
Bangsawan Guo hanya bisa terdiam, kedua tangannya mengepal di samping hanfu yang dikenakannya, bahkan saat ini matanya terlihat memerah dengan gigi gemelutuk menahan marah. Bagaimana bisa putri kesayangannya dijadikan seorang pelayan dapur, hanya karena keinginan dari seorang permaisuri Huang Yue Li?
Bahkan Kaisar Yu Qing San sekalipun seolah tak berkutik di hadapan keinginan istrinya, bangsawan Guo menyesali kedatangannya di istana kekaisaran feniks emas, andai dia mengetahui sebelumnya akan kejadian hari ini, mungkin dia akan tetap berada di kediamannya dan hidup dengan sangat nyaman bersama seluruh anggota keluarga.
Namun nasi telah menjadi bubur, meskipun dirinya berusaha untuk menyelamatkan nona muda Guo Mei Qi, keinginan permaisuri Huang Yue Li tak akan bisa dibantah oleh siapapun, ucapannya sama seperti ucapan Kaisar Yu Qing San.
Kini dia menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh rakyat kekaisaran feniks emas merupakan sebuah kebenaran, bahwa ucapan permaisuri Huang Yue Li merupakan hukum yang tidak tertulis di istana kekaisaran feniks emas. Dia adalah satu-satunya wanita yang berkuasa di dalam istana, bahkan keputusannya tak bisa dibantah sekalipun oleh seorang kaisar.
"Apa yang kau sombongkan, permaisuri Huang Yue Li? Bahkan jika dibandingkan dengan diriku yang hanya seorang nona muda, kau tidak memiliki kelebihan apapun. Aku lebih cantik dan lebih memiliki kemampuan dibandingkan denganmu." teriak nona muda Guo Mei Qi, sepertinya gadis itu hingga saat ini masih belum menyerah untuk mendapatkan kaisar Yu Qing San.
Permaisuri Huang Yue Li hanya tersenyum kecut mendengar ucapan dari nona muda sombong itu, namun dia tak membalas sedikitpun, hanya melirik ke arah Kaisar Yu Qing San yang saat ini seolah menahan tawa, penguasa kekaisaran feniks emas itu saat ini menutup mulutnya dengan telapak tangan, dia benar-benar merasa sangat lucu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nona muda Guo Mei Qi.
Dari sudut mananya gadis itu merasa bahwa dirinya jauh lebih cantik dibandingkan permaisuri Huang Yue Li? Bahkan meskipun saat ini permaisuri kekaisaran feniks emas itu masih menutup wajahnya dengan cadar tipis, namun aura kebangsawanan sekaligus aura kemuliaan menguar dengan begitu indah dari sosoknya.
Nona muda Guo Mei Qi bangun dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan ke arah kaisar Yu Qing San, dia ingin menunjukkan pada penguasa kekaisaran itu bahwa dirinya jauh lebih cantik, dibandingkan permaisuri Huang Yue Li yang wajahnya selalu saja tertutup dengan cadar tipis.
"Bukankah itu benar, Yang Mulia? Nona muda ini jauh lebih cantik dan lebih menarik dibandingkan permaisuri Huang Yue Li?" tanya Nona muda Guo Mei Qi. Dia bahkan saat ini membusungkan dada, menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih hebat dan lebih cantik dibandingkan permaisuri Huang Yue Li.
Namun sebuah jawaban yang keluar dari mulut Kaisar Yu Qing San, benar-benar membuat semua orang langsung membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Jika kau memang benar-benar memiliki kemampuan di atas permaisuri Huang Yue Li, maka zhen memerintahkanmu untuk meminum racun yang ada di dalam mangkuk itu." ucap Kaisar Yu Qing San.
Tak lama salah seorang prajurit pun membawa mangkuk yang berisi racun, melihat hal itu tentu saja nona muda Guo Mei Qi langsung mundur beberapa langkah, bagaimana mungkin dirinya bisa meminum racun itu? Meskipun dia menginginkan menjadi seorang selir kekaisaran.
Melihat tindakan yang diambil oleh nona muda Guo Mei Qi, Kaisar Yu Qing San hanya melengkungkan senyuman tipisnya, wanita manapun tak akan pernah mau meminum racun, meskipun dengan iming-iming akan dijadikan seorang selir kekaisaran.
Karena nyatanya nyawa setiap manusia hanya satu, jika sampai dia terlambat untuk mendapatkan penanganan dan juga penawar dari racun itu, sudah dipastikan bahwa dirinya akan segera meregang nyawa.
Lain halnya dengan permaisuri Huang Yue Li yang langsung melepas cadar yang di pakainya, mengambil mangkuk berisi racun itu kemudian meminumnya dengan santai, bahkan saat ini raut wajahnya tak berubah, dia tidak seperti seseorang yang telah meminum racun, sehingga membuat semua orang yang berada di dalam aula langsung memelototkan matanya.
Mereka tentu saja sangat takut, kalau kalau permaisuri kekaisaran itu akan mati. Dengan serta-merta, para pejabat pun langsung keluar dari aula dan segera mencari tabib istana, permaisuri Huang Yue Li harus mendapatkan penanganan dengan cepat, sebelum racun itu menyebar ke dalam seluruh tubuhnya.
"Yang mulia.." ucap para pembesar dan juga para pejabat kekaisaran.
"Ada apa?" kaisar Yu Qing San mengerutkan dahinya, sepertinya hingga saat ini pria itu masih belum menyadari, apa yang membuat seluruh pembesar dan juga pejabat kekaisarannya begitu khawatir. Sedangkan permaisuri Huang Yue Li hanya terkekeh kecil.
"Kami telah membawa para tabib untuk memeriksa yang mulia permaisuri Huang Yue Li." jawab mereka.
Permaisuri Huang Yue Li tersenyum manis, kemudian menjawab dengan sangat santai. "Aku baik-baik saja dan tidak membutuhkan seorang tabib."
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain terlihat Nona muda Guo Mei Qi mengepalkan tangannya, dia baru saja kehilangan kesempatan untuk bisa menggantikan posisi permaisuri Huang Yue Li sebagai wanita kaisar, andai saja dia mengetahui bahwa isi mangkuk yang dibawa oleh prajurit itu bukanlah racun, mungkin sejak tadi dia sudah meneguknya.
"Sial..! Dia menipuku!" gumam Guo Mei Qi sambil mengepalkan kedua tangannya. Matanya menyorot nyalang kearah kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li.
Dia menunjukkan kemarahannya di hadapan semua orang, bahkan saat ini terlihat kedua tangannya mulai bertolak pinggang.
"Kau tidak adil yang mulia.. Kau menyuruhku mundur perlahan dengan mengatakan bahwa isi dalam mangkuk itu adalah racun, sedangkan permaisuri Huang Yue Li meminumnya dengan sangat santai dan hingga saat ini bahkan dia sama sekali tidak apa-apa." ucap nona muda Guo Mei Qi.
Kaisar Yu Qing San melirik sekilas, kemudian tersenyum meremehkan. "Zhen tidak menipumu! Isi dalam mangkuk itu memang racun, jika kau tidak mempercayainya, maka suruh saja para tabib itu untuk memeriksa keaslian dari racun yang ada di dalam mangkuk."
Dengan langkah cepat, Guo Mei Qi segera mengambil mangkuk itu kemudian menyerahkannya kepada para tabib untuk diperiksa, hatinya berdebar-debar tak karuan, saat ini dia berharap agar tabib itu mengatakan bahwa tidak ada racun di dalam mangkuk yang di bawanya.
Para tabib itu langsung memeriksa dengan sangat teliti, kening mereka terlihat berkerut, saat menyadari bahwa masih ada sisa racun yang menempel dalam mangkuk itu. Dengan sangat hati-hati, salah seorang tabib itu pun segera mengungkapkan kesaksiannya.
"Mangkuk itu memang berisi racun ular yang sangat berbisa, sebagai seorang tabib, aku bisa memastikan bahwa itu merupakan racun tingkat menengah." ucapnya.
Guo Mei Qi langsung terkejut, bagaimana mungkin racun itu tidak mempengaruhi tubuh permaisuri Huang Yue Li? Pasti ada sesuatu hal yang salah, prajurit itu pasti telah mengganti mangkuk yang tadi dibawanya dengan mangkuk yang lain, sehingga para tabib berhasil mendeteksi racun itu.
Sedangkan mangkuk yang telah diminum oleh permaisuri Huang Yue Li pasti disembunyikan disuatu tempat.
__ADS_1
"Aku tidak mempercayainya!" ucap Guo Mei Qi.