
"Jadi... Apa yang membuatmu belum menginginkan posisi papa, dan lebih memilih menjadi penyanyi di cafe itu?" tanya Raefal
Deg
Zachery membulatkan matanya, dia yang merasa rahasia nya terbongkar merasa kikuk dihadapan abang nya, bagaimana tidak dia menyembunyikan kegiatan dari abangnya, tapi bodohnya dia jika tak tahu kalau si abang akan dengan pintar mengetahui kegiatannya selama ini
'Dia tahu' batin Zachery cemas
"Mmm itu.. Abang.. Abang tahu?" tanya Zachery gugup
"Apa yang tak ku tahu dari mu ha!" ucap Raefal gemas pengacak kasar rambut adiknya
"Jangan beritahu papa atau mommy ya bang aku mohon,, aku benar-benar akan di kurung dirumah oleh papa kalau tahu aku menyanyi di cafe, tolong bang ya!" ucap Zachery memohon sambil mengguncang tubuh abangnya
"Hmmmh,,, gimana ya, justru abang penasaran dengan ekspresi papa saat tahu hal ini.. hmmh" goda Raefal yang berpura-pura berfikir sambil menggaruk dagunya
"Jangan bang ya ya" mohon Zachery
"Aku tak bisa berjanji" jawab Raefal melepaskan tangannya yang terus menggoncang tubuh nya
"Tolong bang, jangan begini,, akan aku lakukan apapun, tapi jangan beritahu papa! Ya.. Ya" kata Zachery yang sekarang memeluk erat tubuh kakaknya
Zachery meskipun dia sudah dikatakan dewasa namun kadang tingkah lakunya seperti anak kecil, terlebih pada kakak laki-laki nya ini, karena memang sedari kecil Raefal selalu memanjakannya, begitupun saat dewasa seperti ini.
Raefal tak pernah marah dengan segala tingkah laku adik nya, dia justru sangat menyayangi nya, walau kadang mereka saling bertengkar karena berbeda pendapat ataupun merebutkan sesuatu, dan lagi saat sang adik menolak permintaan yang diajukan orang tuanya hanya sang kakaklah yang bisa membujuknya
"Apapun?!" tanya Raefal menyelidik,
Zachery mengangguk kuat
"Termasuk kembali keperusahaan papa!?" tanya Raefal lagi
"Tidak" jawab Zachery melepaskan pelukannya pada sang kakak
"Ahh,, aku tak punya pilihan sepertinya" ucap Raefal bangkit dari duduknya
Zachery yang melihat hal itu merasa was-was, karena dia tahu bahwa kakaknya tak pernah main-main dengan apa yang diucapkannya, tapi dia juga belum ingin kembali keperusahaan, tapi kalau papanya tahu, dia tak tahu apa yang akan terjadi padanya nanti
"Tunggu bang" ucap Zachery menahan tangan abangnya
"Akan aku fikirkan, Mmm.. tapi... tapi tidak sekarang bagaimana?!" tawar nya
Raefal tersenyum mendengar pernyataan adiknya setidaknya dia sedikit punya peluang untuk memasukkan adik nya terjun keperusahaan papanya, dia kemudian mendudukkan tubuhnya ditempat semula
"Kenapa bukan sekarang?" tanya Raefal menyenderkan tubuhnya
"Mmmm,, aku... aku punya alasan" ucap Zachery tersipu malu
Dia meninggalkan abangnya menuju dapur untuk mengambil minuman karena haus sedari tadi
Raefal begitu paham dengan sikap adiknya itu, karena sifat yang seperti ini hanya akan ditunjukkan saat dia menyukai seseorang, Raefal tersenyum hangat menoleh kearah adiknya
__ADS_1
"Hhhh, Siapa?" tanya Raefal sambil memejamkan matanya
Uhukk uhukk
Zachery tersedak minumannya sendiri,
"Ap... Apa!" tanya Zachery kikuk
"Siapa lagi kalau bukan gadis yang kamu sukai. Aku tahu kamu sedang mengejar seseorang kalau aku tidak salah menebak" sanggah Raefal
Zachery memalingkan wajahnya, dia sadar tak ada yang bisa disembunyikan dari abangnya apapun itu, karena dia tahu abangnya adalah orang yang super tahu hal sekecil apapun yang akan disembunyikannya
"Mmm. Dia salah satu karyawan di cafe" ucap Zachery jujur
"Seperti apa dia, hingga membuat adik kesayanganku ini tergila-gila ha" ucap Raefal mengalungkan lengannya dileher adiknya membuat sang adik hampir tercekik
"Ahh.. Dia gadis yang manis, cantik dan juga imut" ucap Zachery lirih
Zachery lalu menceritakan kepada kakaknya seperti apa gadis yang tengah mencuri hatinya itu, dia bercerita dengan semangat sambil tersenyum mengingat wajah sang gadis, dan itu membuat Raefal menggelengkan kepalanya
Plakk
"Berhenti bercerita tentangnya sambil tersenyum seperti itu" kesal Raefal memukul kepala belakang adiknya agar sadar
"Aku sudah tak sanggup" ujar Raefal menyenderkan tubuhnya lelah
Zachery yang sedang kesakitn mendengar penuturan kakaknya segera menoleh ke arah kakaknya yang tengah memejamkan matanya, dahinya berkerut tanda tak paham apa yang dibicarakan oleh kakaknya itu
"Sudah cukup aku melihat Alva setiap hari tersenyum layaknya orang gila" tutur Raefal
"Kamu jangan juga seperti dia, aku tak sanggup"
"hahaha,, Aku tak sanggup kalau juga melihatmu gila seperti hal nya Alva!" ucap Raefal yang masih memejamkan matanya
"Maksud abang?" Zachery masih tak paham ucapan abangnya
"Ya,,, saat ini dia sedang dimabuk cinta, ahh dia seperti orang gila setiap harinya, bahkan aku juga ikut gila karena tingkahnya dikantor. Terlambat datang kekantor, dan kamu tahu Za, yang dilakukannya setiap hari hanya tersenyum di kursi kebesarannya itu." Tutur Raefal menjelaskan
"Terlebih kalau dia baru bertemu dengan gadis itu, dia akan tambah gila seharian penuh. Aku bisa gila dibuatnya." kata Raefal frustasi
"Ternyata saat dia jatuh cinta lebih menakutkan daripada dia yang sedang marah ck ck ck" tutur Raefal mengelengkan kepalanya
"Hahahaha"
"Kau harus extra sabar bang" ucap Zachery menepuk-nepuk bahu abangnya
"Aku penasaran seperti apa wajah bang Alva saat jatuh cinta,, wah.. Manusia batu itu ternyata bisa jatuh cinta juga hahah" Zachery tertawa sambil memegangi perutnya
Plakk
"... Jangan dibayangkan" ucap Raefal frustasi sambil memukul pelan adiknya
__ADS_1
"Kamu akan ikut gila jika membayangkan tingkah laku nya" sambung Raefal
"Aku justru lebih penasaran dengan gadis itu, seperti apa wajahnya sampai membuat manusia batu itu jatuh hati"
"Jadi sejak kapan bang? hmm hmm" tanya Zachery penasaran
"Gadis yang Cantik, imut dan terlihat menggemaskan. Ahh... Belum lama, sekitar dua bulan yang lalu" Jelas Raefal
"Abang pernah bertemu dengannya?" tanya Zachery lagi
"Hm.. Dia tinggal di lantai yang sama denganku" tutur Raefal
"Apa?" Zachery membulatkan matanya tak percaya
"Jadi abang bertetangga dengan gadis itu" teriak Zachery histeris
"Kapan-kapan aku akan mampir kesana untuk melihat gadis si pria batu itu haha" ucap Zachery antusias
"Tidak perlu, atau kau akan digantung oleh nya dari lantai sepuluh" ucap Raefal memberi saran
"Kenapa bang?" tanya Zachery
"Kamu lupa seperti apa sifat Alva pada kepemilikannya?" tanya Raefal yang diangguki Zachery
"Ya seperti itulah" jelas Raefal singkat lalu bangkit dari duduknya menuju lantai atas
"Hei" teriak Zachery pada kakaknya yang lebih dulu sampai dilantai atas
"Siapa yang menyuruhmu naik kesana," ucap Zachery mengejar sang kakak yang telah sampai lebih dulu dikamarnya
Brakk
Raefal mengunci pintu kamar adiknya dari dalam
"Bang... Jangan macam-macam didalam sana, banyak barang berharga" teriak Zachery yang menggedor pintu kamarnya
"Berisik, cepat buatkan aku makan malam, abangmu ini lapar" teriak Raefal dari dalam
'Cihh, rumah siapa ini, kenapa dia yang seenaknya menyuruhku begitu saja' batin Zachery kesal
'Masaklah sendiri bang' sambungnya
Zachery dengan kesal sedikit berlari turun kebawah, dia ingin keluar dari apartement nya namun sialnya saat mencari kunci mobilnya dia tak menemukan dimanapun tempatnya
Dia kebingungan mencari keseluruh sudut ruangan namun nihil, dia tak menemukan dimana letak kunci mobil nya
"Ehhem" seseorang berdehem dari lantai atas
Dia melirik keatas dilihatnya sang kakak sedang bersender di pinggir tangga dengan senyum mengejek sambil memutar-mutar kunci mobil ditangannya
"ABANGGG" teriak Zachery kesal berlari mengejar sang kakak di lantai atas
__ADS_1
"Kembalikan kunci mobil ku?!!" teriak Zachery lagi