga resepsi pertama untuk keluarga pihak laki-laki.


Yang lebih mengejutkan lagi resepsi ini akan diadakan selama 3 hari berturut-turut. Karena tamu undangan yang tak memungkinkan untuk selesai hanya dalam waktu satu hari saja. Dan resepsi akan di gelar di bali, satu minggu setelah akad dilaksanakan. Sungguh menggilakan, batinku tak habis fikir. Dan yang tak abis fikir lagi mereka memenuhi permintaanku untuk mendatangkan artis korea maupun juga artis-artis manca negara yang kuucapkan secara asal sebagai penghibur acara supaya mereka membatalkan rencana pernikahan yang gila-gilaan itu.


Kugelengkan kepalaku membayangkan betapa megah nya nanti resepsi pernikahan ini, dan lebih tak bisa dibayangkan lagi betapa lelah nya aku nantinya


Kujatuhkan tubuhku di kasur yang sudah satu bulan ini tak kutempati. Kupandangi langit-langit kamarku dalam diam. Fikiranku melayang jauh entah kemana, entah apa yang aku fikirkan saat ini. Tak tahu berapa lama aku melakukan ini, kuhelakan nafasku dengan berat dan panjang


Perasaan rindu tiba-tiba menusuk sanubariku. Tak terasa air mata jatuh tanpa dapat kucegah. Aku merindukan sosoknya, pria yang pernah membuatku jatuh hati, pria yang selalu membuatku kesal, pria yang pernah bertekuk lutut dihadapanku untuk meminta untuk menjadi pendamping hidupnya. Rasa sesak tiba-tiba memenuhi hatiku, Sakit, itulah yang kurasakan saat ini.


Mengapa dunia terasa tak adil, mengapa begitu jahat padaku, setelah aku merasakan kasih sayang dan cinta pada seseorang, tapi takdir seolah berkata lain. Segera kusadarkan fikiranku kutepis rasa seudzon ku dan kugantikan dengan rasa berhusnudzon. Karena aku yakin dibalik akan ada hikmah dibalik semua ini. Ini lah kebahagiaan yang telah digariskan untukku.


Setelah beberapa saat hati ku mulai tenang. Aku pun melangkahkan kaki ku untuk membersihkan diri. Karena memang seharian aku lagi-lagi disibukkan dengan persiapan resepsi yang belum sepenuhnya selesai. Ku rendamkan tubuhku di bathup dengan sabun dengan aroma wangi kesukaanku yang membuat ku nyaman.


Akupun keluar satu jam kemudian dari kamar mandi setelah melakukan ritual mandi ku. Kukenakan baju tidur untuk menutupi tubuh ku. Kugelar sajadah guna menunaikan kewajiban ku pada Nya untuk shalat isya. Tak lupa aku berdzikir guna menenangkan hati dan fikiranku. Ku tengadahkan tanganku memohon ampunan pada Nya, memohon kesehatan.


Dalam doa ku tak lupa kusisipkan doa untuk kedua orang tua ku juga seluruh keluargaku agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Dengan sesegukan aku memohon agar aku dimantapkan hatiku dengan pilihan yang telah ditetapkan. memohon agar aku menerima segala keputusan yang telah di sepakati dengan hati yang lapang. Menerima dia yang nantinya akan menjadi imam ku. Tak lupa juga mengikhlas kan perasaan yang pernah tumbuh disanubariku agar bisa menerima dia sosok suamiku mengisi relung sanubariku menggantikan dia pria yang pernah bahkan saat ini masih ada dalam fikiranku. Meminta agar kami menjadi keluarga yang selalu dalam ridhonya, juga meminta bimbingan agar nantinya aku menjadi istri serta ibu yang baik untuk keluarga ku kelak. Dan tak lupa aku meminta agar dia selalu diberi keikhlasan dengan segala keputusan yang pernah aku buat dan tak akan ada dendam diantara kami. Kucukupkan doa ku pada Yang Maha Kuasa dengan membaca hamdalah. Kulipat mukena dan juga sajadahku dan kuletakkan ditempat yang seharusnya.

__ADS_1


Kurebahkan lagi tubuhku mencari posisi senyaman mungkin agar aku dapat terlelap dengan cepat karena hari sudah mulai malam.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuatku menunda untuk segera terlelap, terdengar suara bibik dibalik pintu kamarku


"Non, makan malam dulu, Non sedari pulang sama sekali belum makan" ucap bibik yang masih dibalik pintu


"Atau mau bibik bawakan ke kamar Non makan malamnya?" tanya bibik dengan sabar


Dengan perasaan malas akupun melangkahkan kaki ku menghampiri pintu kamarku, kubuka pintu kamarku disana bibik terlihat sumringah karena aku mau keluar kamar.


"Tolong bawakan makanannya kekamar aja ya bik, bilang sama yang lainnya aku nggak bisa ikut makan kebawah, capek banget soalnya" ucap ku


"Bik" panggilku setelah bibik berada di ujung tangga atas dan bibik pun menoleh kearahku


"Tolong bawakan segelas susu coklat juga ya, hehe" ucapku cengengesan


Bibik hanya tersenyum menanggapi permintaanku.


Setelah beberapa saat bibik pun naik keatas dengan membawa nampan berisi makananku segelas air putih juga susu coklat panas permintaanku. Bibik meletakkan nampan diatas meja didekat tempat tidur, tak lupa akupun berterimakasih dan bibik berpamitan untuk keluar kamar.


Kusantap makanan dipangkuanku dengan malas, terasa tak ada nafsu untukku makan, bahkan masakan kesukaankupun sama sekali tak membuat nafsu makanku meningkat. Kusudahi acara makan malamku yang hanya kuhabiskan sebagian saja. Kuminum segelas susu coklat panas yang kini sudah mulai menghangat.


'Ting'

__ADS_1


Ku dengar pesan masuk dari ponsel ku rupanya dari group Wa yang hanya berisi aku, Kaila, juga Nara


'Ada yang lagi galau nih karena udah dipingit ㅋㅋ' Nara


'Jahat kalian karena nggak dateng kerumah, aku bosen tau nggak ada temen' Alsa


'di cafe rame banget buk, gue belum bisa ninggalin cafe hehe' Kaila


'Ctkk,,, itu cafe, cafe aku juga udah besok harus kesini pokoknya' Alsa


'Nara juga, pokoknya kalian berdua besok udah harus kesini! Titik nggak pake koma' Alsa


'Masak iya aku nanti nikah nggak ada yang nemenin' Alsa


'Iya iya,, besok siang kita kesana deh' Kaila


'Kita nggak bisa kalau pagi Sa, anak-anak gimana kalau tiba-tiba pergi begitu aja' Nara


'Terserah kalian deh kalau gitu, mau pagi, siang apa sore, yang penting jangan malem' Kaila


'Kasih tahu anak-anak juga mulai lusa cafe sama butik ditutup aja sampai acara aku selesai semua' Kaila


'Siap bos' Nara


Percakapan mereka pun berakhir, aku merasa sedikit terhibur dengan adanya sahabat yang selalu menemaniku. Tak berapa lama rasa kantuk pun mulai menyerang dan tanpa sadar aku sudah mulai terlelap menuju ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2