Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Masakan Pertama


__ADS_3

Kruyukk


Terdengar perut Alva berbunyi, membuatnya menahan malu, dia yang kemudian mengurai pelukannya


'Nggak pas banget sih ini perut' gerutu Alva dalam hati


"Kamu belum makan" tanya Alsava pada Alva, dia pun menggelengkan kepalanya


"Ayo" ucap Alva menggandeng tangan Alsava tiba-tiba


Alsava yang kaget menahan langkah kaki nya agar tak melangkah lebih jauh


"Kenapa?" tanya Alva


"Ini udah malam banget" ucap Alsava


"Hmm. Tapi aku laper" ucap Alva sambil memegangi perutnya


"Mmm. Gimana kalau aku masak buat kamu aja" tawar Alsava


Alva yang mendengar penuturan kekasihnya mengerutkan keningnya penuh tanda tanya


"Kamu bisa masak?" tanya Alva tak percaya


Dukk


Alsava memukul dada bidang Alva


"Emang kamu fikir aku buka cafe kenapa" ucap Alsava dengan kesal


"Rasanya emang nggak seenak masakan koki di cafe sih" kata Alsava jujur


"Oke" jawab Alva dengan menganggukan kepalanya


"Oke, kamu mau makan apa?" tawar Alsava


"Apa aja, yang penting hasil masakan dari kamu" jawab Alva mencubit gemas hidung mungil Alsava membuat Alsava tersenyum malu


Karena hari sudah semakin malam, Alsava hanya memasak seadanya karena kebetulan bahan masakan nya telah habis dikulkas


Setelah bergelut di dapur, akhirnya masakan Alsava siap dihidangkan. Sedangkan Alva dengan sabar dia menunggu di meja makan sambil memandang wajah Alsava dengan lekat


Ting ting


Alsava mengetuk sendok juga garpu didepan wajah Alva karena dilihat Alva melamun


"Eh udah jadi?" ucap Alva


"Udah dari satu jam yang lalu" jawab Alsava sambil menyodorkan piring yang berisi hasil masakannya Alva terperangah melihat makanan yang diberikan Alsava padanya, membuat Alsava sedikit kesal


"Aku lupa kalau dikulkas nggak ada bahan makan, jadi aku cuma masak ini" Ucap Alsava, sedangkan Alva hanya menatap makanannya

__ADS_1


"Ya udah, kita keluar aja" ajak Alsava kesal dan langsung mengambil piring yang ada didepan Alva tapi kemudian ditahan oleh Alva membuat Alsava merasa bingung


"Kenapa diambil?" tanya Alva menahan tangan Alsava


"Aku.. Aku cuma nggak bisa berkata apa-apa lagi" katanya dengan mengembangkan senyumnya


"Walaupun cuma nasi goreng aku seneng bisa dimasakin sama kamu" ucap Alva mengambil piringnya lagi dan menyendokkan nasi goreng kemulutnya,


Alsava yang melihat Alva memakan makanannya merasa sedikit was was, tapi beda dengan Alva yang dengan lahap nya memakan makanan yang dibuat oleh sang kekasih


Setelah menyelesaikan acara makannya Alva memilih pergi meninggalkan apartement Alsava, bukan meninggalkan tapi lebih tepatnya mengusir Alva agar cepat pergi dari apartement nya


Sidang Skripsi dimulai, Alsava juga teman seperjuangannya telah menunggu gilirannya sedari pagi, Alsava juga kedua temannya tengah menunggu giliran mereka dipanggil, mereka duduk dikursi yang telah disediakan, juga mempelajari ulang skripsi yang mereka punya agar mereka bisa menjawab pertanyaan dari dosen nantinya


Ting


Ponsel Alsava berbunyi,


'Jangan nerveous juga jangan lupa berdoa, semangat my cutie' Alva


'Makasih' Alsava


Alsava tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Alva, bagaimana kali ini dia memangginya dengan sebutan cutie yang menurutnya begitu menggelikan


Sidang begitu ketat, kini giliran Alsava yang masuk kedalam ruang sidang, tak lupa dia berdoa juga menghilangkan rasa gugupnya


Setelah sekitar satu jam Alsava masuk kedalam ruang sidang kini dia telah keluar dengan perasaan yang lega karena bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan padanya. Segera kedua sahabatnya menemui bagaimana hasil sidangnya, dengan bahagia Alsava memeluk mereka berdua


Dengan derai air mata Alsava memeluk kedua sahabatnya erat karena merasa lega perjalanan juga perjuangannya selama hampir 4 tahun terbalaskan sudah, kedua sahabatnya pun juga merasa lega karena sidang yang mereka lakukanjuga tak mengalami hambatan sama sekali


Hasil pun diumumkan, disini hasil yang diperoleh menyatakan apakah mereka berhak menyandang gelar sarjana ataupun harus merevisi kembali thesis mereka


Satu persatu nama mahasiswa dipanggil dengan predikat masing-masing. Alsava, Nara maupun Kaila mendapat predikat sangat bagus juga para penguji begitu puas dengan hasil yang mereka sampaikan


"Oke teman teman semua" teriak Alsava


"Untuk merayakan keberhasilan kita yang telah mencapai gelar sarjana gimana kalau kita adakan perayaan!, aku juga Kaila mengundang kalian untuk datang ke Al cafe sebrang jalan sana untuk merayakan nya gimana?" tawar Alsava


Banyak dari yang lain menyetujui ajakan Alsava tapi tidak dengan Friska juga Jovita yang tampak begitu kesal


"Emang yang mau bayar tuh acara siapa? lo berdua kan cuma pelayan disana" ucap Friska tersenyum miring


"Iya,, jangan jangan nanti kita kita lagi yang bayar?" timpal Jovita


"Kalau masalah itu kalian nggak usah difikirin, yang penting kalian datang aja, aku siapin semuanya Oke" ucap Alsava mengacungkan ibu jari nya


"Jangan lupa besok malam ya jam 7" ajak Alsava


Setelah semua nya selesai Alsava, Nara juga Kaila memilih pulang kerumah dengan Alsava sebagai driver nya


"Lo yakin Sa mau ngadain party buat besok?" tanya Kaila sedikit was was

__ADS_1


"Kenapa emang nya?" tanya Alsava sambil fokus menyetir


"Ya secepat itu gitu lo Sa,, kamu yakin" timpal Nara


"Yaa, aku emang dari dulu sih pengen ngajak anak-anak kampus, tapi nggak kesampaian, ya udah" ucap Alsava berbinar


"Kamu beneran yakin Sa" ucap Nara yang ikut was was


"Yakin lah, eh tunggu kalian jangan-jangan lupa ya?" tanya Alsava memicingkan matanya


"Apa?" tanya Nara bingung


"Tuh kan bener!" Jawab Alsava


"Kalian lupa kalau besok empat tahun Al caffe?" ucap Alsava menjelaskan


Sontak saja Nara juga Kaila membulatkan matanya,


"Ya ampun iya" ucap Kaila menepuk jidatnya


"Gue beneran lupa kalau besok empat tahun Al Caffe, sorry Al" kata Kaila merasa bersalah


"Ya ampun,, iya ya Sa,, aku juga lupa, maaf ya" ucap Nara yang juga merasa bersalah


"Iya nggak apa-apa" ucap Alsava


Mereka melanjutkan perjalanan mereka, Alsava terlebih dahulu mengantarkan Kaila karena lebih dekat dengan kampus, sedangkan Nara satu jalan dengan apartement Alsava


Setelah mengantarkan kedua sahabatnya, Alsava memilih pulang ke apartementnya


Brukk


Alsava menjatuhkan tubuhnya yang lelah keatas tempat tidur, berkali-kali dia membuka tutup ponsel nya berharap ada notifikasi yang masuk, tapi hasil nya nihil tak ada satu pesan pun yang masuk kedalam ponselnya membuatnya sedikit kesal


"Ngapain sih berharap dia hubungi aku" gerutu Alsava kesal


"Dia lagi sibuk kan?"


Bukk


"Ughh aku ini lagi apa sih!" kesal Alsava membuang asal ponsel nya dan bangun dari tidurnya


Alsava melangkahkan kaki nya kekamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket karena keringat, dia memilih berendam di bathup ditambah dengan sabun aroma therapy untuk merelaksasikan tubuhnya


Setelah tiga puluh lima menit membersihkan dirinya Alsava melaksanakan kewajibannya karena ternyata adzan magrib telah berkumandang, dengan khusyu' Alsava melaksanakan kewajibannya


.....


"Agh, terserah deh, besok aja" ucap Alsava kesal, karena sedari tadi Alva sama sekali tak menghubungi nya, entah mengapa hari ini dia merasa ingin sekali menghubungi Alva untuk memberitahukan hasil dari sidangnya, terlebih biasanya Alva akan terus menerus menghubunginya, namun hari ini nihil, tak ada notifikasi apapun darinya, membuat Alsava menjadi kesal


"Aku ini kenapa sih,?" tanya Alsava dalam hati

__ADS_1


__ADS_2