Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 113


__ADS_3

Prang...


Prang...


Prang...


Terdengar suara benda-benda yang berjatuhan di dalam paviliun yang dihuni oleh permaisuri Xiao Yue, dia benar-benar kesal saat ini karena rencananya tidak berjalan sesuai dengan harapan. Padahal dia telah berbahagia setelah mengetahui bahwa permaisuri Huang Yue Li menginginkan pangeran Li Zhe Liang untuk menikahi salah seorang pelayannya.


Kini dia harus kembali memutar otak, agar bisa menyingkirkan pangeran yang lemah itu dan menggantikan posisinya dengan salah seorang putra kesayangannya. Apalagi saat ini dia juga harus segera mencari tahu, siapa orang yang telah berani bermain-main dengannya? Sehingga mengubah isi dari gulungan surat yang dikirim oleh permaisuri Huang Yue Li.


Beberapa orang pelayan tiba-tiba saja muncul, setelah mendengar banyaknya suara pecahan di dalam Paviliun yang dihuni oleh permaisuri Xiao Yue, mereka tentu saja takut jika sampai wanita paling berkuasa itu terluka.


Apalagi saat ini keadaan istana kekaisaran tengah sedikit bermasalah, setelah mendapatkan surat balasan dari Kaisar Yu Qing San.


Kaisar Li Zhao Yu bahkan telah memerintahkan beberapa orang mata-mata kepercayaan untuk mencari tahu, siapa sebenarnya orang yang ingin mengadu domba kedua kekaisaran? Sehingga merebut gulungan surat yang asli dari tangan orang kepercayaan permaisuri Huang Yue Li dan menggantinya dengan surat yang lain.


Sementara di sebuah paviliun yang berjarak sedikit lebih jauh dari istana kekaisaran, seorang pria yang menggunakan jubah kebesaran tengah berdiri layaknya seorang petarung tangguh.


Dia memperhatikan lawannya yang saat ini dilanda pusing tujuh keliling, akibat ulahnya yang telah memerintahkan salah seorang prajurit untuk mengganti gulungan surat yang dibawa oleh utusan permaisuri Huang Yue Li.


Dia sengaja melakukan hal itu, agar kekaisaran kura-kura salju dan juga kekaisaran feniks emas bisa berperang, sehingga dirinya akan segera menaiki tahta menggantikan Kaisar Li Zhao Yu.


Seorang pemuda berpakaian hitam tiba-tiba saja menerobos masuk dari dalam jendela yang terbuka, sepertinya dia adalah orang kepercayaan dari pria itu sehingga memiliki akses untuk masuk dengan mudah di paviliun yang ditempatinya.


"Bagaimana keadaan orang-orang kita?" tanya pria itu kepada pemuda yang baru saja datang.

__ADS_1


"Sepertinya saat ini kita harus menunda pergerakan, karena banyaknya para prajurit dari kekaisaran feniks emas yang tengah memata-matai orang-orang kita. Ditambah lagi dengan Kaisar Li Zhao Yu yang telah mengirimkan banyak sekali mata-mata kepercayaannya, untuk mencari bukti tentang siapa pelaku yang telah menukar gulungan surat dari permaisuri Huang Yue Li." jawab si pemuda.


Dia menyerahkan sebuah gulungan surat yang berada di lengan hanfunya kepada pria itu, tak lama gulungan itu pun dibuka dan keduanya langsung membaca isi dari surat yang ditulis oleh orang-orang yang saat ini tersebar, di seluruh wilayah kekaisaran kura-kura salju.


Mata pria itu langsung memerah, kedua tangannya terkepal, ditambah saat ini mulutnya terkatup, dengan gigi yang gemelutuk.


Bagaimana bisa dia menerima kenyataan, jika orang-orangnya satu persatu telah berhasil ditundukkan oleh para prajurit kekaisaran feniks emas? Bahkan mereka tak hanya dilenyapkan tapi juga diberikan penyiksaan yang tidak manusiawi, di hadapan seluruh rakyat kekaisaran kura-kura salju.


Itu adalah sebuah penghinaan baginya, yang merupakan seorang paman kekaisaran, sekaligus kakak kandung dari Kaisar Li Zhao Yu. Bagaimana bisa para prajurit itu bertindak sekehendak hatinya, terhadap orang-orang yang telah susah payah direkrutnya selama hampir 15 tahun terakhir?


Namun jika dia melakukan tindakan yang gegabah, bisa saja mata-mata dari kekaisaran kura-kura salju mengetahui perbuatannya. Apalagi jika sampai orang-orang itu menemukan bukti-bukti kejahatannya selama ini, dia pasti tak akan pernah bisa mengelak lagi dari hukuman yang mungkin saja dijatuhkan oleh kaisar Li Zhao Yu.


"Perintahkan pada orang-orangmu untuk mengawasi semua orang yang berada di istana kekaisaran, termasuk para prajurit dari kekaisaran feniks emas. Jangan biarkan siapapun mengetahui tempat rahasia kita." ucap pria itu.


Dia pun segera bergerak untuk keluar dari paviliun yang ditinggali oleh ayahnya, kemudian kembali menuju ke tempat di mana para prajurit kekaisaran kura-kura salju tengah berlatih saat ini.


"Jenderal, Anda ada di sini?" tanya salah seorang prajurit begitu pemuda berpakaian hitam itu mendatangi lapangan.


Pemuda itu hanya menganggukan kepala, kemudian bergegas untuk pergi menuju aula istana untuk melapor kepada kaisar Li Zhao Yu. Di sepanjang jalan, para prajurit beserta pelayan yang berada di istana kekaisaran itu memberikan hormat padanya.


Sepertinya dia memang orang yang memiliki kekuasaan cukup besar di tempat itu, apalagi saat dirinya memasuki aula, prajurit segera berteriak dengan sangat lantang untuk mengumumkan kedatangannya.


"Jendral Li Zhao San memasuki aula.."


Semua orang yang berada di aula langsung saja melirik ke arah pintu masuk, mereka pun segera berdiri dan memberikan hormat kepada pemuda itu. Meskipun statusnya hanyalah seorang jenderal muda, namun dia adalah seorang keponakan kaisar yang berkuasa. Sehingga siapapun harus menundukkan wajahnya di hadapan pemuda itu.

__ADS_1


Apalagi dia merupakan putra satu-satunya dari pangeran Li Zhao Shu, yang sebelumnya menjabat menjadi putra mahkota kekaisaran. Namun karena sebuah insiden, akhirnya posisi itu pun diberikan kepada kaisar Li Zhao Yu.


Pangeran Li Zhe Liang melirik kedatangan dari saudara sepupunya itu dengan ujung mata, meskipun semua orang terlihat begitu hormat terhadap pemuda itu, namun ketajaman mata dan juga pikiran sang pangeran tak bisa dibohongi. Dia merasa ada sesuatu hal yang lain dari pemuda itu.


Tidak mungkin anak dari seorang putra mahkota terdahulu akan tunduk begitu saja di bawah kekuasaan kaisar Li Zhao Yu, jika dia tidak memiliki niatan lain. Apalagi selama ini pamannya sama sekali tak pernah keluar dari dalam paviliun, yang sejak dulu menjadi tempat tinggalnya, dia selalu mengurung diri di sana.


Bahkan pangeran Li Zhe Liang belum pernah melihat wajah dari sang paman, meskipun keduanya tinggal di istana yang sama. Paviliun bangau putih selalu tertutup, hanya ada tiga orang pelayan beserta 5 orang prajurit yang berjaga dan melayani segala keperluan dari Paman kekaisaran itu.


Dia bahkan tak pernah menginjakkan kakinya di aula istana, meskipun Kaisar Li Zhao Yu mengirimkan para prajuritnya untuk menjemput sang kakak, tapi pria itu selalu beralasan jika dirinya tak ingin ikut campur dalam masalah pemerintahan.


"Hormat hamba yang mulia." ucap pemuda itu seraya menjura di hadapan Kaisar Li Zhao Yu.


"Bangunlah, San'er!" jawab sang Kaisar.


Tak lama pemuda yang berstatus sebagai jenderal muda kekaisaran itu pun langsung bangkit dan menyerahkan sebuah gulungan surat yang dibawanya. Seorang kasim langsung mengambil gulungan surat yang dibawa oleh jenderal muda itu, kemudian menyerahkannya kepada kaisar Li Zhao Yu.


Mata sang kaisar tiba-tiba saja langsung memerah, wajahnya menghitam, tak lama tangannya pun terkepal dan langsung menggebrak meja dengan sangat keras.


Brak..


"Sial! Berani sekali mereka mencari masalah dengan zhen!"


...****************...


Mohon maaf sebelumnya, hari ini dan beberapa hari ke depan, mungkin author hanya bisa up 1 chapter saja ya, sedang ada sedikit kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2