
Sudah hampir satu bulan lamanya Alva berada di New York bersama seluruh tim yang dibawanya, Alva benar-benar membereskan semua nya tanpa kesalahan satu pun, pantas saja jika Alva dikenal begitu profesional dalam menjalankan tugasnya
Dia sama sekali tak ingin melihat satu hal kecilpun berada dalam kekacauan, oleh sebab itulah tak tangung tanggung dia berani turun tangan langsung menjalani proyek yang tengah kacau
"Pesankan penerbangan besok, bersiap untuk pulang ke tanah air besok" titah Alva menelfon asistennya
"Baik pak" jawab Bimo
Alva benar-benar merindukan tanah air, terlebih Alva begitu merindukan sosok Alsava, gadis yang selalu terbayang diingatannya, bahkan saat ini membayangkan wajahnya saja dia begitu rindu
Rindu itu begitu menyiksanya, menyelesaikan masalah hampir satu bulan lama nya, bahkan selama satu bulan itu dia sama sekali tak bertemu dengan wajah cantik nya
Dulu saat belum mengenal Alsava, seberapa lama pun dia akan bepergian dia tak akan mempermasalahkannya, atau pun bahkan jika dia harus menetap disuatu tempat dia sama sekali tak mempermasalahkan nya, tapi saat ini kehidupannya berubah, Alva ingin segera pulang ketanah air
Alva merebahkan tubuh lelahnya, ingin sekali dia melakukan panggilan pada Alsava, tapi dia ingat kalau saat ini New York tengah malam, Alsava akan marah jika dia melakukan panggilan ditengah malam, alasannya begitu simple, agar Alva segera istirahat
Pernah suatu ketika, saat Alva begitu merindukan Alsava karena pekerjaannya selesai dini hari, Alsava marah padanya dan yang lebih parah lagi selama dua hari lamanya Alsava tak mau menerima panggilan dari nya, membuat Alva benar-benar tersiksa karena sangat amat merindukan Alsava
Alva memejamkan matanya agar segera tertidur dan menghadapi hari esok dengan cepat, tubuh lelahnya merespon Alva, buktinya dia langsung tertidur lelap begitu memejamkan matanya
***
Perjalanan seolah lebih lama menurut Alva, dia begitu tak sabar ingin segera sampai ke tanah air, dia ingin segera bertemu Alsava, sedang apakah dia saat ini, sudah makankah dia, sedang bersenang-senangkah dia, Alva bertanya dalam hati
Setelah penerbangan sekitar dua puluh jam, Alva akhirnya sampai di tanah air bersama seluruh timnya, Alva mencoba untuk menelfon Alsava untuk menanyakan keberadaan nya, tapi di urungkannya, dia ingin memberikannya kejutan untuk kepulangannya
Dilihatnya Raefal sudah menunggunya untuk mengantar kan Alva pulang kerumah, tapi Alva menolak permintaan Raefal
"Ke apartement Alsava" ucap Alva to the point dan langsung berjalan mendahului Raefal tanpa menunggu nya mengiyakan ataupun menjawab pertanyaan Alva
Raefal mengernyitkan keningnya, dia ingin menolak permintaan sang sahabat, karena dia tahu Alva pasti sangat kelelahan melakukan penerbangan puluhan jam lamanya, terlebih lagi sebelumnya dia bersikeras untuk menyelesaikan kekacauan secepatnya
"Tunggu Al,, kamu harus pulang lebih dulu"
"Setidaknya bersihkan tubuh mu" ucap Raefal
"Tidak perlu, aku ingin segera bertemu dengan gadis ku" kekeuh Alva
__ADS_1
"Ya, mungkin Alsa akan marah-marah kalau tahu kamu bau seperti ini" alibi Raefal
Alva mulai berfikir, terlihat dari raut wajahnya yang mulai berkerut-kerut
"Aku mandi di tempatmu" jawab Alva santai, dan berlalu meninggalkan Raefal yang masih mencerna perkataan sahabatnya itu
Alva pergi menuju mobil nya yang sudah terparkir di depan bandara, sadar bahwa Alva sudah tak ada di depannya, dengan segera Raefal berlari ke arah Alva dan benar saja Alva sudah duduk dengan santai nya didalam mobil Raefal, karena sebelum pergi Alva merebut kunci yang tengah di pegang Raefal
"Kamu yakin nggak mau pulang lebih dulu kerumah bunda?" tanya Raefal yang tengah mengemudikan mobilnya
Alva hanya menggelengkan kepalanya dengan mata yang sudah terpejam, dan dalam sekejap saja Alva sudah terbang ke alam mimpi, Raefal hanya bisa menggelengkan kepalanya, senyum licik tersungging disudut bibirnya
"Masa bodoh dengan akhirnya nanti"
"Aku hanya melakukan yang terbaik untuk mu" gumam Raefal lirih
Raefal lalu melajukan mobilnya pulang, setelah berkendara hampir satu jam, Raefal sampai ditempat tujuannya, satpam yang mengenali mobil Raefal segera membukakan gerbang untuk nya dan memberikan salam ramahnya pada Raefal
"Bunda ada pak?" tanya Raefal pada pak satpam
"Ada den, nyonya besar sedang didalam" jawab pak satpam ramah
Ya, Raefal memutuskan untuk membawa Alva pulang kerumah nya, melihat Alva yang kelelahan dan tak melihat ulah nya, jadi Raefal dengan sengaja tak mengindahkan permintaan Alva beberapa saaa yang lalu
"Rae,,, kok nggak bilang mau kesini"
"Bunda kan bisa masak makanan kesukaan Rae" ucap bunda menghampiri mobil Raefal
"Nggak usah bunda, tuh mau nganter anak kesayangan bunda" ucap Raefal menunjuk jok kebelakang mobilnya
"Ya ampun ini anak, pulang nggak kasih kabar ke bunda dulu" ucap bunda dengan kesal
Mendengar suara yang begitu familiar ditelinga, Alva segera membuka matanya meskipun dengan berat hati, tapi betapa terkejutnya Alva mendapati bahwa dia telah berada dirumah nya, ralat dirumah besar orang tua nya
"Bangun juga dia" kata bunda berjalan kebelakang dan membuka pintu belakang mobil Raefal
"Kebiasaan kamu ya, pulang nggak pernah kasih kabar Mommy sebelumnya" teriak Mommy sambil menjewer telinga Alva
__ADS_1
"Ampun,,, ampun,,, ampun" Alva meminta ampun
"Mommy ampun" Alva memelas
"Ampun apa?!"
"Kamu ini kebiasaan ya!, gimana nanti kalau kamu punya istri"
"Pergi nggak pernah bilang, pulang apa lagi"
"Mommy aja nggak pernah kamu kabari"
"Gimana dengan istri kamu nanti" omel Mommy tanpa jeda dengan tangan Mommy yang masih setia bertengger di telinga Alva
Deg
Alva membatu mendengar omelan dari sang Mommy, tapi seketika dia tersenyum simpul, karena faktanya dia selalu memberi kabar pada Alsava apapun itu, mengingat nama Alsava dia langsung kesal dengan Raefal yang tanpa bersalah atau besrdosa sekalipun dia membawa nya pulang ke rumah besar
"Ampun Mom, sakit" keluh Alva, Mommy langsung melepaskan jeweran ditelinga Alva
"Buruan masuk, nggak ada bantahan untuk kamu alasan mau kembali kekantor lagi"
"Mommy mau masak makanan kesukaan kalian" ucap Mommy tegas pada Alva saat Alva bersiap ingin menyanggah ucapan sang Mommy
Mau tak mau Alva harus menuruti permintaan Mommy nya, dia melotot kearah Raefal yang tidak merasa bersalah sama sekali dengan perbuatannya, dia justru dengan santai nya mengambil koper Alva yang berada dibagasi mobilnya dan masuk meninggalkan Alva
"Ajak Alva kekamar ya Rae, suruh dia mandi" titah Mommy saat melihat Alva juga Raefal masuk kedalam rumah
"Iya Bun" jawab Raefal enteng
"Aku bukan anak kecil lagi Mom" keluh Alva pada sang Mommy
Mommy sama sekali tak mengindahkan keluhan yang keluar dari mulut Alva, Mommy bahkan sibuk memasak makanan kesukaan Alva juga Raefal
"Aku kan sudah bilang, aku mandi ditempat mu!"
"Kenapa aku dibawa kesini" protes Alva kesal
__ADS_1
"Ya, karena ku lihat sahabatku ini sangat kelelahan"
"Ya udah, ku bawa pulang aja, toh kamu juga nggak tahu" ucap Raefal berlari keluar dari kamar Alva setelah meletakkan koper nya