Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 110


__ADS_3

Krieeet...


Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, saat ini kaisar Yu Qing San terlihat berdiri dengan sangat gagah, wajahnya terlihat bersinar sambil terus tersenyum dihadapan para prajurit dan juga pelayannya.


"Siapkan air hangat dan juga makanan untuk permaisuri." ucap sang Kaisar.


Para pelayan pun bergegas berlarian menuju dapur untuk mempersiapkan makanan yang diminta oleh majikannya, sementara pelayan yang lain segera menyiapkan air panas untuk permaisuri Huang Yue Li yang hingga saat ini masih terbaring di atas peraduannya.


Tak berselang lama akhirnya para pelayan pun segera masuk ke dalam kamar yang dihuni oleh permaisuri Huang Yue Li, mereka dengan sigap langsung menuangkan air panas itu ke dalam bak mandi, yang akan digunakan oleh permaisuri Huang Yue Li untuk berendam.


Sementara ketiga orang pelayan setia sang permaisuri saat ini telah menata makanan di atas meja, sambil sesekali sudut mata mereka melirik ke arah majikannya, yang hingga saat ini masih tertidur dengan sangat lelap.


"Keluar..!"


Tiba-tiba saja Kaisar Yu Qing San muncul, dia bahkan saat ini telah berganti pakaian dan segera mendekat ke arah peraduan, para pelayan pun berlarian keluar dari tempat itu, sebelum majikan mereka memberikan perintah untuk yang kedua kalinya.


Mereka tentu saja mengetahui, hukuman apa yang akan diterima jika sampai penguasa kekaisaran itu mengulang ucapannya.


Kini mereka kembali berdiri di depan pintu kamar itu, sambil sesekali saling melirik dan melengkungkan senyuman tipis, suasana kamar yang ditempati permaisuri Huang Yue Li beserta Kaisar Yu Qing San bagaikan sebuah kapal pecah, benar-benar sangat berantakan.


Sepertinya kedua sejoli itu sempat main petak umpet, sebelum akhirnya menikmati pagi panas. Hingga membuat seisi kamar menjadi sangat berantakan.


"Jadi kapan kita akan menata barang-barang milik permaisuri Huang Yue Li?" tanya salah seorang pelayan kepada rekan-rekannya.


Semua orang langsung melirik ke arah gadis itu, tak lama Wei Wei pun menjawab dengan sangat santainya. "Tentu saja, setelah yang mulia kaisar keluar dari kamar itu, kita bisa segera membersihkannya dan sekalian menata barang-barang milik permaisuri Huang Yue Li di sana."

__ADS_1


"Tapi kapan yang mulia akan keluar?" tanya pelayan yang lain.


Wei Wei langsung memelototkan matanya, dia benar-benar kesal dengan pertanyaan yang diberikan oleh kedua orang gadis pelayan Kaisar Yu Qing San itu, tak lama Wei Wei pun kembali memberikan jawaban yang tak kalah menohok dari sebelumnya.


"Kenapa tidak kalian gedor saja pintu kamarnya, dan tanyakan kepada yang mulia Kaisar, kapan dia akan segera keluar dari kamar itu?" tanya Wei Wei.


Lima orang gadis pelayan itu sontak berpandangan, tak lama kemudian terlihat tubuh mereka bergidik, seolah takut jika sampai mengganggu kesenangan dan juga ketenangan dari majikannya.


"Tidak-tidak! Aku akan tetap menunggunya di sini, jika kau memang mau menggedor pintu itu silakan saja." ucapnya sambil kembali mendudukkan diri di atas lantai.


Para prajurit yang berjaga hanya tersenyum tipis kelakuan dari ke-8 orang gadis pelayan itu, benar-benar menggelikan.


Di dalam kamar saat ini, Kaisar Yu Qing San berusaha untuk membangunkan permaisurinya, dia sengaja menggunakan jari telunjuknya untuk menelusuri setiap lekuk wajah cantik sang istri yang saat ini terlihat begitu pucat, sepertinya permaisuri Huang Yue Li benar-benar sangat kelelahan, sehingga wanita itu tidak terganggu sedikitpun.


Sebuah kecupan kembali mendarat di pipi wanita itu, yang sontak membuatnya menggeliat kemudian perlahan-lahan membuka mata dan melihat jika saat ini sang suami telah duduk di samping pembaringannya.


Dengan cepat tangan permaisuri Huang Yue Li segera menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, dia tak ingin suaminya itu kembali kesetanan seperti pagi tadi, sehingga membuatnya benar-benar sangat lelah. Bahkan saat ini seluruh tulang-tulangnya seakan remuk akibat kelakuan buas dari sang suami.


"Ayo bangun! para pelayan telah mempersiapkan air dan juga makanan untukmu. Zhen akan membantumu." ucap pria itu seraya bergerak untuk membantu sang istri.


Namun permaisuri Huang Yue Li segera mundur, dia tak ingin pria itu menyentuh kembali tubuhnya dan segera berusaha untuk turun dari tempat peraduan.


"Sssshh.." wanita itu kembali meringis, bahkan saat ini lututnya terasa lemas dan bergetar. Kaisar Yu Qing San segera mengangkat tubuh permaisurinya dan membopongnya menuju kamar mandi, saat ini dia merasa sangat kasihan terhadap istri kecilnya yang begitu kelelahan.


Namun tak lama pria itu langsung tertawa kecil, saat netranya menangkap begitu banyak tanda cinta, yang dibuatnya di tubuh mulus sang istri. Permaisuri Huang Yue Li segera di dudukan dalam sebuah bak air hangat, perlahan-lahan wanita itu pun merasakan kenyamanan.

__ADS_1


Apalagi saat ini Kaisar Yu Qing San telah melarutkan cairan sabun ke dalam air itu, bahkan dia juga menaburkan mawar yang sangat banyak, hingga membuat permaisuri Huang Yue Li akhirnya tersenyum manis, setelah mendapatkan pelayanan yang begitu memuaskan dari sang suami.


Kaisar Yu Qing San bergegas keluar dari kamar mandi, dia membiarkan permaisuri Huang Yue Li menikmati kenyamanannya, tanpa harus ada gangguan dari dirinya.


Kini wajah permaisuri Huang Yue Li kembali berseri, bahkan wajahnya terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya. Lengkungan senyuman tipis tercetak dari wajah ayu itu, kini dia baru merasakan menjadi wanita seutuhnya, setelah mengalami malam panjang bersama sang suami.


Tak lama kaisar Yu Qing San kembali masuk ke dalam kamar mandi, dia membantu permaisuri Huang Yue Li untuk keluar dari bak mandi dan membilas tubuhnya tanpa ragu-ragu.


Pria itu bahkan dengan santainya memakaikan hanfu untuk permaisurinya, saat ini dia terlihat seperti seorang suami siaga, di hadapan permaisurinya itu.


"Duduklah.."


Kaisar Yu Qing San menarik sebuah kursi, kemudian menyuruh permaisuri Huang Yue Li untuk duduk, tanpa canggung lagi pria itu segera mengambil sebuah mangkuk kosong, kemudian mengisinya dengan nasi dan juga lauk pauk. Begitu juga dengan sayuran yang telah dipersiapkan oleh para pelayannya.


Permaisuri Huang Yue Li hanya tersenyum simpul, dia benar-benar merasa menjadi seorang Ratu, karena perlakuan dari Kaisar Yu Qing San yang begitu memanjakannya.


"Terima kasih.."


Untuk pertama kalinya, wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu mengucapkan sebuah kata yang paling keramat dan tak pernah diucapkannya seumur hidup, saat ini matanya terlihat berkaca-kaca.


Kaisar Yu Qing San melirik ke arahnya, kemudian segera mendekat dan mendekap tubuh wanitanya dengan penuh cinta. Meskipun selama ini dia selalu dingin dan kejam terhadap orang lain, namun untuk orang terspesialnya, dia pasti akan menjadi yang terbaik.


"Jangan pernah ucapkan kata itu!" ucap kaisar Yu Qing San, tangannya membelai rambut sang istri sambil mendaratkan sebuah kecupan mesra dikeningnya.


"Ingatlah.. Kau milik zhen, dan zhen milikmu. Tidak ada kata terima kasih mulai saat ini." ucapnya sambil mendudukan kembali bo*ongnya di atas kursi, tepat di samping permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


__ADS_2