Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 126


__ADS_3

Permaisuri Huang Yue Li hanya terkekeh pelan melihat kelakuan yang ditunjukkan oleh nona muda Guo Mei Qi, gadis itu terlalu tidak tahu diri sehingga seberapa kali pun dia menjelaskan, masih juga tetap bersikukuh untuk mengajak permaisuri Huang Yue Li bertarung.


Bukan karena permaisuri Huang Yue Li tak berani melawan gadis itu, melainkan saat ini dia memikirkan dirinya yang tengah mengandung. Namun melihat kesungguhan yang ditunjukkan oleh Nona muda Guo Mei Qi, akhirnya permaisuri Huang Yue Li pun menyetujui keinginan gadis itu.


"Baiklah..! Kau bisa bertarung denganku, namun tidak etis rasanya jika kita tidak melakukan sebuah kesepakatan. Katakan apa yang akan kau pertaruhkan seandainya kau kalah, Nona muda Guo?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


Gadis itu langsung memelototkan matanya, sepertinya saat ini dia benar-benar dibuat kesal oleh tingkah laku permaisuri Huang Yue Li yang selalu mengulur waktu, seolah mencari perhatian dari Kaisar Yu Qing San.


"Jika kau menang, maka aku akan mengabdi pada istana kekaisaran ini, termasuk padamu dan menjadi pelayan di istana. Namun jika kau kalah, kau harus meninggalkan statusmu sebagai seorang permaisuri kekaisaran feniks emas dan memberikan posisi itu padaku." ucap nona muda Guo dengan penuh percaya diri.


Semua orang yang hadir di aula hanya bisa menggelengkan kepalanya, mereka tak menyangka jika nona muda keluarga bangsawan Guo itu terlalu sombong dan juga bodoh, sehingga berani mengajukan persyaratan seperti itu kepada permaisuri Huang Yue Li.


Siapa yang belum mengetahui kemampuan dan juga kekuatan yang dimiliki oleh wanita itu? Bahkan seluruh kekaisaran pun saat ini sudah mulai memandangnya, sebagai seorang wanita yang memiliki kemampuan luar biasa dalam memimpin prajurit menghadapi pertempuran.


Apalagi untuk menghadapi seorang gadis kecil seperti nona muda Guo, bukanlah hal yang sulit untuk seorang permaisuri Huang Yue Li, dia bahkan bisa mengalahkan 1000 orang gadis yang seperti dirinya.


Bangsawan Guo saat ini memelototkan matanya, dia benar-benar tak menyangka jika putrinya akan berbuat nekat, dia bahkan seringkali mendengar dari para prajurit maupun rakyat sekitar kediaman, tentang bagaimana kekejaman permaisuri Huang Yue Li saat berada di medan pertempuran, apalagi saat ini lawannya hanyalah seorang gadis kecil yang tak berdaya.


Meskipun nona muda Guo Mei Qi telah dididik sejak kecil tentang bagaimana caranya menggunakan pedang, namun dia bukanlah seorang ahli, hanya saja dia memiliki sedikit kemampuan untuk menggerakkan badannya.

__ADS_1


Namun saat ini bangsawan Guo beserta seluruh keluarganya hanya bisa menahan nafas, mereka tak mungkin membiarkan nona muda Guo Mei Qi mati begitu saja, namun mereka juga tak ingin kehilangan wajah, jika sampai putri mereka mengingkari ucapannya.


Akhirnya mau tak mau mereka pun menyetujui pertaruhan itu, meski tak yakin nona muda Guo Mei Qi sanggup melawan permaisuri Huang Yue Li yang sudah terkenal dengan kemampuannya yang luar biasa, tak hanya dalam keterampilan berpedang namun wanita itu memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni, sehingga pria manapun tak ada yang berani melawannya.


Kini semua orang telah berkumpul di arena, di mana permaisuri Huang Yue Li akan bertarung dengan nona muda Guo Mei Qi. Mereka nampak berdiri dengan was-was, walau bagaimanapun Nona muda Guo Mei Qi merupakan aset yang berharga, seorang gadis yang memiliki kecantikan luar biasa, wanita tercantik nomor 2 di kekaisaran feniks emas setelah permaisuri Huang Yue Li.


Kini kedua wanita itu telah berdiri berhadapan, keduanya telah memilih senjata masing-masing Nona muda Guo Mei Qi dan permaisuri Huang Yue Li saat ini telah memilih pedang, sebagai senjata yang akan digunakan dalam pertarungan.


Dalam pertempuran yang mempertemukan Permaisuri Huang Yue Li dengan Nona muda Guo Mei Qi, permaisuri menunjukkan keunggulan yang luar biasa dalam kemampuan menggunakan pedang. Meskipun Guo Mei Qi adalah seorang nona muda yang memiliki keterampilan yang baik dalam pertempuran, dia tetap berada di bawah kemampuan Permaisuri Huang Yue Li.


Trang...


Trang...


Trang...


Di sisi lain, Guo Mei Qi, meskipun memiliki bakat dan semangat yang luar biasa, masih harus belajar banyak untuk menandingi keahlian Permaisuri Huang Yue Li. Kecepatan dan refleksnya belum sebanding dengan pengalaman dan kecakapan permaisuri tersebut. Meskipun ia berusaha keras, Guo Mei Qi kesulitan mengimbangi keahlian dan kecepatan Permaisuri Huang Yue Li.


Dalam pertempuran itu, Permaisuri Huang Yue Li dengan mudah mampu mengantisipasi setiap gerakan dan strategi yang dilakukan oleh Guo Mei Qi. Dia dengan cepat menemukan celah dalam pertahanan Guo Mei Qi dan secara efektif menyerang dengan pukulan yang akurat dan kuat.

__ADS_1


Keahlian Permaisuri Huang Yue Li yang melebihi Guo Mei Qi membuatnya mampu mendominasi pertempuran, dan akhirnya mengalahkan Guo Mei Qi dengan mudah.


Duagh...


Bruk...


Akhirnya nona muda Guo Mei Qi tersungkur di atas tanah, sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, saat ini nafasnya terasa tercekat, akibat kekuatan dari pukulan permaisuri Huang Yue Li.


Gadis itu benar-benar tak menyangka, ternyata wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu memiliki kemampuan yang luar biasa, tak hanya gerakannya yang efisien namun kecepatannya yang memukau, membuatnya harus mengakui bahwa dirinya memang tidak bisa menandingi kemampuan yang dimiliki oleh permaisuri Huang Yue Li.


Meskipun dirinya kalah saat ini, namun wajah nona muda Guo Mei Qi memperlihatkan kepuasan, dia merasa benar-benar sangat beruntung, karena mendapatkan kesempatan untuk bisa beradu kekuatan dan juga beradu jurus dengan permaisuri Huang Yue Li.


Kapan lagi dia bisa mendapatkan pelajaran yang berharga seperti saat ini? Dia bahkan berpikir untuk berguru kepada permaisuri Huang Yue Li agar bisa menjadi seorang wanita yang memiliki kemampuan luar biasa, sehingga suatu saat nanti mampu mempertahankan keluarganya, saat ada orang yang berani mengusik kebahagiaan dan juga kenyamanan dirinya.


Bangsawan Guo akhirnya bisa bernafas dengan lega, meskipun saat ini keadaan putrinya dipenuhi dengan luka, namun dia masih berterima kasih kepada permaisuri Huang Yue Li, karena tidak sampai melenyapkan putri kesayangannya itu. Lagi pula pelajaran yang diterima oleh Nona muda Guo Mei Qi hari ini pasti akan membuatnya berpikir 1000 kali, untuk mencari masalah dengan permaisuri Huang Yue Li di masa depan.


"Kau kalah Nona muda Guo, lalu bagaimana sekarang? Apa kau akan menjadi seorang pelayan dapur di istana kekaisaran feniks emas, meskipun statusmu adalah seorang Nona muda bangsawan?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


Gadis itu hanya tersenyum tipis seraya menjawab dengan sangat yakin, "Tentu saja, semua orang boleh mengatakan bahwa aku seorang anak yang manja, namun tidak ada satu orang pun dari mereka yang mengetahui, bahwa aku selalu menepati semua janji yang telah kuucapkan. Meskipun saat ini harus menjadi seorang pelayan istana, aku merasa puas karena telah mendapatkan pelajaran yang berharga darimu, yang mulia permaisuri."

__ADS_1


Permaisuri Huang Yue Li hanya melengkungkan senyuman tipisnya, dia benar-benar puas pada jawaban gadis itu, ternyata Nona muda Guo Mei Qi itu tidaklah selemah dan juga sepengecut yang dipikirkan orang-orang. Dia memiliki semangat yang luar biasa dalam dirinya bahkan jika kemampuannya itu benar-benar dikembangkan dengan sangat baik, suatu saat nanti nona muda Guo Mei Qi bisa saja menjadi seorang prajurit yang sangat handal.


__ADS_2