
Alva berjalan menuju sebuah cafe dimana sang assisten merekomendasikan untuknya, dengan segera dia mengendarai mobilnya menuju cafe yang dengan perasaan yang berdebar
"Selamat siang direktur Alva" ucap seorang manager cafe menyambut kedatangan nya saat mengetahui siapa yang datang ke cafenya
Seperti biasa Alva hanya akan memasang wajah dinginnya tanpa mau menjawab ucapan dari sang manager
"Siapkan tempat untuk malam ini" ucap Alva memerintah
"Baik direktur" jawab manager menundukkan kepalanya
"Persiapkan tempat itu seromantis mungkin"
"Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun" perintah Alva
"Baik direktur" jawab sang manager sopan
"Aku ingin tempat dibelakang cafe, persiapkan semuanya"
"Buat suasana nya menjadi hangat dan romantis" jelas Alva
Setelah Alva menjelaskan apa saja yang diinginkannya, Alva melenggang pergi meninggalkan cafe dan kembali ke kantor meyelesaikan pekerjaannya
***
Ting tong
Alva memencet bel apartement Alsava seperti biasanya
"Kak Alva" ucap Arkana setelah membukakan pintu
"Kapan pulang" tanya Alva melangkahkan kakinya masuk kedalam
"Siang tadi, kak Alsa lagi siap siap kayaknya" jawab Arkana sambil melanjutkan bermain game kesayangannya
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit keluarlah Alva dengan gaun yang dikirimkannya tadi, gaun berwarna toska dengan lengan panjang dan bawahan panjang dibawah lutut membuat Ava terpesona dibuatnya
Sedangkan Alva yang memang sudah tampan tak perlu berdandan pun dia sudah tampan, kali ini dia menggunakan pakain selaras denga warna gaun Alsava membuat siapapu akan terpesona dengan ketampanannya begitupula dengan Alsava
Alva melangkahkan kakinya menghampiri Alsava yang masih berdiri di depan pintu, dengan berani dia mengulurkan tangannya menuntun Alsava menuju tempat yang akan di kunjunginya
"Kita mau kemana sih?" tanya Alsava saat sudah memasuki mobil
"Makan malam diluar" jawab Alva enteng
"Kenapa harus pakai gaun segala," tanya Alsava lagi
"Mmm, aku tak pernah melihatmu memakai gaun, jadi apa salahnya jika kamu makan memakai gaun seperti itu"
"Toh gaun itu gaun santai kan" jawab Alva yang masih fokus mengemudi
"Ya.. emang nggak salah sih"
__ADS_1
"Iya juga kalau gaun santai" ucap Alsava membenarkan
Setelah mengendarai hampir satu jam lamanya, mereka sampai di cafe yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Alva, Alva lalu turun dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Alsava seperti biasanya
Dengan perasaan yang berdebar mereka memasuki area cafe, disana Alva memang menyuruh pelayan untuk menunjukkan letak yang akan mereka tempati agar Alsava tak curiga sama sekali
"Kenapa kita kesini, kenapa nggak didepan aja?" protes Alsava
"Disini lebih sejuk dari pada diluar, bukannya diluar rame ya" alibi Alva
"Mmm iya sih" jawab Alsava membenarkan
Beberapa saat kemudian pelayan memberikan buku menu kepada mereka untuk memilih menu makanan yang akan mereka makan, karena kalau Alva memilihkan makanan sebelumnya justru Alsava akan curiga dengan rencana yang dibuatnya
Suasana yang Alva juga Alsava tempati kini telah berubah menjadi suasana yang lebih rantis dari sebelumnya, karena memang Alva meminta untuk mendekorasi sesuai keinginannya, lampu berkelap kelip, juga bunga-bunga yang menghiasi sepanjang taman membuat suasana semakin romantis
Bahkan meja mereka didesain khusus untuk menambah kesan romantis menurut arahan Alva
Dilihatnya Alsava begitu menilmati pemandangan yang ada didepan matanya, tampak sekali mata nya berbinar memandangi sekitarnya, Alsava bahkan tidak pernah tahu kalau di cafe ini ada tempat sebagus ini untuk dikunjungi malam hari
Mungkin juga selama ini Alsava hanya mengunjungi bersama dengan sahabat-sahabatnya, dan duduk disembarang tempat yang ada tanpa melihat suasana sekitarnya
"Kamu suka" tanya Alva menyentuh tangan Alsava yang berada diatas meja
"Hmm, suka"
"Aku bahkan nggak pernah tahu kalau di cafe ini ada tempat seindah ini" jawab Alsava dengan mata berbinar
"Aku seneng kalau kamu suka" ucap Alva
Dengan senang hati Alsava langsung menyantap makanan yang sudah terhidang didepan matanya
"Rasanya masih sama enaknya" ucap Alsava memasukkan seafood kedalam mulutnya
"Aa, cobain deh" Alsava meminta Alva membuka mulitnya untuk disuapi, dengan senang hati Alva menerima suapan dari sang kekasih hatinya
"Enak kan" tanya Alsava kegirangan, yang kemudian diangguki oleh Alva membenarkan
Yahh.. Tak ada kesan romantis pikir Alva, karena pada akhirnya mereka makan seperti biasanya bagaimana mereka makan bersama, hanya suasana nya saja yang dibuat romantis
Ah, Alva memang baru pertama kali melakukan hal ini, dia bahkan bingung harus berbuat apa untuk membuat suasana menjadi romantis, yang dilakukannya hanya diam bahkan melakukan hal seperti biasanya dia bersama denga Alsava sehari-harinya
"Pulang yuk" ajak Alsava setelah menyelesaikan makan nya
"Eh pulang" sentak Alva terkejut
'Aku bahkan belum melamarnya, dia sudah mau pulang'
'Gimana, apa yang harus kulakukan' batin Alva bingung
"Iya, udah malem soalnya, yuk" ajak Alsava membuat Alva mengerutkan keningnya, pasalnya ini baru jam 8 malam lebih dua puluh menit, biasanya mereka akan pulang sekitar jam sepuluh malam untuk sekedar berjalan-jalan
__ADS_1
"Baru jam segini, kamu udah mau pulang Al?" tanya Alva bingung
"Hmm, aku udah ngantuk" jawab Alsava mengalihkan pandangannya ketempat lain
Dengan perasaan yang bercampur aduk Alva akhirnya menuruti permintaan Alsava yang memintanya untuk pulang
"Al" panggil Alva yang tiba tiba berhenti
Alsava yang merasa dipanggil segera menoleh kearah Alva yang berdiri tak jauh dari nya
"Hm" jawab Alsava
"Aku tak tahu bagaimana aku harus mengungkapkan seluruh isi hatiku"
"Kamu tahu aku orang yang seperti apa"
"Sikap ku, sifat ku dan semuanya"
"Kamu tahu,,, saat pertama kali aku melihatmu sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu"
"Tapi aku selalu mengabaikan perasaan itu, menganggap semuanya bukan apa-apa"
"Saat aku melihat mu untuk yang kesekian kalinya"
"Aku merasa ingin selalu melihatmu, lagi dan lagi"
"Kamu tahu Al"
"Semenjak aku mengenal kamu"
"Hidup ku merasa lebih baik, aku seperti memiliki tujuan untuk hidup"
"Dulu aku yang hanya memikirkan pekerjaan, bekerja seperti robot tanpa tujuan apapun"
"Tapi setelah bersama denganmu"
"Aku memiliki kebahagiaan, aku merasa senang, bahkan jantung ku merasa berdebar"
"Tak jarang semua karyawan ku melihat ku tersenyum, hal yang tak pernah mereka temui selama ini"
"Kamu tahu karena apa?"
"Itu semua karena kehadiran kamu" ucap Alva panjang lebar
"Aku bukan pria yang bisa melakukan hal hal romantis" ucap Alva lalu berlutut dihadapan Alsava
"Tapi...."
"Maukah kamu bersama ku, hidup dengan ku hingga tua nanti, menjadi ibu dari anak-anak ku"
"Membesarkan mereka, dan hidup bersama hingga akhir hayat menghampiri kita"
__ADS_1
"Alsa Will you marry me" ucap Alva mengeluarkan sekotak cincin berlian ditangannya
Alsava yang sedari tadi menyimak perkataan Alva hanya diam membatu, mendengar Alva melamarnya Alsava berlari dan menghambur kepelukan Alva dan menangis