Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 37


__ADS_3

Jleb...


Belati yang dilemparkan oleh permaisuri Shu Lian hampir saja mengenai tubuh permaisuri Huang Yue Li, namun wanita itu dengan sangat cepat segera menggerakkan tangannya, sehingga belati itu pun akhirnya tertangkap dan melukai telapak tangannya hingga berdarah.


Kaisar Yu Qing San langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, dia tak terima melihat sang istri yang akan dilukai oleh permaisuri Shu Lian, kemudian pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas itu segera berjalan ke arah permaisuri Shu Lian, tanpa berbicara sepatah kata pun, kaki pria itu langsung saja digerakkan dengan sangat cepat dan penuh tenaga sehingga mengenai rahang permaisuri Shu Lian.


Duagh...


Kaisar Yu Qing San menendang dagu milik permaisuri Shu Lian dengan tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Dia benar-benar kalap dan emosi melihat istrinya terluka.


Bruk...


Tubuh permaisuri Shu Lian langsung tersungkur dilantai aula istana yang dingin, dia baru saja membangunkan singa yang tengah terlelap dalam tidurnya dan kembali terbangun untuk menghajar orang yang telah mengganggunya.


Sedangkan permaisuri Huang Yue Li hanya tersenyum tipis melihat sang suami yang kini mulai murka dan menunjukkan taringnya. Dia memang sengaja melukai tangannya sendiri untuk menguji kesungguhan Kaisar Yu Qing San.


"Kau berani melukai permaisuri zhen?" tanya kaisar Yu Qing San seraya menatap tajam wajah permaisuri Shu Lian yang saat ini terlihat sangat pucat, tubuh wanita itu bergetar ketakutan sambil memeluk lututnya, dari sudut bibir wanita itu terlihat mengalirkan darah.


Permaisuri Shu Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, dia tak menyangka jika kaisar Yu Qing San akan menjadi sangat murka dengan tindakan spontan yang dilakukannya pada permaisuri Huang Yue Li.


"Pelayan..!" panggil kaisar Yu Qing San pada ketiga gadis pelayan permaisuri Huang Yue Li.


Wei Wei dan kedua orang rekannya pun langsung mendekat, keduanya membungkukkan badan di hadapan orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu.


"Kalian bertiga siksa wanita tak tahu diri itu! Jika perlu kuliti saja seluruh tubuhnya dan kalian pajang di depan Istana kekaisaran macan putih, sebagai sebuah peringatan bagi siapapun yang berani melukai permaisuriku, akan memiliki nasib yang sama seperti yang dialami oleh wanita jelek itu!" ucap Kaisar Yu Qing San sambil menunjuk ke arah wajah permaisuri Shu Lian.


"Ciiih... Sepatuku jadi kotor karena terkena tubuh ja*ang tua sialan itu!" cibir kaisar Yu Qing San sambil membersihkan sepatunya yang terkena bedak tebal permaisuri Shu Lian.


Sedangkan ketiga orang gadis pelayan itu tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan yang dilontarkan dari mulut majikan mereka, itu benar-benar sebuah olokan yang sangat tajam dan juga menyakitkan untuk permaisuri Shu Lian.

__ADS_1


Kaisar Lin Jun hanya bisa menatap datar ke arah sang permaisuri, yang telah berani menambah masalah untuk dirinya sendiri. Wanita itu benar-benar tak bisa belajar dari kesalahannya, jika apapun yang dia lakukan, pada akhirnya akan berbalik kepada dirinya sendiri.


"Dasar bodoh..!" umpat Kaisar Lin Jun sambil melirik ke arah permaisuri Shu Lian.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Duargh...


Plak...


Plak...


Permaisuri Shu Lian hanya bisa pasrah menerima kenyataan, jika saat ini dirinya menjadi sasaran amukan dari ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li yang juga ikut murka, karena melihat majikan mereka terluka.


Bahkan Wei Wei saat ini terus saja menjadikan wajah permaisuri Shu Lian sebagai samsak tinju untuk mempertajam pukulannya, sedangkan Lin dan Lan langsung mengambil pisau lipat kecil dari balik lengan hanfunya, kedua gadis pelayan itu berniat untuk menguliti tubuh permaisuri Shu Lian sesuai dengan perintah yang diberikan oleh kaisar Yu Qing San.


Kedua gadis pelayan itu bahkan dengan sengaja memainkan pisau lipat yang saat ini berada di tangan mereka, sambil sesekali saling pandang dan menganggukkan kepala, pertanda keduanya telah siap untuk memberikan kesakitan yang lebih besar untuk permaisuri sombong dan juga tidak tahu diri itu.


Srak...


Srak...


Terdengar suara pisau yang mulai menyayat bagian kaki milik permaisuri Shu Lian, wanita paruh baya itu pun berteriak dengan sangat kencang, menahan sakit dan juga perih di kakinya. Namun ketiga gadis pelayan itu malah semakin beringas, mereka pun segera melanjutkan pekerjaannya untuk kembali menyiksa tubuh milik permaisuri Shu Lian agar semakin menyakitkan.


"Cukup! Hentikan..! Aaaaargh..!" teriak permaisuri Shu Lian.


Wanita itu sepertinya sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakit yang saat ini mendera tubuhnya, namun berbeda dengan ketiga orang gadis pelayan milik permaisuri Huang Yue Li yang saat ini malah tertawa dengan sangat lantang.

__ADS_1


Tak lama kemudian Lan dan Lin juga langsung berteriak memanggil para prajurit, untuk segera menyiapkan air dan juga garam. Keduanya ingin membuat wanita nomor satu di kekaisaran macan putih itu merasakan penyiksaan hingga ke tulang-tulangnya.


Permaisuri Shu Lian hanya bisa menggertakan gigi, saat dia merasakan sakit yang teramat sangat, namun dia tak bisa meminta pertolongan pada siapapun. Bahkan saat ini suaminya sendiri hanya bisa menatap datar ke arahnya.


Dia memang terlalu impulsif, sehingga tidak bisa menyadari keadaan di sekeliling dan membuat tindakan konyol yang berakibat fatal terhadap dirinya sendiri. Awalnya dia berpikir bisa membunuh permaisuri Huang Yue Li dengan sangat mudahnya, mengingat ketiga orang gadis pelayan itu pun saat itu tengah bertarung dengan beberapa orang pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran.


Namun ternyata kecepatan gerakan tangan Huang Yue Li berhasil membendung serangan yang diberikannya, meskipun pada akhirnya tangan wanita itu terluka hingga mengeluarkan darah.


Byuuur...


Tubuh permaisuri Shu Lian yang penuh dengan luka itu pun akhirnya diguyur dengan seember air yang sudah dicampur dengan garam, sehingga membuat wanita paruh baya itu lagi-lagi berteriak kesakitan. Dia benar-benar sudah tak bisa menahan pedih, yang saat ini dirasakan oleh tubuhnya.


Namun sepertinya ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li itu masih belum puas untuk menyiksa dirinya, sehingga lagi dan lagi ketiganya melakukan hal yang serupa, agar membuat permaisuri Shu Lian semakin terluka.


Permaisuri Huang Yue Li akhirnya melangkahkan kaki ke arah permaisuri Shu Lian, dia dengan sengaja mengusap wajah milik permaisuri Shu Lian dengan telapak tangannya yang sedang terluka, sehingga membuat wanita nomor satu di kekaisaran macan putih itu akhirnya menjerit dengan sangat kencang.


Sebelumnya memang Wei Wei telah memberikan luka sayatan pada pipi milik permaisuri Shu Lian, namun saat ini bahkan Huang Yue Li juga melakukan hal yang lebih parah, dia sengaja mengusapkan telapak tangannya yang sudah dipenuhi oleh darah yang beracun, ke arah luka yang menganga di pipi milik permaisuri Shu Lian, hingga membuat wanita paruh baya itu berteriak sangat kencang.


Aaargh...


"Hentikaaaan! Sakiiiit!"


Bruk...


Permaisuri Shu Lian langsung terjatuh diatas lantai dalam keadaan tak bernyawa, dia langsung menghembuskan nafas terakhirnya begitu darah beracun milih permaisuri Huang Yue Li bercampur dengan darah miliknya, sehingga membuat permaisuri Shu Lian langsung menggigil dan mengalami kejang-kejang, hingga akhirnya dia pun terjatuh dan mati di tempat.


"Dasar merepotkan!" ucap Huang Yue Li seraya menendang tubuh permaisuri Shu Lian dengan kaki kanannya, wanita itu menunjukkan pandangan jijik terhadap mayat musuhnya.


"Gantung mayat wanita tak tahu diri itu di alun-alun kota. Dan beritahukan seluruh kesalahan yang dibuatnya pada semua rakyat, agar jadi peringatan keras untuk siapapun yang berani memiliki niat buruk untuk menyakiti istriku." teriak kaisar Yu Qing San.

__ADS_1


Kaisar Lin Jun hanya bisa menatap pilu pada jasad permaisurinya, hatinya saat ini benar-benar sakit, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena takut jika kaisar Yu Qing San akan memberikan hukuman yang sama terhadapnya.


__ADS_2