Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 99


__ADS_3

Kini pedang dan juga belati yang berada di tangan ketiga orang gadis pelayan itu telah mendapatkan mangsa, beberapa orang prajurit telah jatuh di atas tanah dengan bersimbah darah, setelah tak kuasa menahan serangan yang diberikan oleh ketiganya.


Mereka terus saja menghindar dengan sangat lincah, namun masih mampu untuk menggerakkan pedang dan juga belati di tangan mereka, sehingga membuat sayatan dan juga tikaman yang sangat besar di dalam tubuh para prajurit.


Darah mulai mengucur dari seluruh tubuh para prajurit itu, saat ini rasa sakit dan juga perih mulai menjalar, apalagi sejak tadi Wei Wei telah melukai tangannya dan menjadikan darahnya sendiri untuk diusapkan pada pedang yang digunakannya.


Secara otomatis para prajurit yang terkena goresan dari pedang yang dimiliki oleh Wei Wei pasti akan langsung jatuh dalam keadaan tak bernyawa, karena tak kuasa menahan racun milik gadis pelayan itu.


"Hahaha... Dasar prajurit bodoh!"


Wei Wei terus saja membuat ocehan-ocehan, hingga para prajurit yang mendengarnya langsung naik darah, mereka tak ingin dianggap sebagai orang yang bodoh, apalagi saat ini lawan yang mereka hadapi hanyalah tiga orang gadis lemah.


Namun ternyata memiliki kemampuan fisik yang sangat kuat dan juga serangan yang sangat mematikan. mereka sepertinya harus meningkatkan kewaspadaan dan juga mulai untuk melindungi diri sendiri, agar tidak terkena tebasan dari senjata yang dimiliki oleh ketiganya.


Jangan sampai nasib buruk yang menimpa rekan-rekan mereka juga, harus terjadi pada tubuh sendiri, terlebih saat ini mereka masih belum mendapatkan upah hasil kerja kerasnya dalam memeras rakyat dari perdana menteri kekaisaran.


Para prajurit itu kembali maju, kali ini mereka tak lagi gegabah melakukan penyerangan, terhadap ketiga orang gadis. Serangannya terlihat lebih berkelas, tidak membabi buta seperti saat pertama melakukan gerakan penyerangan.


Kebodohan yang dipertontonkan pada awal pertempuran, menjadi contoh agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Lagi pula jika menyerang lawan dalam keadaan emosi, pasti akan membuahkan kekalahan belaka.


"Heh..! Sepertinya kalian cukup pintar!" puji Wei Wei.


Gadis pelayan itu semakin bersemangat, untuk melayani setiap serangan yang diberikan oleh para prajurit bawahan si tuan muda. Dia tentu saja sangat senang, karena akhirnya mendapatkan lawan yang cukup untuk bisa kembali meregangkan ototnya.


Lin dan Lan saat ini mulai membuat strategi penyerangan dengan menggabungkan kedua senjata yang berada di tangan mereka, saat ini keduanya terlihat seperti seorang penari, meliuk ke sana kemari untuk menghindari serangan, namun sesekali menebaskan belati dan juga pedang yang berada di tangannya.


Jleb...


Jleb...


Sret...


Sret...

__ADS_1


Gerakan cepat yang dilakukan oleh ketiga gadis pelayan itu, lagi-lagi membuat beberapa orang prajurit langsung terjatuh di atas tanah, dalam keadaan mati bersimbah darah. Mereka sengaja membuat luka yang sangat dalam, agar siapapun yang terkena serangannya bisa merasakan kematian yang sangat pedih.


Namun saat asik-asiknya, ketiga gadis pelayan itu meloncat-loncat ke sana kemari sambil menebaskan pedang, sebuah seruan suara yang sangat dingin terdengar dari belakang mereka.


Saat ini permaisuri Huang Yue Li sepertinya telah terbangun, setelah beberapa saat yang lalu wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu tertidur dalam dekapan sang suami. Dia benar-benar sangat kesal, karena ada saja orang-orang yang tidak memiliki akal, sehingga berani mengganggu kenyamanan tidurnya.


Dengan suara yang sangat datar, wanita itu pun segera mengungkapkan kekesalannya, "Tak Bisakah kalian membiarkan aku beristirahat? Dasar para pengacau!"


Syuuut...


Syuuut...


Syuuut...


Jleb...


Jleb...


Jleb...


Jarum jarum itu langsung menancap di tubuh para prajurit yang dibawa oleh putra dari perdana menteri kekaisaran kura-kura salju, sehingga satu persatu mulai terjatuh dan langsung mati dengan tubuh yang membiru, sudut bibir mereka mengeluarkan busa berwarna putih, sehingga membuat si tuan muda langsung memelototkan mata tak percaya.


Bagaimana bisa seorang wanita yang saat ini masih bersembunyi di dalam kereta, melemparkan begitu banyak jarum dalam satu kali serangan, tanpa melihat keberadaan dari musuh yang kini tengah mengepung ketiga orang gadis pelayannya?


Wajah tuan muda itu langsung pucat pasi, saat ini lututnya seolah sulit untuk digerakkan setelah mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kekaisaran feniks emas. Itu baru permaisuri Huang Yue Li, lalu bagaimana dengan Kaisar Yu Qing San? Bisa saja pria itu bahkan lebih kejam dan juga melakukan hal yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan istrinya.


Nyali tuan muda itu terlihat mulai ciut, dia tak lagi memiliki keinginan untuk merampok harta yang dimiliki oleh orang-orang dari kekaisaran feniks emas, yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri dari sana dengan secepat mungkin.


Dia tak mungkin bisa menghadapi orang-orang yang menjadi lawannya itu sendirian saat ini, apalagi ke 600 orang prajurit yang di bawanya telah tumbang, tergeletak di atas tanah dalam keadaan tak bernyawa.


"Sial..!"


Tuan muda itu terlihat melirik ke kanan dan ke kiri, saat ini dia harus menggunakan berbagai macam akal untuk bisa keluar dari situasi yang tidak menguntungkan itu.

__ADS_1


Bagaimanapun juga ini tidak seperti yang direncanakan oleh permaisuri kekaisaran, ini benar-benar telah melenceng dari rencana yang sudah mereka susun sebelumnya.


Bagaimana bisa permaisuri Huang Yue Li membunuh begitu banyak prajurit yang dia bawa, hanya dengan satu kali serangan saja? Bahkan wanita itu hingga saat ini masih belum juga menunjukkan batang hidungnya, dia masih tetap bersembunyi di dalam kereta mewah yang dimiliki oleh istana kekaisaran feniks emas.


Wei Wei beserta kedua orang rekannya saat ini terlihat melengkungkan seringaian tipis, meskipun ketiganya merasa sedikit kesal karena permaisuri Huang Yue Li telah mengganggu kesenangan mereka, tapi melihat raut wajah ketakutan tuan muda itu, menjadikan kebahagiaan tersendiri untuk mereka.


Sehingga ketiganya langsung mendekat dan berusaha untuk memberikan penekanan secara langsung, agar tuan muda itu menjadi semakin frustasi.


"Jadi.. Apa yang harus kami lakukan padamu? Mengulitimu hidup-hidup ataukah mengirimkan mayatmu kepada perdana menteri kekaisaran kura-kura salju?" tanya Wei Wei.


Bruk...


Tubuh tuan muda itu tiba-tiba saja langsung terjatuh, dia bergerak perlahan dengan cara mengesot, untuk menghindari ketiga gadis pelayan yang kini mulai semakin mendekat ke arahnya.


Wajahnya terlihat benar-benar sangat ketakutan, dia menganggap ketiga orang gadis itu sebagai iblis di hadapannya. Meskipun selama ini dia begitu ditakuti oleh seluruh rakyat kekaisaran kura-kura salju, nyatanya dirinya tidak memiliki kekuatan dan kemampuan apapun. Dia hanya mengandalkan otak dan juga para prajuritnya, untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.


Crash...


Tanpa berbasa-basi, Wei Wei langsung menebaskan pedang yang berada di tangannya, untuk memotong kedua kaki milik tuan muda itu. Hingga membuat suara jeritan yang sangat kencang dan memilukan keluar dari mulut pemuda itu.


Aaargh...


Ketiga orang gadis pelayan itu langsung tertawa terbahak-bahak, mereka sepertinya merasa sangat puas setelah memberikan pelajaran kepada pemuda kurang ajar itu.


Lagi pula, bukankah saat ini mereka terlalu berbelas kasihan, hingga hanya menebas kedua kakinya saja? Sedangkan tangan milik pemuda itu masih bisa digerakkan.


Meskipun mereka tak yakin jika tuan muda itu akan tetap bertahan hidup, mengingat pedang yang berada di tangan Wei Wei, memiliki racun yang sangat mematikan.


"Ciiih..! Dasar lemah" umpat ketiga gadis pelayan itu sambil berbalik.


Ketiganya saat ini akan segera kembali menuju kereta yang sejak tadi ditumpanginya, namun sebuah suara berhasil membuat langkah ketiga orang gadis pelayan itu langsung terhenti, dan menoleh ke belakang.


"Tunggu..!"

__ADS_1


__ADS_2