
Hai hai, mumpung mereka berenam lagi kumpul-kumpul bareng nih, aku mau tunjukin visual mereka sekalian deh, maaf ya kalau kurang pas dengan ekspetasi kalian,
Yuk, let's ceck it
Alsava anindira danuar
Nama : Alsava anindira danuar
Umur : 22 tahun
Tinggi badan : 162 cm
Warna fav : Biru langit dan putih
Karakter : Bermata bulat, imut, berambut panjang, baik hati, penyayang dan pekerja keras
Kaila Lovata
Nama : Kaila Lovata
Umur : 23 tahun
Tinggi badan : 165 cm
Warna fav : hitam
Karakter : sedikit tomboy, pemberi nasehat, lugas
Nara kirania
Nama : Nara kirania
Umur : 22 tahun
Tinggi badan : 162 cm
Warna fav : putih
Karakter : Kalem, tidak enakan, cantik, pekerja keras
Alvarendra osama
Nama : Alvarendra osama
Umur : 25 tahun
Tinggi badan : 180 cm
Warna fav : Biru, hitam, coklat
Karakter : Tampan, dingin, pekerja keras, penyayang kepada orang yang disayanginya
Raefal alterio
Nama : Raefal alterio
Umur : 25 tahun
Tinggi badan : 180 cm
Warna fav : Hitam
Karakter : tenang, tanggung jawab, pemberi nasehat
Zachery Alterio
__ADS_1
Nama : Zachery alterio
Umur : 23 tahun
Tinggi badan : 181 cm
Warna fav : merah
Karakter : Tampan, bermata abu-abu, Playboy, friendly, ramah, suka tersenyum
⭐⭐⭐⭐
"Ka, Ra main ketaman bermain yuk" ajak Alsava pada kedua temannya saat mereka keluar dari resto
"Eh, ayok,, kita juga udah lama ya nggak main kesana" jawab Nara kegirangan
"Oke sipp" ucap Zachery yang tiba-tiba sudah berada dibelakang mereka
"Rae kamu sama Za, Kalian berdua masuk ke mobil kalian, Al kamu sama aku" Perintah Alva tiba-tiba
***
Malam telah menunjukkan pukul 19.56, kini mereka berenam telah sampai di salah satu taman bermain tak jauh dari restoran tempat nya makan
Alsava merasa selagi dia sedang bersama sahabat-sahabatnya dia ingin sekali bermain bersama ditaman bermain karena memang sudah lama mereka tak lagi bisa bermain bersama seperti dulu kerena kesibukan masing-masing
Dan kebetulan mereka sedang berkumpul seperti ini, jadi Alsava tak melewatkan kesempatan ini. Begitu pula Zachery yang kegirangan karena rencananya disetujui oleh Alsava
Awal keberangkatan mereka banyak sekali perdebatan siapa yang akan bersama dengan Alsava, Alva yang berencana ingin berangkat bersama segera ditepis oleh Zachery karena dia yang membawa Alsava dari awal, Kaila yang juga membawa mobil menengahi agar Alsava ikut bersama mereka saja, namun lagi-lagi Zachery menolak dengan alasan yang sama
Dengan bingung akhirnya Alsava lebih memilih untuk ikut bersama Zachery karena memang dari awal mereka berangkat bersama. Hal itu membuat Alva bertambah kesal karena Alsava lebih memilih bersama Zachery dibanding dirinya
Raefal yang melihat tingkah bosnya tak dapat berbuat apa-apa, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya
Alva pun sadar diri akan statusnya, karena memang Alsava belum menjadi miliknya seutuhnya, dan itu membuatnya bertambah kesal
"Tunggu" ucap Alva menghentikan pergerakan Raefal yang akan keluar dari mobil
"Kenapa?" tanya Raefal yang telah menurunkan satu kaki nya
"Buka jas sama dasi kamu" ucap Alva dingin yang tengah melepas jas juga dasi nya.
"Kamu mau ke sana pake jas sama dasi, mau main atau survey lokasi" ucap Alva keluar dari mobilnya
Dalam bingung Raefal mengikuti saran Alva yang masih diliputi dengan kebingungan, sesaat dia berfikir benar adanya kalau dia saat ini tengah berpakaian formal
Dengan cepat dia membuka jas juga dasi yang menempel ditubuhnya dan segera turun dari mobil dan mengejar yang lain yang tengah berkumpul
Disana mereka mencoba berbagai macam permainan adrenalin yang membuat mereka berteriak heboh, membuat para pria menggelengkan kepala melihat tingkah laku ketiga gadis itu
"Cari camilan dulu yuk" ajak Kaila semangat. Yang kemudian diangguki oleh Alsava juga Nara
Para pria hanya dengan pasrah mengikuti mereka bertiga yang tengah sibuk mencari camilan. Saat ini mereka tengah mengantri untuk membeli bakso bakar yang diikuti oleh tiga pria dibelakangnya
Brukk
"Akh" pekik Alsava yang kesakitan karena menabrak sesuatu saat tengah kegirangan berbalik badan
"Ngapain sih dibelakang sini" ucap Alsava kesal sambil mengelus hidungnya yang sakit karena tertabrak dada bidang pria didepannya
Pria itu tak berniat menjawab sama sekali justru hanya memandang wajah kesal Alsava, tak sadar senyum tertarik disudut bibirnya
Dengan kesal Alsava meninggalkan pria itu diikuti oleh kedua sahabatnya, baru saja beberapa langkah Alsava melangkahkan kaki nya...
"Al" ucap pria itu membuat Alsava menghentikan langkahnya
"Apa?" ucap Alsava kesal memalingkan wajahnya
Pria itu berusaha meraba dada nya yang tertabrak oleh Alsava dengan kesal Alsava berlari mendekati pria itu karena paham apa yang akan dilakukannya
"Nggak perlu, aku bisa sendiri" ucap Alsava mengambil sesuatu didada pria itu lalu mencubit hidungnya sendiri membuat pria itu tertawa terbahak-bahak
Melihat Alva tengah tertawa membuat Zachery dibuat kebingungan, pasalnya selama dia mengenal sahabat abangnya tak pernah sedikitpun dia terlihat tersenyum apalagi tertawa seperti ini
"Kamu ngapain Sa?" tanya Nara mendekati Alsava
"Ngambil hidung aku yang tertinggal di bajunya, takut nggak bisa nafas" jawab Alsava melotot kearah pria didepannya
__ADS_1
"Hah" ucap Nara kaget
"Udah ayok," ajak Alsava bertambah kesal
Sedangkan Zachery yang melihat tingkah laku Alsava hanya merasa bingung, karena baru pertama kali ini melihat gadis pujaan hatinya terlihat kesal seperti itu.
Lain halnya dengan Raefal yang paham dengan kondisi diantara mereka berdua hanya mampu diam tak dapat berkomentar apapun
Alsava, Nara juga Kaila begitu kegirangan bisa menaiki berbagai wahana yang ada didalam taman bermain, tak lupa juga ketiga pria itu tanpa lelah mengikuti para gadis dibelakang
***
Dengan tanpa diduga, Alva menarik tangan Alsava masuk kedalam bianglala , membuat Alsava kaget sekaligus tambah kesal dibuatnya, apalagi Kaila juga Nara yang terlihat kaget, begitu juga Zachery yang tak bisa mencegah karena pintu pembatas telah tertutup
"Ehem, mau sama abang apa mau sama salah satu diantara mereka?" tanya Raefal mencairkan suasana
"Mmm.. Aku sama Kaila aja deh, ogah banget aku satu ruang sama abang, bukannya seneng malah senep nanti turun dari sini" ucap Zachery kesal, lalu dia masuk terlebih dahulu diikuti oleh Kaila yang juga ikut masuk
Sedangkan Raefal terpaksa harus ikut naik karena kasihan jika gadis disampingnya harus naik sendirian karena sahabatnya yang kain telah naik terlebih dahuku atau lebih parah lagi dia tak jadi ikut menaiki wahana karena sendirian
"Apaan sih pake acara tarik-tarik segala" kesal Alsava memalingkan wajahnya sambil bersedekap dada
Sedangkan Alva hanya tersenyum puas karena telah bisa membuat gadis dihadapannya itu kesal karena ulahnya. Baginya membuat gadis itu kesal adalah kesenangannya juga hobi barunya, karena berbagai ekspresi yang akan ditunjukkan oleh gadis itu jika terlihat kesal
"Apa hubungan kamu sama pria kecil itu" tanya Alva dingin sambil menatap Alsava yang tengah memalingkan wajah, sebenarnya sudah sedari tadi dia menahan amarahnya, ingin meminta penjelasan langsung dari mulut mungil gadis itu. Namun melihat suasana hati gadis itu tengah bahagia bersama sahabatnya membuat Alva mengurungkan niatnya untuk segera bertanya karena tak ingin merusak suasana
"Ngapain tanya-tanya begitu, apa urusannya sama kamu huh" jawab Alsava ketus
"Jangan menguji kesabaranku Al, apa hubungan kamu dengan pria kecil itu?" ucap Alva kesal dengan nada suara yang sedikit meninggi, dan hal itu membuat Alsava bingung sekaligus takut karena melihat pria didepannya marah padanya
'Apaan sih ini orang, ngapain coba marah-marah kayak gitu, aneh' batin Alsava
"Kenapa diam?" tanya Alva lagi
"Cihh, dia cuma karyawan aku, puas" jawab Alsa kesal
"Lagian ngapain coba marah-marah kayak gitu"
"Cihh, kamu fikir aku akan percaya begitu saja Al" ucap Alva ketus
"Terserah, toh aku nggak perlu kepercayaan dari kamu kok" jawab Alsa semakin ketus
Membuat Alva bertambah kesal dibuatnya. Suasana hening menyelimuti mereka tak sadar kalau ternyata mereka telah sampai dipuncak bianglala
"Cihh,, mana yang katanya meminta suatu harapan akan terwujud apapun itu, buktinya nggak semua nya tuh terwujud" ucap Alsava mengingat perkataan Alva waktu itu
Alva yang mendengar penuturan Alsava hanya mampu mengerutkan keningnya
"Apa maksud kamu Al?" ucap Alva tak paham
"Iya, yang kamu bilang kalau kita minta sesuatu harapan dipuncak bianglala semua akan terwujud, buktinya nggak semua tuh,, huh" jelas Alsava
"Tapi ada yang terwujud kan" jawab Alva
"Iya,, tapi ada satu keinginan yang nggak terwujud," kesal Alsava
"Ya udah, minta lagi aja, gampang kan, semakin kamu meminta bukannya akan banyak peluangnya" jawab Alva santai
"Wah.. Bijak" ucap Alsava tersenyum puas
Alsava pun lalu memejamkan matanya meminta sesuatu yang belum terwujud itu, berharap agar harapannya kali ini benar-benar terwujud, begitu juga dengan Alva yang tengah memejamkan matanya
"Kalau boleh tahu, keinginan apa yang belum terwujud itu, bukankah kalian sudah bersama sekarang" ucap Alva saat bianglala telah bergerak turun
"Mmm kamu tahu kalau waktu itu aku minta supaya baikan dengan mereka?" tanya Alsava penasaran
"Hn" Alva hanya menjawab dengan deheman
"Lalu apa yang belum terwujud?" tanya Alva penasaran, bukan gaya Alva sebenarnya ingin tahu dengan urusan orang lain mengingat sifat nya yang begitu dingin, tapi entah kenapa dia begitu ingin tahu dengan semua hal tentang Alsava
"Ah itu" jawab Alsava malas
"Berharap supaya aku nggak ketemu sama kamu lagi" ucap Alsava berlari keluar dari biang lala saat ruang yang mereka tempati telah dibukakan oleh petugas
Alva hanya bisa terdiam mendengar penjelasan yang baru saja didengarnya, dia terlihat kesal dan merutuki dirinya sendiri
'Sial, ucapanku bagai bumerang, bagaimana kalau benar-benar terwujud, huh'
__ADS_1
'Aku tak percaya dia akan meminta hal itu didepan orangnya langsung, nyalimu benar-benar besar ya ternyata' Batin Alva kesal
'tak akan kubiarkan keinginanmu itu terwujud gadis kecil' seringai keluar dari wajahnya