Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 57


__ADS_3

Trang...


Trang...


Mendengar suara pedang yang bersambut, akhirnya keempat orang jendral itu pun segera menyadari, jika serangan mereka saat ini telah dihadang, oleh dua orang gadis pelayan yang lainnya.


Bahkan sepertinya, kedua orang gadis itu juga tidak kalah mengerikan, dibandingkan dengan pelayan yang satunya. Hal itu tentu saja membuat wajah dari keempat orang jenderal itu pun langsung kecut, mereka seolah tengah ditelan*angi oleh gadis-gadis dari kasta yang lebih rendah.


Bahkan saat ini muncul perasaan kesal di hati ke empat orang jenderal itu, karena ternyata kekuatan mereka tak mampu mengungguli kelincahan dan juga kemampuan yang dimiliki oleh kedua orang gadis pelayan, milik permaisuri Huang Yue Li.


Trang...


Trang...


Pedang di tangan ke-4 orang jenderal itu pun kembali berdentang, menandakan jika saat ini serangan mereka kembali dihadang oleh kedua orang gadis pelayan, yang tengah tersenyum sinis ke arah mereka. Nampaknya saat ini keempat orang jenderal itu tak bisa lagi menolong Jenderal A yang tengah berada di bawah kaki Wei Wei, selama keempatnya tidak mampu menundukan kedua orang gadis pelayan, yang terus saja menunjukkan jiwa psikopat yang haus darah.


Permaisuri Huang Yue Li menatap pertarungan yang dilakukan oleh ketiga orang pelayannya itu dengan tersenyum manis, dia merasa sangat senang, karena pelatihannya selama ini telah terbukti membuat ketiga orang pelayan itu menjadi sosok yang benar-benar ditakuti oleh seluruh musuh-musuhnya.


Bahkan mereka tidak akan pernah memiliki keberanian lagi untuk menunjukkan taring di hadapan ketiga orang gadis pelayan itu, jika telah merasakan bagaimana siksaan yang diberikan oleh ketiganya.


"Hahaha... Apa kau tidak bisa memberikan serangan yang lebih baik lagi, dibandingkan saat ini? Bahkan semut pun masih bisa menghindar, jika kau menebaskan pedang seperti seorang anak bayi." ucap Lan memprovokasi Jenderal B dan juga Jenderal C.


Mendengar hal itu, tentu saja membuat kedua orang jenderal itu langsung berang, dan berusaha untuk memberikan serangan yang lebih maksimal lagi, kepada Lan. Mereka berharap bisa merobohkan atau setidaknya melukai tubuh gadis pelayan yang tidak tahu diri itu.


Bahkan saat ini mereka berpikir, jika seorang pembesar kekaisaran saja tidak memiliki kesombongan yang tinggi seperti ketiga orang gadis pelayan milik permaisuri Huang Yue Li, entah apa yang diberikan oleh majikan mereka, sehingga membuat ketiga orang gadis itu lebih terlihat seperti dewi kematian, dibandingkan dengan gadis biasa.


"Sial! Dasar gadis rendahan! Berani sekali kau meremehkan kemampuan dari seorang jenderal kekaisaran Elang api! Lihat saja, cepat atau lambat, aku pasti akan bisa merobohkanmu dan membuatmu menangis darah di hadapanku." teriak jenderal B sambil menunjuk ke arah Lan.


Gadis pelayan itu hanya tersenyum tipis, kemudian melanjutkan kembali provokasinya, hingga membuat jenderal B dan juga jenderal C semakin emosi.

__ADS_1


"Lihatlah serangan yang kalian berikan, bahkan seujung rambut saja tidak mengenaiku, Lalu bagaimana bisa kalian berfikir untuk mengalahkanku? Bahkan seekor tupai masih jauh lebih cepat dan juga lincah dibandingkan kalian, yang bergerak seperti seekor kura-kura." jawab Lan dengan berapi-api.


Akhirnya kedua jenderal itu pun segera kembali melayangkan serangannya, kepada gadis pelayan yang begitu lancang, dan berani menghina dan meremehkan kemampuan yang dimiliki kedua orang pria itu, mereka bahkan tidak menduga jika ternyata seorang pelayan di kekaisaran feniks emas diberikan kesempatan, untuk bisa berlatih bela diri dan juga bela serang. Bahkan dalam kemampuan berpedang, mereka tak kalah dengan para prajurit pria.


Trang...


Trang...


Trang...


Trang...


Sreet...


Sret...


Apa yang sebenarnya diinginkan oleh gadis pelayan itu? Jika memang dia ingin membunuh keduanya, bahkan sejak tadi gadis pelayan itu memiliki kesempatan untuk melakukannya.


Namun gadis itu seolah hanya mempermainkan kedua orang jendral dari kekaisaran Elang api itu, sehingga membuat kedua orang pria yang menjadi lawannya semakin berang dan ingin segera menumpas kesombongan dan juga keberanian yang ditunjukkan oleh gadis pelayan itu.


Di sisi lain saat ini, Lin juga tengah konsentrasi dengan pertarungannya melawan dua orang jenderal yang lain, dia tidak akan membiarkan dirinya salah dalam memberikan serangan, sehingga akhirnya berakibat fatal untuk tubuhnya sendiri.


Meskipun gadis pelayan itu hanya menggunakan sepasang belati kembar, namun tidak membuat pergerakan gadis itu terhambat, bahkan dia terlihat lebih mendominasi dibandingkan dengan kedua orang jenderal dari kekaisaran Elang api.


"Cih! Ternyata cuma seperti itu saja kemampuan yang dimiliki oleh seorang jenderal dari kekaisaran Elang api! Aku benar-benar sangat kecewa, karena ternyata kalian berdua tak bisa mengalahkanku." cibir Lin kepada jenderal D dan juga Jenderal E.


Mendengar hal itu tentu saja kedua orang jenderal tak terima, kemudian mereka pun segera menunjukkan jurus-jurus terkuat yang mereka miliki, untuk bisa memukul mundur gadis pelayan sombong itu.


Namun ternyata Lin juga tidak mudah untuk dibodohi, meskipun dirinya terus diprovokasi dengan berbagai macam cara, oleh kedua orang jenderal dari kekaisaran Elang api, agar membuat kesalahan fatal.

__ADS_1


Gadis pelayan itu masih terlihat sangat santai di tempatnya, bahkan kali ini dia kembali menyambut serangan yang diberikan oleh jenderal D dan juga jenderal E sambil sesekali menunjukkan pandangan meremehkan.


Permaisuri Huang Yue Li yang melihat pertarungan ketiga orang pelayannya itu pun langsung memberikan perintah dengan sangat telak, dia sudah tak bisa lagi bersabar melihat ketiga orang pelayannya, yang bermain-main dengan kelima orang jendral itu.


"Cepat selesaikan kelima orang jenderal itu, dan kita akan segera menuju ke medan pertempuran, untuk melihat bagaimana reaksi dari Kaisar Tang San setelah melihat kematian dari kelima orang jenderal kepercayaannya!" ucap Huang Yue Li.


Tiba-tiba saja aura membunuh menguar dengan sangat pekat dari tubuh ketiga orang gadis pelayan itu, membuat kelima orang jenderal dari kekaisaran Elang api akhirnya bergidik ngeri. Mereka tak menyangka jika ternyata ketiga orang gadis itu memiliki aura yang begitu pekat, itu berarti bahwa mereka merupakan seorang pembunuh, yang sangat sadis dan telah berhasil menghabisi banyak sekali nyawa.


Crash...


Bruk...


Tanpa banyak basa-basi, Wei Wei segera saja menebas leher dari jenderal A dan melemparkan kepalanya itu ke arah ke empat orang jenderal yang lainnya. Hal itu tentu saja membuat mereka tertegun, karena tidak melihat ayunan tangan gadis pelayan itu, saat memenggal salah seorang diantara rekannya.


Sejenak keempat orang jenderal dari kekaisaran Elang api itu pun bergidik ngeri, sepertinya saat ini mereka tidak memiliki kesempatan lagi untuk bisa pergi dari tempat itu. Apalagi terlihat Wei Wei beserta kedua rekannya semakin brutal, setelah mencium bau darah yang keluar dari tubuh Jenderal A yang saat ini mulai mengucur dengan sangat deras.


"Mari kita akhiri secepatnya!" tukas Wei Wei kepada kedua orang rekannya.


Lin dan Lan langsung mengganggukan kepala, kemudian kedua orang gadis pelayan itu segera menerjang ke arah dua orang jenderal, yang berada di hadapan mereka masing-masing.


Trang...


Trang...


Sret...


Crash...


Jleb...

__ADS_1


__ADS_2