
'Author Pov'
"Aku mengembalikan ini nona, kurasa setelah terakhir kali hidung anda tertabrak oleh ku, dia tak sengaja tersangkut di setelan jas ku, jadi aku menyimpannya dan hari ini aku mengembalikannya padamu" ucap Alva menjelaskan dengan santai, dilihatnya wajah Alsa memerah menahan amarahnya. Dengan segera Alva meninggalkan Alsa yang tengah diselimuti kemarahan.
Namun tak berapa lama suara langkah kaki terdengar dibelakangnya, dilihatnya Alsa tengah berlari mengejar Alva dengan wajah merahnya.
"Dasar pria menyebalkan?!!" Ucap Alsa berlari mengejar Alva yang tengah mempercepat langkahnya
Dengan kaki mungilnya tentu saja Alsa kalah dengan kaki panjang Alva. Namun begitu tak menyurutkan niatnya untuk tetap mengejar pria yang tengah mempercepat langkah kakinya menuju parkiran. Tak peduli apakah dampak akhirnya nanti, yang ada dalam fikiran Alsa sekarang adalah mengejar pria menyebalkan itu dan memberikan pukulan manis diseluruh tubuhnya.
Dengan muka yang memerah Alsa berlari menghampiri Alva, tak ayal pria itu menghindar dari kejaran Alsa yang tengah diselimuti dengan kemarahan. Mereka seakan tak mempedulikan keadaan disekitarnya, mereka tetap berkejar kejaran di sekitar parkir cafe layaknya anak kecil yang tengah merajuk tak diberikan permen. Alsa yang dengan kemarahannya tetap bersikukuh mendapatkan pria yang tengah dia kejar agar dia bisa memberikan pukulan manis disekujur tubuhnya
"Kemari?! berhenti kamu!!?" jerit Alsa sambil mengejar Alva yang tengah menghindar di balik mobil
"Apa yang aku dapat jika aku berhenti?" tanya Alva bersebrangan dengan Alsa
"Kemari!! Agar aku bisa memberikan beberapa pukulan manis di sekujur tubuhmu?!" Balas Alsa dengan marah
"Tidak,,, Aku begitu menyayangi tubuh ini nona" jawab Alva bergidik ngeri
Dengan terengah-engah sambil menormalkan nafasnya yang sudah tersengal sengal Alsa terlihat menyenderkan badannya disamping mobil bersebrangan dengan alva. Dia merasa sudah tak sanggup lagi untuk berlari dan memilih berdiam diri sejenak. Alva yang merasa tak ada pergerakan sama sekali mencoba mengintip melewati belakang mobilnya.
"Apakah anda sudah menyerah nona?" tanya Alva menyembulkan kepala nya dibelakang mobil
"Tidak, dan tidak akan pernah hosh hosh hosh" jawab Alsa yang masih mengatur nafasnya
"Baiklah, sepertinya anda perlu beristirahat sejenak nona!, beritahu aku jika anda sudah selesai" ucap Alva santai sambil menyenderkan tubuhnya di bagian belakang mobilnya
Setelah kira-kira sepuluh menit berlalu, Alsa yang sudah bisa menguasai dirinya berencana mengejar Alva kembali. Dengan pelan dia melangkahkan kaki nya menuju belakang mobil yang dia gunakan untuk istirahat tadi, dan benar saja Alva masih disana menyenderkan tubuhnya dibagian belakang mobil.
Merasa tak ada pergerakan dari Alva dengan sigap Alsa menubruk tubuh Alva hingga terjatuh ketanah, karena memang Alva yang tidak ada persiapan sama sekali merasa kaget tubuhnya tiba-tiba di tubruk hingga menyebabkan mereka berdua terjatuh ditanah dengan Alsa berada diatas tubuhnya
"Agh" Ringis Alva sesaat setelah jatuh ketanah
Alsa dengan membabi buta memukuli tubuh yang ada dibawahnya itu, mulai dari memukul dada, lengan dan bagian apa saja yang bisa dipukulinya tak lupa juga dia menjambak rambut Alva yang sebelumnya tertata rapi, entah apa yang ada difikiran Alsa, hingga ingin rasanya dia memukuli seluruh tubuh pria yang membuatnya marah. Bahkan dia tak menghiraukan ringisan dari pria yang telah dipukulinya.
Alva yang semakin lama merasakan tubuhnya dipukuli merasa sakit disekujur tubuhnya dengan sekali gerakan dia menangkap tangan mungil yang hendak memukulinya lagi. Gadis itu terlihat meronta berusaha melepaskan cekalan ditangannya, Alva dengan cepat memeluk Alsa berharap dengan memeluknya dia berhenti memukuli seluruh tubuhnya, dan benar saja Alsa terlihat kaget dengan perlakuan Alva yang tiba-tiba
"Baiklah Nona Alsa, aku menyerah, sudah cukup anda memukuli saya hari ini!" Ucap Alva tetap memeluk Alsa diatas tubuhnya
"Lepaskan aku!" ronta Alsa mencoba melepaskan pelukan dari Alva, bukannya melepaskan Alva justru lebih mengeratkan pelukannya
"Tidak, sampai kau berjanji padaku nona!" Ujar Alva kemudian
"Apa?!" tanya alsa yang masih berusaha melepaskan pelukan dari Alva
"Setelah melepaskanmu, biarkan aku meminta maaf secara baik-baik padamu dan tidak memukuliku lagi, itu.... Membuatku sakit nona!!" tawar Alva yang masih menheratkan pelukannya
"Tidak?!!!" tolak Alsa
__ADS_1
"Aku belum puas memukulimu, bahkan aku belum mematahkan tulang-tulang mu" sambung Alsa dengan marah
"Kalau begitu kita akan berada diposisi seperti ini sampai kau menyetujui tawaranku!" ucap Alva santai dan tetap memeluk alsa yang tengah marah
Mendengar ucapan Alva membuat nya berfikir, dan tidak mungkin dia akan terus berada diposisi sekarang jika dia tak menyetujui tawaran itu. Akhirnya dia mengalah karena dia yakin bahwa ucapan pria ini tidak pernah main-main. Alsapun menyetujuinya, dan benar saja pelukan Alva mulai merenggang dan telepas. Dengan cepat Alsa bangkit dari atas tubuh Alva dan duduk disampingnya.
"Hauss" kata alsa duduk disamping tubuh alva yang masih terengah-engah
Alva tersenyum melihat tingkah gadis disebelahnya. Beberapa saat yang lalu dia seperti serigala yang kelaparan tak segan-segan memakan mangsanya hidup-hidup. Tapi kini dia seperti anak kucing yang kelelahan
"Duduklah dibangku taman sebelah sana. Akan ku belikan minum untukmu!" tawar Alva sambil menunjuk bangku kosong ditaman sebelah cafe
Alsa hanya mengangguki tanda setuju dan berjalan menuju bangku taman sebelah cafe. Alva kemudian berjalan menuju Mart disebrang jalan. Setelah beberapa saat Alva terlihat membawa sekantong Air minum dingin menghampiri Alsa yang tengah duduk di bangku taman.
"Ini" Ucap Alva sambil menyodorkan botol air mineral dingin yang sebelumnya telah dia buka.
Dengan cepat Alsa menyambar botol itu dan menenggaknya isinya hingga habis sebagian.
"Ahhhh, Lega" ucap alsa setelah merasa tenggorokannya tak kering lagi. Begitu pula Alva yang akan menenggak minuman ditangannya, namun dengan segera ditepis oleh Alsa membuat kening pria itu berkerut
"Duduklah, tidak baik jika minum sambil berdiri, sudah dewasa tapi hal sekecil itu apa harus diingatkan!" ucap Alsa memprotes tindakan pria didepannya
Alva yang dengan bingung disertai cengengesan hanya menuruti dan duduk disebelah Alsa, Alsa kemudian mengembalikan botol air mineral yang sebelumnya telah ia sita agar si pemilik bisa segera minum, karena Alsa yakin pria itu sama haus nya dengan dirinya.
"Maaf!" Ucap Alva setelah menghabiskan air mineralnya
"Aku hanya bercanda,, aku tak tahu kalau akhirnya kau sampai semarah ini dan..." Ucapan Alva terhenti
"Dan itu akan membuat seluruh tubuhku akan jadi babak belur karena ulah tangan kecil mu" sambung Alva
"Chh.. Kamu memang pantas mendapatkannya, beruntung karena aku hanya menggunakan tenaga kecil ku untuk menghajarmu, bukan malah menyewa preman" jelas Alsa
"Dan kalau sampai itu terjadi mungkin saat ini kamu tidak sedang duduk sambil meminum air mineral tapi sedang terbaring diranjang rumah sakit!!" sambung alsa dengan geram sambil memukul pelan lengan pria disampingnya
"Aghh" terdengar Alva meringis dengan lirih sambil memegangi sikunya, melihat itu Alsa sedikit panik
"Ada apa?" tanya Alsa dengan raut wajah panik tak bisa disembunyikan
"Tidak, tidak ada apa apa!" jawab Alva berbohong
"Buka jas mu!!" perintah Alsa
"Untuk apa?!" tanya Alva bingung namun tetap melepaskan jasnya menyisakan kemeja putih nya
Alsa yang melihat bercak darah disikunya merasa berasalah, karena ulahnya pria itu harus mendapatkan luka disikunya.
"Lihat kamu terluka" kata Alsa memberitahu
"Ah, kurasa saat kita terjatuh ketanah tadi, tapi tak apa-apa jangan khawatir" jawab Alva dengan melipat kemeja nya hingga keatas sikunya
__ADS_1
"Apa ini sakit, ada lagi yang terluka, coba periksa" tanya Alsa dengan khawatir
"Tidak, hei,,, aku seorang lelaki, hanya luka kecil tak akan terasa untukku" jawab Alva meremehkan dirinya
Dengan geram Alsa memegang siku Alva yang sudah mengeluarkan darah, Alva yang merasa perih dengan reflek dia mengaduh kesakitan
"Lihat, meskipun kamu lelaki walau hanya terluka kecil tetap saja terasa sakitkan" geram alsa dengan wajah kesal karena pria didepannya menganggap remeh luka kecil disikunya
"Tunggu disini, dan jangan kemana-mana" ucap Alsa berlari meninggalkan Alva yang tengah kebingungan
Alva yang merasa ditinggalkan begitu saja oleh Alsa merasa kesal, dan mengejar Alsa yang tengah menuju mobilnya dan segera mencekal tangan Alsa akan masuk kemobil
"Apa!?" tanya Alsa setelah tahu bahwa Alva telah mengejarnya
"Apa kau akan pergi begitu saja?" tanya Alva dengan geram
"Apa?! Siapa yang akan meninggalkan mu, bukankah aku sudah bilang kalau tunggu aku diam disana!" ucap alsa dengan menunjuk bangku yang sebelumnya mereka duduki
"Lepaskan tanganku, aku kemari hanya ingin mengambil kotak obat dimobilku, Apa kamu fikir aku akan melarikan diri sama seperti yang kamu lakukan beberapa saat yang lalu" sambung Alsa sinis ke arah Alva
Alva yang merasa malu segera melepaskan cekalan tangannya membiarkan Alsa masuk kedalam mobilnya, dan benar saja Alsa membawa sekotak P3K dari dalam mobil nya. Alsa yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Lihat!!,,, aku benar benar tak melarikan diri bukan?" kata Alsa yang hanya diangguki oleh Alva yang masih merasa malu dengan tindakannya dan menuntun Alva untuk duduk kembali di bangku taman. Setelah itu Alsa dengan telaten mengobati luka disiku kanan Alva yang telah mengeluarkan darah sebelumnya.
"Selesai" ucap alsa setelah selesai mengobati dan menempelkan plaster disiku kanan Alva
"Aku sudah bertanggung jawab bukan dengan ulahku tadi, dan sekarang bagaimana kamu tanggung jawab karena ulah mu tadi?" tanya Alsa
"Kamu tahu, aku bahkan selama satu bulan tak bisa berkonsentrasi dalam bekerja karena candaan konyol itu, aku selalu mencari apa yang hilang dalam drku dan selalu tak menemukannya, bahkan aku bertanya pada semua karyawanku tapi selalu dengan jawaban tidak. Harusnya aku memang menuruti saran mereka yang mengatakan jika itu hanya candaan dan ternyata benar adanya" kesal Alsa memicingkan mata nya kearah Alva
"Dan kamu tahu, aku bahkan pernah menunggu kedatangan mu dibutik satu minggu lamanya berharap kamu mengambil setelan yang sebelumnya kamu pesan, bahkan hari ini dengan bodohnya aku menunggu mu selesai dengan pekerjaanmu agar aku bosa langsung bertanya padamu !!" sambung Alsa yang masih dengan ekspresi kesalnya
"Kamu tahu aku menunggu mu hampir 3 jam lamanya!! dan apa yang kudapat ha?!" ucap Alsa yang kembali kesal dan bersiap ingin memukul Alva namun diurungkan
Alva yang mendengar ucapan terakhir Alsa merasa dirinya terbang keangkasa, karena tanpa diduga gadis dihadapannya pernah menunggunya.
"Jadi, kau menungguku selama itu Nona, aku begitu beruntung hari ini!" ucap Alva tak dapat menyembunyikan senyumannya
Alsa yang sadar dengan ucapannya langsung membuang muka kearah lain karena menahan malu merutuki kebodohannya.
"Aku minta maaf, dan bagaimana cara nya agar aku bisa bertanggung jawab akan kesalahanku, Mmm bagaimana kalau aku traktir makan?" tawar Alva
"Tidak" jawab Alsa singkat
Alva terlihat mengerutkan alis nya mendengan jawaban dari Alsa
"Aku sudah makan, bahkan aku sudah makan pagi hingga makan siang sambil menunggu mu tadi" sambung Alsa yang masih menahan malu
"Lalu?" kata Alva bingung
__ADS_1
"Kamu tahu sekarang aku sedang kesal, Mmm jadi bagaimana kalau kamu membelikanku Ice Cream agar kepalaku kembali dingin" Ucap Alsa memberi saran
Dengan senang hati Alva menyetujui tawaran Alsa, mereka segera menuju parkiran dan melajukan mobil Alsa ketempat yang dituju, karena memang sopir dan juga sekertaris Alva sudah dia minta untuk kembali terlebih dahulu kekantor meneruskan pekerjaannya. Jadilah sekarang mereka mengemudi di mobil Alsa dengan Alva yang mengemudikan mobilnya.