
Puas berpelukan kami melanjutkan acara kami yang tertunda karena ulahku, malu rasanya karena memeluk Alva didepan umum seperti tadi, tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku saat ini, yang jelas aku merasa senang, sangat sangat senang. Para pengiringpun satu persatu pulang kerumah masing-masing karena acara sudah selesai dan hari sudah beranjak sore
Tinggalah kami keluarga besar, keluargaku juga keluarga Alva, aku masih tak percaya kalau Alva yang akan menjadi suamiku
Kini aku kembali kekamarku, melepas segala pernak pernik yang menempel ditubuhku d bantu dengan Kaila juga Nara tentunya, karena tak memungkinkan aku melepasnya sendiri
"Aku kaget tahu nggak Sa, kalau ternyata suami kamu Alva" ucap Nara sambil melepas peniti yang ada dihijabku
"Iya, lo nggak ngomong lagi kalau Alva yang jadi suami lo" ucap Kaila dengan nada kesalnya
"Hufft" aku mengembuskan nafasku
"Emang kalian fikir kalian aja yang kaget, aku juga keget tau" jawabku
"Lagi pula, waktu pertemuan keluarga, kan aku kabur ke Paris"
"Jadi mana aku tau" ucap ku lagi
"Lagian siapa suruh sih pake acara kabur segala" tanya Kaila
"Ya.. Mmmm... Pengen kabur aja" bohong ku
"Ckk" Kaila mencebik
"Tapi gue seneng deh, kalau akhirnya si Alva yang jadi suami lo Sa"
"Setidaknya gue nggak khawatir kalau dia bakal nyakiti hati lo" ucap Kaila
"Ish, apaan sih, kayak Mama aja deh" kata ku menyenggol bahu Kaila
"Tapi lo lega kan, setidaknya lo nggak perlu mencintai orang lain" tanya Kaila
"Hmm ya begitulah" jawab ku malu-malu
Cukup lama untuk kami melepaskan pernak-pernik yang melekat ditubuhku, bahkan kami sedikit kesulitan karena banyaknya yang menempel disana
Kalau kalian bertanya dimana Alva, dia ku pinta untuk mandi di kamar Arka agar tak menunggunya terlalu lama jika harus menungguku. Dan sampai saat itu kami belum bertemu lagi
Tok tok tok
"Non, makan malamnya sudah siap" ucap bibi dari luar
Aku yang tengah membersihkan wajahku kaget karena suara bibi di luar
"Iya bik" jawab Kaila
Dia yang kutahan agar tidak pulang lebih dahulu, untuk menemaniku hingga acara selesai
Aku, Nara dan Kailapun turun untuk makan malam bersama, kulihat dibawah sana semua orang sudah duduk ditempat duduknya masing masing, ada keluargaku tentunya, juga keluarga dari Alva, Mama dan Papa mertuaku, ini kali kedua aku bertemu dengannya, dan ini untuk pertama kalinya aku bertatap muka langsung dengan beliau
Rasa malu dan canggung tiba-tiba hinggap dihatiku, ah.. Bodohnya aku
Kulihat lagi Alva juga sudah duduk disana berbincang dengan Papa dengan santainya, seolah mereka sudah kenal lama, semudah itukah dia bergaul
__ADS_1
Disebelahnya ada kursi kosong, untukku kah, ah malu sekali aku, gerutuku dalam hati, aku berjalan mengikuti Kaila juga Nara menempati tempat yang kosong disebelahnya belum juga aku duduk Mama sudah mencegahku
"Eh,, kenapa duduknya disitu sayang"
"Itu duduk disamping suami kamu" ucap Mama menunjuk bangku kosong disebelah Alva yang dengan pasti sudah disiapkan untukku
Alva yang tengah mengobrol seketika langsung menghentikan obrolannya dan menoleh kearahku, matanya mengisyaratkan untukku duduk disebelahnya
Aaaa... Apa yang kulakukan, aku malu sekali mengingat kejadian setelah akad siang tadi, kulirik kedua sahabatku meminta bantuan tapi nyatanya mereka hanya tersenyum menunjukkan ketidak bersalahannya dan justru mendukungku untuk duduk disebelah Alva
Oh.. Ya ampun, haruskah aku memukuli mereka berdua setelah ini
Dengan berat hati kulangkahkan kakiku mendekati Alva dengan senyum lebarnya
'Aku bahkan belum meminta penjelasan darinya'
'Awas saja nanti' batin ku kesal sangat sangat kesal
Kududukan tubuhku dengan canggung, canggung karena segala-galanya, makanan sudah tersedia semuanya diatas meja bahkan semua orang sudah hadir dimeja makan, Papa sebagai pemilik rumah mempersilahkan tamunya ralat besannya untuk memulai makan malam
Seperti sudah menjadi kebiasaanku saat maka bersama dengan Alva, kuambil piringnya untuk ku isi dengan nasi dan lauk pauknya
Mama yang duduk didepanku juga ikut menawarkan berbagai lauk pauk untuk menantu barunya, ya... Mama terlihat begitu menyayangi Alva seperti ana nya sendiri dilihat dia ikut menuangkan lauk ke piring Alva
"Mama" sentakku menahan tangan Mama
Mama yang sedang memberikan tongseng udang terkejut karena ulahku
"Kenapa sayang, bikin kaget aja" tanya Mama kebingungan
"Alva alergi udang Ma" jawab ku sambil mengambil lauk pauk kesukaan Alva saat melihat mama mengerutkan keningnya
"Kamu tahu nak kalau anak Mommy Alva alergi dengan udang?" tanya Mama mertuaku dengan sangat penasaran
Bagaimana tidak, menantu yang baru ditemuinya nyatanya tahu kalau anak nya alergi dengan udang
"Mmm.. Ta.. Tahu Ma" ucap ku gugup
"Kita makan dulu Mom, pertanyaannya di simpan untuk nanti" potong Alva menengahi
Alva tersenyum merekah menatapku, dan menyantap makanannya dalam diam, kamipun melanjutkan makan malam kami dalam diam seperti tradisi kami biasanya
Selesai makan Papa meminta kami untuk berkumpul keruang keluarga hanya sekedar mengobrol sebagai keluarga besar
"Ma, aku izin keluar ya" bisik Arkana adik ku kepada Mama
"Mau kemana sayang?" tanya Mama khawatir
"Keluar sebentar aja kok, Ma"
"Toh kalau Arka nggak disini juga nggak berpengaruh sama sekali kan" ucap Arkana
"Hush kamu itu" ucap Mama
__ADS_1
"Ya Ma, bentar aja ya, satu jam" ucap Arkana memohon mengajungkan jari telunjuk nya
Aku hanya tersenyum kecil melihat Arkana seperti itu
"Ya kak?" kini dia berganti meminta izin padaku
"Ya udah Ma,biarin aja, anak Mama udah gede"
"Buat apa dia kuliah diluar negeri kalau nggak tau jalan pulang" ucap ku membolehkan
"Ya sudah, janji cuma satu jam" kata mama juga membolehkan Arkana pergi
"Yes" Arkana bersorak kegirangan
Dengan berlarian kecil dia naik kekamarnya untuk bersiap meninggalkan obrolan yang dia tak ingin tahun tentang apa itu
"Jadi... Kalian berencana bulan madu kemana" ucap Grandpa bertanya pada kami
"Bu.. Bulan madu?" tanya ku sambil menatap Alva yang sama terkejutnya
"Akan kami fikirkan setelah resepsi selesai Pa" jawab Alva dengan santainya
"Kalian tinggal katakan saja kemana kalian akan berbulan madu"
"Grandpa yang akan biayai semuanya, sebagai hadiah pernikahan kalian dari Grandpa, oke?!" ucap Grandpa antusias
"Iya Grandpa" ucap Alva menyetujui
Seperti nya dia memang cepat sekali akrab dengan keluargaku, sedang aku sendiri masih canggung dengan keluarganya
"Kak Alva, pinjem mobil dong" pinta Arkana yang tiba-tiba datang
Mendengar ucapan Arkana yang terkesan blak-blakan membuat semua keluarga terkejut, begitu juga dengan Mama yang terlihat marah pada Arka
"Arka..." Sentak Mama kesal
"Mau kemana?" tanya Alva yang sudah memegang kunci mobilnya
"Biasa kak, satu jaaam... aja ya" pinta nya memohon
Alva yang hendak memberikan kunci mobilnya langsung kutahan dan menatap Adik ku dengan tatapan tajam
"Kamu punya mobil sendiri kan Arka?" tanya ku memegang kunci mobil Alva
"Ah.. Kak Alsa kok gitu" protesnya
"Boleh ya kak" pinta nya memohon pada Alva, sedangkan Alva mengangguki permintaan Arkana dengan santainya
"Al... Kamu nggak inget beberapa kali dia buat masalah dengan mobil kamu" kesal ku
"Nggak apa-apa" jawab Alva mengambil kunci mobilnya dari tanganku dan memberikannya pada Arka
Tentu saja Arka kegirangan dan segera berlari keluar
__ADS_1
"Al...." kesal ku