Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Game


__ADS_3

'Author POV'


Tak ada pembicaraan didalam mobil yang mereka kendarai. Alva yang sedang fokus untuk mengemudi, Alsa yang masih kesal memalingkan wajahnya kesamping. Setelah mengemudi hampir 30 menit sampailah mereka di cafe yang khusus hanya menjual ice cream, didalam cafe terlihat bebagai macam rasa dan jenis toping ice cream yang siap memanjakan lidah para pengunjungnya. Dengan segera mereka memasuki cafe dan mencari tempat duduk yang kosong. Didalam cafe telah dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan, baik bersama keluarga mereka dan lebih banyak bersama pasangan mereka, Alva maupun Alsa yang melihat itu hanya tersenyum kecut melihat banyak pasangan didalam cafe yang mereka singgahi.


Setelah mendudukkan tubuh mereka tak berapa lama pelayan cafe memberikan buku menu, dilihatnya ada berbagai macam rasa ice cream yang mampu membuat Alsa menelan air liurnya


"Kami memiliki menu baru untuk mas dan juga mbak, ice cream couple untuk sedang dan juga jumbo dengan berbagai pilihan rasa, ada yang dua rasa, tiga rasa, dan juga empat rasa dengan rasa yang berbeda. Juga topingnya bisa memilih mana yang diinginkan" jelas pelayan memberikan menu baru yang tengah mereka luncurkan


Mendengar itu mereka hanya tersenyum kecut sekaligus salah tingkah karena fakta nya mereka bukanlah pasangan seperti yang pelayan duga. Setelah melihat lihat menu mereka memilih menu yang mereka inginkan, dan tentunya bukan menu couple yang mereka pilih, melainkan menu single.


Tak lama kemudian pelayan mengantarkan pesanan yang mereka pesan sebelumnya. Alva dengan ice cream rasa vanila ukuran kecil dengan toping sederhana, sedangkan Alsa lebih memilih ice cream rasa coklat dengan ukuran sedang dengan berbagai macam toping yang dia inginkan.


"Kau bisa menghabiskan semua itu?" tanya Alva khawatir


"Tentu, karena sekarang kepala ku benar-benar perlu didinginkan" jawab Alsa malas


'Tentu saja, bahkan aku bisa memesan ukuran jumbo jika tak mengingat image ku didepan pria, Ctkk' gumam Alsa dalam hati


Alva yang melihat itu hanya dapat menggelengkan kepalanya, merasa heran


'Bagaimana gadis mungil ini bisa menghabiskan ice cream sebanyak itu, tak apa-apa kah??' tanya Alva dalam hati


"Jadi bagaimana keadaan butik mu sekarang?" tanya Alva memecah keheningan


"Ya sudah lebih baik bahkan lebih rapi di banding terakhir kali kamu mengacaukannya!" Jawab Alsa sinis mengingatkan pria didepannya dengan perbuatan yang pernah dia buat bulan lalu


Alva merasa terperanjat, karena nyatanya gadis didepannya selalu ingat dengan kekacauan yang pernah dia buat bulan lalu


"Maaf, ah bagaimana kalau ku pesankan ice cream lagi tanda permintaan maaf ku atas segala kesalahnku padamu!" tawar alva merasa bersalah


"Aaa,, jadi kamu berencana membelikanku ice cream sebagai tanda pemintaan maaf atas segala kesalahan yang telah kamu perbuat?" tanya Alsa tak suka dan hanya diangguki oleh Alva


"Semuuua, termasuk insiden penabrakan juga?" tanya Alsa penasaran,


Mendengar itu Alva merasa semakin tersudut dengan banyaknya kesalahan yang secara tak sengaja selalu dia buat pada gadis didepannya, dan Alva hanya bisa mengangguk pasrah


"Oke,, tapi tidak hari ini, akan ku tagih semua nya agar impas,,!" jawab Alsa


Alsa kembali menyendokkan ice cream kemulutnya tanpa peduli alva yang terus memandangnya


"Mmmm,,, Aku mmm... Aku juga minta maaf karena telah memukulimu secara membabi buta tadi, dan membuat siku kanan mu berdarah, dan mungkin bagian lainnya" ucap alsa sambil menundukkan kepalanya malu

__ADS_1


"Tak apa jangan pedulikan, memang aku yang bersalah sebelumnya" jawab alva


Keheningan menyelimuti mereka kembali, tak berapa lama terdengar suara dari depan mengumumkan bahwa hari ini ternyata cafe mereka sedang merayakan kesuksesan penjualan ice cream dan juga perayaan satu tahun berdirinya cafe yang mereka singgahi sekarang. Para pengunjung pun bersorak memberikan tepuk tangan tanda selamat atas kesuksesannya. Tak lupa mereka memberikan dorprise juga berbagai game sebagai hadiah.


Alva maupun Alsa yang masih merasa canggung seakan tak peduli dengan acara didalam cafe dan lebih memilih untuk menghabiskan ice cream mereka masing-masing dan ingin segera pergi dari sana. Namun tak lama mata Alsa merasa tertarik untuk mendapatkan hadiah didepan berupa boneka Hello Kitty ukuran besar yang menurutnya sangat imut jika dimilikinya. Namun sayang hadiah itu untuk game berpasangan, dan tidak mungkin bagi Alsa untuk mendapatkannya karena dia sedang tak bersama pasangannya.


Alva yang melihat tingkah Alsa yang selalu memperhatikan boneka didepan yang sebagai hadiah itu merasa tertarik untuk memenangkannya. Akhirnya dengan terpaksa Alva ikut maju kedepan masuk kedalam barisan pengunjung yang lain. Alsa yang melihat itu membulatkan matanya tak percaya bahwa pria didepannya ikut maju kedepan untuk bermain game bersama dengan peserta yang lainnya. Ada sekitar lima peserta yang mengikuti game dan diantaranya adalah Alva


Ada beberapa game yang akan dinilai oleh pengunjung lain yang harus dimainkan, mulai dari peserta yang dapat memakan ice cream dengan cepat, membuat ice cream dengan cantik sampai yang terakhir mempersembahkan penampilan yang paling romantis untuk pasangannya. Sedangkan Alva memenangkan game dengan membuat ice cream dengan sangat cantik dan banyak disukai oleh pengunjung lain. Dan game yang terakhir untuk menentukan siapa yang berhak menerima boneka imut itu harus menunjukkan hal yang romantis. Dilihatnya kening Alva berkerut, dia bingung akan menampilkan apa, sedangkan dia tak pernah tahu hal romantis itu yang seperti apa.


Bahkan dilihatnya para peserta sedang menunjukkan kasih sayang mereka pada pasangan. Ada yang mempersembahkan puisi cinta, menceritakan kisah cinta mereka, menyatakan perasaan cinta, ada juga yang menyanyikan lagu cinta.. Alva yang merasa bingung lebih memilih menyanyikan lagu yang pernah dia dengar sebelumnya. Alva yang dengan gugup menghembuskan nafasnya dan memulai menyanyi


*I found a love for me


Darling, just dive right in and follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Well I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets

__ADS_1


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect, no I don't deserve this


You look perfect tonight*


'Ed Sheeran - Perfect'


Alva yang dengan suara beratnya dengan indah menyanyikan bait perbait lagu dengan sangat apik, membuat Alsa terperangah dengan suara emas yang dimiliki nya. Setelah bait terakhir selesai dinyanyikan suara tepukan pengunjung membuat riuh seluruh penjuru cafe membuat Alva merasa sangat malu.


Sampailah mereka dipenghujung game dengan menyampaikan siapa yang berhasil memenangkan game dan membawa pulang hadiah didepan, dengan hati yang berdebar seluruh mengunjung penasaran dengan hasil akhir pemenang dari game ini. Pemimpin acara pun mengumumkan siapa pemenang dari game ini. Pemenangpun diumumkan, betapa terkejutnya Alva karena pemenang dari game tersebut adalah dirinya, begitupula dengan Alsa yang sama terkejutnya, tak dipungkiri pula dia amat senang. Setelah pembawa acara menyerahkan hadiah kepada Alva, dengan berbangga diri dia berjalan mendekati Alsa yang tengah memperhatikan dirinya dan memberikan hadiah tersebut kepada Alsa.


Tak dapat dipungkiri bahwa Alsa memang sangat bahagia mendapatkan hadiah yang sedari tadi diinginkannya itu. Para pengunjung yang lain bersorak riuh melihat pemandangan didepan mata mereka. Banyak pengunjung yang iri sekaligus kagum, dimana pria tampan yang dari tadi mereka kagumi dengan gentelnya memberikan hadiah yang mereka yakini adalah kekasihnya, yang pada faktanya adalah bukan, tapi hanya mereka berdua yang tahu. Wajah Alsa maupun Alva terlihat memerah karena malu akibat banyaknya sorakan yang mereka dapatkan.

__ADS_1


__ADS_2