Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 98


__ADS_3

"Dasar bodoh!"


Sebuah suara yang sangat dingin terdengar dari belakang para prajurit, yang saat ini tengah berhadapan dengan orang-orang dari kekaisaran feniks emas.


Seorang pemuda muncul dengan pakaian kebesaran seorang pangeran, dia adalah Li Zhe Liang yang merupakan putra mahkota kekaisaran kura-kura salju.


Semua orang yang melihat kedatangan pemuda tampan itu langsung saja membungkuk memberikan hormat, meskipun selama ini kaisar yang berkuasa selalu saja mengikuti kehendak permaisurinya, namun putra mahkota adalah orang yang sangat baik.


Dia selalu membantu di saat rakyat kekaisaran kura-kura salju mengalami berbagai macam masalah, terutama para bangsawan yang tinggal di wilayah itu terkenal sangat sombong dan juga sering menindas orang-orang miskin yang ada di sekitarnya.


Kedatangan pangeran Li Zhe Liang tentu saja membuat wajah tuan muda itu langsung menghitam, dia benar-benar kesal karena ada orang yang telah berani menganggap dirinya bodoh.


Padahal selama ini putra mahkota terkenal sebagai orang yang sangat lemah, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa, tidak jauh berbeda dengan Kaisar yang berkuasa di wilayah itu, saat ini permaisurilah yang menjadi penggerak kebijaksanaan di wilayah kekaisaran kura-kura salju, mengingat Kaisar Li Jiazen hanyalah boneka yang digerakkan oleh wanitanya.


"Lebih baik kau duduk diam saja di istanamu dan jangan ikut campur urusanku." ucap tuan muda itu sambil menunjuk wajah Pangeran Li Zhe Liang dengan pedangnya.


Pangeran itu hanya memandangnya dengan sangat dingin, dia sudah terbiasa diperlakukan sebagai seorang yang lemah dan bodoh, hanya karena dirinya harus membangun kekuatan secara diam-diam di luar sepengetahuan siapapun, untuk bisa merebut kembali istana kekaisaran dari tangan permaisuri.


Wei Wei dan kedua rekannya yang melihat kedatangan pemuda itu hanya mengerutkan dahi, hingga saat ini mereka memang masih belum mengetahui identitas yang dimiliki oleh pemuda itu, namun melihat betapa hormatnya rakyat kekaisaran, ketiganya meyakini bahwa pemuda itu memiliki identitas yang sangat mulia, sehingga dia begitu diagungkan dan dihormati oleh mereka.


Tatapan Wei Wei beralih kepada tuan muda itu kembali, sebuah seringaian tercetak dari wajah cantiknya, betapa tidak tahu dirinya pemuda itu? Sehingga dia menganggap bahwa seseorang jauh lebih bodoh daripada dirinya.


Padahal menurut aturan, pangeran Li Zhe Liang seharusnya mendapatkan penghormatan di setiap langkah yang dia ambil, di hadapan semua orang yang tinggal di wilayah kekaisaran kura-kura salju itu.

__ADS_1


"Heh! Dasar pemuda bodoh! Seharusnya kau bisa lebih tahu diri, dilihat dari pakaian yang kalian gunakan, sudah pasti dia merupakan anggota keluarga istana kekaisaran. Sedangkan kau hanyalah seorang tuan muda, tapi nyatanya mulutmu itu memang harus diberi pelajaran, agar tahu bagaimana caranya memberikan hormat kepada orang yang lebih berkuasa." ucap Wei Wei dengan sangat sarkas.


Tuan muda itu kembali memelototkan matanya ke arah tiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li, dia benar-benar sangat kesal karena merasa telah diremehkan. Padahal selama ini semua orang juga mengetahui, bahwa dirinya merupakan orang yang paling berkuasa di wilayah itu, bahkan pangeran Li Zhe Liang tidak pernah menunjukkan batang hidungnya, di saat dia melakukan penindasan terhadap rakyat kekaisaran.


Tentu saja dia semakin besar kepala, karena nyatanya permaisuri adalah orang di belakang yang selalu mendukung setiap pergerakannya.


"Dasar gadis sialan! Mulutmu sepertinya harus segera diberi pelajaran, agar tidak semakin lancang! Kau harusnya membayar dengan sangat mahal setiap ucapanmu itu." ucap si tuan muda dengan sangat geram.


Saat ini emosinya sudah mencapai puncak, sehingga dia tak lagi mengindahkan larangan yang diberikan oleh pangeran Li Zhe Liang dan menganggap bahwa pemuda bodoh dan juga lemah itu, hanya akan menghambat keinginannya untuk bisa merampok seluruh harta yang dibawa oleh orang-orang dari kekaisaran feniks emas.


Pangeran Li Zhe Liang hanya menatap kasihan terhadap tuan muda itu, dirinya memang telah banyak mendengar tentang permaisuri Huang Yue Li dan juga Kaisar Yu Qing San yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dibandingkan dengan kekaisaran lainnya.


Sehingga dia harus menjaga nama baiknya, agar bisa menjalin kerjasama di kemudian hari. Terlebih saat ini dirinya membutuhkan banyak sekali pendukung, untuk bisa menjatuhkan permaisuri, agar kekaisaran kura-kura salju bisa kembali dalam kedamaian seperti dulu.


"Serang gadis pelayan itu!" teriak si tuan muda kepada para prajuritnya.


Melihat para prajurit yang mulai bersiap untuk menyerang ketiga orang gadis pelayan itu, Pangeran Li Zhe Liang langsung mundur dari tempatnya, sepertinya saat ini pemuda itu ingin sekali melihat kemampuan yang dimiliki oleh ketiga orang gadis pelayan, mengingat hingga saat ini 200 orang prajurit pria, hanya diam sambil menopang dagu mereka, menunggu tontonan menarik yang akan diberikan oleh ketiga orang rekannya.


Dia juga merasa sangat penasaran dengan kemampuan yang dimiliki oleh ketiga gadis itu, apalagi Lan yang sejak tadi terus saja memutar-mutar sepasang belati cantik di kedua tangannya. Gadis itu nampak sangat lihai dalam menggerakkan belati, sehingga terlihat begitu apik dan juga sangat mengesankan.


Hiyaaaa...


"Seraaaaang...!"

__ADS_1


Kini ke 600 orang prajurit itu mulai berlari ke arah tiga orang gadis pelayan yang masih berdiri dengan sangat santai, mereka seolah tidak berada di medan pertempuran, sehingga sedikitpun tidak menggerakkan badannya dan hanya menunggu, hingga serangan yang diberikan oleh para prajurit itu, datang ke arah mereka.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang beradu membuat decitan yang sangat keras, hingga membuat siapapun yang mendengarnya langsung menutup telinga. Pangeran Li Zhe Liang terlihat memelototkan matanya, saat ketiga orang gadis pelayan itu menahan serangan yang diberikan oleh ke 600 prajurit yang di bawa oleh putra dari Perdana Menteri kekaisaran kura-kura salju.


Bahkan saat ini ketiganya terlihat melompat ke sana kemari, untuk menghindari serangan yang diberikan secara membabi buta oleh para prajurit. Namun sedikitpun tidak terlihat raut ketakutan di wajah ketiganya, mereka saat ini bahkan terlihat sangat menikmati hingga tawa terus saja menggema dari ketiga orang gadis itu.


"Hahaha... Apa hanya segitu saja kemampuan yang kalian miliki? Benar-benar membosankan!" teriak Wei Wei.


Gadis pelayan itu saat ini terlihat ingin memprovokasi para prajurit, sehingga mereka menyerang dengan semakin tak beraturan. Tuan muda itu hanya bisa tercengang, melihat kelincahan gerak dari ketiga orang gadis pelayan, dia tak menyangka Jika ternyata ketiganya bisa menghindari serangan dengan sangat cepat, bahkan gerakannya seringan angin, hingga tak terlihat oleh mata.


"Sial..!" umpatnya sambil mengusak rambut.


Dia terlihat begitu frustasi, saat keinginannya tidak bisa terpenuhi. Apalagi saat ini dirinya telah yakin, jika ke 600 orang prajurit yang dibawanya itu pasti akan kalah di tangan ketiga orang gadis pelayan.


Dimana harga dirinya, jika hal itu sampai terjadi? Bahkan kini seluruh rakyat kekaisaran kura-kura salju berjajar untuk melihat tontonan, yang diberikan oleh para prajuritnya, saat berusaha untuk memberikan pelajaran kepada tiga orang gadis pelayan yang bermulut lancang itu.


Jleb...

__ADS_1


Jleb...


Jleb...


__ADS_2