Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Senyum


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 16.00 mereka bergegas keluar dari cafe, dan pergi meninggalkan cafe. Didalam mobil Alsa nampak sumringah mendapatkan boneka yang tadi dia inginkan. Ya.. Saat ini mereka didalam mobil Alsa dengan Alva yang masih mengemudi, karen tak mungkin bagi mereka meninggalkan cafe dan langsung berpisah, padahal didalam cafe mereka dijuluki pasangan paling serasi dan romantis. Alhasil seperti ini lah posisi mereka saat ini. Alsa lebih memilih mengantar kan Alva kembali kekantornya untuk mengambil mobil beserta berkas-berkas yang akan dibawanya pulang sebagai ucapan terimakasih, karena kebetulan arah kantor Alva melewati arah kebutiknya.


"Terimakasih untuk ini" Ucap Alsa dengan menunjuk boneka yang tengah dia peluk


"Ya sama-sama." jawab Ava singkat


"Mmm... Lupakan kejadian memalukan tadi dan...." Ucapan Alva lagi-lagi terputus


"Dan" sambung Alsa mengerutkan keningnya


"Dan jangan berfikiran macam-macam tentang apa yang kulakukan tadi, ituu... Tidak ada hubungannya denganmu, aku hanya ingin memberikan hadiah itu karena kulihat kau sangat menginginkannya" jelas Alva panjang lebar, karena tak ingin Alsa merasa tak enak hati dengannya maupun merasa canggung nantinya.


"Aku tak pernah berfikiran macam-macam tentang mu,, tapi,,, suaramu sangat indah, bahkan semua pengunjung disana begitu terpukau dengan penampilanmu tadi" jelas Alsa dengan ceria


Mendengar itu Alva merasa hatinya berbunga-bunga karena mendapat pujian dari Alsa, entah mengapa dia merasa tersanjung dengan pujian yang dilontarkan oleh gadis kecil itu. Padahal dia sudah biasa mendapatkan begitu banyak pujian dari rekan bisnis maupun semua orang yang memijinya, tapi tidak dengan Alsa, dia merasa lebih bahagia lagi bila mendengar pujian-pujian itu. Tak disadarinya sudut bibirnya tertarik keatas membentuk senyum yang indah dan membuat wajah tampannya semakin tampan.


"Ohh, aku baru tahu kalau kau bisa tersenyum semanis itu.." puji Alsa secara spontan. Alsa yang sadar dengan ucapannya merutuki kebodohannya yang lagi-lagi dia berbicara tanpa disaring terlebih dahulu,


Melihat itu Alva langsung menoleh kearah Alsa yang tengah menepuk pelan mulutnya, dan itu membuat Alva semakin tersenyum lebar.


"Mmm.... Maksud ku, sejak awal kita pernah bertemu kamu selalu tak menunjukkan ekspresi apa-apa, bahkan aku pikir waktu itu aku sedang tertabrak oleh patung berjalan" sinis Alsa kemudian, dan perkataan Alsa sukses membuat Alva menyurutkan senyumnya


"Lihat, ekspresi itulah yang selalu aku lihat, kenapa kamu tampilkan lagi ekspresi seperti itu!" kesal Alsa memberitahu


"Dan kamu tahu, dengan ekspresi yang sepeeti itu ingin sekali rasanya aku kembali memukuli wajahmu!!!" sambung Alsa mdengan geram


Melihat tingkah laku gadis disampingnya membuat senyum Alva kembali tercetak dibibirnya, dan iti membuat Alsa senang bukan kepalang.


Setelah mengendarai selama 35 menit sampailah mereka di depan gedung perkantoran milik Alva, dilihatnya sudah banyak pegawai yang mulai pulang karena keadaan mulai sepi. Alsa berpamitan untuk langsung pergi dan hanya diangguki oleh Alva. Dia mengendarai mobilnya menuju butik dengan perasaan senang.


Dibutik


Seluruh pegawai Alsa memberikan hormat kepada bosnya yang baru datang karena kebetulan cafe belum tutup. Dengan segera dia menuju lantai atas dan merebahkan tubuhnya di sofa ruangnya.


"Dari mana Sa" tanya nara sambil membawakan Alsa teh kegemarannya


"Mmm dari cafe cari makan" jawab Alsa sambil meniup-niup tehnya yang masih panas itu


"Cafe mana, malah tadi seharian Kaila telfon aku nyariin kamu" sanggah Nara tak percaya


"Ya yang jelas bukan cafe kita hehe" ucap Alsa dengan cengengesan


"Eh kamu tahu nggak, tadi aku puas banget" kata Alsa ke Nara


"Apa?"tanya Nara

__ADS_1


"Tadi pagikan waktu aku lagi sarapan lihat itu pria menyebalkan yang buat aku jadi kepikiran karena ulahnya" jawab Alsa


"Jadilah aku nungguin dia karena penasaran, mumpung ketemu kan! setelah hampir 3 jam aku nungguin dia,, aku kejar aja dia karena tiba-tiba hilang gitu aja" sambungnya lagi


"Dan kamu bener Ra, dia cuma bercanda sama omongan yang dia omongkan ke aku, dan harusnya aku dengerin ucapan kamu sama Kaila" kata alsa sedih


"Kenapa?" tanya Nara bingung


"Dan kamu tahu Ra apa barang yang hilang itu?" tanya Alsa dan hanya tanggapi dengan gelengan kepala oleh Nara


"Dia bilang hidung ku tersangkut disetelan jas nya, jadi dia simpan dan tadi dikembalikan lagi sama aku" kesal Alsa


Nara yang mendengar penjelasan dari sahabatnya itu hanya tertawa lebar, karena tak habis pikir dengan cerita yang di lontarkan oleh sahabatnya itu.


"Tapi tenang aja, aku puas banget karena udah bisa pukuli tubuhnya, aku yakin besok sakit semua badannya itu" kekeh Alsa


"Nggak kamu apa-apain kan Sa, kamu nggak kasian" tanya Nara


"Apa sih Ra, lagian juga nggak bakal kenapa kenapa kok, aku udah obati juga lukanya, karena tadi aku tubruk, jadinya siku nya nggak sengaja kegores" jawab Alsa malas


"Aku juga udah minta maaf kok kamu tenang aja!" sambung Alsa


Karena hari sudah semakin sore, Alsapun memilih untuk kembali ke apartement karena ingin segera membersihkan diri yang terasa lengket karena seharian berada diluar, terlebih insiden kejar kejaran yang ia lakukan tadi membuatnya semakin berkeringat.


Ditempat lain


"Kemana saja loe seharian nggak balik lagi, malah jam segini baru balik kekantor?" tanya Raefal yang geram pada bos sekaligus sahabatnya itu


Alva yang mendengar itu merasa sedikit geram, pasalnya assisten sekaligus sahabatnya itu menggunakan bahasa informal pada nya untuk bertanya masalah kantor. Tapi karena perasaannya saat ini tengah diselimuti dengan kebahagiaan dia tak mempedulikan itu.


"Turunkan tata bahasa mu itu!" ucap Alsa karena tak suka mendengar ucapan Raefal yang terlihat sedikit kasar. Mendengar itu Raefal hanya mampu menunduk karena bersalah berbicara kasar pada bosnya


"Aku sehabis pertemuan dengan client tadi pagi, dan kamu tahu itu!" jawab Alva kemudian


"Seharian?! bahkan bimo beserta sopir pribadi yang mengantarmu sudah pulang Al?" tanya Rae penasaran


"Ya! aku yang menyuruh mereka pulang terlebih dahulu" jawab Alva


"Kenapa?!" tanya Rae lagi


"Kenapa apanya, tidak ada, agar mereka tak menungguku terlalu lama" jawab Alva dengan tersenyum lebar mengingat kejadian siang tadi


"Ada sesuatu?" tanya Rae lagi


"Tidak" jawab Ava singkat tak lupa senyum menghiasi wajah tampannya

__ADS_1


"Kamu!..." Ucapan Rae terhenti membuat Alva menoleh kearah sahabatnya itu


"Kamu bertemu dengan gadis itu hari ini" tanya Rae menyelidik


Alva yang berencana menyembunyikan kejadian tadi merasa terkejut dengan tebakan Raefal


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Alva


"Ctkk... Bahkan kalau kamu tak berceritapun aku tahu" ucap Raefal


"Senyum yang kamu tampilkan, sedari tadi kamu tersenyum tanpa sadar, dan senyummu itu selalu ada jika kamu bertemu dengan gadis itu sebelumnya" sambung Raefal lagi,


Raefal sudah bersahabat dengan Alva sejak mereka duduk dibangku SMP, maka dari itu mereka sudah hafal seluk beluk masing masing. Terlebih Raefal yang selalu peka dengan segala perubahan yang dimiliki oleh sahabatnya.


"Ya, hari ini aku bertemu dengannya" jawab Alva.


Raefal yang memicingkan matanya kearah Alva membuat nya malas. Alva pun menceritakan kejadian siang tadi bersama dengan gadis imut yang secara sengaja menunggunya, menceritakan bagaimana kesalnya gadis itu karena candaan yang pernah dia lontarkan hingga menebus kesalahan dengan membelikannya ice cream juga bermain game.


Raefal yang mendengar itu hanya mampu tertawa terbahak-bahak, dia tadinya tak percaya dengan ucapan sekertaris Alva yang ikut bersamanya bercerita bahwa sang bos tengah berkejar kejaran dengan seorang gadis, tapi dengan Alva yang bercerita sendiri membuatnya yakin apa yang dikatakan sekertarisnya itu benar adanya.


"Hentikan tawa mu itu,, jika keterusan kau akan gila" kesal Alva menahan malu


Raefal yang mendengar ucapan Alva semakin tertawa lebar tak mempedulikan ekspresi membunuh yang dikeluarkan oleh bosnya, dengan geram Alva melempar bantal yang ada didekatnya kearah Raefal yang masih tertawa lebar.


"Kubilang hentikan ya hentikan, apa yang kau tertawakan, itu tidak lucu" ucap Alva yang masih diselimuti rasa kesal akibat ulah sahabatnya


"Oke.. Oke,,, hhhh" Raefal menghela nafas menetralkan dirinya


"Aku hanya tak habis pikir Al,, kau akan melakukan semua itu, berkejar-kejaran, membelikan minum juga ice cream, bahkan bermain dan memenangkan game untuk mendapatkan hadiah,, itu buka style Alvarendra sama sekali, bahkan ini kali pertama aku mendengar ini" Ucap Raefal yang menahan tawanya


"Kamu sudah jatuh cinta Al" sambung Raefal mengiteruksi


"Tidak" jawab Alva singkat


"Lalu" tanya Raefal lagi


"..."


"Lihat,, itu tandanya kami jatuh cinta, mau sampai kapan kami sendiri, apa lagi yang kamu cari Al, kami sudah mapan bahkan dibilang sukses, umurmu sudah pantas untuk mendapatkan seorang kekasih bahkan istri" kata Raefal menjelaskan


"Kamu sendiri?" tanya Alva membalikkan fakta pada sahabatnya


"Mmm,, aku juga ingin segera menikah kau tahu, tapi aku tak bisa meninggalkanmu dalam kesepian" jawab Raefal,


"Sialan,,, apa kau pikir aku semenyedihkan itu ha" kesal Alva

__ADS_1


Merekapun akhirnya tertawa karena kebodohan masing-masing.


__ADS_2