
"Tunggu..!"
Pangeran Li Zhe Liang tiba-tiba saja berteriak seraya melangkahkan kakinya, menuju ke tiga orang pelayan kepercayaan permaisuri Huang Yue Li, sepertinya saat ini putra mahkota dari kekaisaran kura-kura salju itu berpikiran untuk mencari bantuan dari Kaisar Yu Qing San untuk bisa melengserkan permaisuri kekaisaran, mengingat selama ini wanita nomor satu di kekaisaran kura-kura salju itu terlalu banyak ikut campur dalam masalah pemerintahan.
Bahkan dia juga menjadi orang yang selalu berada di belakang layar dan menjadikan kaisar yang berkuasa sebagai pion, untuk mencapai ambisinya dalam menguasai seluruh wilayah.
Dia bahkan tak segan-segan untuk melenyapkan satu persatu orang-orang yang tidak mau tunduk terhadapnya, sehingga kepercayaan dari para pejabat istana maupun rakyat kepada kaisar yang berkuasa, akhirnya pelan-pelan menjadi semakin menghilang.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Wei Wei.
Kedua tangan gadis itu terlihat bersedekap dada, sambil menatap tajam ke arah pemuda yang baru saja mendekat ke arah mereka.
Pangeran Li Zhe Liang segera menghentikan langkahnya, kemudian pemuda itu pun segera menyampaikan maksud dan tujuannya tanpa berbasa-basi sama sekali.
"Izinkan pangeran ini untuk berbicara dengan yang mulia kaisar Yu Qing San dan permaisuri Huang Yue Li."
Namun Wei Wei hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh tak acuh, dia tak perduli apapun yang diinginkan pemuda itu, yang jelas saat ini dirinya tengah merasa sedikit jengkel, karena mainannya tadi telah diambil alih oleh sang majikan, sehingga membuat gadis itu menjadi sangat malas dan dia ingin segera merebahkan dirinya di dalam kereta, yang akan membawanya menuju kekaisaran feniks emas.
"Tidak bisa." ucap Wei Wei dengan santainya, hingga membuat pangeran Li Zhe Liang langsung membulatkan mata, dia benar-benar tak percaya, gadis pelayan itu berani menolak permintaannya. Padahal dia merupakan seorang putra mahkota kekaisaran, yang seharusnya dihormati oleh orang-orang yang kastanya lebih rendah, namun saat ini dia seolah tengah di sepelekan oleh seorang gadis pelayan.
"Apa maksudmu? Bukankah kau sama sekali belum mengatakan hal itu kepada yang mulia Kaisar dan juga permaisuri?" tanya pangeran Li Zhe Liang.
Wei Wei hanya tersenyum tipis. "Jika aku mengatakan tidak bisa, maka kau tidak memiliki kewenangan untun memaksa agar bisa bertemu dengan yang mulia, lagi pula saat ini mood kami dalam keadaan yang tidak baik. Terlebih setelah apa yang dilakukan oleh tuan muda beserta prajurit dari kekaisaran kura-kura salju, yang telah berani mencegat kereta kekaisaran feniks emas dan berusaha untuk merampok dengan tidak tahu malu."
__ADS_1
Ujung bibir gadis pelayan itu melengkungkan senyuman sinis, sambil membalikkan badannya untuk kembali menuju kereta yang mereka tumpangi.
Namun sepertinya pangeran Li Zhe Liang masih belum menyerah, dia segera mencengkram pergelangan tangan gadis pelayan itu dan menariknya.
"Bukankah aku hanya mengatakan untuk bertemu dengan yang mulia Kaisar dan juga permaisuri, tapi mengapa kau begitu sombong, sehingga tidak mau menyampaikan pesan yang telah pangeran ini berikan padamu?" ucapnya sambil melotot.
Wei Wei menatap tajam wajah pemuda tampan yang saat ini ada di hadapannya, dia ingin sekali mencopot sepatu yang dipakainya dan memukul kepala pemuda itu, agar dia segera berpikiran waras dan tidak mencari mati, dengan menemui kedua orang majikannya.
"Kau datang di saat yang salah, jika memang kau ingin bertemu dengan yang mulia, pergilah menuju kekaisaran feniks emas dan bertamulah dengan cara yang lebih baik." ucap Wei Wei sambil mengibaskan tangannya dari cengkraman pemuda itu.
Pangeran Li Zhe Liang langsung tersentak, sepertinya dia baru saja menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya, terhadap gadis pelayan itu. Dia bahkan tidak bermaksud untuk menyakiti Wei Wei, hanya saja gadis itu terlalu sombong, sehingga dia kehilangan kesabaran dan akhirnya mencengkram pergelangan tangan milik gadis itu dengan sangat kencang.
"Maafkan tindakan pangeran ini." ucap pangeran Li Zhe Liang sambil menunduk. Wei Wei beserta kedua orang rekannya hanya tersenyum tipis, melihat kelakuan putra mahkota kekaisaran kura-kura salju itu.
Sebuah suara tiba-tiba saja terdengar, saat ini sepertinya Kaisar Yu Qing San mulai jengah dengan percakapan yang dilakukan oleh Wei Wei dengan pangeran mahkota dari kekaisaran kura-kura salju itu.
Sejak tadi perjalanan mereka terhambat oleh begitu banyaknya para prajurit yang dikerahkan oleh tuan muda yang merupakan putra dari perdana menteri dan sekarang putra mahkota kekaisaran itu juga membuat lelucon yang sama, dengan terus saja mengulur waktu sehingga membuat perjalanan Kaisar Yu Qing San beserta permaisuri Huang Yue Li menjadi semakin tidak menyenangkan.
Mendengar suara deheman seorang pria dari dalam kereta mewah itu, pangeran Li Zhe Liang segera melirik, kemudian berjalan dengan sangat cepat ke arah kereta, yang saat ini ditumpangi oleh kaisar Yu Qing San juga permaisuri Huang Yue Li.
"Mohon maafkan kelancangan pangeran ini, karena telah mengganggu perjalanan anda, yang mulia kaisar. Namun Bisakah kita berbicara sejenak? Pangeran ini ingin mengajukan sebuah kerjasama yang sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak." ucap putra mahkota itu sambil membungkukkan sedikit badannya.
Kaisar Yu Qing San melirik tipis ke arah pemuda itu, nampaknya dia memang sangat pandai dalam berdiplomasi, sehingga kata-katanya terdengar begitu meyakinkan. Sedangkan permaisuri Huang Yue Li saat ini terlihat memberengut, karena istirahatnya lagi-lagi terganggu oleh percakapan di antara kedua orang pria itu.
__ADS_1
Mata wanita paling berkuasa di kekaisaran feniks emas itu nampak melotot ke arah Kaisar Yu Qing San, dia benar-benar kesal dengan suaminya itu, yang hingga saat ini masih saja belum mengerti, jika dia paling tidak menyukai suara bising apalagi pada saat dirinya tengah memejamkan mata.
"Bisakah kau berbicara di luar? Aku benar-benar terganggu dengan suara kalian berdua." ucap permaisuri Huang Yue Li, matanya menatap tajam ke arah Kaisar Yu Qing San yang saat ini hanya melengkungkan senyuman tipis.
Dia terlihat begitu gemas dengan kelakuan sang istri saat sedang kesal, sehingga membuat pria itu berpikir untuk sedikit menggodanya.
"Cari rumah makan terdekat!" perintah dari Kaisar Yu Qing San kepada kusir yang membawa kereta mewahnya.
Pangeran Li Zhe Liang saat ini terlihat sumringah mendengar ucapan dari penguasa kekaisaran feniks emas itu, sepertinya dia memiliki kesempatan untuk bisa bernegosiasi dengan Kaisar Yu Qing San sehingga di kemudian hari, dirinya bisa saja mendapatkan dukungan dari pria itu.
Dengan gerakan yang sangat cepat, putra mahkota kekaisaran kura-kura salju itu segera melompat ke atas kuda miliknya, kemudian memacu dengan sangat cepat, mengikuti kereta mewah milik kekaisaran feniks emas.
Tak butuh waktu lama, akhirnya rombongan itu pun sampai di sebuah rumah makan yang sangat mewah. Pangeran Li Zhe Liang sengaja memesan sebuah ruangan VIP, agar bisa berbicara dengan sedikit bebas.
Saat ini dia ingin sekali mengajukan kerjasama dengan Kaisar Yu Qing San, terkait keinginannya untuk melengserkan permaisuri kekaisaran kura-kura salju dari posisinya, sebagai wanita yang paling berkuasa. Agar bisa menciptakan kedamaian dan juga ketentraman untuk seluruh rakyat kekaisarannya.
Kaisar Yu Qing San berjalan mengikuti pangeran itu, di sampingnya permaisuri Huang Yue Li mendampingi dengan gerakan yang sangat malas, dan sesekali terlihat menguap. Dia seolah tidak memiliki kekuatan apapun untuk berjalan menuju lantai 2, sehingga mau tak mau akhirnya Kaisar Yu Qing San langsung menggendong istri tercintanya itu ala bridal style.
Pangeran Li Zhe Liang tampak melotot, dia tak menyangka Kaisar Yu Qing San akan melakukan hal itu, bahkan di hadapan semua orang. Tapi sepertinya penguasa kekaisaran feniks emas itu sama sekali tidak perduli, dia bahkan terlihat seperti seorang budak cinta saat ini.
...----------------...
Mohon maaf sebelumnya, author hari ini hanya bisa update 1 chapter saja ya, insya allah besok atau lusa autor crazy up kembali seperti biasanya. 🙏🙏🙏
__ADS_1