
'Alsava Pov'
Kunikmati malam dikota Los Ageles, diatas sini kita bisa melihat seluruh kota Los Angeles yang terlihat indah. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan malam keindahan kota penuh dengan lampu warna-warni.
Dari ketinggian nampak indahnya kota Los Angeles dengan lampu yang menyala seantero kota, bagai melihat kumpulan kunang-kunang bersinar dengan cantik melukis malam.
Angin malam seolah membuat ku lupa akan dinginnya angin yang merasuk kedalam tulangku, Keindahan disini membuatku lupa akan segalanya.
Tukk
Aku terkejut saat sebuah jas kurasakan menyelimuti badan kecilku, membuat hangat di seluruh tubuh ku, kulihat Alva menyelimutiku dengan jas nya yang entah kapan dia mengambilnya aku tak tahu.
"Kamu suka?" ucapnya
Akupun mengangguk
"Iya aku suka, aku baru tahu kalau ada tempat kayak gini disini" kataku
"Kamu kenapa bisa ada disini?" tanyanya penasaran
"Diajak kamu kan, hahaha" kataku dengan candaan
Ctakk
Lagi-lagi keningku dijitak olehnya
"Sakit tahu" ucapku mengelus keningku yang sakit
"Aku ada kerjaan disini" sambungku lagi, Yang diangguki olehnya
"Eh kamu suka bohong juga ya ternyata" ucapku kemudian
"Apa maksud kamu?" tanya nya mengerutkan keningnya
"Ini," kataku menunjuk jas yang menempel dibadanku
"Katamu setelan ini untuk pertemuan kamu ke New York, nyatanya kamu pakai ke ke LA, cihh" ucapku
"Mmm, ingat juga ternyata" ucapnya menggarukkan kepala yang tak gatal
"Mmmm,,,, sudah baikan?" tanyanya
"Maksud nya?, tentu aku baik, bisa melihat keindahan disini membuatku sangat baik" kataku
"Maksud ku dengan teman mu, sudah baikan?" tanyanya lagi
"Oke,, oke, aku bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang lain, aku cuma khawatir kamu kemari hanya untuk melarikan diri" sambungnya dengan mengangkat kedua tangannya
Akupun terkekeh mendengar ucapannya
"Kamu benar,"
"Selain ada kerjaan juga karena aku ingin menenangkan diri"
__ADS_1
"Hhhhh." Aku menghela nafas
"Kayak anak kecil ya" kataku menundukkan kepalaku
"Melarikan diri dari masalah tanpa mau menyelesaikan dulu, tapi justru aku kemari dengan alasan pekerjaan" jelas ku dengan kepala yang masih menunduk
Dia hanya mengusap lembut puncak kepalaku, tanpa berkomentar apapun
Aku yang merasa nyaman entah kenapa ingin menceritakan masalahku padanya, kuceritakan semua cerita tentang bagaimana kami bisa seperti ini,. Tanpa terasa air mataku kembali menetes, dengan sigap dia menepuk pundak ku pelan.
Akhirnya kami berbagi cerita sedikit tentang kehidupan kami, yang diiringi ol eh candaan. Dia bahkan memberiku saran agar aku cepat berbaikan dengan masalahku.
Tak pernah kutahu, ternyata seorang pria dihadapanku sekarang, pria yang sering menampilkan ekspresi datarnya dapat melontarkan kalimat candaan padaku
"Ayo pulang" ajaknya
Aku pun menggelengkan kepalaku
"Nanti, aku masih ingin disini" jawabku
"Sudah malam" katanya santai menangkup tangan mungilku untuk berdiri meninggalkan tempat ini
⭐⭐⭐
Setelah berkendara sekitar 15 menitan Alva membelokkan mobilnya ke hotel terdekat, karena katanya tak memungkinkan untuk mengantarku kembali kehotel tempat ku menginap melihat hari sudah sangat malam dan aku dengan berat hati mengiyakan permintaannya dengan banyak sekali jaminan
"Masuklah" perintahnya yang mengantarkanku didepan kamar tempatku menginap, aku pun mengangguk
"Terimakasih" ucapku sambil berlalu masuk kedalam kamar
Bunyi panggilan masuk di layar ponsel ku
"Assalamu'alaikum mba" kataku setelah mengangkat telfon
"Wa'alaikumsalam"
"Ya allah Sa,,, kamu kemana aja sih, kok jam segini belum pulang?" tanyanya khawatir
"Aku jalan-jalan mba, aku nggak pulang malam ini!" jawabku
"Loh kenapa?" tanya mba dian
"Nggak memungkinkan untukku pulang malam ini mba, mungkin kalau aku nekat pulang dini hari aku baru sampe ke hotel" jelasku berharap agar mba dian tak khawatir
"Ya udah, kamu hati-hati ya disana, besok kita pulang, jangan sampai telat" katanya menginteruksiku
"Iya mba" panggilan telfon kamipun berakhir setelah sebelumnya kututup dengan salam
Kurebahkan tubuhku setelah membersihkan diri, tak lama akupun terlelap dialam mimpi
⭐⭐⭐⭐
Tok tok tok
__ADS_1
"Al... Al...." teriakku mengetuk pintu kamar Alva yang besebrangan dengan kamarku
"Al.... Buka pintunya, kamu udah bangun kan?!" tanyaku yang masih diluar pintu
"Al...." Teriakku lagi
Ceklek
Pintu kamarnya terbuka, kulihat muka nya masih muka bantal tanda dia baru bangun dari tidurnya
"Kenapa?" tanya nya yang masih mengantuk
"Ayo buruan balik, pesawat ku take off satu jam lagi, aduhhh keburu nggak ya" kataku panik
"Kelamaan, udah buruan mandi, cepet anterin aku pulang kehotel!" kataku sambil mendorongnya masuk untuk segera mandi dan bersiap.
Sekitar sepuluh menit aku menunggu dengan cemas akhirnya dia keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi bertengger dibadannya
"Alsava,, kamu berencana pulang hari ini apa enggak kami udah siap 15 menit lagi kita berangkat kebandara" ucap mba Dian disebrang telfon
"Hah,,, lima belas menit mba,, Oke oke aku usahain buat sam....." Ucapanku terpotong karena ponselku sudah berpindah tangan
"Mba pulang duluan aja, Alsa biar saya yang antar pulang" ucapnya yang lalu mematikan sambungan telfon secara sepihak
"Dasar Gila... Gila... apa apaan sih langsung ngomong kayak gitu" ucapku yang memukuli lengan Alva kesal
Aku yang berencana mendial nomor kontak mba dian dengan segera Alva mengambil alih ponselku
"Nggak perlu hubungi dia lagi, aku udah bilang kalau aku yang antar kamu pulang" ucapnya santai
"Gila... Nggak bisa gitu dong Al, aku berangkat sama mereka masak pulang sama kamu" protesku
"Kita nggak akan sampai dihotel dalam waktu lima belas menit dari sekarang, kemungkinan kita akan sampai sekitar satu jam, kalau mereka menunggu kamu, pesawat nya udah take off, dan penerbangan selanjutnya diperkirakan nanti malam" jelasnya santai yang masih fokus mengemudi
Akupun langsung lemas mendengar penjelasannya, segera aku mengirim pesan pada mba Dian agar jangan khawatir dan tidak menungguku, karena aku akan pulang dipenerbangan selanjutnya. Dia juga berpesan kalau barangku masih tertinggal di kamar hotel karena tak ada yang mengambilnya.
"Kalau nggak main jauh-jauh aku nggak akan ketinggalan pesawat tau nggak" kesal ku pada Alva sambil memasukkan pakaian yang belum masuk kedalam koper setelah sampai dihotel
"Ayo" kataku menyeret Alva keluar dari kamar
"Kemana?" tanyanya
"Pulang lah, kemana lagi!" jawabku
"Penerbangan kita masih nanti malam, dan lagi aku masih ada urusan yang belum kuselesaikan" katanya
BRAKKK
Dengan keras aku menutup pintu kamar dengan keras meninggalkan Alva yang masih berdiri didepan pintu kamar ku. Tentu saja aku di dalam kamar marah-marah,
'Udah ditinggal, malah pulang malam lagi' kesalku dalam hati
Benar saja, Alva benar-benar mengantarku pulang, meski tadi aku sempat marah marah padanya. Kami pulang di penerbangan malam, disana bukan hanya aku dan Alva melainkan beberapa orang yang bersama nya ikut kami pulang.
__ADS_1
'Sampai bertemu lagi kota yang indah, suatu saat aku akan mengunjungimu lagi' ucapku dalam hati