Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Sangat Rindu


__ADS_3

Setelah tadi dipaksa untuk makan siang dan setelahnya istirahat, kini Alva melajukan mobilnya. Kemana lagi kalau bukan ke apartement Alsava, rasa rindunya begitu memuncak dia ingin segera bertemu dengan sang kekasih hati sesegera mungkin


Setelah berkendara sekitar satu jam, akhirnya Alva sampai di gedung apartement Alsava, dengan setengah berlari dia memasuki gedung apartement menuju lift, dengan segera dia memencet angka sepuluh dimana letak lantai apartement Alsava berada


Ya... Tak butuh waktu lama dia sampai di lantai sepuluh dalam hitungan menit, Alva keluar dari lift dengan sedikit berlari menuju pintu kamar apartement yang Alsava tempati


"Ah.. Apa yang hatus ku lakukan?" tanya Alva dalam hati


Alva berjalan mondar mandir seperti setrikaan, dia bingung bagaimana dia memberi kejutan pada Alsava kalau dia sudah pulang dari New York


"Apa aku masuk aja"


"Atau memencet bel seperti biasanya" tanya Alva masih kebingungan


Akhirnya Alva memilih memencet bel seperti biasanya, dia hanya akan masuk keapartement Alsava sendiri jika keadaannya sangat darurat


Ting tong


Alva memencet bel, tak lama kemudian dilihatnya sosok Arkana yang membukakan pintu apartement


'Tikus kecil ini' batin Alva tersenyum simpul


"Kak Alva" ucap Arkana


"Hm" jawab Alva sambil menyodorkan paper bag yang di bawanya sedari tadi


"Wah,, apa ini kak?" tanya Arkana berbinar


Alva hanya menjawab dengan dagu nya isyarat untuk Arka membukanya segera


"Wahhhh," pekik Arkana kegirangan


Pasalnya Alva memberikannya game baru juga jam tangan keluaran terbaru dari New York membuat Arkana kegirangan, Alva yang melihat itu mengusap lembut kepala Arkana dan berlalu meninggalkan Arkana yang tengah asik mengagumi pemberian Alva


Alva masuk kedalam apartement Alsava dengan perasaan yang bercampur aduk, tapi begitu kecewanya dia saat melihat Alsava tengah bercanda dengan seorang pria yang sangat dikenalnya 'Zachery' seketika kepalanya menjadi panas, cemburu, marah semuanya menjadi satu


"Hmm" Alva berdehem


Yahh,, dia masih berusaha mengontrol emosinya untuk tidak memberikan bogem mentah di wajah adik sahabatnya itu, raut muka nya terlihat memerah saat ini, nampak juga buku buku jarinya yang mulai terlihat


Sontak saja Alsava juga Zachery yang tengah berbincang menoleh kearah sumber suara, betapa terkejutnya mereka berdua melihat siapa yang tengah berdiri dengan gagahnya memandang mereka berdua dengan tatapan tak suka


"Al" pekik Alsava kaget, tanpa sadar Alsava bangkit dan berlari ke arah Alva


Bugh


Alsava memeluk Alva dengan erat, seketika rasa amarah itu berangsur hilang berubah menjadi rasa sayang dan rindu yang teramat sangat, Alva membalas pelukan Alsava sambil sesekali mengecup puncak kepala Alsava dengan penuh kehangatan


"Aku pulang" bisik Alva lirik

__ADS_1


Alsava tak mengindahkan bisikan Alva, tanpa sadar dia ingin memeluk Alva sepuasnya, cukup lama mereka berpelukan tanpa disadari oleh mereka berdua ada sepasang mata yang melihat kedekatan Alsava maupun Alva dengan perasaan kecewa


"Udah kali pelukannya" seloroh Arkana yang baru saja selesai mengagumi pemberian Alva beberapa saat yang lalu


Merasa malu Alsava segera melepaskan pelukannya dan menatap Alva dengan intens


Cup cup cup


Alva mencium kening pipi kanan dan pipi kiri Alsava berulang kali dengan gemas dan memeluk Alsava lagi dengan erat menyalurkan rindunya yang sudah hampir satu bulan tak bertemu


"Udah Al" ucap Alsava yang malu mendapat perlakuan seperti itu dari Alva


"Aku rindu" jujur Alva mengeratkan pelukannya


"Hmm" Zachery berdehem memecah romansa mereka berdua,


Sadar kalau bukan hanya mereka berdua di ruangan itu Alsava segera melepaskan rengkuhan Alva dengan wajah yang memerah menahan malu


"Hmm. Mmm duduk dulu Al, Aku... Aku ambilin minum dulu" ucap Alsava gugup


Alva menuruti permintaan Alsava dan duduk di sofa bersebrangan dengan Zachery


"Hmm.. Ku dengar kamu kembali ke perusahaan papa mu" tanya Alva yang telah mendudukkan tubuhnya


"Ya.. Seperti yang bang Al lihat" jawab Zachery sedikit ketus


Alsava meletakkan gelas yang berisi jus jeruk kesukaan Alva


"Selama aku pergi, dia sering kesini?" tanya Alva tiba-tiba


Alsava menggelengkan kepalanya, membuat Alva merasa lega


"Hanya dua kali" jawab Alsava jujur membuat raut wajah Alva berubah marah


"Dua kali, kalian?" tanya Alva tak percaya


"Jangan sembarangan menerima tamu laki-laki sayang" ucap Alva menekankan kata sayang


"Apa sih, lagian disini kan ada Arka" bantah Alsava tak suka


"Tetap saja a.." kata Alva terpotong karena jari telunjuk Alsava sudah mendarat di bibir Alva


"Sstt,,, aku tahu batasan ku" sanggah Alsava tak suka


Alva tersenyum simpul, Ya... Dia tahu bagaimana sifat Alsava, tidak mungkin Alsava akan menghianati dirinya dengan apa yang ada di fikiran nya


"Mmm, Ya... kayak nya aku harus balik deh Sa" ucap Zachery bangkit memecah kedekatan mereka berdua


"Eh, udah mau pulang aja" jawab Alsava sedikit tak enak hati

__ADS_1


"Ya.. Ada yang harus ku urus" bohong Zachery


"Ahh, gitu ya, sibuk ya sekarang" ucap Alsava kecewa


Zachery hanya tersenyum mendengar ucapan Alsava


"Ya udah,, aku balik ya" pamit Zachery


"Makasih ya udah mampir" ucap Alsava mengantarkan Zachery di depan pintu


Zachery pamit pulang denga perasaan kecewa dan sedih terlihat dari raut wajahnya


"Aku kalah" batin Zachery tersenyum kecut yang berjalan keluar gedung Apartement Alsava


Grep


Alva memeluk Alsava dengan posesif, dia benar-benar rindu dengan Alsava, dia tak ingin berjauhan lagi dengan Alsava barang sedetik pun


"Al" tolak Alsava merasa risih


"Sebentar saja, aku rindu" ucap Alva semakin mengeratkan pelukannya


Alsava menuntun Alva berjalan menuju sofa, karena tidak mungkin mereka akan berpelukan sambil berdiri, karena Alsava sangat hafal dengan sikap Alva yang manja dengannya, Alva akan berlama-lama memeluknya dan tak akan melepaskannya barang sedetikpun, dan itu akan terjadi sebentar lagi


"Hufth" Alsava mengembuskan nafasnya


"Kapan pulang?" tanya Alsava


"Siang tadi" jawab Alva malas, dia mengendus bau tubuh Alsava yang wangi bunga, yang membuat Alva begitu menyukai nya


Saat ini Alva tengah bergelayut manja dipelukan Alsava dengan kepalanya yang disenderkan di pundak Alsava sedangkan tangannya melingkar di pinggang ramping Alsava


"Istirahat gih di kamar Arka" pinta Alsava, tapi Alva menggelengkan kepalanya tanda tak mau


Alva justru membaringkan tubuh panjang nya di sofa dengan paha Alsava sebagai bantalnya


"Tidur di kamar Arka aja sana" pinta Alsava lagi, tapi lagi-lagi ditolak oleh Alva dan merengkuh pinggah Alsava untuk dipeluknya


"Aku rindu Al sayang, hampir satu bulan aku tak melihat mu"


"Kamu tahu, satu bulan itu rasanya sangat tersiksa"


"Tak memelukmu, tak berada disisi mu"


"Aku hanya ingin memelukmu sepuas nya, sampai rasa rindu ini berkurang" ucap Alva penuh denga kalimat protes


"Oke oke, aku mau tahu, sampai berapa lama kamu bisa mengurangi rasa rindumu hm" goda Alsava dengan raut wajah tak percaya


"Seumur hidup" jawab Alva enteng, dan langsung terlelap dipangkuan Alsava karena merasa lelah juga terbuai dengan elusan dikepalanya

__ADS_1


__ADS_2