
Selesai berbelanja Alva mengantar kan Alsava pulang ke apartement dengan belanjaan dikedua tangannya, pasalnya Alva menolak saat Alsava hendak membantunya dan Alva hanya memberikan barang yang ringan untuk dibawa oleh Alsava
Setelah memasuki apartement dengan sigap Alva membantu memasukkan belanjaan ketempat yang seharusnya
"Kamu nggak kekantor?" tanya Alsava
"Nanti siang aja sekalian" jawab Alva yang masih membantu Alsava
"Dasar,, " cibir Alsava
"Hei, aku pemiliknya sayang, jadi terserah mau berangkat jam berapa pun, tak ada yang memarahi" elak Alva, yang kemudian dapat tatapan tajam dari Alsava yang tak suka dengan jawaban yang dilontarkan oleh nya
"Aku pemilik cafe, aku juga pemilik butik, tapi aku berangkat pagi sama seperti karyawan ku yang lain"
"Itu hanya alibi mu saja, dasar" Alsava mengomel, Alva tersenyum kecut mendapat omelan dari sang kekasih
"Kamu mau makan pake apa?" tanya Alsava yang telah selesai membereskan belanjaannya dibantu oleh Alva
"Apa aja, terserah kamu" jawab Alva sambil mendudukkan tubuhnya yang penuh keringat
Alsava lalu mengambilkan air untuk Alva agar mengurangi rasa dahaga nya
"Mau ku bantu" tawar Alva beranjak dari duduknya
"Bisa masak" tanya Alsava tak percaya
"Aku juga pernah dan sering tinggal diapartement sendirian, jadi untuk urusan ini, kamu tak perlu khawatir sayang" ucap Alva sambil mencolek hidung kecil Alsava
Alva juga Alsava akhirnya memasak bersama, tapi sebenarnya Alva lah yang lebih dominan sedangkan Alsava hanya membantu mengiris juga menyiapkan bahan-bahannya, selebihnya Alva lah yang menyelesaikannya
Hoam
"Kak aku lapar, masak apa?" tanya seorang pria yang keluar dari kamar tamu, sambil mengucek matanya
"Aaaa, mesum" teriak Alsava kaget sambil melempar irisan wortel ditangannya, saat melihat pria itu hanya memakai kaos dalam menampilkan kulitnya yang putih dengan celana boxer hitam selutut
Alsava lalu menutup matanya karena malu melihat pemandangan didepannya, Alva yang masih fokus memasak terkejut mendengar teriakan dari Alsava, namun saat menghampiri dilihatnya Alsava tengah menutup matanya
"Kenapa... Kenapa?" tanya Alva panik
"Itu" Alsava menunjuk kearah dimana dia melihat pria tadi, tapi Alva heran karena tak ada siapapun di belakang Alsava
"Mesra banget sih, masih pagi juga, tuh masakannya gosong" ucap pria itu yang sudah berada di belakang mereka berdua sambil memegang minuman dari kulkas
Alva kaget saat mencium bau gosong masakannya, langsung saja Alva mematikan kompornya, dan dilihatnya ikan yang digorengnya berubah menjadi coklat kehitaman
Alva begitu kesal saat melihat ikan yang digoreng nya menjadi gosong, tapi sedetik kemudian dia menoleh kearah pria dibelakangnya tanpa rasa bersalah sama sekali, amarah langsung memuncak di kepalanya saat melihat ada pria lain ada di apartement Alsava, terlebih pria itu adalah pria yang tak disukainya tempo hari
Alva yang dengan perasaan amarah memuncak lansung berjalan kearah pria itu dan menarik kaos yang dipakai pria itu dan hendak melayangkan tinju kearahnya. Tapi belum sempat Alva meninju pria itu Alsava sudah lebih dulu menarik telinga pria itu membuat pria itu mengaduh kesakitan
"Dasar anak nakal, nggak ada makan-makan, mandi!!" Alsava memarahi dengan tegas dengan tangan yang masih menjewer telinga pria itu dan menuntunnya kembali kekamar
"Aduh, aduh" pria itu hanya bisa mengaduh sambil memegangi telinganya yang masih dijewer oleh Alsava
__ADS_1
"Kenapa dia ada disini?" tanya Alva dengan tatapan dingin
"Semalam dia menginap disini, dia baru pulang dari luar negeri beberapa hari yang lalu" jelas Alsava yang sibuk membereskan ikan yang telah di gosongkan oleh Alva
"Menginap?! Berdua?" tanya Alva mencekal pundak Alsava membuat nya meringis kesakitan
Melihat Alsava kesakitan Alva segera melepas cekalan nya karena takut akan menyakiti Alsava nantinya jika dia hilang kendali
Alva berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil air dingin untuk diminumnya, berharap dia bisa mendinginkan fikirannya yang tengah dikuasai amarah
Alsava hanya diam saja melihat Alva yang tengah mendiamkannya, dia tahu kalau Ava tengah marah sekarang, Alsava melanjutkan acara masaknya hingga selesai, tapi Alva tetap diam ditempatnya dan tak beranjak sama sekali
"Hhuuft" Alsava mengembuskan nafasnya pelan
"Sayang" panggil Alsava pelan
"...."
"Makan dulu yuk, aku udah selesai masak, setelah itu kamu bisa kembali kekantor" tawar Alsava lembut
"...."
"Ayo" ajak Alsava lagi menyentuh pundak Alva pelan
"Kamu mengusirku" ucap Alva dingin dengan masih membelakangi Alsava
"Mengusir, siapa yang mengusir Al" tanya Alsava kebingungan
"Aku hanya memintamu makan, setelah itu kembali kekantor" jelas Alsava
"Duh kalian berdua ya, makanan nya tambah panas deh ini" ucap pria itu mendudukkan tubuhnya dan mengambil nasi kepiringnya
Alsava hanya memberi isyarat agar diam, dia tak ingin membuat keributan sekarang. Tapi pria itu tak menanggapi isyarat Alsava dan memakan makanannya dengan santai
"Udah deh, mending nggak usah diladeni kalau lagi marah kayak gitu, udah sini makan" ajak pria itu menepuk kursi disebelahnya membuat Alva bertambah marah
"Arka" teriak Alsava marah
"Apa sih" ucap Arka dengan santai nya
Brakk
Alva menggebrak meja makan membuat Alsava maupun Arka kaget
"Selesaikan makanan mu setelah itu keluar" usir Alva dingin menatap tajam kearah Arka yang masih terkejut
"Kamu yang keluar," ucap Arka yang juga mengusir Alva keluar membuat Alva bertambah marah
"Minta maaf" ucap Alsava menatap tajam kearah Arka juga Alva
"Maaf?!" tanya Alva yang tak memalingkan wajahnya dari pria dihadapannya
"Minta maaf" teriak Alsava kesal
__ADS_1
"Dia yang mengusirku duluan kan, jadi..." Ucap Arka membela diri, tapi belum sempat Arka menyelesaikan ucapannya Arka melihat tataoan tajam dari Alsava membuatnya sedikit takut
"Minta maaf" gertak Alsava lagi, mau tidak mau Arka mengulurkan tangannya menuruti kemauan Alsava yang tengah marah
"Hmm.... Maaf" ucap Arka mengulurkan tangannya kearah Alva, tapi Alva justru diam tak menanggapi Arka, membuat Alsava kesal dibuatnya
"Keluar, jangan masuk ke apartement kalau kalian berdua belum saling meminta maaf, keluar" kesal Alsava mengusir pria dihadapannya
"Sayang" kata Alva memelas
"Apa,!? keluar!" jawab Alsava menatap tajam kearah Alva
"Kakak mengusir ku demi pria ini" protes Arka
"Kamu mengusirku demi pria kecil ini sayang" Alva juga protes
"Nggak ada siapa demi siapa, kalau kalian belum saling meminta maaf jangan harap masuk kemari" kata Alsava menyanggah protes dari keduanya
Mendengar Alsava tak main-main dengan ucapannya membuat Alva mengalah dan mengulurkan tangannya
"Maaf" ucap Alva mengesampingkan egonya
"Maaf" jawab Arka menyambut uluran tangan dari Alva, membuat Alsava tersenyum sumringah
"Ayo makan" ajak Alsava dengan senyum mengembang di sudut bibirnya sambil menarik tangan Alva untuk duduk
Mereka bertiga akhirnya makan dengan tenang
"Kapan dia akan pergi dari sini" tanya Alva
"Nggak tahu, mungkin setelah kelulusan beberapa minggu lagi" jawab Alsava santai
Uhukk uhukk
Alva terbatuk-batuk mendengar jawaban Alsava yang santai itu
"Beberapa minggu lagi? kalian berdua!" ucap Alva marah
"Hmm, kenapa?" tanya Alsava
"Kamu nggak pernah membiarkanku menginap disini sayang, tapi dia" ucap Ava menunjuk kearah Arka
"Kamu membiarkannya menginap hingga berminggu-minggu" protes Alva
"Kamu bisa dapat pria kayak gini dari mana si kak?" tanya Arka tanpa rasa bersalah
"Tentu saja aku nggak akan membiarkan kamu menginap disini selama itu Al, apa kata orang nantinya" protes Alsava
"Apa kata orang?, tapi kamu membiarkan dia menginap disini berminggu-minggu" ucap Alva
"Dia adik ku Al" jelas Alsava, membuat Alva membulatkan matanya tak percaya
"Adik?" Alva bertanya, yang hanya di angguki oleh Alsava
__ADS_1
Alva merasa canggung sekaligus malu mendapati fakta bahwa pria didepannya adalah adik dari sang kekasih, sedangkan Arka hanya tersenyum keji melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh Alva