Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Pergi


__ADS_3

Alsava menerjapkan pandangannya, tubuhnya sedikit berat karena tertimpa sesuatu, dilihatnya sosok pria tampan dengan pulas memejamkan matanya, tangan nya diletakkan dibawah kepala Alsava sebagai bantal. Alsava baru ingat tanpa sadar semalam dia menangis dan tertidur dipelukan Alva. Alva tertidur dengan pulasnya tangannya merengkuh pinggang Alsava seolah dia takut kalau Alsava akan pergi meninggalkannya


Perlahan Alsava menjauhkan tangan Alva dari tubuhnya berharap agar pria itu tak bangun dari tidurnya, dipandanginya wajah tampan Alva yang tengah terlelap


Dipandanginya wajah tampan alva yang masih terlelap dalam tidurnya dengan lekat. Tanpa sadar air mata alsava menetes, dengan cepat alsava menghapus air matanya yang terus menerus mengalir dengan derasnya seolah tak ingin berhenti


Cup Alsava mengecup kening Alva dengan lembut


"Maafkan aku Al"


"Aku harus pergi"


"Maaf karena aku menghianati cinta dan kasih sayang yang sudah kamu berikan padaku"


"Lupakan aku al"


"Lupakan semua apapun tentang aku, lupakan kisah cinta kita yang pernah tumbuh diantara kita"


"Jaga diri baik-baik"


"Semoga kamu bahagia walaupun tidak bersamaku"


"Dan semoga kamu lebih bahagia lagi dengan wanita yang telah dipilihkan oleh Nya" bisik Alsava lirih


Alsava segera mencari dimana tas nya dan pergi meninggalkan villa dimana Alva tengah tertidur disana


⭐⭐⭐


Setelah keputusannya beberapa hari yang lalu Alsava lebih memilih mengurung diri, dia masih belum bisa menerima semuanya, Alsava pun lebih memilih pulang kekediaman orang tuanya demi menghindari Alva yang kemungkinan besar akan mencarinya, tetapi itu mustahil, dia sudah meninggalkan Alva, dan tak mungkin Alva akan mencarinya


Rasa bersalah selalu menyelimuti hatinya, dia.. Menghiananti Alva, seseorang yang begitu mencintai dirinya, menyayangi dirinya begitu tulus tapi harus berakhir karena dirinya harus menikah dengan pria lain


"Kamu mau kemana sayang?" tanya sang Mama saat melihat Alsava memasukkan pakaiannya kedalam koper besar


"Aku mau ke Paris Ma!" jawab Alsava yang sedang merapikan baju nya


"Paris?! kamu mau ngapain kesana?" tanya Mama


"Fashion show" jawab Alsava


"Tapi lusa kelurga dan calon suami kamu datang kemari nak!" ucap Mama


Mendengar pernyataan Mama hati Alsava begitu terpukul, ingin dia mengatakan tidak pada sang Mama, tapi tak ada keberanian untuk nya mengatakan hal itu, mata nya mulai berkaca-kaca tapi Alsava harus tegar menghadapi semuanya


"Ma..."


"Aku sudah menyetujui semuanya, Mama dan Papa yang mengatur bagaimana baiknya"


"Sava ikuti semua" ucap Alsava dengan suara serak menahan tangisnya


"Tapi akan lebih baik kalau kamu ikut sayang"

__ADS_1


"Bertemu dengan calon suami kamu!" ucap Mama lagi


"Maaf Ma.. Alsava nggak bisa"


"Sava mohon sama Mama, untuk yang terakhir kalinya.."


"Sava melakukan keinginan Sava sendiri" mohon Alsava menitikkan air matanya


"Maafkan Mama nak" ucap Mama menyesal sambil memeluk tubuh anak kesayangannya


"Alsava pamit Ma"


"Assalamu'alaikum" pamit Alsava menyeret koper besarnya


Dengan berurai air mata Alsava pergi meninggalkan rumah besarnya, melupakan sejenak sakit hatinya untuk nantinya menerima hati yang baru, membuka lembaran baru dengan calon suaminya


"Maaf Ma, Alsava ingin menenangkan hati sava dulu"


"Maaf kalau Alsava terkesan melarikan diri" batin Alsava dalam hati


Alsava pun masuk kedalam mobil yang sudah dipesannya beberapa saat yang lalu, dia pergi meninggalkan rumah besar nya itu. Air matanya tak bisa lagi dibendungnya, rasanya sakit sangat sakit. Alsava menangis didalam mobil yang ditumpanginya


"Mengapa menangis neng" tanya sang sopir yang penasaran karena penumpang nya menangis setelah masuk kedalam mobil


Alsava menggeleng dan terus menerus menangis, sang sopir menyerah dan membiarkan penumpangnya menangis didalam mobilnya


Setelah mengendarai selama lebih dari tiga puluh menit Alsava sampai dibandara disana terlihat rekan-rekannya telah sampai terlebih dahulu di bandara. Alsava segera menguasai dirinya, menghapus air mata yang masih ingin jatuh dipipinya. Memakai lagi riasan yang tadi sempat terhapus karena menangis


"Maaf" ucap Alsava


Merekapun berangkat ke Paris untuk tujuan yang sama


⭐⭐⭐


Hampir satu bulan Alsava pergi ke Paris, selain karena urusan pekerjaan Alsava juga berlibur disini, rekan kerja nya sudah pulang dari satu minggu yang lalu, dan Alsava memilih untuk tetap berada disini selama yang dia mau


Alsava kini tengah duduk santai di hotel yang ditinggalinya, bersantai sambil membaca koran maupun majalah yang sudah tersedia disana


Alsava begitu enggan untuk meninggalkan hotel, dia berencana untuk bermalas-malasan karena memang sudah tidak ada lagi tempat yang ingin dikunjunginya, semuanya sudah pernah dikunjinginya bersama rekan tim Fashionnya sebelim mereka semua meninggalkan Paris minggu lalu


"Enak nya kemana ya hari ini" tanya Alsava pada dirinya


"Kemana lagi aku mau pergi"


"Semuanya udah di kunjungi"


"Huuft" Alsava mengembuskan nafasnya kasar


Drrtt drrtt


Ponsel Alsava berbunyi

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Ma" salam Alsava pada Mama yang tengah menelfonnya


"Wa'alaikumsalam"


"Gimana kabar kamu sayang?" tanya Mama khawatir


"Baik Ma, Mama sendiri" tanya Alsava basa basi


"Baik, kapan kamu pulang sayang" tanya Mama


"Entah lah Ma, masih banyak yang harus Sava selesaikan disini" bohong Alsava


"Kamu nggak lupa kan sayang kalau pernikahan kamu akan dilaksanakan beberapa minggu lagi" Mama mengingatkan


Seketika air mata Alsava jatuh lagi, ternyata selama apapun dia melarikan diri dia tetap mengingat bagaimana sakit nya dia saat diingatkan hal yang seperti ini


"Iya Ma, Sava nggak lupa" jawab Alsava menggigit bibir bawahnya menahan tangis


"Mama minta setelah semuanya selesai kamu cepat pulang ya nak"


"Calon pengantin nggak bolek pergi jauh lama-lama, pamali" Mama mengingatkan


"Iya ma" jawab Alsava


Dengan segera Alsava mematikan sambungan telfonnya tanpa menunggu sang Mama menyelesaikan ucapannya


Alsava menangis sejadi-jadinya, dia merasa sakit yang hampir dilupakannya beberapa minggu disini, hatinya terasa sakit teramat sangat rasa bersalahnya mulai muncul kembali terhadap Alva, seorang pria yang begitu mencintai dirinya dan dicintainya, tapi dia menghianati cinta itu dan menikah dengan pria lain, pria yang tak pernah dijumpainya


"Maafkan aku Al"


"Maafkan aku hiks"


"Aku menghianati cinta kita"


"Aku menghianati kamu"


"Aku minta maaf"


"Huuu" Alsava menangis tersedu sedu merasakan sakit hatinya


Entah berapa lama alsava menangis didalam kamarnya, menangisi nasib yang terjadi padanya. Menikah dengan seseorang yang saa sekali tak pernah dikenalnya, bahkan tak dicintainya. Akankah nantinya dia hidup bahagia setelah pernikahannya


"Aku rindu padamu al"


"Aku rindu,, sedang apa kamu sekarang. Apa kamu sudah melupakanku dan membenciku"


"Apa kamu hidup bahagia sekarang al" tanya alsava entah pada siapa


Lagi-lagi air matanya membanjiri pipi cantiknya, hatinya seolah tercabik cabik. Alsava kembali menangis, hanya dinginnya malam dan kamar yang sunyi lah yang tahu apa yang terjadi pada hatinya sekarang


Puas menangis Alsava tertidur dengan pulasnya, melupakan sejenak rasa sakit hatinya, melupakan sejenak kesedihannya

__ADS_1


__ADS_2