
"Alsava Pov"
Hari ini adalah hari pernikahanku, hari yang banyak orang bilang adalah hari paling bahagia, tapi nyatanya itu tak berlaku sama sekali untuk ku, Ya.. Sebenarnya aku harus bahagia dengan pernikahan ini, menolak pun tak ada gunanya, kami sudah dijodohkan sedari kami kecil
Aku tak pernah tahu dan tak mau tahu siapa yang akan menjadi pengantin ku, aku hanya berharap dia mau menerima diriku yang belum bisa mencintai dirinya
Mungkin setelah pernikahan akan aku ungkapkan semua nya, pernikahan ini terjadi karena terpaksa, aku juga yakin kalau calon suami ku terpaksa melakukan ini, menikah secara tiba-tiba tanpa pertemuan sebelumnya. Aku juga yakin kalau dia mempunyai seseorang yang dicintainya sebelum pernikahan ini
Aku bukan wanita yang baik, tapi... Untuk menerimanya, mengisi cintanya kedalam hati ku aku belum bisa, aku masih belum bisa, aku harap dia mengerti dengan keadaanku nantinya
Keluarga ku begitu bahagia saat aku menyetujui pernikahan ini, terlihat dari senyum mereka yang merekah yang sangat terlihat jelas diraut wajah mereka semua
Saat ini aku tengah dirias yang katanya akan menjadi ratu sehari, kutahan air mata ku agar tak jatuh. Tak lucu jika yang menurut orang adalah hari bahagiaku aku harus menangis
Hampir dua jam aku didandani sedemikian rupa yang aku tak tahu bagaimana, keluargaku memilihkan kebaya berwarna putih yang menutupi seluruh tubuhku dan tak lupa aku mengenakan hijab sebagai pelindung kepala ku
"Pengantin wanita nya nggak di make up aja udah cantik"
"Apalagi pakai make up, kayak bidadari"
"Pengantin pria nya juga pasti ganteng"
"Duh.. Udah yang cewek cantik secantik bidadari, yang cowok juga ganteng setampan pangeran berkuda"
"Kalian pasangan yang sangat serasi" ucap perias yang meriasku menyanjung ku
Aku hanya tersenyum kecut mendengar pernyataan itu, cantik katanya, tampan katanya dan pasangan yang serasi juga katanya
"Kamu cantik banget Sa" ucap Nara
"Tapi dia nggak dandan aja udah cantik banget, ya nggak Ra" timpal Kaila
"Iya, bener banget kata mbak nya, kamu cantik kayak bidadari" kata Nara antusias
Aku tahu mereka mencoba menguatkan, karena tahu kalau keadaan ku sedang tak baik baik saja, mereka memelukku erat memberikan kekuatan pada ku. Berbagai macam perasaan bercampur menjadi satu saat ini, aku tak tahu perasaanku seolah berdebar dengan sangat kencang, gugup itu pasti melihat bagaimana kondisiku saat ini
__ADS_1
"Pengantin pria nya sudah datang non" ucap bibik yang tiba-tiba masuk kedalam kamar dimana aku sedang menunggu
"Mari turun non, Nanti kalau sudah ada panggilan untuk keluar non Alsava keluar menemui calon suami non Asava" ucap bibik menjelaskan
Aku hanya mengangguk pasrah, tak ada lagi yang bisa kulakukan saat ini dan sebentar lagi status ku akan menjadi istri
Perlahan aku keluar dari kamar ku, pakaian ku yang sempit tak bisa memudahkanku untuk berjalan lebih cepat dari biasanya, kuturuni anak tangga satu persatu dengan diiringi oleh kedua sahabatku yang mengapitku dari kiri dan kanan, tak lupa juga bibik yang mengiringiku dari belakang
Kudengar sayup-sayup diluar sana sedang melakukan sambutan untuk menyambut kedatangan pengantin pria, sedangkan aku masih didalam rumah
Aku tak tahu apa yang menggambarkan perasaanku saat ini, tanpa terasa air mata ku jatuh entah karena apa, segera kuhapus air mataku yang berjatuhan sebelum banyak orang yang menyadarinya
Tibalah aku di akhir anak tangga, serasa berat untuk ku langkahkan kaki ku lebih jauh lagi. Ingin aku berlari keluar dari situasi ku saat ini, Ah.. Tak ada gunanya
Fikiran ku berkecamuk, berbagai ide jahat muncul secara tiba-tiba dikepala ku, memintaku untuk berlari, pura-pura pingsan dan bahkan mengamuk untuk mereka semua membubarkan pernikahan ini
"Duduk Sa" Kaila menyentuh pundakku, seketika lamunan ku buyar entah kemana
Aku pun menuruti perintah Kaila juga Nara yang sudah lebih dulu duduk disampingku
"Jangan khawatir oke" bisik Nara menguatkan diriku
Ah.. Betapa beruntungnya aku memiliki sahabat seperti kalian, tanpa aku mengadu pun kalian tahu bagaimana kondisiku, kalian yang selalu menguatkanku
Samar-samar terdengar Papa mulai memberi pengarahan kepada calon suami ku, dan kudengar Papa yang menikahkan kami, tak begitu jelas ucapan mereka di luar sana
"Sah"
"Sah" jawab mereka diluar sana serempak
"Alhamdulillahhirrabil al amin......." Penghulu mulai memanjatkan doa nya kepada Yang Maha Esa mendoakan agar kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah itu yang ku tangkap
Ku helakan nafas ku kasar, merasa lega sekaligus... Tak tahu apa yang kurasakan
"Pengantin wanita silahkan temui suami nya" terdengar diluar memanggil namaku untuk keluar bertemu dengan seorang pria yang beberapa menit yang lalu telah sah menjadi suami ku
__ADS_1
Dengan perasaan gugup kulangkahkan kaki ku menuju taman tempat dimana akad dilaksanakan, ini kali pertama aku bertemu dengan suami ku, karena sebelumnya aku lebih memilih melarikan diri saat pertemuan dengan pihak keluarga yang saat ini bisa ku sebut dengan suami ku
Aku membulatkan mata ku melihat pemandangan didepanku, bagaimana tidak, permintaanku untuk hanya pihak keluarga saja yang menghadiri acara akad hari ini, nyata nya tak sesuai harapanku banyak sekali yang datang, bahkan kulihat dari pihak suami ku pun tak kalah banyak nya yang datang
Kulangkahkan lagi kaki ku lebih jauh dan lebih jauh lagi mendekati dimana suami ku kini tengah duduk menghadap Papa yang menjadi penghulu untuk menikahkan kami
Kulihat mata Papa merah menahan tangis nya, seperti inikah perasaan orang tua saat melihat anak nya menikah dan seorang Ayah menyerahkan anak nya kepada pria lain, putri kesayangannya yang selalu dia jaga tapi hari ini harus diserahkan kepada orang lain
Kembali lagi dengan yang kini kusebut dengan suami ku, kulihat dia tengah menundukkan kepalanya, berbagai pertanyaan gila muncul di kepalaku
'*Apakah dia menyesal menikah hari ini'
'Apakah dia sedang memikirkan kekasihnya yang secara tiba-tiba dia tinggalkan untuk menikahi gadis lain'
'Atau jangan-jangan dia sedang memikirkan strategi untuk pernikahan kami kedepannya'
'Menindasku, ah.. Tidak.. Itu menakutkan'
'Haruskah aku kabur dari sini'
'Itu tidak mungkin'
'Ah apa yang kamu fikirkan Alsava?'
'Benar kata Mama, Mungkin karena terlalu banyak membaca novel atau pun sinetron yang biasa ku tonton'
'Jadi aku berfikir terlalu jauh' ucap ku dalam hati
'Ah kenapa sok cool sekali gaya nya'
'Aku yakin dia pria yang sombong*'
'Cihh, lagi-lagi aku bertemu denga pria semacam ini' tak henti-henti nya aku menggerutu dalam hati ku
Tiba-tiba perasaan kesal muncul di dalam hati ku, kesal walau hanya melihat nya dari belakang
__ADS_1
'Oke, apapun yang akan kamu berikan nanti aku siap meladeni mu' Alsava bertekad