Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
H-1 (Kedatangan Sahabat)


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucap Nara dan Kaila serempak


"Wa'alaikumsalam"


"Masuk neng, semuanya ada di dalam" ucap bibik


"Makasih bik" jawab Nara sopan


Ya, seperti janji nya pada Alsava semalam, Nara juga Kaila datang karena sudah berjanji untuk menemani Alsava menikah esok hari. Mereka berdua masuk menemui Mama Anneke yang sedang mengawasi para pelayan yang tengah mempersiapkan semuanya esok hari


"Assalamu'alaikum Ma" ucap Kaila menghampiri Mama Anneke


Mama yang sedang fokus merasa terkejut karena mendengar namanya dipanggil, dan lagi Mama Anneke merasa familiar dengan suara itu


"Wa'alaikumsalam"


"Eh... Ada Kaila sama Nara"


"Kapan datang nak?" tanya Mama Anneke menyambut uluran tangan kedua gadis didepannya dengan suka hati


"Baru aja kok Ma"


"Mama makin cantik aja deh" goda Nara


"Kamu ini bisa aja" ucap Mama merasa malu


"Mama lagi sibuk banget nih kayaknya" tanya Kaila melihat Mama Anneke begitu sibuk


"Mama cuma mengawasi, Mama mau semuanya aman terkendali, tanpa ada kedala satu pun" jawab Mama terlihat sumringah


"Ya udah, temui Alsava dari kemarin dia marah-marah karena nggak ada temannya" ucap Mama Anneke


Setelah berbasa basi mereka berdua pamit untuk menemui Alsava yang sedang di beri henna untuk mempercantik tangannya


Cklek


Nara membuka pintu kamar Alsava


"Duh calon pengantin, makin cantik aja" ucap Kaila basa basi


"Ck.. Apa sih"


"Ngapain kalian kemari ha" ucap Alsava pura-pura marah


"Mmmm.. Cuma mau lihat calon pengantin aja, bentar lagi kita juga pulang kok tenang aja" goda Kaila


Mendengar itu Alsava merasa bertambah kesal, ingin sekali dia melempari kedua sahabatnya itu dengan bantal tapi harus di urungkannya karena kedua tangannya sudah dipenuhi dengan kuteks


"Ya udah pulang aja sana" kesal Alsava


Nara juga Kaila menahan tawa nya melihat sahabatnya kesal karena ulah mereka berdua


"Ugh,,, gitu aja marah" kata Kaila memeluk tubuh Alsava dari samping yang di susul dengan Nara yang juga ikut memeluknya

__ADS_1


"Kalian jahat tau nggak"


"Aku kesepian disini"


"Nggak boleh keluar rumah"


"Nggak boleh kemana-mana"


"Aku kan kangen" adu Alsava


"Iya iya, sorry deh, kita berdua baru kemari hari ini" sesal Kaila


"Lagi pula kita kan sibuk banget" kata Nara


"Sibuk apanya, kalau kalian tutup Cafe sama Butik juga nggak akan sibuk kok"


"Kalian sengaja kan baru dateng hari ini" omel Alsava kesal


Tok tok tok


Pintu kamar Alsava diketuk, buru-buru Nara berjalan kearah pintu dan membukanya. Dilihatnya bibik membawa nampan berisi tiga cangkir coklat panas beserta cemilannya


"Bibik repot-repot deh"


"Bawa aja semuanya bik hehe" ucap Nara cengengesan


"Enggak repot neng, kalau ada perlu panggil bibi aja ya neng, non" tawar bibik


"Iya bik, makasih ya" jawab Alsava


"Bagus banget dilihat dari sini" ucap Nara pada kedua sahabatnya


"Eh iya Sa, gila lo, dapet ide dari mana dekorasi ditaman gitu" timpal Kaila sama takjub nya


"Ide bangun tidur"


"Ya kali akad mau di hotel bintang sepuluh, resepsi di bali"


"Capek banget tau" gerutu Alsava mengingat ide gila yang di sampaikan oleh keluarganya


"Hah.. Maksudnya?" kedua sahabat alsava nampak tak paham


"Ya iya. Masak iya akadnya dihotel, acara mewah, terus resepsinya di bali. Kan capek banget nantinya" gerutu alsava


"Ya namanya juga pengantin Sa, mana ada yang nggak capek"


"Katanya sih hehe" ucap Nara


"Udah ah, lagi males nih bahas acara besok, besok ya besok aja"


"Hari ini, aku pengen menghabiskan waktu ku untuk kalian berdua" ucap Alsava memeluk kedua sahabatnya


"Kita pasti bakal kangen sama kamu Sa" ucap Kaila sedih

__ADS_1


"Aku bakalan sering sering mampir ke cafe sama butik kok" ucap Alsava menengahi


"Tapi katanya suami kamu, eh calon suami kamu pengusaha juga ya Sa"


"Pasti bakal susah ketemunya" timpal Nara ikut sedih


Alsava hanya mengangkat kedua bahu nya tak tahu, bagaimana masa depannya nanti bahkan calon suaminya saja dia masih enggan untuk bertemu


"Nanti setelah menikah aku bakal terus dateng kecafe atau kebutik kok.. Kalian nggak perlu khawatir"


"Tapi selagi aku nggak ada, aku titip mereka semua kekalian ya" pinta alsava


"Loe kayak mau pergi jauh aja sa. Emang habis nikah loe mau kemana sih, ikut suami?" ucap kaila


Alsava mengangguk kecil sembari menundukkan kepalanya


"Kemungkinan aku bakal tinggal sama suami aku" ujar alsava


"Aku bersyukur karena kalian mau menemani aku selama ini" ucap Alsava jujur menatap kedua sahabatnya


"Aku justru yang bersyukur Sa, karena bisa kenal sama kamu" jujur Nara memegang tangan Alsava


"Tanpa kamu, aku pasti cuma jadi mahasiswa yang biasa aja"


"Tanpa kamu, keluarga aku nggak akan sebahagia ini" ucap Nara lagi


"Ckk, bisa aja" kata Alsava menolak pernyataan Nara


"Tapi jujur Sa, kalau kamu nggak bantu aku, nggak minta aku bantu kamu mengelola butik mungkin hidup aku cuma biasa aja" jelas Nara


"Aku cuma membantu kalian, toh aku emang kekurangan pegawai"


"Hhh, jahat ya ternyata, menjadikan sahabat sendiri sebagai pegawai nya sendiri"


"Bahkan tak jarang aku menyuruh kalian ini dan itu" kata Alsava menyesal


"Kalau bukan lo, gue nggak akan tahu susahnya cari uang Sa"


"Keluarga gue emang nggak se kaya keluarga elo"


"Tapi dari dulu gue selalu serba instan"


"Bahkan setelah lulus gue harus melanjutkan perusahaan bokap gue"


"Dan sebelum gue kenal sama elo, gue nggak punya tujuan hidup sama sekali" jujur Kaila panjang lebar


"Apa sih" ucap Alsava malu


Menurut mereka berdua Alsava buka sekedar teman maupun sahabat, tetapi juga penolongnya menolong mereka dalam segi apapun, Alsava tak pernah segan mengulurkan tangannya untuk sekedar membantu kedua sahabatnya jika mempunyai masalah


Alsava juga termasuk orang yang royal dan tak pernah membedakan status yang dimiliki setiap orang. Bagi Alsava semuanya adalah sama, bahkan selama dia bersekolah tak banyak yang mengetahui kalau dirinya adalah anak seorang yang sangat berpengaruh bagi banyak orang


Alsava selalu merasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya, dia bahkan tak pernah menunjukkan kalau dirinya orang berada, dia tak pernah pemilih dalam memilih pertemanan, itulah yang membuat Nara maupun Kaila tak sungkan untuk berteman dengan Alsava karena sifatnya

__ADS_1


Mereka bertiga tak akhirnya hanya bercerita tentang masa-masa mereka saat bersama, menonton drama kesukaan mereka sambil sesekali tertawa bersenda gurau


Sebenarnya ingin sekali Kaila menanyakan kisahnya bersama Alva sampai akhirnya dia di jodohkan, tapi Kaila tahu Alsava nantinya akan menangis lagi jika dia bertanya masalah ini, akhirnya hanya akan dipendamnya sampai nantinya Alsava sendiri yang ingin bercerita jika mau


__ADS_2